Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SELF REGULATED LEARNING DAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA DI SEKOLAH X Leo Delviano; Randwitya Ayu Ganis Hemasti; Puspa Rahayu Utami Rahman
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 2 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v3i2.863

Abstract

Persoalan klasik yang hingga kini masih dan juga sering terjadi dalam dunia pendidikan termasuk pada strata pendidikan menengah adalah sering terjadinya prokrastinasi akademik. Prokrastinasi adalah fenomena kebiasaan penundaan yang dilakukan tidak bertujuan dan proses penghindaran tugas yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Rendahnya self-regulated learning pada siswa merupakan salah satu faktor terjadi siswa berperilaku prokrastinasi. Tidak hanya selfregulated learning ternyata prokrastinasi dapat terjadi karena adanya konformitas temen sebaya yang negatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-regulated learning dan konformitas teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA di sekolah X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik quota sampling dan menggunakan taraf kesalahan 5% dari rumus isac dan michael sehingga di 210 populasi siswa menjadi 136 siswa. Hasil penelitian menunjukan nilai signifikansi dari variabel self-regulated learning sebesar 0,000 > 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh self-regulated learning dan konformitas teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA di sekolah X. Besaran pengaruh self-regulated learning dan konformitas teman sebaya terhadap prokrastinasi akademik pada siswa SMA di sekolah X sebesar 65,6%. The classic problem that is still and often occurs in the world of education, including the secondary education strata is the frequent occurrence of academic procrastination. Procrastination is a habitual phenomenon of procrastination that is carried out without purpose and the process of avoiding tasks that don't really need to be done. Low self-regulated learning in students is one of the factors in which students behave in procrastination. Not only self-regulated learning, it turns out that procrastination can occur because of negative peer conformity. The purpose of this study was to determine the effect of self-regulated learning and peer conformity on academic procrastination in high school students in school X. This study used a quantitative approach with a causal research design. The sampling method used is non-probability sampling with quota sampling technique and uses an error rate of 5% from the isac and michael formulas so that the 210 student’s population becomes 136 students. The results showed that the significance value of the self-regulated learning variable was 0.000 > 0.05, then Ha was accepted and H0 was rejected, meaning that there was an effect of self-regulated learning and peer conformity on academic procrastination in high school students in school X. The magnitude of the effect of self-regulated learning and peer conformity to academic procrastination in high school students at school X is 65.6%.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Pengasuhan pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie; Tourniawan, Irwan; Ramadan, Regi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.771

Abstract

Pengasuhan anak bukan tugas yang mudah untuk dilakukan sehingga dapat menimbulkan stres. Stres pengasuhan adalah situasi penuh tekanan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pengasuhan anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak terlebih anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak tiga ratus tiga puluh empat responden. Teknik pengumpulan data menggunakan empat skala yaitu Parental Stress Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, General Self-Efficacy Scale, The Connor-Davidson Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.
GAMBARAN PARENTAL STRESS PADA IBU DI KABUPATEN KARAWANG Dinda Aisha; Puspa Rahayu Utami Rahman; Eka Mardia; Kurnia Pratiwi
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 8 No 2 (2023): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v8i2.6118

Abstract

Dewasa ini, kekerasan pada anak semakin marak dan salah satu pelakunya orang terdekat, salah satunya adalah orang tua. Bentuk kekerasan dapat berupa kekerasan fisik, verbal, bahkan kekerasan psikologis. Kekerasan pada anak berdampak negatif bagi perkembangan anak serta bersifat jangka panjang. Dampak kekerasan pada anak antara lain anak menjadi tidak optimal, menurunkan prestasi di sekolah, tidak percaya diri, memiliki konsep diri yang buruk bahkan dapat menghambat dirinya untuk berkembang. Salah satu faktor yang memengaruhi orang tua khususnya ibu dalam melakukan kekerasan adalah karena tingginya tingkat parental stress. Parental stress diartikan sebagai suatu kondisi ketidaknyamanan atau kesulitan dalam menjalani peran sebagai orang tua. Biasanya kesulitan ini diakibatkan ketidakmampuan seorang ibu dalam menjalankan perannya sebagai orang tua karena tuntutan yang tinggi dari anak. Dampak yang diakibatkan dari terjadinya parental stress adalah orang tua dengan tingkat parental stress yang tinggi akan menunjukkan perilaku pengasuhan yang buruk, menggunakan disiplin yang kasar, menghukum secara fisik, kurang terlibat dalam pengasuhan anak dan memandang perannya sebagai orang tua dengan cara yang negatif. Sehingga akan berdampak pada perkembangan anak. Dengan fenomena dan penjelasan di atas, peneliti tertarik untuk meneliti gambaran parental stress pada ibu khususnya di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa skala Parental Stress yang dikembangkan oleh Berry & Jones (1995). Hasil dari penelitian ini adalah 80% dari total responden memiliki tingkat parental stresskategori rendah dan 20% sisanya memiliki tingkat parental stress dengan kategori sedang. Tidak ada responden memiliki tingkat parental stress dengan kategori tinggi. Jika ditinjau dari status pekerjaan, ibu yang bekerja memiliki kecenderungan memiliki tingkat parental stress yang lebih tinggi dibandingkan ibu tidak bekerja Nowadays, child abuse is increasingly widespread and one of the perpetrators is the closest person, one of whom is their parent. Forms of violence can be in the form of physical violence, verbal, and even psychological violence. Child abuse has a negative impact on children's development and has long term effect. The impact of child abuse includes children not being optimal, lowering achievement in school, lack of self-confidence, having poor self-concept that may hinder them from optimum development. One of the factors that influence parents, especially mothers, to commit abuse is the high level of parental stress. Parental stress is defined as a condition of discomfort or difficulty in carrying out the role of parent. Usuallythis difficulty is caused by the inability of a mother to carry out her role as a parent because of high demands and expectation. The impact that results from parental stress is that parents with high levels of parental stress will show bad parenting behavior, use harsh discipline, physically punish, be less involved in parenting and view their role as parents in a negative way. With the phenomena and explanations above, researchers interested to know more about parental stress on mothers, especially in Karawang Regency. This study used a descriptive quantitative method with data collection techniques in the form of the Parental Stress scale developed by Berry & Jones (1995). The results of this study were 80% of the total respondents had a low level of parental stress and the remaining 20% had a moderate level of parental stress. None of the respondents had a high level of parental stress. Working mothers tend to have higher levels of parental stress than non-working mothers.
PENGARUH HARGA DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN ADIKSI INTERNET PADA SISWA DI SMK NEGERI 1 KARAWANG Syifa Nabilla; Nita Rohayati; Puspa Rahayu Utami Rahman
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 3 No. 3 (2023): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v3i3.1044

Abstract

Adiksi internet merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat mengontrol dirinya untuk terus mengakses internet. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan adiksi internet, yaitu harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh harga diri terhadap kecenderungan adiksi internet pada siswa. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan convenience technique sampling. Sebanyak 292 siswa yang menjadi subjek penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji regresi sederhana. Hasil penelitian nilai signifikan sebesar 0.000 atau p < 0.05, maka H0 ditolak dan Ha diterima artinya terdapat pengaruh harga diri terhadap kecenderungan adiksi internet pada siswa SMK Negeri 1 Karawang. Besaran pengaruh harga diri terhadap kecenderungan adiksi internet pada siswa SMK Negeri 1 Karawang adalah 8% sisanya dipengaruhi oleh variabel lainnya yang belum diteliti. Internet addiction is a condition where a person cannot control himself to continue accessing the internet. One of the factors that influence the tendency of internet addiction, namely self-esteem. This study aims to determine the effect of self-esteem on the tendency of internet addiction in students. The sampling method used is non-probability sampling with convenience technique sampling. A total of 292 students were the subject of the study. The data analysis technique used is a simple regression test. The results of the study show a significant value of 0.000 or p <0.05, then H0 is rejected and Ha is accepted, meaning that there is an influence of self-esteem on the tendency of internet addiction in students at SMK Negeri 1 Karawang. The magnitude of the influence of self-esteem on the tendency of internet addiction in students of SMK Negeri 1 Karawang is 8% meanwhile is influenced by other variables that have not been studied.
GAMBARAN PROSES KONSELING KASUS KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI P2TP2A KARAWANG Silvi Dwianti; Puspa Rahayu Utami Rahman; Cempaka Putrie Dimala
Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 4 No. 2 (2024): Empowerment Jurnal Mahasiswa Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/empowerment.v4i2.1182

Abstract

Kasus kekerasan seksual setiap tahunnya mengalami peningkatan khususnya kekerasan seksual terhadap anak, dan tragisnya pelaku merupakan orang terdekat. Pelaku bisa berasal dari lingkungan sosial, lingkungan pendidikan bahkan lingkungan keluarga. Dalam menangani kasus kekerasan seksual, P2TP2A tidak hanya mendampingi dari ranah hukum saja. Namun, P2TP2A Karawang mendampingi korban dengan memberikan konseling untuk penanganan konseling untuk penanganan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Gambaran proses konseling kasus kekerasan seksual pada anak di P2TP2A Karawang. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan teori proses konseling. Partisipan dalam penelitian ini adalah satu orang psikolog yang berperan sebagai konselor di P2TP2A Karawang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses konseling yang dilakukan oleh konselor terdapat tiga tahapan yaitu tahap awal (building rapport), tahap kerja (working) dan tahap akhir (terminasi). Hal ini menunjukkan bahwa proses konseling berjalan sesuai dengan kaidah proses konseling. Hal tersebut, diperkuat dengan adanya kualitas konselor di bidang psikologi serta klien yang kooperatif dalam pelaksanaan konseling. Cases of sexual violence increase every year, especially sexual violence against children, and tragically the perpetrators are the closest people. Perpetrators can come from the social environment, educational environment and even the family environment. In handling cases of sexual violence, P2TP2A does not only assist from the legal realm. However, P2TP2A Karawang assists victims by providing counseling for counseling for psychological treatment. The purpose of this study was to determine the description of the counseling process for cases of sexual violence in children at P2TP2A Karawang. This research method uses descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation and interview guidelines prepared based on the theory of the counseling process. Participants in this study were one psychologist who acted as a counselor at P2TP2A Karawang. The results of this study indicate that the counseling process carried out by the counselor has three stages, namely the initial stage (building rapport), the working stage (working) and the final stage (termination). This shows that the counseling process runs according to the rules of the counseling process. This is reinforced by the quality of counselors in the field of psychology and cooperative clients in the implementation of counseling.
Peran Dukungan Sosial Terhadap Burnout : Studi Regresi pada Karyawan Retail di Purwakarta Juli Alpa’Izi; Puspa Rahayu Utami Rahman; R Yuwono Pratomo
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap burnout pada karyawan retail di Purwakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, desain penelitian yang digunakan yaitu kasualitas, metode sampel adalah non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Populasi pada penelitian ini berjumlah 1250 karyawan, Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 292 karyawan retail. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS) yang diadaptasi dan skala Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang diadopsi. Hasil uji regresi linier sederhana menunjukan nilai sig sebesar 0,001 < 0,05 dapat dikatakan hipotesis penelitian yaitu Ha diterima dan H0 ditolak artinya ada pengaruh variabel dukungan sosial terhadap burnout. Koefisien determinasi di dapati bahwa pengaruh dukungan sosial terhadap burnout pada karyawan retail di Purwakarta sebesar 4,9%.
Perilaku Agresif Suporter Sepak Bola di Karawang: Menguji Peranan Kontrol Diri dan Kelekatan Orang Tua Agung Adhi Pratama Putra Yusuf Sumarya; Puspa Rahayu Utami Rahman; Dinda Aisha
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 03 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i03.1542

Abstract

Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kontrol diri dan kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif pada suporter sepak bola di Karawang. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah suporter sepak bola yaitu seseorang yang pernah menyaksikan pertandingan sepak bola secara langsung, berusia 12-21 tahun, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif. Teknik sampel yang digunakan convenience sampling dengan jumlah responden sebanyak 204 orang. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi diantaranya, The Buss-Perry Agression Questionare, BSCS (brief selfcontrol scale) dan skala Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA). Analisis data menggunakan uji regresi berganda (uji T dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan nilai sig. 0,000 (p<0.05) artinya Ha diterima dan H0 ditolak, dapat disimpulkan bahwa kontrol diri dan kelekatan orang tua memiliki pengaruh terhadap perilaku agresif. Sumbangan pengaruh kontrol diri dan kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif sebesar 45,7%. Secara parsial, pengaruh kontrol diri terhadap perilaku agresif sebesar 42,1% dan pengaruh kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif sebesar 3,57%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kontrol diri lebih dominan dibandingkan dengan kelekatan orang tua terhadap perilaku agresif pada suporter sepak bola di Karawang.
Self Esteem sebagai Prediktor terhadap Celebrity Worship pada Remaja Penggemar Selebritis Korea Pengguna Aplikasi X (Twitter) Nur'aini Fazrin; Puspa Rahayu Utami Rahman; Yulyanti Minarsih
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1545

Abstract

Celebrity worship adalah pemujaan terhadap idola yang cenderung obsesif yang umumnya dialami oleh remaja. Jenis penelitian ini berjenis kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self esteem terhadap celebrity worship pada remaja penggemar selebritis korea pengguna aplikasi X (Twitter). Populasi pada penelitian ini adalah remaja penggemar selebritis korea pengguna aplikasi X (Twitter). Pengambilan sampel dengan teknik quota sampling, dengan jumlah responden 390 orang. Skala pada penelitian ini, yaitu Skala Celebrity Attitude Scale (CAS) dan skala Rosernberg Self Esteeem Scale (RSES). Hasil uji regresi linier sederhana menunjukkan nilai sig. 0,036 < 0,05 yaitu Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh self esteem terhadap celebrity worship.
Pengaruh Kepemimpinan Trasformasional terhadap Kepuasan Kerja pada Karyawan di Kabupaten Karawang Hanifah Hanifah; Puspa Rahayu Utami Rahman; Raden Yuwono Pratomo
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1549

Abstract

Kepemimpinan transformasional yaitu menginspirasi anggotanya untuk meninggalkan kepentinggan pribadi demi organisasi dan memilki dampak mendalam pada anggota mereka. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan di kabupaten Karwang. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 101 responden. Skala pengukuran yang digunakan berupa skala kepemimpinan transformasional Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) dan kepuasan kerja Job Satisfaction Survey (JSS) pada karyawan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan nilai koefisiensi 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang signifikan dengan kepuasan kerja pada karyawan di kabupaten karawang.
Perilaku Agresif pada Remaja Anggota Geng Motor X di Karawang: Menguji Peranan Regulasi Emosi Heri Priyadi; Puspa Rahayu Utami Rahman; Dinda Aisha
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku agresif pada remaja anggota geng motor X di Karawang. Menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 106 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota geng motor, berusia 12-21 tahun, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria responden adalah anggota geng motor yang aktif mengikuti kegiatan minimal 6 bulan terakhir. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lameshow. Skala regulasi emosi dalam penelitian ini menggunakan skala DERS-18. Skala perilaku agresif menggunakan skala The Buss-Perry Agression Questionare. Dapat disimpulkan dari uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku agresif yang positif dan signifikan pada remaja anggota geng motor X di Karawang. Hal ini terbukti dari temuan uji regresi linier sederhana yang menghasilkan taraf signifikan sebesar 0,011 artinya (p < 0,05).