Articles
Survei Pengetahuan Guru Mengenai Tindakan Bullying di Taman Kanak-Kanak Kecamatan Denpasar Barat
Syajuananda, Damba Putri;
Tirtayani, Luh Ayu
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.48857
Bullying telah menjadi budaya dalam dunia Pendidikan, tidak terkecuali pada jenjang Pendidikan anak usia dini. Bullying anak usia dini sering dipandang sebagai ‘bagian yang normal dari pertumbuhan’. Banyak guru yang kurang efektif dalam menangani bullying di kalangan anak dan cenderung mengabaikan. Pengetahuan guru memiliki peranan penting dalam menangani dan mencegah bullying di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengetahuan guru TK mengenai tindakan bullying, sesuai sembilan dimensi tindakan bullying. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden dalam penelitian adalah guru TK sebanyak 75 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket yang mengacu pada skala ukur dari Olweus dan Teacher Inventory of Skills and Knowledge (TISK). Data hasil penelitian dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan guru mengenai tindakan bullying berada pada kategori “sangat tinggi” yaitu sebanyak 35 guru (46%). Analisis setiap dimensi pengetahuan menunjukkan responden dengan pengetahuan “sangat tinggi” terletak pada dimensi, definisi, bentuk-bentuk, karakteristik pelaku; karakteristik korban, dampak, waktu terjadinya bullying. Responden dengan pengetahuan “tinggi” terletak pada dimensi ciri-ciri; pencegahan; penanganan bullying, responden dengan pengetahuan “sedang” terletak pada dimensi karakteristik saksi; dan tempat terjadinya bullying. Variasi pengetahuan tindakan bullying yang dilihat pada setiap dimensi memberikan gambaran terkait titik-titik lemah guru dalam memahami fenomena bullying.
Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Interaktif Bahasa Bali Tema Lingkunganku pada Anak Usia Dini
Ni Komang Cintya Dewi;
Luh Ayu Tirtayani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.49245
Minimnya penggunaan media dalam proses pembelajaran daring membuat proses pembelajaran kurang efektif. Kurangnya pengetahuan guru mengenai teknologi berdampak pada minimnya media yang bisa digunakan pada pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan rancang bangun dan mengetahui validitas media pembelajaran flipbook interaktif bahasa Bali tema lingkunganku pada anak usia dini. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 3 ahli, yaitu ahli isi pembelajaran, ahli desain dan media pembelajaran pada uji validitas serta 3 orang anak pada uji perorangan dan 5 orang anak pada uji kelompok kecil. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriftif kualitatif dan deskriftif kuantitatif. Hasil uji validitas oleh ahli isi pembelajaran, ahli desain pembelajaran, ahli media pembelajaran, uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil secara berturut-turut memperoleh skor 86,67% dengan kualifikasi baik, 82,5% dengan kualifikasi baik, 87,5% dengan kualifikasi baik, 93% dengan kualifikasi sangat baik dan 95% dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran flipbook interaktif bahasa Bali tema lingkunganku layak digunakan pada proses pembelajaran. Implikasi dalam penelitian ini yaitu dapat menambah variasi media pembelajaran di masa daring maupun luring dan dapat memberikan anak pengalaman belajar yang lebih baik.
COPING STRATEGY DALAM MENDAPINGI ANAK USIA DINI BELAJAR DARI RUMAH
Yosefine Evigia Ayu Palupi;
Luh Ayu Tirtayani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.49389
Adanya pandemic Covid-19 menyebabkan orangtua harus mendampingi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran daring. Pandemi menyebabkan kurangnya semangat anak dan kurangnya kemampuan orang tua dalam mendampingi belajar anak serta pembagian waktu dalam bekerja dan membimbing anak belajar, sehingga orang tua menjadi kewalahan dan tertekan dengan tantangan dalam menerapkan pembelajaran jarak jauh. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan coping strategy yang digunakan orangtua dalam mendampingi anak usia dini belajar dari rumah. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari 3 pasang orangtua siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa orangtua dalam mendampingi anak usia dini belajar dari rumah lebih dominan menggunakan bentuk coping strategy yang berpusat pada masalah, sedangkan emotional focused coping muncul ketika orangtua membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa dalam mendampingi anak usia dini belajar dari rumah, orangtua lebih dominan menggunakan bentuk coping strategy yang berfokus pada masalah dibandingkan dengan emotional focused coping. Implikasi penelitian ini yaitu hasil penelitian dapat digunakan sebagai refrensi mengenai coping strategy orang tua dalam mendampingi anak usia dini pada pelaksanaan pembelajaran daring.
Survei Karakteristik Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Rpph) Masa New Normal Pada Taman Kanak-Kanak
Dewa Ayu Putu Ariska;
Luh Ayu Tirtayani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i2.52057
Kurangnya pelatihan ataupun informasi tentang rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) di masa new normal mengakibatkan guru mengalami hambatan dalam penyusunan RPPH di masa new normal pada taman kanak-kanak. Berdasarkan situasi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui karakteristik RPPH masa new normal pada taman kanak-kanak yang disusun oleh guru. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yakni 34 orang guru di taman kanak-kanak. Penarikan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling jenuh, dimana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data dikumpulkan menggunakan metode kuesioner atau angket yang disebarkan melalui google form. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan responden setuju melakukan penyesuaian atau perubahan pada beberapa komponen penyusun RPPH masa new normal pada taman kanak-kanak. Dengan rincian sebagai berikut: pada komponen alokasi waktu sebesar 65%, KI dan KD sebesar 51%, materi pembelajaran sebesar 56%, metode pembelajaran sebesar 39%, media pembelajaran sebesar 66%, dan langkah-langkah pembelajaran sebesar 74%. Pada beberapa komponen lainnya guru menyatakan tidak setuju melakukan penyesuaian atau perubahan, sebagai berikut: pada komponen identitas sekolah sebesar 100%, tema/sub-tema sebesar 56%, kelas/semester sebesar 44%, penilaian hasil belajar sebesar 42% dan tidak menyertakan sumber belajar pada RPPH masa new normal sebesar 40%. Dari hasil temuan dapat dinyatakan bahwa RPPH masa new normal yang disusun guru disesuaikan dengan situasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung di lembaga TK dan peraturan yang berlaku di lingkungan lembaga TK.
Kesiapan Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran New Normal Pada Anak Usia Dini
Nila, Ni Putu Nila Jayanti;
Luh Ayu Tirtayani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i3.53381
Perubahan sistem pembelajaran akibat pandemi Covid-19 menuju new normal memberikan tantangan bagi guru. Dimana guru dituntut untuk siap dalam menghadapi perubahan pembelajaran yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan guru PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran pada masa new normal. Jenis penelitian ini adalah survei deskriptif dengan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yakni 161 guru PAUD. Penarikan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan jumlah sampel akhir yakni 115 guru PAUD. Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan menggunakan metode kuesioner atau angket. Data yang diperoleh dalam penelitian kemudian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa 58 % responden sangat setuju pada 3 komponen yang ada pada proses survei kesiapan guru Taman Kanak-Kanak (TK) dalam pelaksanaan pembelajaran pada masa new normal di Kecamatan Gianyar. Rincian masing-masing persentase responden dimana menyatakan 57% pada komponen kesiapan sikap dan emosi, 61% komponen kesiapan kognitif, dan 55% komponen kesiapan perilaku. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat diketahui bahwa kesiapan guru PAUD dalam pelaksanaan pembelajaran pada masa new normal dari segi sikap dan emosi, kognitif, serta perilaku mendapatkan respon positif. Implikasi dari penelitian ini yaitu guru secara garis besar telah siap dalam melaksanakan pembelajaran pada masa new normal.
Media Kartu Bergambar Berbantuan Augmented Reality (AR) untuk Mengembangkan Kemampuan Bahasa bagi Anak Kelompok B
Ida Ayu Bintang Arista Maharani;
Anak Agung Gede Agung;
Luh Ayu Tirtayani
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 10 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/paud.v10i3.56452
Guru mengalami kesulitan dalam mengembangkan media pembelajaran saat mengajar. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan media Kartu Bergambar Berbantuan Augmented Reality (AR) pada sub tema lingkungan keluarga. Jenis penelitian yaitu pengembangan dengan model ADDIE. Produk diuji oleh 1 ahli isi pembelajaran, 1 ahli desain instruksional, 1 ahli media pembelajaran, dan subjek penelitian yang terdiri dari siswa kelompok B. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dengan metode pengumpulan data berupa angket dan observasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial. Hasil penelitian Rancang bangun media kartu bergambar berbantuan AR menggunakan model pengembangan ADDIE dengan hasil 90,90% ada pada kategori sangat baik. Validitas media kartu bergambar berbantuan AR menurut ahli dan subjek penelitian secara berurutan memperoleh hasil 96,66% pada kategori sangat baik, 100% pada kategori sangat baik, 88,33% pada kategori baik, 94,79% memiliki kategori sangat baik, dan 94,09% berada pada kategori sangat baik, sehingga produk yang dikembangkan layak untuk digunakan. Hasil Efektivitas media kartu bergambar berbantuan AR berdasarkan hasil uji-t memperoleh hasil bahwa terdapat pengaruh penggunaan media Kartu Bergambar Berbantuan Augmented Reality terhadap kemampuan bahasa anak. Disimpulkan bahwa media kartu bergambar berbantuan AR efektif diterapkan pada kelompok B anak usia dini.
TEACHER FRIENDLY E-FLASHCARD: A DEVELOPMENT OF BILINGUAL LEARNING MEDIA FOR YOUNG LEARNERS
Tirtayani, Luh Ayu;
Magta, Mutiara;
Lestari, Ni Gusti Ayu Made Yeni
Journal of Education Technology Vol. 1 No. 1 (2017): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v1i1.10080
The study aims to describe the development of process design and validation of learning media 'friendly teacher e-flashcards' through empirical test on a limited group. 'Teacher friendly e-flashcards' is the media that was developed to meet the needs of bilingual learning at the level of early childhood education. The development of educational media is implemented in four stages: a preliminary study, development, evaluation, and reflection as well as documentation. At this stage of development, the content is prepared first and then proceed with the design of the program. Validation of the content and media experts shows that the 'teacher friendly e-flashcards' is being 'very good' for stimulation bilingual early childhood. Furthermore, empirical tests on a limited group (12 kindergarten teachers from four districts in Bali) gave judgment on the category of 'good'. Media 'teacher friendly e-flashcards' is a technology-based educational media that can be used in bilingual teaching of children of kindergarten in Bali. Further media development and empirical testing in a wider group strongly recommended for subsequent research
Motivation for Learning English Early Childhood Through Storytelling Method Using e-Big Book Media
Diantari, Ni Made Eva;
Tirtayani, Luh Ayu
Journal of Education Technology Vol. 4 No. 2 (2020): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jet.v4i2.25155
English learning motivation is a condition that arises in a person to carry out learning activities, especially English, to increase vocabulary and achieve learning goals, but the learning process was still focused on the teacher and used lecturing method. Therefore, this research aimed to analyze the use of storytelling methods based on e-big book media. This research was a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of this research was group B which was consisted of 546 children. The samples were taken by a cluster random sampling technique. The sample consisted of 25 students in the experimental group and 22 students in the control group. Data collection was done by using a non-test with an observation method. The data were analyzed by using t-test. The results of data analysis were t-count = 10,73 at the 5 % significance level and dk = 45, t-table = 2,003 t-count = 10,73> t-table = 2,003. So, the use of storytelling methods based on e-big book media would have an impact on English learning motivation. This research helps teachers to add references to learning media that can be used.
Teachers-Students’ Interaction in Early Childhood Inclusion Program
Novitayanti, Lili;
Tirtayani, Luh Ayu
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 3 No 2 (2019): May
Publisher : LPPM Undiksha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (308.015 KB)
|
DOI: 10.23887/jere.v3i2.18766
UNESCO has defined inclusive education as a chance for children with disabilities to learn in the same class with their non-disable peers. It becomes the most equitable chance for those school age students with disabilities to get their right. The implementation of early childhood inclusion programs in Bali is relatively new. Thus, an analysis on its implementation is needed in order to know in extend the program is effective. This study aims to describe the effectiveness of the teachers-students social interaction in early childhood inclusion program. It is an evaluative research by focusing on the learning process, including aspects of plan, implementation, and assessment. There are 119 respondents, who are headmasters and teachers of Kindergarten, involved in this study. Data are collected through questionnaire that have been tested for being validated. The result shows that social interaction of teachers and students are: (1) positive from the aspect of planning with F + = 53.781% and F─ = 46.218%, (2) not effective in the aspect of implementation with F + = 47.058% and F─ = 52.941%, and (3) not effective social in the aspect of evaluation with F + = 42.857% and F─ = 57.142%. It can be concluded that the social interaction of teachers and students in inclusion early childhood education program in is less effective (+ ─ ─). The teacher-students‘ social interaction as pivotal aspect of learning process, especially for special need students, needs to improve.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF BERBASIS TRI HITA KARANA DI DESA BINAAN ABANG BATU DINDING KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI
Nurjaya, I Gede;
Tirtayani, Luh Ayu;
Suwena, I Kadek Rai
International Journal of Community Service Learning Vol. 1 No. 1 (2017): May 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1320.477 KB)
|
DOI: 10.23887/ijcsl.v1i1.11895
Program Desa Binaan di Desa Abang Batu Dinding ini bertujuan 1) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan nilai karakter anak usia dini dan pelatihan keterampilan usaha mandiri. (2) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi alam dan lingkungan memalui kegiatan pembudidayaan ikan mujair dan pertanian organik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. (3) Mendorong tumbuhnya kreativitas, motivasi dan inovasi masyarakat dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi melalui pelatihan pengembangan usaha ekonomi kreatif, seperti pengolahan ikan mujair pasca panen menjadi Abon Mujair, Krupuk Mujair, Bakso Mujair dan pengolahan hasil pertanian seperti bawang menjadi bawang goreng siap saji. (4) Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan untuk mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam bidang sistem pemasaran hasil sumber daya alam yang ada di Desa Abang Batu Dinding Kecamatan Kintamani. Berdasarkan pada permasalahan prioritas yang ada, maka solusi yang ditawarkan melalui desa binaan ini menggunakan metode sebagai berikut : Partisipatory Rural Appraisal (PRA) yaitu suatu sistem untuk menyusun dan mengembangkan program operasional dalam pembangunan tingkat desa. Enthrepreneurship Capasity Building (ECB), metode ini berkaitan erat dengan kemampuan beriwirausahan dari masyarakat, Teknologi Tepat Guna (TTG), yaitu metode yang dirancang bagi suatu masyarakat tertentu agar dapat disesuaikan dengan aspek-aspek lingkungan, keetisan, kebudayaan, sosial, politik dan ekonomi masyarakat bersangkutan.