Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Kader dalam Gerakan 3M sebagai Upaya Memutus Rantai Penularan Covid-19 Marni Br Karo; Ernauli Meliyana; Lina Indrawati
SENADA : Semangat Nasional Dalam Mengabdi Vol. 2 No. 1 (2021): SENADA: Semangat Nasional Dalam Mengabdi
Publisher : Politeknik Bina Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56881/senada.v2i1.86

Abstract

Adaptasi kebiasaan baru diera pandemi Covid-19 sangat merubah perilaku masyarakat baik di seluruh negara berkembang termasuk Indonesia. Perubahan ini mempengaruhi kebiasaan masyarakat sehingga harus mulai bisa beradaptasi dan hidup berdampingan dengan Covid-19. Hal ini mendorong pemerintah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tetap bisa beraktivitas sebagaimana kondisi sebelum adanya Covid-19 dengan tetap melakukan kesiap-siagaan terhadap potensi penularan Covid-19. Hal tersebut mendorong perlunya dilakukan upaya promotif dan preventif dalam penerapan 3M sebagai upaya memutus rantai penularan Covid-19 di masyarakt. Pendampingan untuk gerakan 3M dapat dilakukan melalui pemberdayaan kader, karena kader merupakan tenaga sukarela yang dekat dan tinggal di masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melakukan pemberdayaan kader untuk penerapan gerakan 3M dimasyarakat sebagai upaya dalam memutus rantai penularan Covid-19. Metode yang digunakan adalah melakukan pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan tetang pencegahan penularan Covid-19 dan demostrasi gerakan 3M kepada kader kesehatan dengan jumlah peserta 12 orang dan diakhiri dengan tahap diskusi. Tim dosen yang melakukan pengabdian mengharapkan partisipasi kader untuk pendampingan kepada masyarakat khusunya warga kelurahan Tanah Tinggi dalam penerapan gerakan 3M sebagai langkah pencegahan penularan Covid-19 dimasa era adaptasi kebiasaan baru. Diharapkan kontribusi ini dapat menambah pengetahuan masyarakat dalam memutus rantai penularan Covid-19 serta berperan aktif dalam penerapannya sehari-hari.
THE EFFECTIVENESS OF CONSUMING MORINGA LEAF PUDDING TO PREVENT STUNTING AMONG CHILDREN AT PAUD ADELWEIS IN WEST CIKARANG, BEKASI DISTRICT IN 2023 Fitri Aini Sujadalillah; Marni BR Karo
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 13, No 01 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v13i01.5513

Abstract

Stunting is a global health problem affecting 165 million children around the world. The prevalence of stunting in Indonesia reached 21.6% in 2021. Four children were identified as stunted (12.1%), and 29 were normal (87.9%) in PAUD Adelwais in March-April 2023. Moringa leaves are one intervention that can be used to prevent stunting. Moringa oleifera (Moringa plant) is a widely and easily cultivated plant in Indonesia with the potential to be an ergonomic, cheap, and nutritious supplemental food. Many communities have widely used Moringa plants. The research aimed to determine the efficacy of Moringa leaf pudding in preventing child stunting. A quasi-experimental one-group pre-test and post-test approach was used as the research design. A total sample of 33 children were selected as respondents to the survey. The research results show that the consumption of Moringa leaf pudding effectively increases the height and weight of the children significantly, with a p-value of 0.000 ( 0.05). However, there was no statistically significant change in the body mass index with a p-value of 0.310 ( 0.05). There is a decrease in the prevalence of stunting in the PAUD Adelwais children, which decreased to 2 children (6.1%). Conclusion: Pudding with Moringa leaves is an effective intervention for preventing stunting in children.
The Relationship Between The Role of Husband's Accompaniment To The Success of Exclusive Breastfeeding in Children Aged 6-23 Months Tiara Wuri Handayani; Puri Kresna Wati; Marni Br Karo
JURNAL KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i2.10117

Abstract

Slow growth and death experienced by infants are caused by breastfeeding problems. Exclusive breastfeeding is an important factor in preventing infectious diseases, malnutrition, and infant mortality. Breast milk is a liquid that is removed directly from the mother's breast for the baby. Breast milk contains the nutrients and fluids that babies need in their first 6 months. The husband plays a role in the success of exclusive breastfeeding, namely as a breastfeeding father. The role of the husband in the process of exclusive breastfeeding makes it easy for the mother because the husband can create peace and comfort when the mother breastfeeds her baby. This study aims to determine whether there is a relationship between the role of the husband's assistance and the success of exclusive breastfeeding in children aged 6-23 months at the Sriamur Health Center in 2023. The research method used is analytic observational with a cross-sectional approach. The population of this study were fathers who had children aged 6-23 months at the Sriamur Health Center. This research has gone through an ethical review process. A sampling of this study used an accidental sampling technique with a total sample of 191 respondents. The data analysis used is SPSS with the Chi-Square test. The results of this study found that 131 respondents (68.58%) gave exclusive breastfeeding and received a positive husband's mentoring role. Conclusion: The results of the statistical test showed a p-value = 0.001 0.05, which means there is a relationship between the husband's accompanying role on the success of exclusive breastfeeding.
The Effect of Storyline Therapy on The Development Language in 3 Years Age Children Erni Agit Ekawati; Ema Alasiry; Marni Br Karo; Andi Nilawati Usman; Titus Tambaip
JURNAL KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jkb.v13i2.8907

Abstract

Delays or disorders in children's speech and language in Indonesia are increasingly common, parents must be aware of their child's speech development, remembering that if these delays are not treated early, they will result in intelligence and behavioral disorders. The aim of this research is to determine the effect of storytelling therapy on language development in 3-year-old children at Posyandu Arumsari III Puskesmas Mranggen I. This type of research is a quantitative, quasi-experimental design type One Group Pretest Posttest design. The population of this study was all children under 3 years old at the Posyandu Arumsari III, Desa Kembangarum, Puskesmas Manggen 1, Kabupaten Demak, with a total of 26 children. The sample is determined by Federer's formula of 18 respondents. The sampling technique in this research is purposive sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis using Wilcoxon. Language development in children 3 years before storytelling therapy had an average of 29.2, with a median 29, after storytelling therapy had an average of 30.67, median 31. There was an effect of storytelling therapy on language development in children aged 3 years, obtained Pvalue 0.002 0.05. There is an effect of storytelling therapy on language development in children aged 3 years. The results of this study are expected that mothers can do storytelling therapy at least 3 times a week to stimulate children's language development.
Mewujudkan Generasi Emas dengan Optimalisasi Bounding Attachment Melalui Pijat Bayi oleh Ibu & Kader Posyandu di Kelurahan Sepanjang Jaya Kecamatan Rawalumbu, Bekasi Wiwit Desi Intarti; Evi Nur Akhiriyanti; Lenny Irmawaty; Puri Kresna Wati; Farida Simanjutak; Renince Siregar; Hainun Nisa; Tetty Rina Aritonang; Marni Br. Karo; Riyen Sari Manullang; Friska Junita; Rupdi Lumban Siantar; Dewi Rostianingsih; Maslan Pangaribuan; Siti Munawaroh
Health Care : Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v1i1.2

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan hal yang sangat penting dan salah satu aspek yang harus diperhatikan secara serius sejak usia dini. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan di samping nutrisi yang diberikan oleh ibu dan salah satu cara lain perlu adanya rangsangan stimulus pijat bayi. Metode kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan cara melakukan pendidikan kesehatan dan praktik mengajarkan pijat bayi untuk optimalisasi bounding attachment ibu dan bayi serta ketrampilan seputar pijat bayi dan memberikan edukasi mengenai manfaat pijat bayi. Bertempat di Kelurahan Sepanjang Jaya Kecamatan Rawalumbu dan waktu pelaksanaan bulan Desember 2022. Hasil kegiatan terjadi peningkatan Pengetahuan Ibu sebelum dan sesudah Pendidikan Kesehatan dan Mempraktikan Pijat Bayi Optimalisasi Bounding Attachment. Pengetahuan definisi, tujuan dan manfaat pijat bayi hasil pretest sebanyak 60% peserta menyatakan jawaban benar, hasil posttest sebanyak 100% peserta menyatakan benar. Pengetahuan tentang indikasi dan kontraindikasi pijat hasil pretest sebanyak 36,7% peserta menyatakan jawaban benar, hasil posttest sebanyak 96,5% peserta menyatakan benar. Pengetahuan persiapan yang dilakukan pijat bayi hasil pretest sebanyak 53,3% peserta menyatakan jawaban benar, kemudian hasil postest sebanyak 97% peserta menyatakan benar. Pengetahuan prosedur dan tata cara pijat bayi hasil 33,3% peserta menyatakan jawaban benar, kemudian hasil posttest 100% peserta menyatakan benar. Pijat bayi sebagai aplikasi stimulasi sentuhan, karena dalam pijat bayi terdapat unsur sentuhan berupa kasih sayang, perhatian, suara atau bicara, pandangan mata, gerakan, dan pijatan.
Kombinasi Aromaterapi Jahe dan Akupresur Titik P6 dalam Mengurangi Emesis Gravidarum Melati Dwi Putri; Rupdi Lumban Siantar; Tetty Rina Aritonang; Farida Simanjuntak; Maslan Pangaribuan; Marni Br Karo
Health Care : Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v1i1.4

Abstract

Selama kehamilan, mual di pagi hari merupakan gejala umum yang dialami banyak ibu. Gejala ini biasanya muncul pada trimester pertama kehamilan dan bisa terjadi kapan saja, meski seringnya terjadi di pagi hari. Upaya pencegahan dengan menggunakan pengobatan tradisional atau menggunakan terapi komplementer seperti aromaterapi jahe dan akupresur P6. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat aromaterapi jahe dan akupresure P6. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode penyampaian materi menggunakan powerpoint dan pembagian leaflet pada sasaran penyuluhan dan diikuti dengan sesi tanya jawab serta melakukan demonstrasi pemberian aromaterapi jahe dan pemijatan akupresur pada titik P6. Hasil uji pearson menunjukan hasil nilai P > 0,05 berdasarkan hasil analisis antara pengetahuan dan sikap tidak ada hubungan terhadap emesis gravidarum. Disarankan untuk dilakukan promosi kesehatan secara berkelanjutan oleh para kader setempat sehingga semakin banyak warga yang memahami tentang emesis gravidarum dan berupaya untuk melakukan pencegahan hiperemesis gravidarum.
Menjadi Wanita yang Berkualitas, Sehat Organ Reproduksi dengan Memanfaatkan Metode Komplementer di Puskesmas Karang Mulya Kabupaten Bekasi Pangaribuan, Maslan; Br Karo, Marni; Hainun Nisa; Wiwit Desi Intarti; Lenny Irmawaty Sirait; Farida Simanjuntak; Riyen Sari Manullang; Dewi Rostianingsih; Renince Siregar; Tetty Rina Aritonang; Puri Kresnawati; Rupdi Lumban Siantar; Friska Junita
Health Care : Journal of Community Service Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/healthcare.v1i1.6

Abstract

Menjaga kesehatan organ reproduksi merupakan hal yang penting karena terkait dengan bagaimana kita menjamin keberlangsungan hidup manusia dari generasi ke generasi. Masalah kesehatan reproduksi perlu mendapat sosialisasi yang luas agar para calon ibu mengetahui persoalan reproduksi yang akan dialaminya serta mendapatkan jalan keluar dari persoalan tersebut. Salah satu masalah kesehatan yang menjadi fokus pemerintah dalam penanggulangan anemia pada remaja putri. Anemia pada masa remaja bisa berakibat hingga masa kehamilan, yang menyebabkan ibu hamil mengalami banyak keluhan selama masa kehamilan seperti timbulnya keluhan ketidaknyamanan. Salah satu latihan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil untuk mengurangi rasa kurang nyaman pada tubuh adalah prenatal yoga. Hasil penelitian ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan hasil analisa dengan menggunakan paired sample t-test dalam hasil P value (0,000) < alpha (0,05). Dapat disimpulkan ada pengaruh setelah dilakukan pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan masyarakat tentang prenatal yoga.
Hubungan Promosi Susu Formula dan Dukungan Suami terhadap Pemberian Asi Ekslusif pada Ibu Menyusui Fitri Fatirotul Fauziah; Rupdi L. Siantar; Marni Br Karo
Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat) Vol 2 No 2 (2023): Jurnal Pustaka Medika (Pusat Akses Kajian Medis dan Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamedika.v2i2.574

Abstract

Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, cakupan pemberian ASI eksklusif pada bayi terus menurun dan sangat jauh dari target yang diharapkan oleh pemerintah yakni 80% bayi harus mendapat ASI Eksklusif. Tahun 2019 cakupan ASI eksklusif hanya mencapai 74,65%, tahun 2020 cakupan menurun menjadi 73,26% dan tahun 2021 terus menurun menjadi 66,9%. Untuk mengetahui Hubungan Promosi Susu Formula Dan Dukungan Suami Terhadap Pemberian Asi Ekslusif Pada Ibu Menyusui Yang Memiliki Bayi Usia 7-24 Bulan Di Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun 2023. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 75 responden. Gambaran Hubungan Promosi Susu Formula Dan Dukungan Suami Terhadap Pemberian Asi Ekslusif Pada Ibu Menyusui Yang Memiliki Bayi Usia 7-24 Bulan Di Puskesmas Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun 2023. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa dari 75 responden Yang ada promosi susu formula sebanyak 71 orang (94,7%) dan yang tidak ada sebanyak 4 orang (5,3%). Yang suaminya mendukung sebanyak 66 orang (88%) sedangkan yang suaminya tidak mendukung sebanyak 9 orang (12%) yang melakukan pemberian ASI eksklusuf dengan baik sebanyak 59 orang (78,7%) sedangkan yang tidak baik sebanyak 16 orang (21,3%). Terdapat hubungan dukungan suami dengan Pemberian ASI Eksklusif. Dengan hasil uji statistik diperoleh p-value (0,018) < ? (0,05), Terdapat hubungan dukungan suami dengan Pemberian ASI Eksklusif. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh p-value (0,018) < ? (0,05).
PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN DENGAN MENGKONSUMSI PUDING DAUN KELOR SEBAGAI INTERVENSI PENCEGAHAN STUNTING PADA REMAJA PUTRI Br Karo, Marni; Simanjuntak, Farida M
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2025): Januari - juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v4i1.1691

Abstract

Stunting merujuk pada kondisi tinggi anak Remaja putri yang anemia berisiko menjadi wanita usia subur anemia, kemudian menjadi ibu anemia yang dapat mengalami kekurangan energi kronik selama kehamilan. Daun kelor (moringa oleifera) mengandung zat besi (Fe) yang tinggi. Daun kelor memiliki kandungan zat besi paling tinggi yaitu 5,49 mg/100 g dibandingkan kangkung 3,2 mg/100 g. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian yaitu randomized pretest-posttest control group design. Subjek yang dipilih dalam penelitian ini adalah santri pondok pesantren yang berusia 16-19 tahun. Jumlah sampel sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji sample tset. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji t diperoleh nilai p sebesar 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh pemberian bubur daun kelor terhadap peningkatan hemoglobin (Hb) pada remaja putri anemia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian bubur daun kelor terhadap peningkatan hemoglobin (Hb) pada wanita muda anemia.
HUBUNGAN IMT (INDEKS MASA TUBUH) DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA Br Karo, Marni; Fadiyah, Nour; Pangaribuan, Maslan
Jurnal Stunting Pesisir dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2025): Januari - juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jspa.v4i1.1698

Abstract

Menstruasi merupakan proses alamiah yang terjadi pada perempuan. Menstruasi merupakan perdarahan teratur dari uterus sebagai tanda bahwa alat kandungan telah berfungsi, Gangguan menstruasi adalah perdarahan menstruasi yang tidak normal dalam hal: Panjang siklus haid, lama haid, dan jumlah darah haid yang keluar. Faktor-faktor yang mempengaruhi gangguan siklus menstruasi terdiri dari factor makanan sembarangan seperti junk food, faktor usia, IMT (Indeks Masa Tubuh), dan factor hormone. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa, dinyatakan sebagai berat badan (dalam kilogram) dibagi dengan kwadrat tinggi badan (dalam ukuran meter) (Arisman, 2019). Kategori ambang IMT untuk Indonesia terdiri dari berat badan kurang <18.5, normal 18,5-25,0, berat badan lebih 25,1-29,9, dan obesitas >30. Indeks massa tubuh yang berada diatas ataupun dibawah batas normal dihubungkan dengan siklus menstruasi yang tidak teratur (Supariasa, 2018). IMT sangat berdampak terhadap pengaturan dan pelepasan gonadotropin serum, dan diperkirakan bahwa 22% berat badan perempuan harus tersusun atas lemak untuk menjamin lancarnya siklus ovulasi. Status gizi gemuk dan kurus mempengaruhi persentase lemak tubuh seseorang, dimana jika status gizi gemuk akan memiliki banyak lemak maka estrogen yang diproduksi akan lebih banyak. Sedangkan status gizi kurus akan memiliki lemak sedikit dan mengakibatkan lemak yang akan diubah menjadi estrogen juga sedikit. Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap umpan balik ke hipotalamus sehingga menggangu siklus menstruasi.