Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN IDA MADE RAI DALAM MENGUSIR KOLONIALISME BELANDA DI DESA BANJAR PADA TAHUN 1868 SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA Gede Okva Wiguna .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4169

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Nilai-nilai kepahlawanan yang ada dibalik perlawanan Ida Made Rai terhadap Belanda tahun 1868; (2) Nilai-nilai kepahlawanan yang dapat diwariskan dari perjuangan Ida Made Rai agar dapat diteladani sebagaimana yang tertuang dalam perlawananya dalam memimpin rakyat Banjar mengusir Belanda tahun1868; dan (3) Kontribusi nilai -nilai kepahlawanan tersebut bagi pembelajaran sejarah di SMA berdasarkan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: (1) heuristik atau pengumpulan jejak-jejak sejarah (studi dokumen, teknik wawancara, dan teknik observasi); (2) kritik sumber (ekstern dan intern); (3) intepretasi data; (4) historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Nilai-nilai kepahlawanan dibalik perlawanan Ida Made Rai terhadap Belanda tahun 1868 dapat dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu (a) latar belakang Perang Banjar tahun 1868; (b) Ida Made Rai pahlawan kebanggaan Desa Banjar; dan (c) nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Ida Made Rai yaitu: (1) keberanian; (2) rela berkorban; (3) kewibawaan; (4) patriotisme; (5) etika dan moral; (6) kejujuran; (7) solidaritas; dan religius. (2) Nilai-nilai kepahlawanan beliau yang dapat diwariskan bagi generasi bangsa: (a) nilai kejujuran; (b) nilai solidaritas; (c) nilai patriotisme; (d) nilai etika dan moral; (e) nilai rela berkorban; (f) nilai kewibawaan; (g) nilai religius; (h) nilai keberanian. (3) Kontribusi nilai-nilai kepahlawanan Ida Made Rai sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA berdasarkan pada kurikulum 2013 pada (a) ranah kognitif; (b) ranah afektif; (c) ranah psikomotorik. Kata Kunci : Kata Kunci: pahlawan, nilai kepahlawanan, sumber belajar sejarah. ABSTRACT This study is aimed at identifying (1) heroism value behind the effort of Ida Made Rai to fight off the Dutch colonialism in 1868; (2) the heroism value which can be inherited from Ida Made Rai and can be exemplified as it is decanted in her effort in leading the people of Banjar to fight off the Dutch in 1868; (3) the contribution of the heroism value toward the subject of history for high school based on curriculum 2013. The researcher used historical method of gathering the data, they are: (1) heuristic or the collection of historical tract (the study of document, interview, and observation); (2) source of criticism (extern and intern); (3) data interpretation; (4) historiography. The result of this research showed that (1) heroism value behind the effort of Ida Made Rai toward the Dutch colonialism in 1868 can be divided into three steps, they are (a) the background of Banjar battle in 1868; (b) Ida Made Rai is a hero which become the pride of Banjar village; and (c) the heroism value from Ida Made Rai including: (1) courage; (2) willingness of sacrifice; (3) authority; (4) patriotism; (5) ethics and morality; (6) honesty; (7) solidarity; and religious. (2) The heroism value which can be inherited from the effort of Ida Made Rai and can be exemplified toward the young generation are: (a) courage value; (b) willingness of sacrifice value; (c) authority value; (d) patriotism value; (e) ethics and morality value; (f) honesty value; (g) solidarity value; and (h) religious value. (3) The contributions of the heroism value toward the subjects of history for high school based on curriculum 2013 are (a) cognitive aspect; (b) affective aspect; (c) psychomotor aspect. keyword : Key words: hero, heroism value, history learning source
Sejarah dan Sistem Pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Seririt Berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kadek Ayu Sutarminingsih .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah dan perkembangan SMA Negeri 1 Seririt mulai dari periode filial SMA Negeri 1 Singaraja sampai periode berdiri sendiri sebagai SMA Negeri 1 Seririt (2) sistem pendidikan yang berkembang di SMA Negeri 1 Seririt pada masa pemberlakuan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Penelitian ini merupakan penelitian historis dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) Teknik Pengumpulan Data dilakukan melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumen, (2) Kritik Sumber (kritik ekstern dan intern), (3) Interpretasi (Analisis Data), dan (4) Historiografi (penulisan sejarah). Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) SMA Negeri 1 Seririt merupakan sekolah yang memiliki perjalanan history yang cukup panjang. Berdirinya SMA Negeri 1 Seririt dilatarbelakangi adanya beberapa faktor, yakni faktor politik ekonomi dan politik strategis. Perkembangan SMA Negeri 1 Seririt yang sangat pesat karena merupakan satu-satunya sekolah negeri di Seririt, sehingga menjadikannya sekolah mandiri yang awalnya merupakan filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) Sistem pendidikan di SMA Negeri 1 Seririt ketika pemberlakuan kurikulum KTSP mampu menorehkan berbagai prestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.Kata Kunci : Filial, Sejarah, Sistem Pendidikan This study aims to determine (1) the history and development of the SMA Negeri 1 Seririt filial period ranging from SMA Negeri 1 Singaraja to the period stands alone as the SMA Negeri 1 Seririt (2) the education system is developing in SMA Negeri 1 Seririt on the enactment of the educational unit level curriculum. This research is historical research using qualitative approach with measures: (1) engineering data collection done through: observation, interview, and document research, (2) source criticism (external criticism and internal criticism), (3) interpretation (data analysis), and (4) historiography (the writing of history). The results showed that (1) SMA Negeri 1 Seririt is a school that has a fairly long history travel. The establishment of the SMA Negeri 1 Seririt backed by a number of factors, the political factors of strategic economic and political. The development of SMA Negeri 1 Seririt very rapidly because is the only public school in Seririt, making it an independent school which was originally a filial SMA Negeri 1 Singaraja. (2) The education system in SMA Negeri 1 Seririt when enforcement of the curriculum unit level education capable of applying various achievements in the field of both academic and non academic. keyword : Filial, History, The education system
PURA PANYAGJAGAN DI DESA PAKRAMAN CATUR, KINTAMANI, BANGLI, BALI (Latar Belakang Sejarah, Fungsi Pura dan Potensinya Sebagai Media Pendidikan Multikultur di Sekolah Menengah Pertama dan Masyarakat) I Nyoman Sukra Adinatha .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i3.4276

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) sejarah berdirinya Pura Panyagjagan di Desa Pakraman Catur, (2) struktur dan fungsi Pura Panyagjagan dalam rangka menumbuhkan masyarakat multikultur di Desa Pakraman Catur, (3) fungsi Pura Panyagjagan sebagai media pendidikan multikultur di SMP dan masyarakat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian, (2) penentuan informan, (3) pengumpulan data, (4) validitas data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (5) analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pura Panyagjagan didirikan oleh masyarakat Desa Pakraman Catur pada abad ke-19. Hal ini diawali dari pembuatan beberapa arca/pertima yang akhirnya dibuatkan pura yang disebut Pura Panyagjagan. (2) Struktur Pura Panyagjagan terdiri dari tiga halaman (Tri Mandala) yaitu Nista Mandala (jaba sisi), Madya Mandala (jaba tengah), dan Utama Mandala (jeroan). Secara vertikal pelinggih di Pura Panyagjagan mengacu pada konsep Tri Angga yang terdiri (kaki, badan, dan kepala). (3) Potensi Pura Panyagjagan sebagai media pendidikan multikultural yaitu: (a) bentuk bangunan, terutama adanya Pelinggih Ida Bhatara Konco dan Pelinggih Ida Bhatara Ratu Subandar tetapi dalam praktek upacara keagamaannya secara Hindu, (b) upacara keagamaan, dimana sarana dan prasarana menggunakan budaya Hindu dan Tionghoa.Kata Kunci : Sejarah, Struktur, Media Pendidikan, Multikultural This study aimed to determine: (1) the history of the establishment of the Panyagjagan temple in Pakraman Catur village, (2) the structure and function of the Panyagjagan temple in order to foster a multicultural society in Pakraman Catur village, (3) Panyagjagan temple functions as a media of multicultural education in junior high school and community. This research is a qualitative study, with the following steps: (1) determining the location of the research, (2) determination of the informant, (3) data collection, (4) the validity of the data consists of data triangulation and triangulation methods, (5) data analysis. The results showed that: (1) Panyagjagan temple founded by community Pakraman Catur village in the 19th century. It begins from the making of some of the statues/pertima which eventually made temple called Panyagjagan temple. (2) Panyagjagan temple structure consists of three pages (Tri Mandala) is Nista Mandala (outside), Madya Mandala (middle side), and Utama Mandala (inside). Vertically shrines in the Panyagjagan temple refers to the concept of Tri Angga comprising (feet, body, and head). (3) Potential Panyagjagan temple as a media of multicultural education are: (a) shape of the building, especially the presence of Pelinggih Ida Bhatara Konco and Pelinggih Ida Bhatara Ratu Subandar but in practice the Hindu religious ceremony, (b) religious ceremony, where facilities and infrastructure use Hindu and Tionghoa culture.keyword : History, Structure, Education Media, Multicultural
TRADISI NGUSABA BUKAKAK DI DESA GIRI EMAS, SAWAN, BULELENG, BALI: DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN IPS DI SMP I Gede Justiasa .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4848

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui latar belakang masyarakat Desa Giri Emas melaksanakan trasdisi Ngusaba Bukakak, (2) mengetahui sistem pelaksanaan tradisi Ngusaba Bukakak, (3) mengetahui aspek-aspek dari tradisi Ngusaba Bukakak yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan, yakni: (1) tradisi Ngusaba Bukakak adalah sebuah rangkaian kegiatan upacara keagamaan yang berhubungan dengan pertanian di Desa Giri Emas, (2) tradisi Ngusaba Bukakak di Desa Giri Emas adalah kegiatan upacara yang dilaksanakan oleh Krama Subak, kemudian di dukung oleh Krama Desa (3) tradisi Ngusaba Bukak memiliki fungsi yakni; (a) fungsi religius, (b) fungsi mempekuat solidaritas sosial, dan (c) fungsi menjaga hubungan harmonis dengan alam. (4) di dalam tradisi Ngusaba Bukakak terdapat aspek-aspek yang memiliki potensi sebagai sumber pembelajaran IPS di SMP diantaranya meliputi: (a) aspek kognitif, (b) aspek afektif, dan (c) aspek psikomotor. (5) kontribusi dalam mengembangkan tradisi Ngusaba Bukakak pada pembelajaran IPS di SMP yaitu; (a) bidang sejarah (b) bidang sosiologi (c) bidang geografi (d) bidang ekonomi. (6) Rekomendasi yang dapat dilakukan dalam kajian belajar-mengajar adalah melalui lembaga sekolah serta guru sebagai agen yang melaksanakan pembelajaran IPS.Kata Kunci : Kata Kunci : tradisi Ngusaba Bukakak, potensi, sumber belajar, IPS, SMP. This research aims to (1) know the background of the village of Giri Emas in implementing the tradition of Ngusaba Bukakak, (2) know the system of implementating Ngusaba Bukakak tradition, (3) know the aspects of tradition Ngusaba Bukakak that have potential source of learning IPS in SMP. In this study, the data were collected using qualitative methods by stages; (1) the technique of determining the location of the research, (2) The technique of determining the informants, (3) the technique of collecting the data (observation ,interviews , document studies), (4) the technique of guaranting the authenticity of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of analysing the data. The finding of this, research are: (1) Ngusaba Bukakak tradition is a series of religious ceremonies associated with agriculture in the village of Giri Emas, (2) Ngusaba Bukakak tradition in the village of Giri Emas is a ceremony conducted by Krama Subak then supported by Krama Desa, (3) Ngusaba Bukakak tradition has a functions those are; (a) the religious function, (b) the function of strengthening the social solidarity, and (c) the function of maintaining a harmonious relationship with nature. (4) in the tradition of Ngusaba Bukakak, there are aspects that have potential source of learning in junior high school among others include; (a) cognitive aspects, (b) affective aspect, and (c) psychomotor aspects. (5) contribution in developing Ngusaba Bukakak tradition in learning social studies in junior high that; (a) field history,(b) field sociology (c) field of geography (d) field economics. (6)Recommendations that can be done in the study of teaching and learning is through the institution of the school and teachers as agents that implement learning IPS in SMP.keyword : Keywords : Bukakak Ngusaba tradition, potential, learning resources, IPS, SMP.
Identifikasi Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) di Kelurahan Gilimanuk, Melaya, Bali sebagai Sumber Belajar Sejarah Kebudayaan Jurusan Bahasa di SMA I Putu Anggita Suprarendra .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.4867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Sejarah keberadaan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), (2) Struktur bangunan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), dan (3) Aspek-aspek dari Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) yang dapat digunakan sebagai sumber belajar Sejarah Kebudayaan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tahap-tahap penelitian yang dilakukan yaitu (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (2) Teknik Penentuan Informan, (3) Metode Pengumpulan Data melalui Observasi, Wawancara, dan Studi Dokumen, dan (4) Teknik Analisis Data. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Sejarah keberadaan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) yang dilatarbelakangi oleh temuan batu nisan kembar oleh seorang Kawi Tuo bernama Bapak Mat Yasin, dari Melaya ketika kudanya yang lepas ditemukan sedang mencakar-cakarkan kakinya di batu nisan tersebut, dan didirikan gubug di Pesarean tersebut akibat banyaknya pengunjung ke sana yang sampai kini terus ditata. (2) Struktur pembangunan Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) menggunakan konsep Dwi Loka yang terdiri atas Bagian Luar (Jabanan) meliputi Tiga buah gubug peristirahatan dan Situs kuda milik Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), dan Bagian Dalam (Jeroan) terdapat Makam (Pesarean) Embah Temon. Dan (3) Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) dua aspek yang dapat dijadikan sumber belajar sejarah kebudayaan yaitu: Aspek Fisik meliputi Gapura Candi Pemedal Pesarean Embah Temon, Togog Candi Gapura Pesarean Embah Temon, Kaligrafi Ong-Kara dan Kaligrafi Arab di Pesarean Embah Temon, Bentuk Punden Berundak Pelinggih Penunggu Pesarean Embah Temon, dan Aspek Non Fisik meliputi Sejarah Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), dan Pendidikan Karakter.Kata Kunci : Pesarean, Sumber Belajar, Sejarah Kebudayaan This study aims to determine (1) the History of existence Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), (2) Structure of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), and (3) Aspects of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) which can be used as a learning resource of Cultural History in High School (SMA). This study is a qualitative research wich is conducted of some stages of research, namely (1) Determining the Research Location, (2) Technique of Informant Selecting, (3) Data Collection Method through Observation, Interviews, and Study Documents, and (4) Data Analysis Techniques. The results showed: (1) The historical existence of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) was motivated by the findings of tombstones twins by a Kawi Tuo person named Mr. Mat Yasin, from Melaya, when he found that his loose horse is kicking off its feet on the gravestone, and the hut in the Pesarean was established due to the number of visitors which is until now continuous to organized. (2) The construction structure of Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) using the Dwi Loka concept consisting of Exterior (Jabanan) includes Three huts resting and Site horses owned by Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), and Interior (Jeroan) include the Tomb (Pesarean) of Embah Temon. And (3) Pesarean Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon) are two aspects that can be used as a source of learning the Cultural History, namely: Physical Aspects include Gapura Candi Pemedal Pesarean Embah Temon, Togog Candi Gapura Pesarean Embah Temon, Calligraphy Ong-Kara and Arabic Calligraphy in Pesarean Embah Temon, the Form of Punden Berundak Pelinggih Penunggu Pesarean Embah Temon and Non-Physical Aspects include History of Panembahan Senopati Sunan Kanjeng Mataram (Embah Temon), and Education Character.keyword : Pesarean, Learning Resources, Cultural History
PERSEPSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (STUDI KASUS GURU SEJARAH DI SMAN 1 SAWAN) Nengah Cipta Sari .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i2.5312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan terhadap pelaksanaan Kurikulum 2013; (2) Mengetahui persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013; (3) Mengetahui persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuesioner, studi dokumen); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa; (1) Persepsi Kepala SMA Negeri 1 Sawan dan Wakasek Kurikulum SMA Negeri 1 Sawan memberikan apresiasi dan penilaian positif terhadap Kurikulum 2013, karena Kurikulum 2013 menerapkan metode scientific approach dalam proses pembelajaran; (2) Persepsi guru sejarah terhadap mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 menunjukan bahwa guru sejarah di SMA Negeri 1 Sawan mendukung sepenuhnya mata pelajaran sejarah dikelompokan menjadi wajib dan peminatan, Kurikulum 2013 dinilai oleh guru sangat lengkap dan lebih rinci, namun tidak diimbangi dengan pelatihan sejak dini sehingga guru sejarah mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran terutama pada aspek penilaian yang dinilai terlalu rumit; (3) Persepsi siswa terhadap proses pembelajaran sejarah dengan menggunakan Kurikulum 2013 menunjukan bahwa minat siswa untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 cukup tinggi, hal ini tampak pada persepsi siswa terhadap pentingnya pelajaran sejarah dan siswa sangat antusias untuk belajar sejarah pada Kurikulum 2013 karena dengan mata pelajaran sejarah pada Kurikulum 2013 siswa dapat berinovasi dan mengetahui metode pembelajaran yang baru.Kata Kunci : Persepsi, Guru Sejarah, Mata Pelajaran Sejarah, Kurikulum 2013 This research aims (1) knowing the perception of the Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan on the implementation of the 2013 curriculum; (2) knowing the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum; (3) knowing the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum. This study used a qualitative approach with measures: (1) the determination of research location; (2) the determination of informants techniques; (3) data collection techniques (observation, interview, questionnaire, study document); (4) the validity of data guarantee techniques; and (5) data analysis techniques. The results of the research show that; (1) the perception Head of SMA Negeri 1 Sawan and Vice Principal of Curriculum SMAN 1 Sawan give appreciation and positive assessment to the 2013 curriculum, because the 2013 curriculum is implement the scientific approach method on the learning process; (2) the history teacher's perception of the historical subjects on 2013 curriculum shows history teachers in SMA Negeri 1 Sawan fully support historical subjects are divided into compulsory and specialization and 2013 curriculum assessed by teacher was complete and more detail but not in balance with training from the outset so that history teacher experienced difficulty in applying the 2013 curriculum in the process of learning especially from the perspective of an assessment that was thought to be too complicated; (3) the students' perception of the process of teaching history on the 2013 curriculum showed that interest on the part of the student to study history at the 2013 curriculum is quite high, it looks on the view of students on the importance of the lessons of history and students are very enthusiastic to learn history on the 2013 curriculum because with historical subjects on the 2013 curriculum students can innovate and know the new method of learning.keyword : Perception, History Teacher, History Subject, 2013 Curriculum.
KOMUNITAS MUSLIM SASAK BAYAN DI BANJAR DINAS KAMPUNG ANYAR, BUKIT, KARANGASEM, BALI (LATAR BELAKANG SEJARAH DAN POTENSINYA BAGI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA) I Wayan Widiarta .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana sejarah keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali, (2) mengetahui bagaimana hubungan Kerajaan Karangasem dengan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit dalam konteks yang masih bertahan hingga saat ini, (3) mengetahui aspek – aspek apa saja dari keberadaan Komunitas Muslim Sasak di Banjar Dinas Kampung Anyar Desa Bukit yang dapat di gunakan sebagai sumber belajar Sejarah di SMA. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan langkah – langkah yakni, (1), Heuristik (teknik penentuan informan, observasi, wawancara, dan dokumen), (3) Kritik (kritik eksternal dan kritik internal), (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) latar belakang berdirinya Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar, Desa Bukit, Karangasem, Bali tak bisa dilepaskan dari sejarah Kerajaan Karangasem yang melakukan perluasan kekuasaan ke Lombok (Seleparang dan Pejanggik) yang kemudian membawa tawanan politik berupa orang – orang Sasak, (2) keberadaan perkampungan Islam yang ada di Karangasem merupakan suatu kesatuan dengan Puri Karangasem. Masyarakat Kampung Islam di sekitar Puri Karangasem menempati posisi – posisi tertentu yang berada di sekitar puri atau ibukota kerajaan. Hal ini secara alami menjadi benteng besar yang dapat dipakai sebagai pertahanan kota. Hingga saat ini masyarakat Kampung Anyar masih terikat dengan Kerajaan Karangasem dalam bentuk hubungan patron – klien. (3) aspek – aspek yang bisa di kembangkan menjadi sumber belajar sejarah dari keberaan Komunitas Muslim Sasak Bayan di Kampung Anyar yakni, (1) aspek kognitif, (2) aspek afektif, (3) aspek psikomotorik.Kata Kunci : Komunitas, Muslim Sasak Bayan, Sumber Belajar Sejarah This study aims to: (1) knowing how historical existence Sasak Muslim community in Kampung Banjar Anyar Department, Bukit Desa, Karangasem, Bali, (2) determine how the relationship with the Kingdom of Karangasem Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office in context still survive to this day, (3) determine aspects - what aspect of existence Sasak Muslim community in Banjar Anyar village Kampung Bukit Office that can be used as a learning resource in school history. The method used in this research is the study of history by step - a step that is, (1), heuristic (technique of determining the informant, observations, interviews, and documents), (3) Criticism (external criticism and internal criticism), (4) Interpretation , (5) Historiography. The results showed that (1) the background of the establishment of the Muslim community in Kampung Anyar Sasak Bayan, Hill Village, Karangasem, Bali can not be separated from the history of the Kingdom of Karangasem who perform extended powers to Lombok (Seleparang and Pejanggik) which then takes the form of the political prisoners - Sasak people, (2) the existence of Islamic villages in Karangasem is a unity with Puri Karangasem. Ohoislam community around Puri Karangasem positions - certain positions that were around the castle or the royal capital. This is naturally a huge fortress that can be used as a defense of the city. Until now, people in Kampung Anyar still bound by the Kingdom of Karangasem in the form of patron - client. (3) aspects - aspects that can be developed into a source of learning the history of keberaan Sasak Muslim community in Kampung Anyar Bayan namely, (1) cognitive, (2) the affective aspects, (3) psychomotor aspects.keyword : Community, Sasak Muslim Bayan, Learning Resources History
IDENTIFIKASI NILAI-NILAI KEPAHLAWANAN MR. I GUSTI KETUT PUDJA DALAM USAHA MERAIH KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA I Ketut Anom Mahartawan .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Peranan Mr. I Gusti Ketut Pudja dalam usaha meraih kemerdekaan bangsa Indonesia; (2) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja yang dapat diwariskan kepada generasi muda; (3) Pengintegrasian nilai -nilai kepahlawanan beliau sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yaitu: (1) Jenis penelitian menggunakan penelitian kualitatif; (2) Teknik penentuan lokasi penelitian yaitu di Puri Sukasada; (3) Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling; (4) Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan pedoman observasi; (5) Teknik pengumpulan data menggunakan (a) Teknik studi dokumen menggunakan sumber buku dan foto Mr. I Gusti Ketut Pudja (b) Teknik observasi yaitu di Puri Sukasada (c) Teknik wawancara yaitu dengan keluarga Mr. I Gusti Ketut Pudja, legiun veteran Kabupaten Buleleng dan guru sejarah (6) Metode penjamin keabsahan data yaitu triangulasi sumber data dan triangulasi metode; (7) Teknik analisis data yaitu: (a) Pengumpulan data; (b) Reduksi data; (c) Penyajian data; (d) Mengambil Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja memiliki peran besar dalam usaha meraih kemerdekaan Indonesia, selama tergabung dalam PPKI beliau melakukan banyak perubahan yang fundamental bagi bangsa dan negara Indonesia; (2) nilai-nilai kepahlawanan yang terkandung dari sosok Mr. I Gusti Ketut Pudja yaitu: (a) Patriotisme; (b) Toleransi; (c) Keberanian; (d) Rela berkorban; (e) Demokrasi; (f) Multikultural; (g) Solidaritas; (3) Nilai-nilai kepahlawanan Mr. I Gusti Ketut Pudja dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA dengan menggunakan KTSP pada Kompetensi Dasar (1.1) Menganalisis peristiwa sekitar proklamasi 17 Agustus 1945 dan pembentukan pemerintahan Indonesia.Kata Kunci : Mr. I Gusti Ketut Pudja, Nilai-nilai kepahlawanan, Sumber belajar sejarah This aims of this study is to determine (1) The role of Mr. I Gusti Ketut Pudja in an attempt to achieve independences of Indonesia; (2) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja that can be pass down to the younger generation; and (3) Integrating values his heroism as a sources of teaching history in senior high school. This study used qualitative research methods, as follows: (1) Type of research uses qualitative research; (2) Mechanical technic determining the location of study is at Puri Sukasada; (3) Mechanical determination of resources uses purposive sampling; (4) The instruments of research uses guidilines of the interview and also guidilines of observation; (5) The technical of data collected (a) Technical of the documents using Mr. I Gusti Ketut Pudja’s books and pictures; (b) Technic of observations is at Puri Sukasada; (c) The technic of interview are with Mr. I Gusti Ketut Pudja’s family, Legiun Veteran Kabupaten Buleleng, and also history teacher; (6) Method of data validity guarantor are triangulated data source and triangulated methods; (7) The technic of analysis data. (a) data collected; (b) data reduction; (c) display data; (d) verification. The results showed that (1) Mr. I Gusti Ketut Pudja has a big roles in attempts for the independence of Indonesia, as PPKI’s member he did a lot of changes that fundamental to the survival of Indonesian statehood; (2) the values of heroism embodied by the figure of Mr. I Gusti Ketut Pudja namely: (a) patriotism; (b) tolerance; (c) courage; (d) self-sacrificed; (e) democracy; (f) multicultural; (g) solidarity; (3) The values of heroism Mr. I Gusti Ketut Pudja could be uses as a source of history education in senior high school with KTSP at Basic Competence (1.1) analyse the events around the proclamation in August, 17 1945 and the Indonesian government establishment.keyword : Mr. I Gusti Ketut Pudja, The values of heroism, Sources of history learning.
Penerapan Model Pembelajaran Teknik Make A Match (Kartu Berpasangan) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Kelas VIII G Semester Genap Di SMP Negeri 3 Singaraja Buleleng Bali Tahun Ajaran 2014/2015. Arno .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i1.5382

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match, (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match pada pelajaran ilmu pengetahuan sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas. Tahap-tahap yang dilakukan dalam peelitian tindakan kelas yaitu: (1) perencanaan penelitian, (2) pelaksanaan penelitian, (3) observasi dan evaluasi, (4) refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) persentase rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I yaitu 67,12 % dengan kategori kurang aktif, meningkat menjadi 80,60% pada siklus II dengan kategori aktif; (2) rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 64,84 dengan kategori belum tuntas meningkat menjadi 80,90 pada siklus II dengan kategori tuntas, (3) rata-rata skor respon siswa kelas pada siklus I yaitu 44,00 dengan kategori respon “positif”, meningkat menjadi 45,00 pada siklus II dengan kategori respon “positif”. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar ilmu pengetahuan sosial siswa kelas VIII G SMP Negeri 3 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2014/2015, serta respon yang positif. Kata Kunci : Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif teknik Make a Match, Aktivitas Siswa, Hasil Belajar, Respon Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial. This research aims to (1) know the enhancement student activity through the implementation of cooperative learning model technique make a match on social sciences lesson, (2) know the enhancement student learning outcomes through the implementation of cooperative learning model technique make a match, (3) know the response of students through the implementation of cooperative learning model technique make a match on social sciences lesson. This research is a Classroom Action Research. Phases performed within classroom action research, is: (1) research planning, (2) implementation reseacrh (3) observation and evaluation (4) reflection. The results of this research showed: (1) the average percentage of student learning activities in the first cycle is 67,12 % with less active category, increased to 80,60 % in the two cycle with the active category, (2) the average result of student learning in the first cycle is 64,84 with category incomplete, increased to 80,90 in the second cycle with category complete, (3) the average score student responses in the first cycle is 44,00 with a positif response category, increased to 45,00 in the second cycle with a positif response category. Based on these results it can be concluded that the implementation of cooperative learning model technique make a match may increase learning activities and student learning outcomes social sciences lesson in class VIII G SMP Negeri 3 Singaraja in the second semester of the school year 2014/2015, and received a positive response.keyword : Keywords: Cooperative Learning Model Technique Make A Match, Student Activity, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Untuk Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Pada Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Nusa Penida Semester Genap Tahun Ajaran 2014/2015 I Nyoman Oka Hendrawan .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertjuan untuk (1) mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (2) mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS, (3) mengetahui respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida semester genap tahun ajaran 2014/2015 terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada pelajaran IPS. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Langkah-langkah yang dilakukan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah: (1) penentuan subjek penelitian, (2) membuat rencana tindakan, (3) melaksanakan tindakan, (4) melakukan observasi, (5) melakukan refleksi dan evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) motivasi belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 60,33 dengan kategori tinggi, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 68,58 dengan kategori sangat tinggi; (2) hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida pada siklus I mencapai rata-rata 73,08% dengan kategori sedang, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 81,45% dengan kategori tinggi; (3) respon siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Nusa Penida terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) pada siklus I mencapai rata-rata 40,33 dengan kategori cukup positif, pada siklus II meningkat dengan rata-rata menjadi 42,50 dengan kategori positif. Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI), Motivasi Belajar, Hasil Belajar, Respon Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) This study aimed (1) to determine the increase of students' motivation in class VIII B on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in academic year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (2) to improve student learning outcomes class VIII B semesteron second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the school year 2014/2015 through the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies, (3) studied the response of B class VIII on second semester of SMP Negeri 1 Nusa Penida second in academic year 2014/2015 towards the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in social studies. This research is a classroom action research (CAR). The steps are performed in a Class Action Research (CAR) are: (1) determining the subject of research, (2) make a plan of action, (3) implement measures, (4) make observations, (5) reflection and evaluation. The results showed: (1) motivation of students of class VIII B of SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 60.33 with the high category, on the second cycle increased with the average being 68.58 with the every high category; (2) the results of class VIII B student's SMP Negeri 1 Nusa Penida in the first cycle reached an average of 73.08% with a high category, on the second cycle increased with the average being 81.45% with a high category; (3) response of VIII B class students of SMP Negeri 1 Nusa Penida to the implementation of cooperative learning model Group Investigation (GI) in the first cycle reached an average of 40.33 with a quite positive category, on the second cycle increased with the average being 42,50 with the positive category. keyword : Cooperative Learning Model Technique Group Investigation (GI), Student Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science.
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., Aniqa Faza ., CAHYO BINTORO ., Harisuddin ., I Gede Arcana ., I Made Cahyana Mp ., I Nengah Dodong ., I Ngh Semaranata ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., Ida Ayu Putu Ratna Dewi ., Meri Yuliani ., Mia Lutfitasari ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Nengah Sariasih ., Ni Pt Ida Yuniastuti ., NURUS MAULIDA ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SHOLEH ., SITI ROSIDAH ., Syamsia Dwi Wulandari ., Thobiatul Husna ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haq Abdul Wafi, Abdul Agistin, Duwi Maulida Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Salim AHMAD ROMLI . Alfarizi, Moh Anak Agung Gede Sugianthara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Angga, I Gusti Agung Aniqa Faza . Arno . Arno ., Arno Ashari, Fajarudin Atiek Urosyidah Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Bintang Prakasa CAHYO BINTORO . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Desak Made Oka Purnawati Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO Fajarudin Ashari Fathurrahim, Fathurrahim G.B. Surya Utama . Gede Okva Wiguna . Ghofur, Moh. Abd. Gita Juliana Haq, Abdul Harisuddin . Husnul Khuluq I Gede Arcana . i gede beni aprisma yasa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gede Justiasa . I Gusti Agung Angga I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Ayu Yuika Megawangi . I Gusti Ketut Kripna Dewi I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Ketut Arya Sentana Mahartha I Made Cahyana Mp . I Made Mega Handayana I Made Pageh I Nengah Bawa Atmadja I Nengah Dodong . I Ngh Semaranata . I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Nyoman Sukra Adinatha . I Nyoman Tri Esaputra I Putu Anggita Suprarendra . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Wayan Kertih I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suartika I Wayan Widiarta . Ida Ayu Made Rai Saraswati Ida Ayu Putu Ratna Dewi . Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Made Astawa Isty Bunga Herliani Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Maharta Dharma . Kadek Mega Arista Sinta Devi Ketut Sedana Arta Khuluq, Husnul Luh Putu Sri Ariyani M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Angga Setiawan . Martayana, Putu Hendra Mas Mia Lutfitasari . Moh. Abd. Ghofur Muh. Reza Khaeruman Jayadi . Muhari Rahman N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmaja Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Suarmini Ni Made Ninik Susantini . Ni Nengah Sariasih . Ni Pt Ida Yuniastuti . Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Suratni . Ni Wayan Wiwik Astuti . Ninik styowati, Eva kurnia NURUS MAULIDA . Nurvenayanti, Intan Pranata, I Nengah Teguh Wahyu Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Rahayuni, Luh Sulistia Ridwan Aditya RISTI OKDIYANI MISRAN . Riza Rizki Sukmarini Rosyihan Hendrawan, Muhammad salman, jorghia Saraswati, Ida Ayu Made Rai Septiarini, I Gusti Ayu Virgin SHOLEH . Sinta Devi, Kadek Mega Arista SITI ROSIDAH . Suarmini, Ni Luh Sukrawan, Kadek Edi Syamsia Dwi Wulandari . Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Thobiatul Husna . Urosyidah, Atiek USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Wahyu Sumardeni Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha yasa, i gede beni aprisma Zainal Abidin Zainal Abidin Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah