Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Hasan Turabi's Concept of Fiqh Democracy and Its Relevance in Modern Political Contexts Oseolla Savana; Lutfiyah; Erlina Laily Nur Afifa; Ariibah Radita Ayu Candrika
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24395

Abstract

Hasan Turabi's thoughts on the fiqh of democracy offer an integrative approach between Islamic principles and modern democratic systems of government. He emphasizes that democracy in Islam must be based on shura (deliberation), which allows for the active participation of the people in political decision-making. In the concept of fiqh of democracy developed, Turabi emphasizes several key aspects, namely the application of sharia through consensus (ijma'), respect for the freedoms and rights of the people, social justice, and separation of powers to prevent authoritarianism. These principles were designed to keep the Islamic political system relevant to the demands of modernity without abandoning the fundamental teachings of the religion. His thought is significant for Muslim countries that are still seeking a balance between Islamic values and contemporary democratic systems. Through a literature review of his works and several related sources, this article explores how fiqh of democracy can be an alternative solution in building a more inclusive, just, and participation-oriented system of government. Thus, Turabi's thoughts can be relevant to be the main reference in efforts to integrate Islam and democracy in modern politics, providing a new perspective in equitable governance.
MEMAHAMI 5 SHALAT SUNAH RASULULLAH DALAM FIKIH IBADAH MENURUT AL-MUZANI Nafidatun Nisa; Ulfatussyarifah; Miss Fatihah Saman; Lutfiyah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.24542

Abstract

This study discusses five sunnah prayers recommended by the Prophet PBUH from the perspective of worship fiqh according to Al-Muzani, namely the Witir prayer, the prayer before Fajr, the Eid al-Fitr and Eid al-Adha prayers, the solar and lunar eclipse prayers, and the Istisqa prayer. These five prayers have a special position in Islam because they are recommended by the Prophet Muhammad PBUH which is explained in various fiqh literature such as sahih hadiths which are believed to be authentic. This study aims to understand the importance of carrying out the five sunnah prayers of the Prophet, namely the Witir prayer, the prayer before Fajr, the Eid al-Fitr and Eid al-Adha prayers, the solar and lunar eclipse prayers, and the Istisqa prayer. The research method used in this study is the library research method, this study discusses the importance of carrying out sunnah prayers as a complement of worship that must be supported by sahih hadiths that are believed to be authentic. The results of the study show that by understanding and practicing these five sunnah prayers, a Muslim can improve the quality of his worship and strengthen the relationship with Allah SWT and others.
The Dark Triad Personality Traits in Relation to Cyberbullying: The Role of Self-Esteem as a Mediator: [Hubungan Kepribadian Dark Triad dan Cyberbullying: Peran Self-Esteem Sebagai Mediator] Asih, Sali Rahadi; Lutfiyah
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 38 No 1 (2023): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 38, No. 1, 2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v38i1.4113

Abstract

A cyberbullying study in Indonesia found that 84% of young people aged 12-17 years conducted cyberbullying. The consequences of cyberbullying emphasize the importance of studying the predictors and mechanism of cyberbullying. A number of studies have found that cyberbullying is related to Dark Triad personality traits and self-esteem. Dark Triad personality traits consist of three characteristics, namely the traits of: (1) psychopathy, Machiavellianism, and narcissism. This study aims to see the role of self-esteem as a mediator in the relationship between Dark Triad personality traits and cyberbullying in the age of 20-35 years. Participants of this studi consist of 292 individuals where 70.89% of them are women. This study utilizes three scales, namely cyberbullying scale, Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), and Short Dark Triad Scale (SD3). The result of this study finds that self-esteem mediates traits of psychopathy toward cyberbullying. High self-esteem in individuals with traits of psychopathy results in higher trend in conducting cyberbullying. On the other hand, self-esteem may not significantly mediate between the traits of narcissism and Machiavellianism with cyberbullying. Results of this study aims to provide an implication related to the prevention or intervention of cyberbullying. Sebuah studi cyberbullying di Indonesia menemukan sebanyak 84% anak muda berusia 12-17 tahun melakukan cyberbullying. Konsekuensi dari cyberbullying menekankan pentingnya meneliti prediktor dan mekanisme cyberbullying. Sejumlah studi telah menemukan bahwa cyberbullying terkait dengan kepribadian Dark Triad dan self-esteem. Kepribadian Dark Triad terdiri dari tiga karakteristik, yaitu sifat psikopati, Machiavellianisme, dan narsisisme. Studi ini bertujuan untuk melihat peran self-esteem sebagai mediator dalam hubungan antara kepribadian Dark Triad dan cyberbullying pada usia 20-35 tahun. Partisipan studi terdiri dari 292 individu, dengan 70,89% merupakan perempuan. Studi ini menggunakan tiga alat ukur yaitu skala pengukuran cyberbullying, Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), dan Short Dark Triad Scale (SD3). Hasil studi ini menemukan bahwa self-esteem memediasi sifat psikopati terhadap cyberbullying. Self-esteem yang tinggi pada individu dengan sifat psikopati menghasilkan kecenderungan yang lebih tinggi dalam melakukan cyberbullying. Di sisi lain, self-esteem tidak memediasi secara signifikan antara sifat narsisisme maupun sifat Machiavellianisme dengan cyberbullying. Hasil studi ini diharapkan mampu menyediakan implikasi sehubungan pencegahan atau intervensi cyberbullying.
“A DAY IN MY LIFE” – PENGEMBANGAN KETERAMPILAN BERBAHASA INGGRIS SISWA SDN CIMONE 1 MELALUI PENULISAN KREATIF DAN ILUSTRATIF Hardianti; Lutfiyah; Lisna Hikmawaty; Suryani
Abdi Implementasi Pancasila:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): on progress
Publisher : Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/j70b8f07

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis dan berbicara Bahasa Inggris siswa SDN Cimone 1 melalui penulisan kreatif bertema “A Day in My Life”. Siswa dilatih menarasikan pengalaman pribadi secara lisan sekaligus menghasilkan buku mini sebagai luaran otentik yang memadukan bahasa, ekspresi diri, dan ilustrasi. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pelatihan menulis dan berbicara, penerapan project-based learning dengan pembuatan mini book, pendampingan dan evaluasi, hingga rencana keberlanjutan. Hasil menunjukkan seluruh siswa mampu menghasilkan karya tulis sederhana, mayoritas berani mempresentasikan cerita mereka, serta lebih percaya diri menggunakan Bahasa Inggris secara lisan. Guru SDN Cimone 1 berperan aktif sebagai co-fasilitator sehingga metode ini berpotensi direplikasi dalam pembelajaran reguler. Luaran program mencakup karya mini book siswa, modul pembelajaran kreatif, dan dokumentasi kegiatan, dengan dukungan sekolah melalui rencana pengembangan English Corner mingguan. Secara keseluruhan disimpulkan program ini membuktikan bahwa kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah dasar dapat menghadirkan inovasi pembelajaran yang menyenangkan, aplikatif, dan berkelanjutan serta berdampak langsung pada peningkatan literasi produktif siswa. Kata Kunci: penulisan kreatif, keterampilan berbicara, proyek buku mini.
KOMPETENSI DAN KUALIFIKASI PENGAWAS PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN MUTU SEKOLAH: KAJIAN ANALITIS DAN STUDI KASUS IMPLEMENTATIF Lutfiyah; Suriagiri
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/cr38ea43

Abstract

Pengawas pendidikan memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu sekolah melalui fungsi supervisi, pembinaan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Peran ini tidak hanya berkaitan dengan pemantauan administrasi, tetapi juga mencakup pendampingan profesional kepada guru dan kepala sekolah agar proses pembelajaran berjalan efektif. Namun, keberhasilan tugas tersebut sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi dan kualifikasi yang dimiliki oleh pengawas pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara analitis hubungan antara kompetensi dan kualifikasi pengawas dengan peningkatan mutu sekolah, sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul dalam praktik pengawasan di lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi kasus dokumen, dengan data yang diperoleh dari regulasi pemerintah, laporan hasil pengawasan, serta artikel ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi supervisi akademik, manajerial, evaluatif, sosial, kepribadian, serta kemampuan penelitian dan pengembangan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola sekolah. Meski demikian, implementasi pengawasan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti beban kerja yang tinggi, keterbatasan pelatihan berkelanjutan, penguasaan teknologi yang belum merata, serta resistensi dari sebagian sekolah. Oleh karena itu, penguatan kompetensi dan kualifikasi pengawas dipandang sebagai faktor kunci dalam membangun sistem penjaminan mutu sekolah yang efektif dan berkelanjutan.
Teori Belajar Operant Conditioning B.F Skinner Menurut Al-Syarqawi Dalam Pendidikan Agama Islam Lutfiyah; Muhlis, Achmad
Bayani Vol 5 No 2 (2025): Bayani: Jurnal Studi Islam
Publisher : LPPAIK Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/bayaniV.5I.2pp261-278

Abstract

The problem of low student motivation, discipline, and engagement in learning is a major challenge in education. Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character and behavior in accordance with religious values. In this study, the researcher examines how B.F. Skinner's Operant Conditioning theory is applied in Islamic Religious Education learning. The problem formulation is how the concept of Operant Conditioning theory is applied in PAI, its impact on student behavior, and how this theory can be adapted to suit religious values ??and child protection. The study used a literature review method with descriptive analysis. The results show that positive reinforcement such as praise and rewards are effective in fostering good behavior in accordance with Islamic values. Punishment is still used, but in a way that is not harmful and in accordance with child protection regulations in Indonesia. The main criticism is that this theory does not pay enough att ention to aspects of students' intentions and spiritual values, so a more holistic and child-friendly approach is needed. The advantages of this theory are that it can motivate students through consistent rewards and create a positive and structured learning environment. In conclusion, Operant Conditioning theory remains relevant when combined with local religious and cultural values ??for more meaningful learning and to shape students' overall character. Teachers are advised to use positive reinforcement and punishment wisely for best results.
Kajian Teoretis tentang Faktor Internal dan Eksternal dalam Perkembangan Peserta Didik: Penelitian lutfiyah; M. Ramli
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.4037

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif berbagai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perkembangan peserta didik. Perkembangan peserta didik tidak berlangsung secara linear, melainkan merupakan proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara aspek fisiologis, psikologis, kognitif, serta lingkungan sosial, budaya, dan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, yang menelaah berbagai literatur relevan dalam rentang sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal seperti kondisi kesehatan fisik, motivasi, minat, emosi, serta kemampuan kognitif memiliki peran penting dalam menentukan kesiapan dan keberhasilan belajar peserta didik. Di sisi lain, faktor eksternal seperti pola pengasuhan keluarga, kualitas pengajaran dan kompetensi guru, interaksi dengan teman sebaya, nilai budaya masyarakat, serta kondisi lingkungan fisik sekolah secara signifikan memengaruhi perkembangan sosial, emosional, dan akademik peserta didik. Analisis temuan menunjukkan bahwa keseimbangan antara faktor internal dan eksternal merupakan kunci bagi perkembangan peserta didik yang optimal. Pendidikan yang responsif terhadap kedua aspek tersebut berpotensi meningkatkan hasil belajar, motivasi, serta pembentukan karakter siswa secara lebih menyeluruh.