Claim Missing Document
Check
Articles

PURI AGUNG KARANGASEM : PERSPEKTIF SEJARAH, STRUKTUR DAN FUNGSI SERTA POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH LOKAL I Gusti Ayu Yuika Megawangi .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Drs. I Gusti Made Aryana,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i1.2131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sejarah berdirinya Puri Agung Karangasem, (2) struktur dan fungsi serta potensinya sebagai sumber belajar sejarah lokal, dan (3) aspek-aspek yang dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan tahapan penelitiannya yaitu (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, (4) penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puri Agung Karangasem dibangun oleh I Gusti Gde Jelantik (Stedehouder I). I Gusti Gde Jelantik kemudian digantikan oleh kemenakannya I Gusti Bagus Jelantik (Stedehouder II). I Gusti Bagus Jelantik bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. Pembangunan Puri Agung Karangasem tidak menggunakan konsep Sanga Mandala tetapi menggunakan konsep Tri Mandala. Ciri khas dari Tri Mandala antara lain, nista (jaba sisi), madya (jaba tengah) dan utama (pusat). Bangunan-Bangunan di puri ini mempunyai corak hiasan dari kebudayaan Cina dan Belanda. Kemudian sesuai dengan SK KD dan indikator dari silabus SMA N 1 Amlapura maka aspek-aspek dari puri yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal, yaitu (1) aspek bangunan Puri Agung Karangasem sebagai peninggalan sejarah, (2) aspek sejarah berdirinya Puri Agung Karangasem dan (3) aspek puri sebagai pusat agama Hindu. Kata Kunci : Puri Agung Karangasem, sejarah, struktur, fungsi, sumber belajar sejarah lokal This study was aimed at finding out (1) the history of the erection of Puri Agung Karangasem, (2) its structure and function as well as potential as learning resource for local history, and (3) the aspects that can be used as learning resource for local history. This study was a qualitative research with the steps: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data display, (4) drawing conclusions and data verification. The results showed that Puri Agung Karangasem was built by I Gusti Gde Jelantik ( Stedehouder I). I Gusti Gde Jelantik was then succeeded by his nephew (Stedehoulder II). I Gusti Bagus Jelantik had the nobility title Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem. The construction of Puri Agung Karangasem did not use the concept of Sanga Mandala but the concept of Tri Mandala. The characteristics of Tri Mandala , among others, are nista (jaba sisi), madya (jaba tengah) and utama (center). The buildings in this puri (castle) have special characteristic ornaments from Chinese and Dutch cultures. Then in line with the standard competencies, basic competencies and indicators in the syllabus of SMA N 1 Amplapura, the aspects of the puri that can be used as learning resource for learning local history are (1) the aspect of the building of Puri Agung Karangasem as historical legacy, (2) the aspect of the history of the erection of Puri Agung Karangasem and (3) the aspect of puri as Hindu religious center.keyword : Puri Agung Karangasem, history, structure, function, learning local history
Persepsi Peserta Didik Terhadap Proses Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ( Studi Kasus di Kelas VIII A SMP Bhaktiyasa Singaraja) Ni Wayan Suratni .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2306

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Mengetahui permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas VIII A; (2) Mengetahui model-model pembelajaran yang dikembangkan oleh guru IPS di kelas VIII A SMP Bhaktiyasa Singaraja; (3) Mengetahui persepsi peserta didik terhadap model pembelajaran IPS yang dikembangkan oleh guru di kelas VIII A SMP Bhaktiyasa Singaraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan langkah-langkah: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kuisioner, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Permasalahan dalam pembelajaran IPS adalah beban mengajar guru, kualifikasi pendidikan guru IPS yang belum berlatar belakang Sarjana Pendidikan IPS, permasalahan dalam menerapkan konsep IPS Terpadu, kurangnya fasilitas pembelajaran IPS yaitu kurangnya ketersediaan buku penunjang pembelajaran IPS yang dimiliki siswa dan input (Siswa), kurangnya semangat belajar; (2) Model-model Pembelajaran yang Dikembangkan oleh Guru IPS sudah cukup variatif tidak hanya pada metode ceramah tetapi sudah mengembangkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD; (3) persepsi peserta didik terhadap pembelajaran IPS secara umum mengarah ke arah positif, hal ini tampak pada komponen minat kesukaan siswa terhadap pelajaran IPS, dan pandangan siswa mengenai pentingnya pelajaran IPS. Persepsi siswa terhadap model pelajaran IPS, guru sudah menggunakan model pembelajaran inovatif yang menyebabkan minat belajar siswa semakin meningkat. Kata Kunci : Persepsi, Peserta didik, Proses Pembelajaran The purpose of this research (1) Knowing the problem of IPS subject in class VIII A; (2) Knowing the learning models which were developed by the teacher of IPS in class VIII A, Bhaktiyasa Singaraja Junior High School; (3) Knowing the perception of learners to learning model of IPS which was developed by the teacher from class VIII A, Bhaktiyasa Singaraja Junior High School. This research is using a qualitative approach with some steps: (1) determination of research location, (2) determination informant technique, (3) collection data technique (observation, interview, questionnaire, documentation study and literature study), (4) guaranty of validity data technique, and (5) data analysis technique. The result of this research showing that: (1) the problem of IPS teaching load of teachers, education qualification of IPS teacher who don’t have IPS scholars background, the problem of applying concept IPS integrated, lack of IPS studying facilities, availability of the IPS books which is owned by the students dan input (students), lack of studying spirits, (2) the learning model which is developed by the IPS teachers are varied enough and not only a lecture method but it has developed a cooperative learning method STAD, (3) the students perception of IPS subject generally aims to positive thing, this can be seen from the component of studens interest to IPS subject, and the vision important that IPS subject. The studens perception about IPS subject that teachers have been using innovative learning model which effects studens interest is increasingkeyword : perception, the learner, learning process.
Keberadaan Etnik Cina Di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali (Latar Belakang Sejarah, Identitas Etnik Dan Strategi Desa Pakraman Dalam Mengembangkan Masyarakat Multikultur) I Gede Budiarta .; Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i3.2385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui latar belakang sejarah keberadaan etnik Cina di Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, (2) Mengetahui identitas etnik Cina di Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, dan (3) mengetahui bagaimana cara-cara yang dikembangkan oleh Banjar Geria, Desa Melinggih untuk mengembangkan masyarakat yang multikultur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumentasi dan studi pustaka); (4) teknik penjaminan keabsahan data; dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedatangan etnik Cina di Banjar Geria diawali dengan terdamparnya para pedagang Cina di daerah Singaraja, yang kemudian melakukan perdagangan ke daerah Kintamani hingga mengembangkan perdagangannya ke daerah Payangan. Selama berada di Payangan, etnik Cina melakukan pendekatan kepada keluarga kerajaan hingga mengabdi menjadi prajurit kerajaan. Berkat jasa-jasa etnik Cina yang besar kepada kerajaan Payangan, maka diberikanlah sepetak tanah untuk ditinggali yang saat ini terletak di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan. Identitas etnik Cina di Banjar Geria, Desa Melinggih, Payangan dapat dilihat dari; (1) Kepercayaan atau agama yang dianut adalah Hindu-Budha; (2) Seni bangunan dipengaruhi gaya Tiongkok dengan ornamen naga (Lung), singa dan warna bangunan yang didominasi dengan warna merah, kuning dan emas; (3) nama menggunakan marga keluarga; dan (4) kesenian yang masih menampilkan budaya tiongkok, yaitu kesenian Barong Sai. Cara yang dikembangkan oleh Banjar Geria, Desa Melinggih untuk mengembangkan masyarakat yang multikultur, yaitu (1) Merangkul kedua etnik dalam satu wadah desa pakraman serta ; (2) Meningkatkan solidaritas kedua etnik. Kata Kunci : Etnik Cina, Sejarah, Identitas, Masyarakat Multikultur This study aims to: (1) Knowing the background of the history of ethnic Chinese in Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, (2) Knowing the identity of the ethnic Chinese in Banjar Geria, Melinggih, Payangan, Gianyar, Bali, and (3) knowing the ways developed by Geria Banjar, village Melinggih to develop a multicultural society. This study used a qualitative approach, namely: (1) determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, documentation and literature studies), (4) techniques guarantee the validity of the data, and (5) data analysis techniques. The results of this study indicate that the arrival of ethnic Chinese in Banjar Geria, Melinggih village, starting with Balinese Payangan come Chinese traders in the area of Singaraja, which then trade to Kintamani area to develop its trade to the area Payangan. During his stay in Payangan, ethnic Chinese to approach the royal family to serve as a soldier of the kingdom. Thanks to the services of Chinese people who want to serve the kingdom of Payangan, the giv piece of land to live now named Banjar Geria, Melinggih Village, Payangan. Chinese ethnic identity in Banjar Geria, Melinggih Village, Payangan among others: (1) the religious affiliation or belief is a Hindu-Buddhist; (2) Art-influenced buildings Chinese style ornaments is evidenced by the dragon (Lung) and a lion accompanied by color building is dominated by the color red, yellow and gold, (3) while the other identity is the name that the family use the surname, and (4) the identity of the other is still art featuring Chinese culture, the Barong Sai art displayed each Lunar New Year. Method developed by Geria Banjar, village Melinggih to develop a multicultural society, namely (1) Embracing both ethnic Pakraman in a container with the same status by running the same rights and obligations as well as, (2) Increase both ethnic solidarity. keyword : Ethnic Chinese, History, Identity, Multicultural Society
Museum Perjuangan Margarana Sebagai Sumber Belajar IPS Di Kelas IX (Studi Kasus SMP N 1 Marga) I Putu Gede Anom .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v5i3.2619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakangkeberadaan Museum Perjuangan Margarana yang terletak di Desa Marga Dauh Puri, Marga, Tabanan, Bali; (2) Koleksi yang ada di Museum Perjuangan Margarana yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS Terpadu di Kelas IX dan; (3) Manfaat Museum Perjuangan Margarana sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa di SMPN 1 Marga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan informan; (2) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan; (3) Analisis data. Penelitian ini menghasilkan temuan:(1) Latar belakang keberadaan Museum Perjuangan Margarana diawali dengantercetusnya ideuntuk membangun sebuah candi yang kemudian dikenal dengan candi Margarana. Disamping pembangunan candi, dibangun pula beberapa bangunan lain termasuk didalamnya Museum Perjuangan Margarana sehingga membentuk suatu kelompok bangunan secara keseluruhan menjadi sebuah monumen nasional yang bernama Monumen Nasional Pujaan Bangsa Margarana.(2) Koleksi yang ada di Museum Perjuangan Margarana yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar IPS Terpadu berupa; (a) senjata-senjata, (b) alat alat penyamaran, (c) alat medis, (d) alat komunikasi, (e) perlengkapan pemuda pejuang. (3) Manfaat Museum Perjuangan Margarana sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa di SMPN 1 Marga yaitu siswa dapat belajar secara mandiri melalui pengamatan langsung dengan melihat koleksi-koleksi yang berada di dalam Museum Perjuangan Margarana.Kata Kunci : Museum Perjuangan, Sejarah, Koleksi, Sumber Belajar This study was aimed at investigating: (1) history of Perjuangan Margarana museum which located in Marga Dauh Puri Village, Marga, Tabanan, Bali; (2) collection of Perjuangan Margarana museum which could be used as Kualitatif cohesive study resources at IX grade and; (3) the function and use of Perjuangan Margarana Museum as sources of study for students in SMPN 1 Marga. This study used social approximation method as: (1) informant selecting technique, (2) technique of gathering data (observation, interview, document study) and; (3) data analysis technique based on the result data which were found in the field and was analyzed showed that Perjuangan Margarana Museum is part of Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Bali.The Perjuangan Margarana Museum building saved and collected relic in physical revolution in bali such as: weapons, telecommunication tools, clothes, impersonation tools, etc. The collections of Perjuangan Margarana Museum had a function as sources of history study for students of SMP N 1 Marga. Guiding them studied to autodidact by seeing and examining directly the collections in the museum. From that activities the students could improve their knowledge and the result of their study in history. keyword : Perjuangan Margarana Museum, history, collections, sources of study.
Akulturasi Kebudayaan Hindu dan Buddha di Vihara Buddha Dharma Sunset Road, Kuta, Bali (Latar Belakang Sejarah, Bentuk Akulturasi dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA) Ni Wayan Wiwik Astuti .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3618

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Desa Legian, Kecamatan Kuta, Badung yang bertujuan untuk mengetahui: (1) Latar belakang berdirinya Vihara Buddha Dharma Sunset Road, Kuta, Bali dengan arsitektur Hindu dan Buddha, (2) Bentuk akulturasi yang nampak di Vihara Buddha Dharma Sunset Road, Kuta, Bali, (3) Potensi-potensi dari bentuk akulturasi pada bangunan di Vihara Buddha Dharma yang dapat dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian kualitatif ialah (1) Penentuan Lokasi Penelitian, (3) Penentuan Informan, (4) Pengumpulan Data, (5) Validitas Data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (6) Analisis Data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Vihara Buddha Dharma didirikan oleh para Bhikkhu sebanyak tujuh orang dan umat Buddha yang tinggal di Desa Adat Legian. Ada tiga faktor yang melatarbelakangi pembangunan Vihara Buddha Dharma, yakni faktor historis (Sejarah), faktor kultural (keterbukaan) dan faktor politik. (2) Bentuk-bentuk akulturasi yang nampak di Vihara Buddha Dharma dapat dilihat dari bentuk bangunan yang berakulturasi, akulturasi bahan bangunan, akulturasi ornamen pada bangunan dan makna simboliknya. (3) Potensi Vihara Buddha Dharma sebagai sumber belajar sejarah yaitu sejarah Vihara Buddha Dharma memiliki peran penting dalam perkembangan Agama Buddha di Badung, di mana keberadaan Vihara Buddha Dharma sebagai Vihara orang Cina dapat dijadikan bukti sejarah bahwa daerah Badung yang mayoritas penduduknya beragama Hindu ternyata dapat di sentuh pula oleh Agama Buddha. dan arsitektur bangunan Vihara Buddha Dharma yang berakulturasi memiliki potensi yang sangat besar sebagai sumber belajar sejarah mengenai fakta-fakta tentang proses interaksi masyarakat di berbagai daerah dengan tradisi Hindu-Buddha di bidang arsitektur. Kata Kunci : Kata Kunci: Vihara Buddha Dharma, Bentuk Akulturasi, Potensi Vihara Buddha Dharma Sebagai Sumber Belajar Sejarah. ABSTRACT The research was conducted in the Legian Village, Kuta district, Badung regency which aimed to determine: (1) The background of Buddha Dharma Vihara, Sunset Road, Kuta, Bali with Hindu and Buddhist architecture. () The form of acculturation who wore in Buddha Dharma Vihara, Sunset Road, Kuta, Bali. (3) The potentialities of acculturation on buildings in Buddha Dharma Vihara which could be developed as a source of historycal acquirement. This research is qualitative research types. The stages of the qualitative research conducted in the: (1) the determination of the location of research. (2) determination of the informant. (3) data collection (4) the validity of data consisting of triangulation data and triangulation method, (5) Analysis of data. The results showed: (1) Buddha Dharma Vihara established by the buddhist monk as many as seven people and buddhists who lives in the village of customary Legian. There are three factors the rationale behind the construction of Vihara Buddhist Dharma, namely historical factors (history), cultural factors (openess) and political factors. (2) The forms acculturation of Buddha Dharma Vihara can be seen through from the shape of the building, building materials, the building ornaments and meaning of symbol that it has build on it (3) The potency of Buddha Dharma Vihara can be used as a sourse of historycal acquirement, Buddha Dharma Vihara history has an important role of buddhism development of Badung region, which is Buddha Dharma Vihara presence as a Chinese Vihara can be used as historical evidence on Badung region that can be touched by Buddhism where most of them has Hindu religion. And architecture Buddha Dharma Vihara acculturated has huge potential as a source of historycal acquirement regarding the facts of interaction process on communities in various regions between buddhism and Hindu tradition can be seen on architecture sector. keyword : Keywords: Buddha Dharma Vihara, the form of acculturation, potential Buddha Dharma Vihara as a source of historycal acquirement.
Monumen Kusuma Yudha Ringdikit, Seririt, Buleleng dan Potensinya sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA I Gede Juli Suwirtana Putra .; Drs. I Wayan Mudana,M.Si. .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) latar belakang pendirian Monumen Perjuangan Kusuma Yuda di Desa Ringdikit, Seririt, Buleleng, (2) nilai-nilai yang dapat diwariskan dari Monumen Perjuangan Kusuma Yudha di Desa Ringdikit,Seririt, Buleleng untuk generasi muda Desa Ringdikit, (3) aspek-aspek yang dimiliki Monumen Kusuma Yuda terkait potensinya sebagai sumber pembelajaran sejarah. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) latar belakang didirikannya Monumen Kusuma Yuda yaitu sebagai peringatan terhadap peristiwa pertempuran di desa Ringdikit, penghormatan dan penghargaan terhadap jasa-jasa pahlawan yang gugur seperti J.Williem beserta pembantunya, Dewa Putu Sumpena, Dewa Made Rai, Gde Rai, Agung Maruti, Gede Tantri, dan Anang Ramli (Bung Ali) serta adanya peran wanita dalam memperjuangkan kemerdekaan di desa Ringdikit (2) Nilai-nilai yang diwariskan dari Monumen Perjuangan Kusuma Yuda dapat dipilah menjadi dua aspek yaitu nilai-nilai dasar dan nilai-nilai operasional. (3) Nilai-nilai yang terkandung di dalam Monumen Kusuma Yuda seperti nilai ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, jiwa dan semangat merdeka, nasionalisme, patriotisme serta rela dan iklas berkorban untuk tanah air, (4) Aspek-aspek Monumen Kusuma Yuda sebagai sumber belajar sejarah yaitu aspek struktur bangunan dan aspek sejarah.Kata Kunci : monumen, pewarisan nilai-nilai sejarah, sumber belajar sejarah This research was aimed at knowing : (1) the background of the establishment of Kusuma Yuda Monument in Ringdikit Village, Seririt, Buleleng, (2) what values can be inherited from Kusuma Yuda Monument in the Village Ringdikit, Seririt, Buleleng for the younger generation Ringdikit village, (3) what aspects are owned Kusuma Yuda Monument related potential as a source of learning history. In this study, the data collected using qualitative methods with the stages; (1) a technique of determining the location of the research, (2) determination techniques informant, (3) data collection techniques (observation, interviews, review of documents), (4) the authenticity of the data guarantor techniques (data triangulation, triangulation methods), and (5) the technique data analysis.The results of this study showed that, (1) background of the establishment of Kusuma Yuda Monument is a warning of fighting events in the Ringdikit villange, respect and appreciation for services of death heroes as J.Williem, Dewa Putu Sumpena, Dewa Made Rai, Gde Rai, Agung Maruti, Gede Tantri, and Anang Ramli (Bung Ali), and also as the role of women in the struggle for independence in the village Ringdikit. (2) The values are inherited from Kusuma Yuda Monument can be divided into two aspects: the basic values and operational values. (3) The values contained in the Kusuma Yuda Monument as the value of piety towards Almighty God, the soul and the spirit of independence, nationalism, patriotism and sincere and willing to sacrifice for the homeland, (4) aspects of Kusuma Yuda Monument as resources of history learning are build of the structure aspects and history aspects.keyword : monument, inheritance of history values, resources of history learning
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja Terhadap Mata Pelajaran IPS Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2013/2014 Ni Made Ninik Susantini .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .; Ketut Sedana Arta, S.Pd. .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v4i2.3622

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah (1) Untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar IPS siswa setelah menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja, (2) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa setelah menggunakan metode snowball throwing pada siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja. (3) Untuk mengetahui bagaimana respon siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja terhadap penerapan metode snowball throwing. Dalam penelitian tindakan kelas ini yang menjadi subjek adalah siswa kelas X Akuntansi SMK PGRI 1 Singaraja dengan jumlah 25 siswa. Objek penelitiannya adalah motivasi dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini dengan metode observasi, metode tes, kuisioner dan wawancara. Dari hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 2 siklus dan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut (1) motivasi belajar siswa pada siklus I mendapatkan jumlah 1591 dengan rata-tara yang dicapai 63,44, terjadi peningkatan jumlah motivasi yang diperoleh siswa pada siklus II dengan jumlah yang dicapai 1786 dengan rata 71,44. Peningkatan motivasi dari siklus I ke siklus II adalah 195 dengan rata-rata peningkatan mencapai 7,8. (2) Hasil belajar yang siswa adalah 1782 dengan rata-rata 71,28% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 48% pada siklus I. Terjadi peningkatan hasil belajar yang diperoleh pada siklus II yakni dengan jumlah 2231 dengan rata-rata 89,24% dan ketuntasan hasil belajar yang dicapai 100%. (3) Hasil respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing terjadi pada siklus I, respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing yaitu 887 dengan pencapaian rata-rata 35,48. Terjadi peningkatan respons siswa terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif snowball throwing pada siklus II yaitu 969 dengan pencapaian rata-rata 38,68. Jumlah peningkatan yang terjadi dari siklus I ke siklus II adalah sebesar 82 dengan pencapaian rata-rata sebesar 3,28. Berdasarkan hasil penelitian, maka jawaban dari hipotesis tindakan yaitu (1) Model pembelajaran kooperatif snowball throwing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. (2) Model pembelajaran kooperatif snowball throwing dapat berjalan dengan efektif dan efisien sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial meningkat tinggi. Kata Kunci : Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif Snowball Throwing, Motivasi, Hasil Belajar, Respons Siswa, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ABSTRACT The purpose of this action research are (1) To determine the increase in students' motivation to learn IPS after throwing the snowball method in class X Accounting SMK PGRI 1 Singaraja, (2) To determine the improvement of student learning outcomes IPS after throwing the snowball method in class X Accounting SMK PGRI 1 Singaraja. (3) To determine how the response class X Accounting SMK PGRI 1 Singaraja on the application of the method of snowball throwing. In this classroom action research is the subject of class X is Accounting SMK PGRI 1 Singaraja the number of 25 students. While the research object is the motivation and learning of Social Sciences (IPS). Data collection methods used in this classroom action research with the method of observation, test methods, questionnaires and interviews. From the results of action research conducted by 2 cycles and analyzes that have been conducted, obtained the following results (1) student motivation in the first cycle to get the average number between 1591 reached 63.44, an increase in the number of student motivation obtained at second cycle with the amount achieved in 1786 with 71.44 average. Increased motivation from the first cycle to the second cycle was 195 with an average increase of 7.8. (2) The results of student learning is 1782 with an average of 71.28% and mastery of learning outcomes achieved 48% in cycle I. An increase learning outcomes obtained in the second cycle which is the number of 2231 with an average of 89.24% and mastery of learning outcomes achieved 100%. (3) The results of a student's response to the application of cooperative learning model snowball throwing occurred in the first cycle, the student response to the application of cooperative learning model snowball throwing is 887 with an average achievement of 35.48. An increase in student responses to the application of cooperative learning model snowball throwing in the second cycle is 969 with an average achievement of 38.68. The amount of the increase that occurred from the first cycle to the second cycle is the attainment by 82 with an average of 3.28. Based on the results of the research, the answer to the hypothesis that the action was previously thought (1) snowball throwing cooperative learning model to be effective and efficient and the motivation to study the subject of Social Sciences rise high. (2) snowball throwing cooperative learning model to be effective and efficient, student learning outcomes in the Social Sciences subjects increased height. keyword : Keywords: Snowball Throwing Cooperative Learning, Motivation, Learning Outcomes, Student Response, Social Science (IPS)
Arca Megalitik di Pura Sibi Agung, Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali, dan Potensinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah di SMA Berdasarkan Kurikulum 2013 Made Angga Setiawan .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3823

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejarah keberadaan arca megalitik di Pura Sibi Agung Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali, (2) mengetahui wujud, dan fungsi arca megalitik yang terdapat di Pura Sibi Agung Desa Pakraman Kesian, Gianyar, Bali (3) mengetahui aspek-aspek dari arca megalitik di Pura Sibi Agung yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah zaman pra aksara kelas X di SMA berdasarkan kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan tahap-tahap; (1) teknik penentuan lokasi penelitian, (2) teknik penentuan informan, (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, kajian dokumen), (4) teknik penjamin keaslian data (triangulasi data, triangulasi metode), dan (5) teknik analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Latar belakang dari pembuatan Arca Megalitik ini adalah adanya kepercayaan masyarakat pada zaman pra aksara terhadap arwah nenek moyang yang diwujudkan melalui pembuatan Arca Megalitik sebagai media pemujaan yang sakral, Arca Megalitik tertua di Pura Sibi Agung sudah ada jauh sebelum dibangunnya pura ini. (2) Wujud Arca Megalitik di Pura Sibi Agung keseluruhan berbentuk sederhana, dan difungsikan sebagai lambang pemujaan arwah leluhur, sebagai sarana pendidikan sosial, sebagai benda peninggalan purbakala, dan sebagai benda budaya. (3) Aspek-Aspek dari Arca Megalitik Di Pura Sibi Agung yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah Zaman Pra Aksara kelas X di SMA berdasarkan kurikulum 2013, adalah, Aspek Bentuk Fisik Arca Megalitik, Aspek Sejarah (Historis), aspek gotong royong dan kebersamaan, aspek religius (Religi).Kata Kunci : arca megalitik, wujud dan fungsi, sumber belajar This study was conducted for several purposes as; (1) to know the history of the existence of megalithic sculpture located in Sibi Agung temple, Kesian village, Gianyar regency, Bali (2) to know the form and the function of megalithic sculpture existed in Sibi Agung temple, Kesian village, Gianyar regency, Bali (3) to know the aspects of megalithic sculpture which could potentially be used as the learning source especially for the topic concerning on pre-literacy era on the history subject for grade X at SMA Negeri 1 Gianyar, Bali. In this study, the data was collected by using the qualitative method which consisted of the following steps; (1) the technique of examining the setting of the study (2) the technique of examining the informant (3) the technique of data collection (observation, interview, document-examination) (4) the technique of assuring the originality of the data (data triangulation, triangulation method), and (5) the technique of data analysis. From the implementation of the study, there were several results obtained; (1) the making of megalithic sculpture was based on the belief of the society in the pre-literacy era toward the ancestral spirit which was later being manifested into the megalithic sculpture, a sacred worshiping medium. This megalithic sculpture was the oldest sculpture in Sibi Agung temple and had been existed even before the temple itself was built. (2) The overall look of the megalithic sculpture in Sibi Agung temple was in simple and it was functioned as the symbol of worshiping the spirit of the ancestor, as the learning medium for social science, as the inheritance of ancient object, and as the cultural object. (3) The aspects of megalithic sculpture in Sibi Agung temple which potentially be used as the learning source for history subject especially on the topic concerning on the pre-literacy era in grade X at SMA Negeri 1 Gianyar, Bali, were, the physical form aspect of megalithic area, the historical aspect, the aspect of mutual cooperation and togetherness, and the religious aspect.keyword : megalithic sculpture, form and function, learning source
IDENTIFIKASI POTENSI PRANGKO SERI KESEJARAHAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA G.B. Surya Utama .; Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v2i2.3824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Jenis-jenis prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA, (2) Peristiwa yang terkandung di dalam prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Penelitian ini merupakan jenis penelitan deskriptif kualitatif. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian deskriptif kualitatif ialah menggunakan pendekatan sosial yaitu: (1) Penentuan Rancangan Penelitian, (2) Penentuan Lokasi Penelitian, (3) Penentuan Informan, (4) Pengumpulan Data (observasi, wawancara, studi dokumen) dan (5) Validitas Data yang terdiri dari triangulasi data dan triangulasi metode, (6) Analisis data. Hasil penelitian ini adalah (1) Jenis-jenis prangko seri kesejarahan yang memiliki potensi sebagai sumber belajar sejarah di SMA pada dasarnya adalah semua prangko yang diterbitkan oleh suatu negara untuk memperingati suatu peristiwa kenegaraan. Prangko-prangko yang bertemakan seri kesejarahan yang terkait dengan Kurikulum, Silabus diantaranya adalah prangko seri 100 tahun paleontologi di Indonesia, seri candi, seri revolusi, seri pahlawan nasional, seri Soekarno, seri Suharto, seri B.J. Habibie sampai dengan prangko seri reformasi serta seri kesejarahan lain yang memiliki potensi Sebagai sumber belajar sejarah di SMA. (2) Prangko yang bertemakan sejarah dalam setiap seri penerbitannya memiliki gambar yang menceritakan Peristiwa, tokoh, ruang dan waktu. Adapun beberapa contoh peristiwa yang terkandung dalam prangko yang bisa dijadikan sumber belajar sejarah sebagai berikut. Pertama, prangko yang bergambarkan atau bertema revolusi Pertempuran Surabaya yang terbit pada tanggal tahun 1964 yang menggambarkan peristiwa perjalanan Bangsa Indonesia dalam melawan kolonialisme. Kedua, prangko yang bergambarkan pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang terbit pada 17 Agustus 1955 yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting atau detik-detik menjelang proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ketiga, prangko yang menggambarkan reformasi 1998 yang terbit pada tanggal 28 Oktober 1998 tentang peristiwa lengsernya Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama 32 tahun. Kata Kunci : Prangko Sejarah, Sumber Belajar This study aimed to determine (1) The types of historical stamp series that has potential as a source of learning history in senior high school, (2) the events contained in the historical series of stamps that have potential as a source of learning history in senior high school. This research is a qualitative descriptive study. Steps being taken in a qualitative descriptive study using a social approach, namely: (1) Determination of Design Research, (2) Determination of Location Research, (3) Determination of informants, (4) collection of data (observations, interviews, document studies) and (5) The validity of the data comprising the data triangulation and triangulation methods, (6) data analysis. The results of this study were (1) The types of historical stamp series that has potential as a source of learning history in high school is basically all the stamps issued by a country to commemorate an event state. Stamps themed historical series relating to curriculum, syllabus stamp series is 100 years of paleontology in Indonesia, temples series, series revolution, the national hero series, series Sukarno, Suharto series, series BJ Habibie to reform stamp series as well as other historical series that has the potential as a source of learning history in high school (2) history-themed stamps in each series has a picture that tells publishing events, figures, space and time. As some examples of events contained in stamps that can be used as a source of learning history following. First, themed stamps bearing the image of the revolution or the Battle of Surabaya which was published in December 1964 that describes the events of the trip Indonesian nation in the fight against colonialism. Secondly, a stamp bearing the image of reading the text of the proclamation of independence of the Republic of Indonesia which was published on August 17, 1955 depicting significant events or the seconds before the proclamation of Indonesian independence. Third, stamp depicting the 1998 reform, published on October 28, 1998 about the fall of President Suharto event that has been in power for 32 years. keyword : Historical Stamps, Learning Resources
PEMERTAHANAN TRADISI PENGUBURAN ARI-ARI PADA MASYARAKAT BALI AGA DI DESA PEKRAMAN BAYUNG GEDE, KINTAMANI, BANGLI (STUDI TENTANG REPRESENTASI NILAI KEAGAMAAN PADA RITUAL DALAM MASYARAKAT PRA AKSARA DAN POTENSINYA SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS DI SMP) Ni Luh Gede Lisiana .; Dra. Desak Made Oka Purnawati,M.Hum .; Dra. Tuty Maryati,M.Pd .
Widya Winayata: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjps.v3i2.4166

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Masyarakat di Desa Pekraman Bayung Gede mempertahankan tradisi penguburan ari-ari (2). Sistem ritual penguburan ari-ari di Desa Pekraman Bayung Gede, Kintamani Bangli dan (3). Nilai-nilai yang ada pada tradisi penguburan ari-ari yang dapat di implementasikan sebagai sumber pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sesuai dengan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu: (1) teknik penentuan lokasi penelitian; (2) teknik penentuan informan; (3) teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, studi dokumen); (4) teknik validitas data); (5) teknik analisis data; dan (6) penulisan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal mula masyarakat Desa Bayung Gede mempertahankan tradisi penguburan ari-ari karena adanya keyakinan bahwa masyarakat Desa Bayung Gede merupakan keturunan dari tued kayu (pangkal kayu) yang dihidupkan dengan tirta kamandalu yang dibawa dari Pulau Jawa oleh titisan Bhatara Bayu. Sistem ritual penguburan ari-ari yaitu ari-ari dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kelapa yang dibelah menjadi dua, memasukkan ari-ari dalam kelapa menggunakan sepit dan ngad kemudian diberi abu dapur, setelah itu diberi kunyit, lemon, tengeh, dan anget- anget, kemudian kelapa disatukan dan direkatkan dengan kapur sirih dan diikat dengan tali lalu dibawa ke Setra Ari-Ari. Nilai-nilai yang terdapat pada tradisi penguburan ari-ari adalah nilai keagamaan, nilai kehidupan sosial, nilai tanggung jawab, nilai cinta damai dan nilai penghormatan kepada leluhur. Implementasi nilai-nilai pada tradisi penguburan ari-ari sebagai sumber pembelajaran IPS berdasarkan kurikulum 2013; (1) Kompetensi inti yaitu memahami pengetahuan (faktual, konseptual, prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak nyata; (2) Kompetensi Dasar yaitu memahami perubahan masyarakat Indonesia pada masa praaksara, dalam aspek budaya; (3)Materi pokok pola kehidupan dan kebudayaan pada masa pra aksara.Kata Kunci : Mempertahankan, sistem ritual, implementasi nilai keagamaan dan sumber pembelajaran IPS This study aimed to (1) People in the village of Pekraman Bayung Gede maintaining tradition burial ari-ari (2). Burial ritual system ari-ari Pekraman Bayung Gede village, Kintamani Bangli and (3). The values that exist in ari-ari burial tradition can implement as a source of learning in social sciences (IPS) in accordance with the 2013 curriculum this study used a qualitative approach, namely: (1) Determining the location of research techniques; (2) Determination techniques informants; (3) Data collection techniques (observation, interviews, studies of documents); (4) Technical validity of the data); (5) Data analysis techniques; and (6) Writing research. The results showed that the origin of the village community Bayung Gede retain placenta burial traditions because of the belief that the villagers are descendants of Bayung Gede tued wood (wood base) is turned on by tirta kamandalu brought from Java by the incarnation of lord Bayu. Burial ritual system placenta placenta is cleaned and put in coconut split in two, put the placenta in a coconut using tongs and ash kitchen ngad then given, after it was given turmeric, lemon, tengeh, and anget- anget, coconut then put together and glued with whiting and tied with ropes and taken to Setra Ari-Ari. The values contained in the placenta burial traditions are religious values, social values, the value of responsibility, the value of peace and value love respects to ancestors. Implementation of the values in the placenta burial tradition as a source of learning social studies based curriculum, 2013; (1) Basic competence is to understand changes in the praaksara Indonesian society, the cultural aspects; (2) The subject matter of life and cultural patterns in the pre script. keyword : Maintain, ritual system, the implementation of religious values and social studies learning resource
Co-Authors ., AHMAD ROMLI ., Aniqa Faza ., CAHYO BINTORO ., Harisuddin ., I Gede Arcana ., I Made Cahyana Mp ., I Nengah Dodong ., I Ngh Semaranata ., I Wayan Roy Adnyana Putra ., Ida Ayu Putu Ratna Dewi ., Meri Yuliani ., Mia Lutfitasari ., Muh. Reza Khaeruman Jayadi ., N Iputu Sri Widiastuti ., Ni Komang Arya Kusuma Dewi ., Ni Nengah Sariasih ., Ni Pt Ida Yuniastuti ., NURUS MAULIDA ., Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. ., RISTI OKDIYANI MISRAN ., SHOLEH ., SITI ROSIDAH ., Syamsia Dwi Wulandari ., Thobiatul Husna ., USI HARIYADI ., USWATUN HASANAH A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Haq Abdul Wafi, Abdul Agistin, Duwi Maulida Agus Budi Setiawan Agus Budi Setiawan, Agus Budi Agus Salim AHMAD ROMLI . Alfarizi, Moh Anak Agung Gede Sugianthara Anantawikrama Tungga Atmadja Andi Firdausi Hairul Izul Haj Angga, I Gusti Agung Aniqa Faza . Arno . Arno ., Arno Ashari, Fajarudin Atiek Urosyidah Ayang Pradana . Ayang Pradana ., Ayang Pradana Bintang Prakasa CAHYO BINTORO . Darmadi, Ni Putu Erna Sri Desak Made Oka Purnawati Dra. Luh Putu Sendratari,M.Hum . Drs. I Wayan Mudana,M.Si. . Drs. Wayan Sugiartha, M.Si. . Duwi Maulida Agistin DWI SURYANTO Fajarudin Ashari Fathurrahim, Fathurrahim G.B. Surya Utama . Gede Okva Wiguna . Ghofur, Moh. Abd. Gita Juliana Haq, Abdul Harisuddin . Husnul Khuluq I Gede Arcana . i gede beni aprisma yasa I Gede Juli Suwirtana Putra . I Gede Justiasa . I Gusti Agung Angga I Gusti Ayu Virgin Septiarini I Gusti Ayu Yuika Megawangi . I Gusti Ketut Kripna Dewi I Gusti Made Arya Sutha Wirawan I Gusti Made Aryana I Ketut Anom Mahartawan . I Ketut Anom Mahartawan ., I Ketut Anom Mahartawan I Ketut Arya Sentana Mahartha I Made Cahyana Mp . I Made Mega Handayana I Made Pageh I Nengah Bawa Atmadja I Nengah Dodong . I Ngh Semaranata . I Nyoman Oka Hendrawan . I Nyoman Oka Hendrawan ., I Nyoman Oka Hendrawan I Nyoman Sukra Adinatha . I Nyoman Tri Esaputra I Putu Anggita Suprarendra . I Putu Eka Arimbawa I Putu Gede Anom . I Wayan Kertih I Wayan Pardi I Wayan Putra Yasa I Wayan Roy Adnyana Putra . I Wayan Suartika I Wayan Widiarta . Ida Ayu Made Rai Saraswati Ida Ayu Putu Ratna Dewi . Ida Ayu Widya Pratiwi Ida Bagus Made Astawa Isty Bunga Herliani Juliana, Gita Kadek Aprianti . Kadek Aprianti ., Kadek Aprianti Kadek Ayu Sutarminingsih . Kadek Maharta Dharma . Kadek Mega Arista Sinta Devi Ketut Sedana Arta Khuluq, Husnul Luh Putu Sri Ariyani M.Si Drs. I Ketut Margi . M.Si. Drs. Wayan Sugiartha . Made Angga Setiawan . Martayana, Putu Hendra Mas Mia Lutfitasari . Moh. Abd. Ghofur Muh. Reza Khaeruman Jayadi . Muhari Rahman N Iputu Sri Widiastuti . Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmadja Nengah Bawa Atmaja Nengah Cipta Sari . Nengah Cipta Sari ., Nengah Cipta Sari Ni Kadek Shantikarini Himawan Ni Komang Arya Kusuma Dewi . Ni Luh Gede Lisiana . Ni Luh Suarmini Ni Made Ninik Susantini . Ni Nengah Sariasih . Ni Pt Ida Yuniastuti . Ni Putu Erna Sri Darmadi Ni Wayan Suratni . Ni Wayan Wiwik Astuti . Ninik styowati, Eva kurnia NURUS MAULIDA . Nurvenayanti, Intan Pranata, I Nengah Teguh Wahyu Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja, M.A. . Prof. Dr. Nengah Bawa Atmadja,MA . Rahayuni, Luh Sulistia Ridwan Aditya RISTI OKDIYANI MISRAN . Riza Rizki Sukmarini Rosyihan Hendrawan, Muhammad salman, jorghia Saraswati, Ida Ayu Made Rai Septiarini, I Gusti Ayu Virgin SHOLEH . Sinta Devi, Kadek Mega Arista SITI ROSIDAH . Suarmini, Ni Luh Sukrawan, Kadek Edi Syamsia Dwi Wulandari . Tarsisius Nogu, Gaudensia Yani Nogu Thobiatul Husna . Urosyidah, Atiek USI HARIYADI . USWATUN HASANAH . Wahyu Sumardeni Wirawan, I Gusti Made Arya Suta Wirawan, I Gusti Made Arya Sutha yasa, i gede beni aprisma Zainal Abidin Zainal Abidin Zainullah Zainullah Zainullah, Zainullah