Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Tingkat Kemiskinan Petani Tanaman Pangan di Desa Penyangga Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, NTB: Analysis of Poverty Levels of Food Crops Farmers in The Buffer Village of Mandalika Special Economic Zone, NTB Ayu, Candra; Wuryantoro; Wulandari, Febriana Tri; Dewi Mandalika, Eka Nurminda
HUTAN TROPIKA Vol 19 No 2 (2024): Volume 19 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jht.v19i2.17374

Abstract

The Mandalika Special Economic Zone was developed to encourage regional economic growth, especially Central Lombok Regency, where most of the area is dry land. However, the Human Development Index for this area remains the second lowest in NTB and the poor population remains high, mainly due to low productivity and income from dry land farming. The largest dry land is in Pujut District which is the seat of the Mandalika SEZ. This research aims to analyze the poverty level of food crop farmers in the buffer villages of Mandalika SEZ. The type of research was descriptive, data collection using survey techniques in Sengkol Village, Rembitan Village and Sukadana Village and 45 farmer respondents. The results of the study revealed that the per capita income of food crop farmers was IDR 4,592,057.14/capita/year; equivalent to 352.26 kg of rice/capita/year or equivalent to US$ 0.79/capita/day so that it is classified as poor based on the Sajogyo Poverty Criteria and the World Bank Criteria. The per capita income level is only 15% of the Central Lombok Regency Minimum Wage Standards .  
The Impact of Fertilizer Subsidy Policies on The Profits and Welfare of Rice Farmers: Lessons from Sumbawa West District Suparmin; Wuryantoro; Purnamasari
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 1 (2025): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i1.6911

Abstract

The objectives of this study were to analyze the impact of fertilizer subsidy policies on production, profits, and surplus of rice farmers, and to compare productivity, profits, and surplus of rice farmers. The study was conducted in Brang Rea District, West Sumbawa Regency. The respondents in this study were farmers who owned rice farmers with details of 30 farmers who received fertilizer subsidies and 30 farmers who did not receive fertilizer subsidies. Data were collected through observation, surveys, and in-depth interviews. Data were analyzed using the optimization of the Cobb-Douglas production and profit functions. The results of the study concluded that the impact of fertilizer subsidy policies on production was positive and significant, while the impact on profits was positive but not significant. There was a significant difference between productivity and capital costs or production facility costs between the group of farmers who received fertilizer subsidies and the group of farmers who did not receive fertilizer subsidies, but there was a difference in labor costs and profits but not significant. The level of farmer welfare in the group of farmers who received subsidies was higher than the group of farmers who did not receive subsidies.
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Minyak Kelapa menjadi Nata De Coco sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Berkelanjutan di Desa Wisata Lendang Nangka Idiatul Fitri Danasari; Sri Maryati; Asri Hidayati; Halimatus Sa’diah; Wuryantoro; Dewi Anjani
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.215

Abstract

Pengelolaan limbah produksi kelapa di Desa Wisata Lendang Nangka, Lombok Timur, masih belum optimal sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan. Dalam mendukung pencapaian SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, program pengabdian ini menerapkan konsep ekonomi sirkular melalui pelatihan pengolahan limbah air kelapa menjadi nata de coco sebagai produk bernilai tambah dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi sosialisasi mengenai isu lingkungan dan ekonomi sirkular, pelatihan teknis pembuatan nata de coco, serta pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan aplikasi pengelolaan limbah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan kesadaran dan keterampilan pelaku usaha dalam mengoptimalkan sumber daya kelapa dan mengolah limbah menjadi nata de coco dengan karakteristik fisik padat dan kenyal sesuai standar mutu. Produk hasil olahan ini tidak hanya mengurangi limbah yang merusak lingkungan namun juga membuka peluang usaha baru yang berpotensi meningkatkan pendapatan. Disarankan agar pemanfaatan dan pengelolaan limbah terus dilakukan agar keberlanjutan usaha dan pemberdayaan ekonomi lokal dapat terwujud secara jangka panjang. Program ini menjadi model pengelolaan limbah terapan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal.
Penguatan Peran Ekonomi Perempuan Nelayan Melalui Inovasi Pengemasan Produk Ikan Pindang Di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara M. Yusuf; Shelly Sylvia Agustina; Eko Supriastuti; Ibrahim; Wuryantoro
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v6i2.219

Abstract

Peran perempuan nelayan di kawasan pesisir dihadapkan dengan keterbatasan dalam rantai nilai pengolahan hasil perikanan khususnya pada aspek pengolahan dan pemasaran di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Hal tersebut menyebabkan kontribusi ekonomi perempuan dalam menopang pendapatan rumah tangga menjadi kurang optimal. Penguatan kapasitas melalui inovasi pengemasan produk ikan pindang menjadi upaya untuk mendorong pemberdayaan ekonomi. Metode yang digunakan adalah pendekatan community development dengan melibatkan 20 anggota kelompok Poklahsar Anggun 1 di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan dan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik, serta evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta, khususnya dalam pengolahan ikan pindang, presto, dan abon ikan, serta penerapan teknologi kemasan vakum yang mampu memperpanjang umur simpan produk dan meningkatkan daya saing pasar. Selain itu, terbentuk kesadaran kolektif mengenai pentingnya solidaritas dan kerja sama kelompok dalam mengembangkan usaha bersama. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas perempuan nelayan, tetapi juga memperkuat kemitraan Universitas Mataram dengan komunitas lokal sebagai dasar kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan agroindustri perikanan.