Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Sorong Serah Aji Krame in the Novel Merpati Kembar di Lombok by Nuriadi Lisa Rosalia; Nuriadi; Aswandikari; Saharudin; Ahmad Sirulhaq
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 13 No. 1 (2026): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v13i1.4543

Abstract

This study aims to analyze how the Sorong Serah Aji Krame tradition is represented in Nuriadi’s novel Merpati Kembar di Lombok and compare it with its actual implementation in South Montong Baan Village. The research findings indicate that in the MKL novel, the author narrates the Sorong Serah Aji Krame ceremony using the term "serah doe/ngadep," without providing detailed explanation of its procession. However, in several sections, such as the preparation of the pembayun and the depiction of the pembayun chanting process, brief descriptions are offered. Conversely, in actual practice in South Montong Baan Village, the ceremony exhibits genuine complexity comprising the delegation of pisolo (emissary), religious greetings, customary greetings, the main ceremony, the pronouncement of aji krame (dowry), the handover of aji krame, the cutting of the Jinnah rope, and the closing ceremony. Meanwhile, several cultural symbolic meanings are embedded within the tradition, encompassing values of politeness, spirituality, honesty, and transparency.
Dampak konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap dinamika populasi wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) pada padi varietas ir64 dan ciherang: The effect of sublethal concentrations and application frequency of fipronil insecticide on the population of brown planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) on rice varieties IR64 and Ciherang Awaluddin; Siti Anima Hisein, Waode; Nuriadi; Efendi, Siska; Dadang; Anwar, Ruly; Giyanto, Giyanto
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 23 No 1 (2026)
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.23.1.39

Abstract

Fipronil merupakan insektisida yang banyak digunakan dalam pengendalian hama wereng batang cokelat (WBC) (Nilaparvata lugens Stal.) di Indonesia. Penggunaan fipronil di tingkat petani seringkali tidak sesuai anjuran sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya resurjensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi subletal dan frekuensi aplikasi insektisida fipronil terhadap peningkatan populasi WBC pada dua varietas padi, yaitu IR64 dan Ciherang. Sampel WBC yang digunakan berasal dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Penelitian terdiri atas uji toksisitas untuk menentukan konsentrasi subletal fipronil, yaitu pada tingkat LC15, LC25, dan LC40, air sebagai kontrol. Masing-masing perlakuan diaplikasikan sebanyak 1, 2, dan 3 kali dengan selang waktu 5 hari antar aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan konsentrasi subletal (LC15, LC25, dan LC40) memicu fenomena hormoligosis yang ditandai dengan peningkatan signifikan pada persentase penetasan telur di semua tingkat konsentrasi dibandingkan dengan kontrol. Persentase penetasan telur tertinggi terdapat pada perlakuan LC15  dengan varietas Ciherang, yakni 82,55%. Meskipun peningkatan konsentrasi dan frekuensi aplikasi (1–3 kali) secara linear meningkatkan mortalitas nimfa hingga 94,44% pada perlakuan LC40, namun pada dosis rendah LC15, peningkatan frekuensi aplikasi justru menstimulasi lonjakan populasi nimfa F1. Populasi nimfa tertinggi terdapat pada varietas Ciherang dengan perlakuan LC15 dua kali aplikasi, yakni 1197,33 individu. Temuan ini mengonfirmasi bahwa aplikasi fipronil pada tingkat subletal, terutama pada varietas rentan, tidak hanya gagal mengendalikan WBC tetapi justru memicu resurjensi melalui peningkatan keberhasilan penetasan telur dan stimulasi reproduksi generasi berikutnya.