Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) DAN YANG KONVENSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS IV DI SD WONGAYA GEDE TAHUN PELAJARAN 2012/2013 ., I Nengah Indra Pramana; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari perbedaan hasil belajar matematika antara kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization dan kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas IV SD di Wongaya Gede tahun pelajaran 2012-2013. Sampel diambil dengan cara random sampling dengan sampel penelitian yaitu 21 siswa di SD 1 Wongaya Gede sebagai kelas eksperimen dan 20 orang sisa di SD 4 Wongaya Gede sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor hasil belajar matematika pada kelas yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization adalah 22,000 yang berkategori sangat tinggi, sedangkan pada kelas yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 19,600 yang berkategori tinggi.Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe Team-Assisted Individualization, konvensional, dan hasil belajar. This study aimed to explore the differences in learning outcomes between the mathematics classroom learning with cooperative learning model Team-Assisted Individualization and classroom learning with conventional learning models. This study was a quasi-experimental study (quasi experiment) with a research design that is used is Post Test Only Control Group Design. The population in this study is the fourth grade in the 2012-2013 school year Wongaya Gede. Samples were taken by means of random sampling with a sample of 21 students in elementary school is 1 Wongaya Gede as the experimental class and 20 in the rest of the SD 4 Wongaya Gede as the control class. The results showed the average score on the mathematics learning outcomes classroom learning with cooperative learning model Team-Assisted Individualization is 22,000 categorized very high, whereas in classroom learning with conventional learning models are categorized high 19,600.keyword : cooperative learning model Team-Assisted Individualization, conventional, and learning outcomes.
ANALISIS DISKREPANSI PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD LABORATORIUM UNDIKSHA ., Ni Luh Sadewi Widyani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi kurikulum 2013 di SD Laboratorium Undiksha dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, serta pengawasan proses pembelajaran. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dengan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD Laboratorium Undiksha berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Variabel perencanaan pembelajaran serta penilaian proses dan hasil pembelajaran diukur dengan lembar studi dokumentasi, variabel pelaksanaan pembelajaran diukur dengan lembar observasi, sedangkan variabel pengawasan proses pembelajaran diukur dengan lembar kuesioner. Sampel penelitian berjumlah 4 orang pendidik di SD Laboratorium Undiksha. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan implementasi Kurikulum 2013 di SD Laboratorium Undiksha berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran adalah sebesar 17,90%, pelaksanaan pembelajaran sebesar 12,11%, penilaian proses dan hasil pembelajaran sebesar 6,67%, serta pengawasan proses pembelajaran sebesar 10,95%. Kesenjangan tersebut secara umum disebabkan karena sulitnya merubah mindset warga satuan pendidikan, keterlambatan pendistribusian buku, serta tidak meratanya program pelatihan kepada pendidik.Kata Kunci : diskrepansi, Kurikulum 2013, Permendikbud No. 65 Tahun 2013 This research aimed to determine how large the discrepancy between the ideal condition and the implementation of 2013 curriculum in teaching and learning process at SD Laboratorium Undiksha reviewed from the lesson plan, teaching learning process, assessment and learning outcomes, and the monitoring of learning process. This study was evaluative research which apply discrepancy model. Measurement of the program effectiveness was done by comparing the ideal conditions, based on Permendikbud No. 65 of 2013, with the real conditions on the implementation of 2013 Curriculum at SD Laboratorium Undiksha. Lesson plan, assessment process, and learning outcomes variable, were measured by the study documentation sheets. Meanwhile, the teaching and learning process variable was measured by observation sheets, and the monitoring of learning process variable was measured by questionnaire. Sample of the study consisted of 4 teachers of SD Laboratorium Undiksha. The scores form for all variables were analyzed using the Wilcoxon’s signed rank test. The sign difference and score difference were calculated with a predetermined standard. The result of the analysis showed that the large of discrepancy between ideal conditions (based on Permendikbud No. 65 of 2013) and the implementation of 2013 Curriculum at SD Laboratorium Undiksha in terms of lesson plan is 17,90%, teaching and learning process is 12,11%, assessment and learning outcomes is 6,67%, and the monitoring of learning process is 10,95%. The discrepancy is generally due to the difficulty in changing the mindset of most education staff, tardiness of the books’ distribution, and uneven training programs for educators.keyword : discrepancy, Curriculum 2013, Permendikbud No. 65 of 2013
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Ketut Sudiarti; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran PQ4R berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi experimen dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IV di Gugus II Kecamatan Buleleng. Sampel ditentukan melalui teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Berdasarkan teknik tersebut, diperoleh Sd No. 1 Penarukan sebagai kelas eksperimen dan SD No. 3 Penarukan sebagai kelas kontrol. Data yang dianalisis dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA yang dikumpulkan melalui tes objektif pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran PQ4R berbantuan peta konsep dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t, dengan thitung lebih besar dari ttabel (thitung = 2,65 > ttabel = 2,00). Rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 20,18 dan rata-rata skor kelompok kontrol adalah 17,4. Dengan demikian, strategi pembelajaran PQ4R berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di gugus II Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng pada tahun pelajaran 20114/2015.Kata Kunci : PQ4R, peta konsep, hasil belajar, IPA This study aims to find out the significant effect of students’ achievement in science lesson between group of students who teach by using the learning strategy PQ4R by concept mapping approach and group of students who teach by using conventional approach. This study is quasi experiment which uses post-test only control group design. The population of this study is allstudents in 4 th Grade of Cluster II Subdistrict Buleleng. The sample of this study is chose by using random sampling. Dealing with the sampling technique, SD No. 1 Penarukan as experiment group and SD No. 3 Penarukan as control group. The data which are analyzed in this study are the result of students’ achievement in science lesson in cognitive scope which is collected through objective multiple choice test. The data are analyzed by using descriptive and inferential statistic (Null-Hypothesis). The result of the study shows that there is a significant effect in students’ achievement in science lesson between group of students who teach by learned with the learning strategy PQ4R by concept mapping approach and group of students who teach by using conventional approach. The result can be seen from the result of hypothesis test using Null-Hypothesis that thitung more than ttable (thitung = 2,65 > ttable = 2.00). The average score of experiment group is 20,18 and the average score of control group is 17,4 . It means that the learning strategy PQ4R by concept mapping approach has an effect of students’ achievement in science lesson in the 4th Grade of Cluster II , Subdistrict of Buleleng , Buleleng Regency, in The Academic Year 2014/2015.keyword : PQ4R, concept mapping, result study, science,
DISKREPANSI PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD N 6 PEJARAKAN ., Luh Armini; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesenjangan pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses di SD N Pejarakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil dan proses pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran. Jenis penelitian evaluatif ini menggunakan model kesenjangan (Discrepancy Model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan kondisi riil dengan kondisi ideal tentang pelaksanaan standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Variabel penelitian terdiri dari perencanaan pembelajaran diukur dengan lembar dokumentasi, pelaksanaan proses pembelajaran diukur dengan lembar observasi, penilaian hasil dan proses pembelajaran diukur dengan lembar dokumentasi, dan pengawasan proses pembelajaran diukur dengan lembar kuisioner. Sampel penelitian ini sebanyak 4 orang, yaitu guru kelas I, II, IV, dan V. Analisis data skor perolehan semua variabel mengunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxom, kemudian dicari beda dan besar bedanya dengan standar yang telah ditentukan. Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan pembelajaran Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Kesenjangan terjadi pada: (1) variabel perencanaan pembelajaran, perolehan skor 56,9; besar beda 43,2 dengan kategori cukup besar; (2) variabel pelaksanaan pembelajaran, skor 84,8; besar beda 15,3 dengan kategori sangat kecil; (3) variabel penilaian hasil dan proses pembelajaran, skor 80,9; besar beda 19,2 dengan kategori sangat kecil; dan (4) variabel pengawasan proses pembelajaran, skor 82,0; besar beda 18,0 dengan kategori sangat kecil.Kata Kunci : diskrepansi, Kurikulum 2013 This research is aimed to determine how much is the discrepancy of learning implementation with the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013 about the standardization process at SD N 6 Pejarakan in the even semester in the academic year of 2014/2015, in terms of lesson planning, implementation learning, assessment of learning outcomes and supervision of learning. This research was an evaluative research with discrepancy model. The measuring of effectiveness process was done by comparing the real condition with the ideal condition about standard implementation process for the basic and intermediate education. The variables of this research were consists of lesson planning was measured by documentation sheet, implementation learning process was measured by observation sheet, assessment of learning outcomes was measured by documentation sheet, and supervision of learning was measured by questionnaire sheet. The samples of this research were 4 persons, they were the first grade teacher, the second grade teacher, the fourth grade teacher, and the fifth grade teacher. The analysis of data score result for all variables used Wilcoxon's Rank Sign Test procedure, then it would be found the differences and also how much was the difference based on the predetermined standard. Generally, the results showed that there was a discrepancy of learning implementation to the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013. The discrepancies were happened at; (1) lesson planning variable, the score was 56,9; the difference was about 43,2, it was classified as high criteria; (2) implementation learning variable, the score was 84,8; the difference was about 15,3, it was classified as low criteria; (3) assessment of learning outcomes variable, the score was 80,9; the difference was about 19,2, it was classified as low criteria; (4) supervision of learning variable, the score was 82,0; the difference was about 18,0, it was classified as low criteria.keyword : discrepancy, curriculum in 2013
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA BENDA ASLI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL DI SD NEGERI PEMARON, KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Putu Mas Suatnaya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif make A match dan media benda asli dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester ganjil SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 13,16 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif make A match dan media benda asli dengan mean (M) = 21,63 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model model kooperatif make A match dan media benda asli dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar Matematika siswa diperoleh hasil thitung sebesar 32,13, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (32,13 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model model kooperatif make A match dan media benda asli berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : make a match, media benda asli, model pembelajaran konvensional, hasil belajar siswa The purpose of this study is to know the significant differences of students’ achievement in mathematic subject between students that study using cooperative make a match combine with authentic learning media with students that follow conventional learning for class IV student in SD NegeriPemaronKecamatanBuleleng. This study is using QuasiExperiment, using post-test only control group design, and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students’ achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Data analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistical T-test. The result of study show that (1) the students’ learning achievement using conventional learning with mean (M) = 13, 16 belong to average category, (2) learning achievement using cooperative make a match combine with authentic learning media with mean (M) = 21,63 belong to high category, (3) there is significant differences to the learning achievement between group of student that using cooperative make a match combine with authentic media and group of students that using conventional learning for IV grade student in SD NegeriPemaron, KecamatanBuleleng. The differences can be seen from the score of the student found tscore= 32, 13, while, ttabelwith db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tscoreis more than ttabel(32,13> 2,021). The found of significant difference show that cooperative make A match combine with authentic media positively affect the students achievement in IPA subject compared with conventional learning model.keyword : make A match, authentic material, conventional learning model, students’ achievement
PENGARUH MODEL SAVI TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MATA PELAJARAN IPA KELAS V SD ., Fitriyani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran SAVI dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V SD Gugus II Sahadewa Kecamatan Negara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Gugus II Sahadewa Kecamatan Negara tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 231 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 2 Lelateng sebanyak 28 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SDN 1 Lelateng sebanyak 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berpikir kritis IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (thitung = 6,70 > ttabel = 2,000). Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran SAVI adalah 32,92 berada pada kategori tinggi. Rata-rata skor kemampuan berpikir kritis IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional adalah 15,28 berada pada kategori rendah. Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA siswa di kelas V SD gugus II Sahadewa Kecamatan Negara.Kata Kunci : Model SAVI, berpikir kritis This research is aimed to determine the significant difference in the critical thinking skills between group of students who learned using SAVI model and group of students who learned using conventional model in learning Natural Science of the fifth grade students in SDN Gugus II Sahadewa, Negara district. This research was a quasi experiment. The population of this research were all of the fifth grade students of Elementary School in Gugus II Sahadewa, Negara district consisted of 231 students in the academic year of 2014/2015. The sample of this research were grade five of SDN 2 Lelateng consisted of 28 students as an experimental group and grade five of SDN 1 Lelateng consisted of 29 students as a control group. The data collected by essay test. The data were collected and analysed by using descriptive statistic and independent test (T test). The result of this research showed that there is significant difference in the critical thinking skills between group of students who learned using SAVI model and group of students who learned using conventional model in learning Natural Science (tobserved = 6,70 > ttable = 2,000). The Average score of the students critical thinking using SAVI model is 32,92 classified as high criteria. The average score of the students critical thinking using conventional model is 15,28 classified as low criteria. Based on the research result, it can be concluded that SAVI model is really influential for the critical thinking skills of the students in learning Natural Science of the fifth grade students in SDN gugus II Sahadewa Negara district.keyword : SAVI model, critical thinking
PENGARUH PEMBELAJARAN TANDUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV ., Putu Ariantini; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran TANDUR berbasis kearifan lokal dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional pada siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV semester genap di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 83 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelompok siswa kelas IV SD No. 1 Banjar Bali yang berjumlah 25 orang sebagai kelas eksperimen dan kelompok siswa kelas IV SD No. 2 Banjar Bali yang berjumlah 22 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,71 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,021. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran tandur berbasis kearifan lokal dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dilihat dari hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 20,6 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 18,04, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran TANDUR berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di Gugus VII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : pembelajaran tandur, hasil belajar IPA This research purpose were to know the differences of science’s learning result between students who learnt by tandur learning model based on local wisdom and students who learnt using conventional learning model in grade fourth students Cluster VII District of Buleleng, Buleleng regency in academic year 2014/2015. The type of this research was a quasi experiment. Population of this research was grade fourth students Cluster VII District of Buleleng, Buleleng regency in academic year 2014/2015 which amounts to 83 students. The sample of this study was fourth grade students in SD No. 1 Banjar Bali amounting to 25 students as experimental class and fourth grade students of SD No. 2 Banjar Bali amounting to 22 people as the control class. Science students learning outcome data were collected with a multiple choice test instrument. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained t arithmetic = 3,71 dan ttable (at the 5% significance level) = 2,021. That mean tarithmetic > ttable so it can be interpreted that there is there are differences in learning outcomes IPA between students who learnt by tandur learning model based on local wisdom and students who learnt using conventional learning model. Viewed from the results of the calculation of average science learning outcomes experimental group was 20,6 higher than the average results of science learning control group was 18,04, so it can be concluded that the application of tandur learning model based on local wisdom influence on students' learning outcomes in science’s in grade fourth students Cluster VII District of Buleleng, Buleleng regency in academic year 2014/2015. keyword : tandur learning model, science’s learning result
ANALISIS DISKREPANSI PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NEGERI 1 BUSUNGBIU ., Ketut Ariningsih; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi kurikulum 2013 di SD Negeri 1 Busungbiu dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, pengawasan proses pembelajaran, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013 khususnya Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 di SD Negeri 1 Busungbiu .Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model diskrepansi (discrepancy model). Sampel penelitian berjumlah 4 orang pendidik di SD Negeri 1 Busungbiu. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, dengan teknik ini akan didapatkan tanda beda besar menunjukan bahwa (1) Rerata perolehan skor perencanaan pembelajaran adalah 55,1 dengan besar beda – 44,9. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 44,9% dengan kategori cukup besar (CB). (2) Rerata perolehan skor pelaksanaan adalah 79,5 dengan besar beda -20,5. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 20,5% dengan kategori kecil (K). (3) Rerata perolehan skor variabel penilaian hasil belajar adalah 76,7 dengan besar beda 23,4. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 23,4%. (4) Rerata perolehan skor pengawasan pembelajaran adalah 78,6 dengan besar beda -21,4. Berarti terjadi kesenjangan sebesar 21,4% dengan kategori kecil (K). Kesenjangan tersebut secara umum disebabkan pendidik belum sepenuhnya bisa memadukan mata pelajaran satu dengan mata pelajaran lainnya.Kata Kunci : Diskrepansi, Pembelajaran, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 The goal of this research is to know how large the discrepancy the implementation of the curriculum in 2013 in SD Negeri 1 Busungbiu with Permendikbud No. 65 of 2013 in terms of lesson planning, implementation of learning, and learning outcomes ssessmentprocess, monitoringthe learning process, and to knowthe constraints thatare foundin theimplementation ofcurriculum2013especiallyPermendikbudNo. 65 of2013inSDNegeri 1Busungbiu. This research includesevaluativeresearchusing the modeldiscrepancy(discrepancy model). These samples included4educatorsinSDNegeri 1Busungbiu. that has been decided. The Analyzes result show that (1) The average of lesson plan score is 55,1 with deffrent amount – 44,9 . it means that there discrepancy 44,9 % with category sizable., (2) The average lesson implementation variable score is 79,5 different large – 20,5. There is discrepancy 20,5% with low category , (3) The average of lesson result assesment variable score is 76,7 difrrent amount – 23,4. There is discrepancy 23,4% with very low category. (4) The averge of lesson control variable score is 78,6. The diffrerence amount with standar is -21,4, there discrepancy 21,4% with low category. keyword : Discrepancy, Learning, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013
ANALISIS DISKREPANSI PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD NO 4 KALIUNTU ., Ni Kadek Novita Dewi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5796

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi kurikulum 2013 di SD No 4 Kaliuntu dengan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses dan hasil pembelajaran, pengawasan proses pembelajaran, serta untuk mengetahui kendala-kendala yang ditemukan dalam pengimplementasian Kurikulum 2013. Penelitian ini termasuk penelitian evaluatif dengan menggunakan model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dengan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD No 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Data berupa skor semua variabel dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) rerata perolehan skor perencanaan pembelajaran adalah 85,0 dengan besar beda -15,0. (2) rerata perolehan skor variabel pelaksanaan pembelajaran 86,9, besar beda -13,1. (3) rerata perolehan skor variabel penilaian hasil pembelajaran 87,5, besar beda -12,5.(4) rerata perolehan skor variabel pengawasan pembelajaran sebesar 79,4, besar bedanya-20,6. Rerata perolehan skor keempat variabel -variabel standar proses sebesar 84,7. Besar beda -15,3. Kesenjangan ini terjadi karena, keterlambatan pendistribusian buku, serta tidak meratanya program pelatihan kepada pendidik. Kata Kunci : Kata kunci: Diskrepansi, Pembelajaran, Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 Abstract This study aimed to know the differences between the implementation of 2013 curiculum at SD No 4 Kaliuntu with Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 based on the planning, learning process, evaluation process, and to know the problems find on implementation of 2013 curriculum.The type of this study was evaluative with discrepancy model. Knowing the program effectiveness was done by compare ideal condition of 2013 curriculum’s implementation at SD No 4 Kaliuntu based on the permendikbud Nomor 65 tahun 2013. Data collected of all varibles was analyzed by using wilcoxon test, then calculated the difference and a big sign different from a predetermine standard. The result showed that (1). the mean score of the learning acquisition plan is a big difference of 85.0 with -15.0 (2). the mean score of the learning acquisition process is a big difference of 86.9 with -13.1. (3) the mean score of the learning acquisition result is a big difference 87.5 with -12.5. (4) the mean score of the learning acquisition control is a big difference 79.4 with - 20.6. The mean score of the four variables acquisitions of standards process of 84.7. -15.3 are big differences. This disparity occurs because of the delay distribution of the book, and unequal training program for teachers. keyword : Key words : Discrepancy, Learning, Permdendikbud Nomor 65 Tahun 2013
Pengaruh Model Pembelajaran Siklus Belajar Empiris Induktif dengan Peta konsep terhadap Pemahaman konsep IPA pada siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 ., Putu Lia Novi Arini; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5844

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran empiris induktif dengan peta konsep dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen quasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang sampelnya 201 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD No 1 Panji yang berjumlah 29 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD No 2 Panji yang berjumlah 26 orang sebagai kelas kontrol. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes berbentuk essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji–t. Hasil analisis data, diperoleh thitung = 5,77 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 36,35 lebih besar dari rata–rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 27,75 dengan taraf signifikasi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian, karena t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci : model pembelajaran siklus belajar empiris induktif dengan peta konsep, hasil belajar ipa This research aims at findings the comparison of student’ understanding inpon the scientifi concept among the students who study using alearning method of inductive empirical method and the students who study using the conventional one. The research is a type of quational experiment of research method. It uses sample of experiments are the students of fifth grade students of elementary school in the year of 2013/2014 especially those are the fifth grade students of SD gugus V kec. Sukasada kab. Buleleng. It consists of 201 students in which it includes 29 studendts as experiment sample class and 26 students of SD no. 2 panji in grade fifth as the control class sample. Data on the understanding of scientific concept of the samples are then collected through the use of test instrument in the form of essay test. Data are obtained through the use of statistical descriptive analysis as well as statistical inferential t-test. The resulf of data analysis, obtained t-count = 5,77 more than t-table (significantlg 5 %) = 2000. It indicates from the average result of science study of experiment class sample is that 36,35 more that it is from the average result of science study of control class sample, that is 27,75. Based on the findings data, and the criteria of test, that t-count > t-table, this, Ho is refused, and Ha is being accepted.keyword : learning model of using inductive empire learning with the concept map, science learning result.
Co-Authors ., Agus Dwi Santoso ., Agus Dwi Santoso ., Cokorda Istri Mas Maharani ., Dayu Komang Widiaheni ., Dewa Ayu Mega Cahyani ., DIOLIA BOANGMANALU ., Fitrotul Maulidah ., Gd Arya Adi Saputra ., Gede Darmanta ., Gede Darmanta ., Gede Pera Surpadiana ., Gusti Ayu Made Taria Dewi ., I Gede Putu Suryawan ., I Kadek Agus Septi Artawan ., I Made Yudha Pranata ., I Nyoman Juniawan ., I Putu Putra Adnyana ., I Putu Saka Selasmena Sribawana ., I Wayan Weda Gustana P ., Ida Ayu Vera Widayanti ., Istikhori Auzan ., Kadek Bagus Chandra Mas ., Kadek Masdana Mahardika ., Kadek Masdana Mahardika ., Ketut Yunita Oktaria Dewi ., Komang Dina Yanti ., Luh Juni Mariani ., Luh Putu Cidrayanti ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Putu Yuli Rastini ., Luh Putu Yuli Rastini ., Luh Rediasih ., MARYANI NINGSIH ., Muhammad Irfan ., Ni Komang Purnami Apriani ., Ni Komang Santi Nopiyanti ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Sintia Wati ., Ni Nengah Yusmiari ., Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu ., Ni Putu Eka Ari Adnyani ., Ni Putu Indah Karunia Dewi ., Ni Putu Widiantari ., Ni Wayan Febri Yuliariska ., Putu Wida Sri Martini ., Septian Dwi Mahardika ., Wayan Marta Suantara Adi Saputra, I Putu Agus Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Agung, A. A. Gede Agung, A. A. Gede Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Arifuddin, David Aulia Deviana Purnamayani Boangmanalu, diolia Boangmanalu, diolia Candra Dwi Fathoni . Desak Putu Parmiti Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri Diartha, Pande Made Pradnya Diartha, Pande Made Pradnya Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Nyoman Wirya . Fitriyani ., Fitriyani Gede Agus Febrianto ., Gede Agus Febrianto Gede Suriadhi . Gusti Ayu Made Mega Pertiwi ., Gusti Ayu Made Mega Pertiwi Hariani, Ni Luh Widi Hariani, Ni Luh Widi I Dewa Kade Tastra I Dewa Made Arta Putra . I Gede Eka Pratama . I Gede Margunayasa I Gede Putu Ekadani Apriana . I Gede Redika A. u . I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Lanang Agung Kartika Putra . I Kadek Mertayasa . I Kadek Suartama I Kadek Teguh Aditya Lorenso ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso I Ketut Sandi . I Ketut Trimawan . I Komang Adi Wijana . I Komang Budi Hendrawan . I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Agus Putra Wijaya . I Made Ayu Sucini I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Tegeh I Nengah Indra Pramana . I Nyoman Arya Tegeh Mahendra . I Nyoman Jampel I Putu Adi Pratama, I Putu Adi I Putu Agus Adi Saputra I Putu Mahendrawan . I Putu Rudi Artawan . I Wayan Widiana Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Kadek Hendi Sutanto . KADEK JIMI KUSUMA DEWI . Kadek Linda Purnama Sari . Kadek Suardani Kadek Sweca Adnyana . Ketut Ariningsih ., Ketut Ariningsih Ketut Pudjawan Komang Eny Kusuma Wardani . Luh Armini ., Luh Armini Luh Ayu Tirtayani Luh Putu Swandewi Anggarayani . M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Sumantri Made Yanthi Sudarmi . Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Marheni, Ni Ketut Marlen Tehupeiory . Martini, Putu Wida Sri Martini, Putu Wida Sri Muhammad Fredey Mercury ., Muhammad Fredey Mercury Mutiara Magta Ni Kadek Dewi Martiani . Ni Kadek Novita Dewi ., Ni Kadek Novita Dewi Ni Kadek Suci Tuti Utami ., Ni Kadek Suci Tuti Utami Ni Ketut Sudiarti ., Ni Ketut Sudiarti Ni Komang Susiprayati . Ni Luh Heppy Yesiana Devi . Ni Luh Kadek Lhistya Dewi . Ni Luh Sadewi Widyani ., Ni Luh Sadewi Widyani Ni Made Chindy Aryani Wardani . Ni Made Mas Yoni Pradesa . Ni Made Nedya Andreina Jessica . NI MADE WIRYANI . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Putu Laris . Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Ni Wayan Wiyanthini Dewi ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi Ningsih, Maryani Ningsih, Maryani Nyoman Eriasa Adnyana Kusuma . Parta Sanjaya . Prasetya, Wisnu Ady Pratia Sucita, Ni Putu Ayu Jusita Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Purnamayani, Aulia Deviana putra, I Gede Widiartana Putra, Putu Arik Fernanda Putu Ariantini ., Putu Ariantini Putu Arik Indah Pertiwi ., Putu Arik Indah Pertiwi Putu Gilang Marya Putra ., Putu Gilang Marya Putra Putu Lia Novi Arini ., Putu Lia Novi Arini Putu Mas Suatnaya ., Putu Mas Suatnaya S.Pd Luh Putu Putrini Mahadewi . Saiful Rahman Saputra, Gede Arya Adi Saputra, Gede Arya Adi Sucini, I Made Ayu Sunaryadi ., Sunaryadi Sunaryadi, . Wayan Sastrawan . Wiweka, Nyoman Arya Wulan, Ni Putu Jati Dinar Wulan, Ni Putu Jati Dinar Yuli Yanti, Indri Yusmiari, Ni Nengah Yusmiari, Ni Nengah