Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Manajemen Bencana Gempa Bumi pada Guru Sekolah Dasar Inpres Binangga Kabupaten Sigi Syahrir, Muhammad Sabri; Syam, Sadli
Jurnal Dedikatif Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Dedikatif: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/dedikatifkesmas.v5i1.1489

Abstract

Kabupaten Sigi adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah tercatat sebagai daerah rawan gempa dikarenakan mempunyai aktivitas tektonik yang terbilang tertinggi di Indonesia, penyuluhan manajemen bencana merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan elemen sekolah terhadap potensi bencana di Indonesia, khususnya di Sekolah Dasar Inpres Binangga Kapupaten Sigi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait dengan Manajemen Bencana pada Guru Sekolah Dasar Inpres Binangga, Kabupaten Sigi. Tahapan pelaksanaan kegiatan penyuluhan adalah kegiatan pengabdian ini akan diawali dengan melakukan pre-test, kemudian melakukan penyuluhan dan tahapan terakhir yaitu melakukan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan, setelah itu dilakukan post test, kemudian langkah terakhir yang dilakukan adalah perhitungan skor pre test dan post test, hasil penelitian ini didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan pada guru Sekolah Dasar Inpres Binangga sebanyak 80%. Adapun kesimpulan dalam pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan pada Guru Sekolah Dasar Inpres Binangga setelah dilakukan penyuluhan. Disarankan pada guru Sekolah Dasar Inpres Binangga untuk menerapkan pengetahuan manajemen bencana yang didapatkan setelah di berikan penyuluhan
Gambaran Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting Diwilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli Syam, Sadli; Anggraeni, Putri Decha; Arwan, Arwan
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Volume 13 No.1 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i1.477

Abstract

Masalah pendek (stunting) pada anak akan menghambat proses perkembangannya.Hal ini karena sekitar 70% pembentukan sel otak terjadi sejak janin berada di dalam kandungan sampai anak berumur 2 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu terhadap angka kejadian stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan Kabupaten Tolitoli. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian sebanyak 12 informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu mengenai stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih kurang , karena informan belum mampu memaparkan secara jelas apa itu stunting bahkan ada yang sama sekali tidak mengetahui mengenai stunting. Pemahaman ibu mengenai stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih kurang, dikarenakan mereka tiak mampu menjabarkan secara benar apa saja faktor-faktor penyebab stunting. Sedangkan untuk variabel pengaplikasian, ibu yang memiliki anak stunting diwilayah kerja Puskesmas Baolan mereka belum mampu mengapliksikan apa yang mereka ketahui kedalam kehidupan sehari-hari. Melihat apa yang terjadi dilapangan dan apa yang mereka ketahui sangat bertolak belakang. Saran dalam penelitian ini perlunya ada perhatian lintas sektor untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai stunting dan memenuhi kebutuhan masyarakat mengikat akses untuk memenuhi kebutuhan hidup Di Wilayah Kerja Puskesmas Baolan masih sangat terbatas.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Pemanfaatan Prolanis Pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu Wantah, firmansyah; Ashari, Muhammad Rizki; Arwan, Arwan; Syam, Sadli; Vidyanto, Vidyanto; Li, Priska Veina
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 4 (2022): Volume 13 No. 4 (2022)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v13i4.569

Abstract

Indonesia mengalami kenaikan prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia salah satunya penyakit Diabetes Melitus (DM). Prevalensi penderita DM di Indonesia menempati urutan ke 7 dunia dengan jumlah penderita sebanyak 10,7 juta jiwa. Laporan tahunan PTM Dinas Kesehatan Kota Palu menunjukkan dari 13 Puskesmas yang ada di Kota Palu jumlah kasus DM di Puskesmas Kamonji berada di angka tertinggi pada tahun 2020. Jumlah cakupan peserta di Puskesmas Kamonji pada tahun 2020 yang aktif mengikuti Prolanis hanya 5% dari 75% indikator yang harus dicapai. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan salah satu strategi preventif dan promotif dari BPJS Kesehatan yang dilakukan untuk menurunkan atau mencegah komplikasi penyakit kronis (hipertensi dan DM tipe 2) yang diderita oleh peserta sekaligus meminimalisir pembiayaan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan persepsi kebutuhan pelayanan kesehatan dengan pemanfaatan Prolanis pada pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kota Palu. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Jumlah sampel 96 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan (p=0,045), sikap (p=0,037), persepsi kebutuhan pelayanan kesehatan (p=0,003), dan tidak ada hubungan dukungan petugas kesehatan (p=0,862) dengan pemanfaatan Prolanis. Diharapkan kepada pihak Puskesmas untuk melakukan sosialisasi melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) tidak hanya kepada penderita hipertensi dan DM melainkan pendekatan kepada keluarga penderita agar secara aktif memanfaatkan pelayanan Prolanis
Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Safety Riding Siswa Kelas XII SMA Negeri 4 Palu Syam, Sadli
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 15 No. 3 (2024): VOLUME 15 NO.3 TAHUN 2024
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v15i3.1651

Abstract

Berdasarkan data SatLantas Polresta Palu tahun 2023 tercatat Kecamatan Palu Barat memiliki proporsi kasus kecelakaan sebesar 25% dari total kecelakaan lalu lintas di Kota Palu sebanyak 826 kasus dan tercatat sebanyak 9 kasus meninggal dunia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berpengaruh dengan perilaku safety riding terhadap siswa SMA Negeri 4 Palu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional, penelitian ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 4 Palu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas XII SMAN 4 Kota Palu yang berjumlah 400 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini di tentukan dengan cara sampling acak berstrata (Proportioned Stratified Random Sampling) dengan total sampel sebanyak 100 responden. Pengambilan data menggunakan kuisioner. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian menunjukan pengetahuan p value = 0,599 bermakna tidak ada hubungan dengan safety riding, pengaruh teman sebaya p value = 0,019 bermakna ada hubungan dengan safety riding, sarana berkendara p value = 0,047 bermakna ada hubungan dengan safety riding, variabel yang paling berpengaruh adalah sarana berkendara dengan exp (B) = 4,914. Kesimpulan dalam penelitian ini variabel pengetahuan tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku safety riding sedangkan variabel pengaruh teman sebaya dan sarana berkendara memiliki pengaruh terhadap perilaku safety riding. Adapun saran dalam penelitian ini diharapkan dengan hasil penelitian untuk menjadi acuan jalin kerjasama yang lebih intens dengan Dinas Perhubungan maupun Satuan Lalu Lintas.
Factors Related to Occupational Stress Among Nurses in the Inpatient Unit of Madani Mamboro Regional General Hospital, Palu City Syam, Sadli
Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 16 No. 2 (2025): VOLUME 16 NO.2 TAHUN 2025
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/preventif.v16i2.2220

Abstract

Work stress is a common issue faced by healthcare workers, particularly nurses. It arises when there is an imbalance between an individual’s capabilities and the demands of the work environment; the greater this mismatch, the higher the level of stress experienced. Various factors have been identified as contributors to work stress, including workload, work shifts, lighting conditions, and age. This study aimed to examine the relationship between workload, work shifts, lighting intensity, and age with work stress among psychiatric nurses at RSUD Madani in Central Sulawesi Province. A quantitative analytic method with a cross-sectional design was employed. The study involved total sampling, with 54 nurses participating as respondents. Data were collected using structured questionnaires based on Likert and Guttman scales. The results indicated significant associations between workload (p = 0.001) and work shifts (p = 0.019) with work stress. However, no significant relationships were found between lighting intensity (p = 0.791) or age (p = 0.181) and work stress. These findings suggest that workload and shift schedules are key factors influencing work stress among nurses in inpatient units. Therefore, it is recommended that RSUD Madani’s management adjust nurses’ workloads and improve shift scheduling in order to reduce work stress effectively.