Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF AGAMA HINDU DENGAN MODEL ADDIE UNTUK SISWA KELAS VIII SMP ., Gusti Ayu Made Mega Pertiwi; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.192 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yaitu keterbatasan media pembelajaran yang menarik dan kurang dimanfaatkannya fasilitas yang disediakan oleh sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pengembangan multimedia pembelajaran interaktif, menguji validitas hasil pengembangan multimedia pembelajaran interaktif Agama Hindu untuk siswa kelas VIII SMP, dan mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar Agama Hindu siswa kelas VIII SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan, dengan model ADDIE. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIIIA2 SMP Negeri 3 Sawan sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner dan tes.. Data yang didapatkan dari metode kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Sedangkan data yang didapat dari metode tes dianalisis secara statistik inferensial. Rancangan pengembangan multimedia interaktif dikembangkan melalui analisis kebutuhan, menentukan software, mengembangkan flowchart dan stroryboard. Hasil evaluasi ahli isi mata pelajaran 96,6% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli desain 95% berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil evaluasi ahli media 88% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji perorangan 98 % berada pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil 97,5% berada pada kualifikasi baik. Hasil uji lapangan 93,3% berada pada kualifikasi sangat baik. Penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung 6,04. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,000. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Maka terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Agama Hindu siswa antara sebelum dan sesudah menggunakan multimedia pembelajaran interaktif. Nilai rata-rata setelah menggunakan media (88,14) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (60,43).Kata Kunci : multimedia interaktif, Agama Hindu, dan hasil belajar The background of this research was problem of the limitation of interesting and the school’s facilities are not functioned optimally. The purposes of this research are to describe development of design for interactive learning multimedia, to verify the validity of interactive learning multimedia for hindu religion lesson in junior high school at eight class, and to know the effectiveness of instructional interactive learning multimedia for the outcomes of student learning in junior high school at eight class. This is research and development, with ADDIE model. This research involved thirthy five students of class VIIIA2 of SMP Negeri 3 Sawan. All the datas are colected by questionaire and testing methods. The datas that have been found by questionaire method were analysed by using qualitative and quantitative descriptive techniques. While, the other datas that have been found by testing method was analysed by using inferential statistic techniques. Interactive multimedia development plan developed through the analysis of need, determine the software, develop flowchat an storyboad. Instructional content expert evaluation is 96.6% indicate very good qualification. Design expert evaluation is 95% indicate very good qualification. Media expert evaluation is 88% indicate good qualification. One-to-one testing is 98% indicated very good qualification. Small group testing was 97.5% indicated very good qualification. Field testing is 93.3% indicate very good qualification. Learning outcome that was calculate manually obtains number of tcount 6.04. Value of ttable 5% significance is 2.000. Therefore tcount is higher than ttable. It can be concluded that H0 is refused and H1 was accepted. Based on the finding, there were significant differences between of hindu religion learning outcomes before and after using interactive learning multimedia. Mean score after usage of media (88.14) is higher than before (60.43).keyword : interactive multimedia, hindu religion, learning outcome
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION TERHADAP HASIL BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Kadek Suci Tuti Utami; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.148 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 yang berjumlah 397 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Jumlah sampel adalah 67 orang yang terdiri dari kelas VIII-G dan VIII-D. Data hasil belajar TIK dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif dan data dianalisis menggunakan uji-t dengan teknik polled varians. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai t-hitung adalah 14,136, sedangkan nilai t-tabel dengan df = 65 pada taraf signifikansi 5% yaitu 1,997 (thitung > ttabel). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2014/2015 antara siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization dan siswa yang menerpkan model pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang menerapkan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : hasil belajar, model pembelajaran kooperatif, Team Assisted Individualization, TIK This research was to know the differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students who were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and those who were taught by using conventional learning models. This is a quasi experimental research by using the Posttest Only Control Group Design. Population in this reasearch was the eighth grade students of SMP Negeri 3 Singaraja amounting to 397 students. The samples in this reasearch was using random sampling techniques. 67 students of eigth graders were selected as sample consisting of classes VIII-G and VIII-D. ICT learning outcomes data were collected by using objective tests and the data were analyzed by using t-test with polled variance techniques. The analysis showed that the value of t-test was 14.136, while the value of the t-table with df = 65 at significance level of 5% that is 1.997 (t count> ttable). It can be concluded that there are differences of learning outcomes of information and communication technology upon the eight grade student of SMP Negeri 3 Singaraja in the academic year 2014/2015 between students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models and students were taught by using conventional learning models. The average value of ICT learning outcomes in the group of students students were taught by using cooperative learning type Team Assisted Individualization models was better than those who were treated by using conventional learning models.keyword : learning outcomes, cooperative learning model, Team Assisted Individualization, ICT
Pengaruh Model Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas VII Tahun Ajaran 2014/2015 di SMP Negeri 1 Banjar ., Ni Made Chindy Aryani Wardani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. Nyoman Wirya
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.985 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas VII SMP Negeri I Banjar Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest dua kelompok (Noneqivalent Control Group Design). Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Banjar yang berjumlah 511 orang, dari 511 orang tersebut didapat 30 orang untuk kelas eksperimen dan 30 orang kelas control. Penentuan sampel dilakukan menggunakan random sampling dengan teknik undian. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA yang didapat dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda dengan jumlah 30 soal objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan rumus uji-t. Hasil penelitian pada siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran TAI, diperoleh rata-rata hasil belajar IPA sebesar 72,74, dengan hasil belajar yang termasuk kategori sangat baik sebesar 50% = 15 orang, kategori baik sebesar 30% = 9 orang, dan kategori cukup sebesar 20% = 6 orang. Rata-rata hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional adalah 66,42, dengan hasil belajar yang termasuk kategori sangat baik sebesar 26,66% = 8 orang, kategori baik sebesar 50% = 15 orang, dan kategori cukup sebesar 23,33% = 7 orang. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 2,34 pada taraf signifikansi 5% dan dk=58, dan ttabel(α=0,05;58)=2,000. Ini berarti thitung>ttabel, maka H0 ditolak. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa, yang berarti bahwa hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih tinggi dari hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran TAI dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas VII SMP Negeri 1 Banjar tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci : Model Pembelajaran TAI, Model Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar, dan IPA. This study aims to determine significant differences between students science learning outcomes that learned through learning model Team Assisted Individualization (TAI) with students that learned through conventional learning in class VII Junior High School I Banjar Academic Year 2014/2015. This study was a quasi-experimental study with pretest -posttest two groups (Noneqivalent Control Group Design). The study population is the entire seventh grade students at SMP Negeri 1 Banjar, amounting to 511 people, of the 511 people come to class 30 experimental and 30 control class. The samples made using random sampling techniques lottery. The data collected is science learning outcomes obtained by using the method of multiple choice objective type test with a number of 30 objective questions. The data collected were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics using t-test formula. Results of research on students that learned through learning model of TAI, gained an average of 72.74 science learning outcomes, the learning outcomes that are categorized very good by 50 % = 15 people, both categories by 30 % = 9 people, and enough categories 20% = 6. The average results of learning science students that learned through conventional teaching is 66.42, the learning outcomes that include excellent category of 26.66 % = 8, both categories by 50 % = 15 people, and enough category of 23.33 % = 7. Based on the results of t-test analysis obtained t = 2.34 at a significance level of 5 % and df = 58, and TTable ( α = 0.05 ; 58 ) = 2.000. This means tcount > ttable , then H0 is rejected. It shows that the cooperative learning model of TAI a positive impact on students science learning outcomes, which means that the results of learning science students that learned through cooperative learning model of TAI is higher than the results of learning science students that learned through conventional learning. So it can be concluded that there are significant differences between the results of learning science students that learned through TAI learning model with the students that learned through conventional learning in class VII SMP Negeri 1 Banjar academic year 2014/2015. keyword : TAI Learning Model, Model Conventional Learning, Learning Outcomes, and Science.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS FLASH MATA PELAJARAN PKn KELAS VI SD ., Ni Made Mas Yoni Pradesa; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.986 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di SD Negeri 2 Seririt yakni masih rendahnya hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas VI dan belum adanya pemanfaatan media dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk menghasilkan dan mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa dan mampu memberikan daya tarik sekaligus meningkatkan minat belajar serta prestasi siswa disekolah, 2) Untuk mengetahui kualifikasi haasil Pengembangan Media Pembelajaran CD Multimedia Interaktif pada Mata Pelajaran PKn Kelas VI semester Genap di SD Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2013/2014 dilihat dari hasil kegiatan validasi oleh ahli isi bidang studi, ahli desain pembelajaran, ahli mata pelajaran, uji perorangan dan uji kelompok kecil. Model penelitian ini adalah penelitian pengembangan produk analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Data tentang kualitas produk pengembangan ini dikumpulkan dengan angket atau kuisioner yang selanjutnya dianalisis dengan teknik analisis deskrip kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba terdiri dari dari seorang ahli isi mata pelajaran PKn, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, tikga orang siswa untuk uji perorangan serta duabelas orang siswa untuk uji kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukkan (1) uji ahli isi mata pelajaran PKn berada pada kualifikasi sangat baik (presentase = 93%), (2) uji ahli media pembelajaran berada pada klisifikasi baik (presentase = 82%), (3) uji ahli desain pembelajaran berada pada kualifikasi baik (presentase = 80%), (4) uji coba perorangan berada pada kualifikasi sangat baik (presentase = 90%), (5) uji kelompok kecil berada pada kualifikasi sangat baik (presentase 90%). Kata Kunci : pengembangan, multimedia interaktif, PKn The problems that found in SD Negeri 2 Seririt were still found the lowest of Citizenship Education learning outcomes of sixth grade students and the lack of use of media in teaching. This study aims 1) to produce and develop interactive multimedia-based learning media on subjects Citizenship Education in accordance with needed and the characteristics’ of students and are able to provide traction while increase students interest in learning and achievement in school. 2) To determine the result of Instructional Media Development qualification Interactive Multimedia CD on sixth grade Civics lesson in elementary School in the 2 semester Seririt in academic year 2013/2014 it can be seen from the results of the validation activities who fielded by expert content of study, the instructional of design expert, expert instructional media, test and test individual small in groups. The model of this research is the development of products Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The data about the development of product quality are collected by questionnaire or the questionnaires were then analyzed by using descriptive analysis of qualitative and quantitative. The test of subject consists of an expert of subject content Civics, instructional media specialists, instructional design experts, three students for individual trials and twelve students to test into small groups. This results showed (1) test expert subject matter content Civics are in excellent qualifications (percentage = 93%), (2) test instructional media specialists are in good qualification (percentage = 82%), (3) instructional design experts are testing on either qualification (percentage = 80%), (4) individual trials are in excellent qualifications (percentage = 90%), (5) a small group of test are in excellent qualifications (percentage = 90%).keyword : development, interactive multimedia, Civic Subject
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERTANYA DAN MEMBERI PENGUATAN PADA MATA KULIAH PENGAJARAN MIKRO ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.365 KB)

Abstract

Video pembelajaran tentang keterampilan bertanya dan memberi penguatan perlu untuk diperbarui di Jurusan Teknologi Pendidikan. Tujuan penelitian mendeskripsikan rancangan pengembangan, mendeskripsikan kualitas video, dan mengetahui efektivitas media video pembelajaran. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE (analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi). Validasi video dilakukan oleh satu ahli isi pembelajaran, satu ahli desain pembelajaran, satu ahli media pembelajaran, 3 orang mahasiswa uji coba perorangan, 12 orang mahasiswa uji coba kelompok kecil, dan 29 orang mahasiswa uji coba lapangan. Efektivitas video pembelajaran dilakukan oleh 29 orang mahasiswa menggunakan desain penelitian pre-test dan post-test dan 4 orang mahasiswa sebagai sampel tes unjuk kerja. Data dikumpulkan dengan metode kuesioner, tes dan observasi dengan instrumen lembar kuesioner, tes objektif dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah deskripsi rancangan pengembangan, kualitas hasil pengembangan video dan efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran. Kualitas hasil pengembangan media menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli isi pembelajaran 93,3% pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 86% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 85,3% pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,5% pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 82,55% pada kategori baik. Efektivitas hasil pengembangan media video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 3,21 > ttabel =2,000. Persentase tingkat pencapaian tes unjuk kerja 4 orang mahasiswa sebagai sampel di atas 85%. Ini berarti media video pembelajaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar mahasiswa.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, pengajaran mikro Video learning about teaching skills to ask and provide reinforcement need to be updated in the Department Educational of Technology. The purpose of this study is to describe the design of the development, describing the video quality, and determine the effectiveness of the instructional video media. This research is the development by using models ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). Validation videos made by an expert learning content, the instructional design experts, one expert instructional media, 3 students individual trials, 12 trials small group of students, and 29 students from field trials. The effectiveness of the instructional video performed by 29 students research design pre-test and post-test and 4 students as samples of working test. Data were collected by questionnaire, tests and observation with instruments questionnaire, objective tests and form of observation. The data analysis using descriptive analysis qualitative, quantitative and inferential statistics. Results of this research is the description of the design of the development, the quality of video development and effectiveness of the development of instructional video media. The quality of the development of media according to the review expert and student namely: a) expert learning content 93.3% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 86% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing was 85.3% in both categories; (E) testing a small group 90.5% are in the very good category; (F) and field trials which 82.55% are in the good category. The effectiveness of the development of instructional video media show gained significance is t = 3.21> t table = 2.000. The percentage of the achievement stage in working test form 4 students as samples is above 85%.This means instructional video media effective in improving student learning outcomes.keyword : development, instructional video, micro teaching
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN KETERAMPILAN MEMBUKA DAN MENUTUP SERTA MENJELASKAN PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH MICRO TEACHING ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Kadek Suartama, S.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.486 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (2) mengetahui kualitas hasil video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran, (3) mengetahui efektivitas video pembelajaran tentang keterampilan membuka dan menutup serta menjelaskan pembelajaran pada pembelajaran micro teaching. Penelitian ini merupkan penelitian pengembangan, model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Kelima tahapan model pengembangan ini, dijadikan acuan dalam memproduksi, dan memvalidasi video pembelajaran yang dikembangkan. Hasil penelitian ini adalah 1) deskripsi desain pengembangan video pembelajaran yaitu mulai dari langkah membuat rancangan, mendesain produk, mengumpulkan materi produk, perakitan produk, uji coba produk dan evaluasi; 2) kualitas hasil pengembangan video menurut review ahli dan mahasiswa yaitu: a) ahli bidang studi 91% berada pada kategori sangat baik; b) ahli desain pembelajaran 92% berada pada kategori sangat baik; c) ahli media pembelajaran 88% berada pada kategori baik; d) uji coba perorangan 86,67% berada pada kategori baik; (e) uji coba kelompok kecil 90,67% berada pada kategori sangat baik; (f) dan uji coba lapangan 77,03% yang berada pada kategori baik; 3) Efektivitas hasil pengembangan video pembelajaran menunjukkan signifikansi yang diperoleh adalah thitung = 11, 48 > ttabel =2,000. Berarti video pembeljaran efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini juga menggunakan tes psikomotor, nilai rata-rata dari tes psikomotor terhadap keterampilan dasar mengajar yaitu 84,51 dan 80,77 sehingga berada pada katagori baik, berarti pengunaan video pembelajaran efektif dalam membantu mahasiswa menguasai keterampilan mengajar.Kata Kunci : pengembangan, video pembelajaran, micro teaching. This research as a purpose (1) describe the design of video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (2) determine the quality of the video learning about opening and closing the skills and explain the learning, (3) determine the effectiveness of the instructional video on the opening and closing skills and describes learning on micro teaching learning. This study merupkan development research, development models used in this study is the ADDIE model of which consists of five stages: analysis, design, development, implementation and evaluation. The fifth stage of this development model, used as a reference in the manufacture, and validate the developed instructional videos. Results of this study are 1) a description of the design development of instructional videos ranging from the steps to make the design, product design, collect material products, product assembly, product testing and evaluation; 2) the quality of the video according to a review of the development experts and students, namely: a) the expert field of study 91% are in the very good category; b) 92% of instructional design experts are in the very good category; c) 88% of instructional media experts are in the good category; d) individual testing 86.67% are in the good category; (E) testing a small group 90.67% are in the very good category; (F) and field trials which 77.03% are in the good category; 3) The effectiveness of the development of instructional video shows the significance obtained is t = 11, 48> table = 2.000. Means video pembeljaran effective in improving learning outcomes. This study also uses psychomotor tests, the average value of psychomotor tests against the teaching of basic skills, namely 84.51 and 80.77 so it is in good category, meaning the use of instructional video is effective in helping students master the skills taught.keyword : development, instructional video, micro teaching.
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS V SD NEGERI 4 PELIATAN ., I Gede Eka Pratama; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
Jurnal EDUTECH Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.4 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan rancang bangun multimedia pembelajaran interaktif, (2) mengetahui hasil validitas multimedia pembelajaran interaktif IPA untuk siswa kelas V SD, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan multimedia pembelajaran interaktif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan, yang menggunakan model ADDIE. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data validasi ahli isi mata pelajaran, ahli desain pembelajaran dan ahli media pembelajaran serta data hasil belajar IPA untuk melihat efektivitas media. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk ahli isi mata pelajaran, ahli media pembelajaran, ahli desain pembelajaran, uji coba perorangan, dan uji coba kelompok kecil dan tes untuk hasil belajar IPA. Analisis data menggunakan tiga teknik yaitu teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan (1) rancang bangun multimedia yaitu menganalisis kebutuhan dan mengembangkan flowchart. (2) hasil validasi menunjukan bahwa evaluasi dari ahli isi memperoleh hasil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli desain memperoleh hasil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Ahli media memperoleh hasil sebesar 92,7% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji perorangan memperoleh hasil sebesar 90% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji kelompok kecil memperoleh hasil sebesar 91,6% pada kualifikasi sangat baik. Hasil uji lapangan memperoleh hasil sebesar 90,5% pada kualifikasi sangat baik. (3) penghitungan hasil belajar secara manual diperoleh hasil t hitung sebesar 11,70. Harga t tabel taraf signifikansi 5% adalah 2,00. Jadi harga t hitung lebih besar daripada harga t tabel sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Ini berarti, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa setelah menggunakan media (81,67) lebih tinggi dibandingkan sebelum menggunakan media (63). Dengan demikian multimedia pembelajaran interaktif ini dikatakan efektif ditinjau dari uji efektivitas yang telah dilakukan.Kata Kunci : multimedia pembelajaran interaktif, IPA This study aims to (1) describe the design of multimedia interactive learning, (2) determine the validity of the results of multimedia interactive learning science for fifth grade elementary school students, and (3) determine the effectiveness of the use of multimedia interactive learning on learning outcomes of elementary school fifth grade science students. This research is the development of research, the ADDIE model. The data collected in this study is the validation of the data subject content expert, instructional design experts and media expert learning and science learning outcome data to look at the effectiveness of the media. Data collection instruments used in the form of a questionnaire to expert course content, instructional media expert, instructional design experts, individual testing, and testing of small groups and test for science learning outcomes. Analysis of the data using three techniques qualitative descriptive analysis techniques, quantitative descriptive analysis techniques, and inferential statistical analysis techniques. Results showed (1) multimedia design is to analyze needs and develop a flowchart. (2) validation results showed that the contents of obtaining expert evaluation of the results by 90% on a very good qualification. Expert design to obtain a yield of 90% on a very good qualification. Media experts to obtain the results of 92.7% on the excellent qualifications. Individual test results gained by 90% results in a very good qualification. Small group of test results to obtain a yield of 91.6% on the excellent qualifications. The results of the field test to obtain a yield of 90.5% on the excellent qualifications. (3) learning outcomes manually counting results obtained t count equal to 11.70. Price t table 5% significance level was 2.00. So the price of t is greater than the price of the t table so that H0 is rejected and H1 is accepted. This means, there are significant differences between the results of learning science students after using the media (81.67) is higher than before using the media (63). Thus multimedia interactive learning is said to be effective in terms of effectiveness trials that have been done.keyword : multimedia interactive learning, science
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF BERORIENTASI PENDEKATAN ILMIAH PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 NEGARA Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita; Suwatra, Ignatius I Wayan; Mahadewi, Luh Putu Putrini
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.514 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i2.20327

Abstract

Permasalahan yang terjadi di kelas VIII SMP Negeri 3 Negara adalah kurang tersedianya media yang sesuai dengan karakteristik siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah, (2) menguji kualitas hasil validasi pengembangan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah, (3) mengetahui efektivitas pengembangan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model pengembangan yaitu model Hannafin and Peck. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar wawancara, kuesioner, dan tes objektif pilihan ganda. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan analisis statistik inferensial (uji-t). Subjek penelitian ini adalah 28 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Negara Tahun Pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini yaitu: (1) rancang bangun multimedia interaktif meliputi tiga tahapan yaitu, tahap analisis kebutuhan, tahap desain, dan tahap pengembangan dan implementasi. (2) Multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah mata pelajaran Bahasa Indonesia valid dengan: (a) nilai ahli isi mata pelajaran 96% dengan predikat sangat baik, (b) nilai ahli desain pembelajaran 78,9% dengan predikat baik, (c) nilai ahli media pembelajaran 90,8% dengan predikat sangat baik, (d) hasil uji coba perorangan 94,9% dengan predikat sangat baik, (e) hasil uji coba kelompok kecil 90% dengan predikat sangat baik, (f) hasil uji coba lapangan 93% dengan predikat sangat baik. (3) Multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah efektif digunakan dalam pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah menggunakan multimedia interaktif berorientasi pendekatan ilmiah mata pelajaran Bahasa Indonesia.Kata kunci: Multimedia Interaktif, Pendekatan Ilmiah, Pengembangan
PENGEMBANGAN BUKU PINTAR ELEKTRONIK (BPE) BERBASIS PENDEKATAN ILMIAH PADA MATA PELAJARAN IPA SEMESTER GENAP Yusmiari, Ni Nengah; Agung, A. A. Gede; Suwatra, Ignatius I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.777 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v5i1.20625

Abstract

Penelitian pengembangan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa, minimnya sumber belajar, dan kurangnya jam pelajaran IPA di SMPN 1 Semarapura. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun Buku Pintar Elektronik (BPE) Berbasis Pendekatan Ilmiah, (2) mendeskipsikan validitas pengembangan Buku Pintar Elektronik (BPE) Berbasis Pendekatan Ilmiah, (3) untuk menguji efektivitas Buku Pintar Elektronik (BPE) Berbasis Pendekatan Ilmiah yang dikembangkan terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan pencatatan dokumen, kuesioner, dan tes tertulis. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu, laporan pencatatan dokumen, angket/kuesioner, dan tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, teknik analisis deskriptif kuantitatif, dan teknik analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini adalah (1) rancang bangun pengembangan Buku Pintar Elektronik (BPE) Berbasis Pendekatan Ilmiah mengacu pada model ADDIE (2) kualitas hasil pengembangan produk diperoleh (a) ahli isi mata pelajaran berada pada kategori sangat baik dengan persentase 92%, (b) ahli desain pembelajaran pada kategori sangat baik dengan persentase 92%, (c) ahli media Buku Pintar Elektronik (BPE) pada kategori sangat baik dengan persentase 90%, (d) uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan pada kategori sangat baik dengan persentase 91,3%, 91,83%, dan 91,59%. (3) Hasil uji efektivitas Buku Pintar Elektronik (BPE) yaitu diperoleh thitung lebih besar dari pada ttabel dengan taraf signifikansi 5% dan db 70 yaitu 11,94 > 2,00. bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas VII G sebelum dan sesudah menggunakan Buku Pintar Elektronik (BPE) Berbasis Pendekatan Ilmiah.Kata-kata kunci: ADDIE, bpe, pengembangan,pendekatan ilmiah
PENGEMBANGAN CERITA BERGAMBAR BILINGUAL BOOK BERBASIS KEARIFAN LOKAL MATA PELAJARAN BAHASA BALI KELAS III Hariani, Ni Luh Widi; Sudarma, I Komang; Suwatra, Ignatius I Wayan
Jurnal Edutech Undiksha Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.415 KB) | DOI: 10.23887/jeu.v6i1.20264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan cerita bergambar bilingual book, (2) mengetahui validitas hasil pengembangan cerita bergambar bilingual book, (3) menguji efektivitas penggunaan cerita bergambar bilingual book pada mata pelajaran Bahasa Bali kelas III di SDN 1 Banjar Jawa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pencatatan dokumen, kuesioner dan tes. Isntrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pencatatan dokumen, lembar kuesioner, dan tes objektif tipe pilihan ganda. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif dan statistik infrensial/induktif uji-t. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) cerita bergambar bilingual book dikembangkan dengan model ADDIE melalui 5 tahapan (analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi); (2) validitas cerita bergambar bilingual book berdasarkan dari hasil review ahli dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari review ahli isi, desain pembelajaran, dan media pembelajaran berturut-turut yaitu 90,8%, 96,3% dan 98,9%. Berdasarkan dari hasil uji coba produk dikualifikasikan sangat baik. Persentase tingkat pencapaian dari uji coba perorangan, kelompok kecil, dan lapangan berturut-turut yaitu 97,2%, 98,6% dan 92,7%. (3) efektivitas cerita bergambar bilingual book menunjukkan rata-rata nilai pre-test 48,9 dan rata-rata nilai post-test 85,08. Setelah dilakukan perhitungan secara manual diperoleh hasil thitung (14,56) > ttabel (1,989) sehingga H0 ditolak H1 diterima. Dengan demikian, cerita bergambar bilingual book berbasis kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Bali untuk kelas III di SDN 1 Banjar Jawa yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: ADDIE, bilingual book, cerita bergambar, kearifan lokal, pengembangan.
Co-Authors ., Agus Dwi Santoso ., Agus Dwi Santoso ., Cokorda Istri Mas Maharani ., Dayu Komang Widiaheni ., Dewa Ayu Mega Cahyani ., DIOLIA BOANGMANALU ., Fitrotul Maulidah ., Gd Arya Adi Saputra ., Gede Darmanta ., Gede Darmanta ., Gede Pera Surpadiana ., Gusti Ayu Made Taria Dewi ., I Gede Putu Suryawan ., I Kadek Agus Septi Artawan ., I Made Yudha Pranata ., I Nyoman Juniawan ., I Putu Putra Adnyana ., I Putu Saka Selasmena Sribawana ., I Wayan Weda Gustana P ., Ida Ayu Vera Widayanti ., Istikhori Auzan ., Kadek Bagus Chandra Mas ., Kadek Masdana Mahardika ., Kadek Masdana Mahardika ., Ketut Yunita Oktaria Dewi ., Komang Dina Yanti ., Luh Juni Mariani ., Luh Putu Cidrayanti ., Luh Putu Ratna Dewi ., Luh Putu Yuli Rastini ., Luh Putu Yuli Rastini ., Luh Rediasih ., MARYANI NINGSIH ., Muhammad Irfan ., Ni Komang Purnami Apriani ., Ni Komang Santi Nopiyanti ., Ni Luh Widi Hariani ., Ni Made Sintia Wati ., Ni Nengah Yusmiari ., Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu ., Ni Putu Eka Ari Adnyani ., Ni Putu Indah Karunia Dewi ., Ni Putu Widiantari ., Ni Wayan Febri Yuliariska ., Putu Wida Sri Martini ., Septian Dwi Mahardika ., Wayan Marta Suantara Adi Saputra, I Putu Agus Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Agung, A. A. Gede Agung, A. A. Gede Anak Agung Gede Agung, Anak Agung Gede Arifuddin, David Aulia Deviana Purnamayani Boangmanalu, diolia Boangmanalu, diolia Candra Dwi Fathoni . Desak Putu Parmiti Dewi Arum Widhiyanti Metra Putri Diartha, Pande Made Pradnya Diartha, Pande Made Pradnya Dr. I Dewa Putu Raka Rasana,M.Ed . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd. . Drs. Nyoman Wirya . Fitriyani ., Fitriyani Gede Agus Febrianto ., Gede Agus Febrianto Gede Suriadhi . Gusti Ayu Made Mega Pertiwi ., Gusti Ayu Made Mega Pertiwi Hariani, Ni Luh Widi Hariani, Ni Luh Widi I Dewa Kade Tastra I Dewa Made Arta Putra . I Gede Eka Pratama . I Gede Margunayasa I Gede Putu Ekadani Apriana . I Gede Redika A. u . I Gusti Ayu Tri Agustiana I Gusti Lanang Agung Kartika Putra . I Kadek Mertayasa . I Kadek Suartama I Kadek Teguh Aditya Lorenso ., I Kadek Teguh Aditya Lorenso I Ketut Sandi . I Ketut Trimawan . I Komang Adi Wijana . I Komang Budi Hendrawan . I Komang Sudarma I Komang Sudarma I Made Agus Putra Wijaya . I Made Ayu Sucini I Made Citra Wibawa I Made Suarjana I Made Tegeh I Nengah Indra Pramana . I Nyoman Arya Tegeh Mahendra . I Nyoman Jampel I Putu Adi Pratama, I Putu Adi I Putu Agus Adi Saputra I Putu Mahendrawan . I Putu Rudi Artawan . I Wayan Widiana Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita Jannu, Ni Putu Ayu Rani Puspita Kadek Deni Kurniawiguna ., Kadek Deni Kurniawiguna Kadek Hendi Sutanto . KADEK JIMI KUSUMA DEWI . Kadek Linda Purnama Sari . Kadek Suardani Kadek Sweca Adnyana . Ketut Ariningsih ., Ketut Ariningsih Ketut Pudjawan Komang Eny Kusuma Wardani . Luh Armini ., Luh Armini Luh Ayu Tirtayani Luh Putu Swandewi Anggarayani . M.Hum Dra. Ni Nyoman Garminah . M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . M.Pd. Dra. Made Sulastri . M.S. ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S. M.Si Drs. Gede Raga . Made Sumantri Made Yanthi Sudarmi . Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Mahadewi, Luh Putu Putrini Marheni, Ni Ketut Marlen Tehupeiory . Martini, Putu Wida Sri Martini, Putu Wida Sri Muhammad Fredey Mercury ., Muhammad Fredey Mercury Mutiara Magta Ni Kadek Dewi Martiani . Ni Kadek Novita Dewi ., Ni Kadek Novita Dewi Ni Kadek Suci Tuti Utami ., Ni Kadek Suci Tuti Utami Ni Ketut Sudiarti ., Ni Ketut Sudiarti Ni Komang Susiprayati . Ni Luh Heppy Yesiana Devi . Ni Luh Kadek Lhistya Dewi . Ni Luh Sadewi Widyani ., Ni Luh Sadewi Widyani Ni Made Chindy Aryani Wardani . Ni Made Mas Yoni Pradesa . Ni Made Nedya Andreina Jessica . NI MADE WIRYANI . Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Putu Laris . Ni Wayan Arini Ni Wayan Rati Ni Wayan Wiyanthini Dewi ., Ni Wayan Wiyanthini Dewi Ningsih, Maryani Ningsih, Maryani Nyoman Eriasa Adnyana Kusuma . Parta Sanjaya . Prasetya, Wisnu Ady Pratia Sucita, Ni Putu Ayu Jusita Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd . Prof. Dr. Gede Sedanayasa,M.Pd . Purnamayani, Aulia Deviana putra, I Gede Widiartana Putra, Putu Arik Fernanda Putu Ariantini ., Putu Ariantini Putu Arik Indah Pertiwi ., Putu Arik Indah Pertiwi Putu Gilang Marya Putra ., Putu Gilang Marya Putra Putu Lia Novi Arini ., Putu Lia Novi Arini Putu Mas Suatnaya ., Putu Mas Suatnaya S.Pd Luh Putu Putrini Mahadewi . Saiful Rahman Saputra, Gede Arya Adi Saputra, Gede Arya Adi Sucini, I Made Ayu Sunaryadi ., Sunaryadi Sunaryadi, . Wayan Sastrawan . Wiweka, Nyoman Arya Wulan, Ni Putu Jati Dinar Wulan, Ni Putu Jati Dinar Yuli Yanti, Indri Yusmiari, Ni Nengah Yusmiari, Ni Nengah