Claim Missing Document
Check
Articles

Smart Health Monitoring Systems for Elderly Populations: Opportunities, Challenges, and Global Perspectives Umar, Fadly; Firmansyah; Ashari, Muhammad Rizki; Syam, Sadli
Medicor : Journal of Health Informatics and Health Policy Vol. 3 No. 4 (2025): October 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/medicor.v3i4.1092

Abstract

The global increase in elderly populations has intensified demands for innovative healthcare solutions capable of supporting independence, safety, and chronic disease management. This narrative review explores the role of Smart Health Monitoring Systems (SHMS) in addressing these challenges by synthesizing evidence from diverse medical, engineering, and social science literature. A comprehensive search was conducted in PubMed, Scopus, and IEEE Xplore using keywords such as smart health monitoring, elderly, wearable devices, telemedicine, and assistive technology. Inclusion criteria emphasized studies focusing on SHMS for older adults, with both clinical and technical perspectives considered. The results reveal that wearable devices provide reliable monitoring of falls, vital signs, and daily activity, with reported accuracies exceeding 90%. Integration of IoT and AI technologies further enhances predictive capabilities, enabling early detection of health risks and reducing hospital admissions by as much as 30%. However, adoption remains constrained by systemic barriers, including privacy concerns, fragmented health data, limited digital literacy, and infrastructural deficits in developing regions. The discussion highlights the need for coordinated strategies involving improved digital infrastructure, user education, policy incentives, and interoperability frameworks to overcome these challenges. This review concludes that SHMS represent a transformative innovation for elderly care, but their full potential will only be realized through inclusive design, robust policy support, and culturally sensitive adaptation across diverse healthcare contexts.
Mapping of Important HIV/AIDS Hotspots in Palu City Following Natural Disaster Arwan, Arwan; Fadjriah, Rasyika Nurul; Syam, Sadli; Yani, Ahmad
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 17 No. 3 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v17i3.2901

Abstract

This study aims to obtain a map of the distribution of HIV and AIDS Key Population Hotspots based on the criteria for MSM, Waria and FSW after the natural disaster in 2018. The remapping method uses a Geographic Information System (GIS) application. The data processing technique uses the waterfall model scheme, namely, completing the application in a structured or sequential manner, where a stage must be completed first before going to the next stage. No Ethical consideration is needed. The shift in key population hotspot data from 2017and to 2022 data and then Natural Disasters (Earthquake, Liquefaction and Tsunami) in 2018 had an impact on geographical location shifts with conditions in 2017, 4 Districts became key population hotspot locations with 29 hotspots while in 2022 14 key population hotspots were found consisting of 5 sub-districts, so there was an additional 1 sub-district which became a geographically shifting hotspot. Features of activity hubs centered on major population centers, such as hotels, boarding houses, salons, cafés, clubs, city parks, and malls in 2017; in 2022, other amenities like laundry will be included. Male Fellow (MSM), Female Sex Workers (FSW), and Transgender are the features of the major population hotspots since 2017, however in 2022 Natural Disasters (Earthquake, Liquefaction, and Tsunami) in 2018 did not suffer a shift. 
ANALISIS FORECASTING KASUS DIARE PADA WILAYAH RAWAN BANJIR DI KABUPATEN DONGGALA Larasati, Rahma Dwi; Nur, Rosmala; Marselina, Marselina; Syam, Sadly
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 2 (2025): APRIL: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i2.27735

Abstract

Peristiwa banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi dan merusak lingkungan. Intensitas dan frekuensi banjir meningkat dikarenakan perubahan iklim dan curah hujan serta naiknya permukaan laut. Banjir dapat menyebabkan masalah kesehatan, salah satu penyakit yang ditimbulkan pasca kejadian banjir yaitu Diare. Peramalan dengan model statistik bertujuan untuk memprediksi pola musiman di wilayah yang belum pernah dilakukan studi peramalan sebelumnya. Kebaruan penelitian ini karena meneliti tentang peramalan kasus diare pada wilayah rawan banjir. Tujuan penelitian yaitu untuk meramalkan atau memprediksi kasus diare pada tahun 2024 s/d 2025 di Wilayah Rawan Banjir di Kabupaten Donggala. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik peramalan time series menggunakan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh data jumlah kasus diare di Wilayah Rawan Banjir Kabupaten Donggala dalam kurun waktu antara 2022-2023. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah rawan banjir yaitu di UPTD (Unit Pelayanan Terpadu) Puskesmas Punggava Tompe Kabupaten Donggala. Penelitian akan dilaksanakan dari pada bulan April s/d bulan Mei 2024. Hasil penelitian menunjukkan model ARIMA terbaik yaitu (3,1,1) dengan nilai AIC sebesar 349.94 dan kasus diare yang mengalami flusktuasi setiap bulannya.  Kesimpulan yaitu hasil peramalan kasus diare di desa Tompe tahun 2024 mendatang berada dikisaran angka kurang dari 100 dan akan mengalami fluktuasi.
EDUKASI RISIKO PENULARAN HIV DAN AIDS PADA WARGA BINAAN RUTAN KELAS IIA KOTA PALU Arifin, Arwan; Syam, Sadli; Firmansyah; Rizki Ashari, Muhammad; Aji Satria, Muhhammad
JURNAL PENGABDIAN FARMASI DAN SAINS Vol. 1 No. 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpsf.2022.v1.i1.16092

Abstract

HIV and AIDS are global problems and one of the public health problems in Indonesia. Prisons are places with a high risk of transmission of HIV and AIDS. The capacity of the Palu City Class IIA Prison is 180 people, with various cases. HIV and AIDS services have developed in several jails, including the jail in Palu, where imprisoned persons easily access continued care and support after receiving counselling and support. The test is a routine program in partnership with the Palu City Health Office. Prevention activities such as Information & Education Communication on HIV and AIDS and Blood Tests for Inmates in the Prison in Palu City are routinely conducted. This activity aims to increase the inmates' knowledge, attitudes, and actions to implement a healthy lifestyle and minimize the risk of transmission of HIV and AIDS, TB and other viruses. The Inmates of Class IIA Prisons in Palu City are at high risk of HIV and AIDS transmission because many crimes conducted are related to HIV transmissions, such as drug abuse with injection and sexual harassment. Moreover, some inmates have high-risk sexual behavior with other inmates, men sex with men. It is also caused by the difficulty in accessing and communicating with prisoners This community service aims to increase prisoners' knowledge, attitudes, and actions on the risk of HIV and AIDS transmission, through health education. Health education becomes a solution to changing prisoners' behavior in HIV prevention, such as stopping using a drug and safe sexual behavior.
Penyuluhan Manajemen Bencana Gempa Bumi pada Guru Sekolah Dasar Inpres Binangga Kabupaten Sigi Syahrir, Muhammad Sabri; Syam, Sadli
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Dedikatif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v5i1.1489

Abstract

Kabupaten Sigi adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat sebagai daerah rawan gempa dikarenakan mempunyai aktivitas tektonik yang terbilang tertinggi di Indonesia, penyuluhan manajemen bencana merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan elemen sekolah terhadap potensi bencana di Indonesia, khususnya di Sekolah Dasar Inpres Binangga Kapupaten Sigi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan Manajemen Bencana pada Guru Sekolah Dasar Inpres Binangga, Kabupaten Sigi. Tahapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah kegiatan pengabdian ini akan diawali dengan melakukan pre-test, kemudian melakukan penyuluhan dan tahapan terakhir yaitu melakukan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan, setelah itu dilakukan post test, kemudian langkah terakhir yang dilakukan adalah perhitungan skor pre test dan post test, hasil penelitian ini didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan pada guru Sekolah Dasar Inpres Binangga sebanyak 80%. Adapun kesimpulan dalam pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan pada Guru Sekolah Dasar Inpres Binangga setelah dilakukan penyuluhan. Disarankan pada guru Sekolah Dasar Inpres Binangga untuk menerapkan pengetahuan manajemen bencana yang didapatkan setelah di berikan penyuluhan
Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli Syam, Sadli; Anggraeni, Putri Decha; Arwan, Arwan
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.477

Abstract

Masalah pendek (stunting) pada anak akan menghambat proses perkembangannya.Hal ini karena sekitar 70% pembentukan sel otak terjadi sejak janin berada di dalam kandungan sampai anak berumur 2 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap angka kejadian stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 12 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu mengenai stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih kurang , karena informan belum mampu memaparkan secara jelas apa itu stunting bahkan ada yang sama sekali tidak mengetahui mengenai stunting. Pemahaman ibu mengenai stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih kurang, dikarenakan mereka tiak mampu menjabarkan secara benar apa saja faktor-faktor penyebab stunting. Sedangkan untuk variabel pengaplikasian, ibu yang memiliki anak stunting diwilayah kerja Puskesmas Baolan mereka belum mampu mengapliksikan apa yang mereka ketahui kedalam kehidupan sehari-hari. Melihat apa yang terjadi dilapangan dan apa yang mereka ketahui sangat bertolak belakang. Saran dalam penelitian ini perlunya ada perhatian lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting dan memenuhi kebutuhan masyarakat mengikat akses untuk memenuhi kebutuhan hidup Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih sangat terbatas.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Pemanfaatan Prolanis Pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Wantah, firmansyah; Ashari, Muhammad Rizki; Arwan, Arwan; Syam, Sadli; Vidyanto, Vidyanto; Li, Priska Veina
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 4 (2022): Volume 13 No. 4 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i4.569

Abstract

Indonesia mengalami kenaikan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia salah satunya penyakit Diabetes Melitus (DM). Prevalensi penderita DM di Indonesia menempati urutan ke 7 dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,7 juta jiwa. Laporan tahunan PTM Dinas Kesehatan Kota Palu menunjukkan dari 13 Puskesmas yang ada di Kota Palu jumlah kasus DM di Puskesmas Kamonji berada di angka tertinggi pada tahun 2020. Jumlah cakupan peserta di Puskesmas Kamonji pada tahun 2020 yang aktif mengikuti Prolanis hanya 5% dari 75% indikator yang harus dicapai. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu strategi preventif dan promotif dari BPJS Kesehatan yang dilakukan untuk menurunkan atau mencegah komplikasi penyakit kronis (hipertensi dan DM tipe 2) yang diderita oleh peserta sekaligus meminimalisir pembiayaan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan persepsi kebutuhan pelayanan kesehatan dengan pemanfaatan Prolanis pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Jumlah sampel 96 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan (p=0,045), sikap (p=0,037), persepsi kebutuhan pelayanan kesehatan (p=0,003), dan tidak ada hubungan dukungan petugas kesehatan (p=0,862) dengan pemanfaatan Prolanis. Diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk melakukan sosialisasi melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) tidak hanya kepada penderita hipertensi dan DM melainkan pendekatan kepada keluarga penderita agar secara aktif memanfaatkan pelayanan Prolanis
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Safety Riding Siswa Kelas XII SMA Negeri 4 Palu Syam, Sadli
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 3 (2024): VOLUME 15 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i3.1651

Abstract

Berdasarkan data SatLantas Polresta Palu tahun 2023 tercatat Kecamatan Palu Barat memiliki proporsi kasus kecelakaan sebesar 25% dari total kecelakaan lalu lintas di Kota Palu sebanyak 826 kasus dan tercatat sebanyak 9 kasus meninggal dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dengan perilaku safety riding terhadap siswa SMA Negeri 4 Palu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, penelitian ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 4 Palu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas XII SMAN 4 Kota Palu yang berjumlah 400 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini di tentukan dengan cara sampling acak berstrata (Proportioned Stratified Random Sampling) dengan total sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian menunjukan pengetahuan p value = 0,599 bermakna tidak ada hubungan dengan safety riding, pengaruh teman sebaya p value = 0,019 bermakna ada hubungan dengan safety riding, sarana berkendara p value = 0,047 bermakna ada hubungan dengan safety riding, variabel yang paling berpengaruh adalah sarana berkendara dengan exp (B) = 4,914. Kesimpulan dalam penelitian ini variabel pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku safety riding sedangkan variabel pengaruh teman sebaya dan sarana berkendara memiliki pengaruh terhadap perilaku safety riding. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan dengan hasil penelitian untuk menjadi acuan jalin kerjasama yang lebih intens dengan Dinas Perhubungan maupun Satuan Lalu Lintas.
Factors Related to Occupational Stress Among Nurses in the Inpatient Unit of Madani Mamboro Regional General Hospital, Palu City Syam, Sadli
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 2 (2025): VOLUME 16 NO.2 TAHUN 2025
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v16i2.2220

Abstract

Work stress is a common issue faced by healthcare workers, particularly nurses. It arises when there is an imbalance between an individual’s capabilities and the demands of the work environment; the greater this mismatch, the higher the level of stress experienced. Various factors have been identified as contributors to work stress, including workload, work shifts, lighting conditions, and age. This study aimed to examine the relationship between workload, work shifts, lighting intensity, and age with work stress among psychiatric nurses at RSUD Madani in Central Sulawesi Province. A quantitative analytic method with a cross-sectional design was employed. The study involved total sampling, with 54 nurses participating as respondents. Data were collected using structured questionnaires based on Likert and Guttman scales. The results indicated significant associations between workload (p = 0.001) and work shifts (p = 0.019) with work stress. However, no significant relationships were found between lighting intensity (p = 0.791) or age (p = 0.181) and work stress. These findings suggest that workload and shift schedules are key factors influencing work stress among nurses in inpatient units. Therefore, it is recommended that RSUD Madani’s management adjust nurses’ workloads and improve shift scheduling in order to reduce work stress effectively.
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Orang Tua Tentang Pendidikan Seksual Anak Usia Dini di Paud Terpadu Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Palu. Vanesa; Sitti Radhiah; Nurhaya S. Patui; Sadli Syam
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/ijihs.v1i1.11

Abstract

Salah satu upaya mencegah terjadinya kekerasan seksual anak adalah melalui pendidikan seksualitas, namun hal ini masih sering dianggap tabu. Di Dunia sebanyak 12% anak dibawa umur telah mengalami kekerasan . Tahun 2023 terdapat 37 kasus di Kota Palu. Tujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku orang tua mengenai pendidikan seks usia dini di Paud Terpadu Aisyiyah Busthanul Athfal 1 Palu. Jenis penelitian adalah kuantitatif secara cross sectional. Sampel sebanyak 90 responden dari 115 populasi, menggunakan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisis data menggunakan chi-square 95%. Hasil uji didapatkan bahwa terdapat hubungan antara variabel sikap (p-value=0,000), pengetahuan 0,004 paparan media 0,000 dengan perilaku orang tua tentang pendidikan seksualitas, dan tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua 1,000 dengan perilaku orang tua tentang pendidikan seks dini. Diharapkan pihak sekolah dapat menunjanghal tersebut seperti membuat kelas parenting bagi wali murid serta dapat membangun kerjasama dengan pihak terkait.