Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kepemimpinan Trasformasional terhadap Kepuasan Kerja pada Karyawan di Kabupaten Karawang _, hanifah; Hanifah, Hanifah; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Pratomo, Raden Yuwono
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1549

Abstract

Kepemimpinan transformasional yaitu menginspirasi anggotanya untuk meninggalkan kepentinggan pribadi demi organisasi dan memilki dampak mendalam pada anggota mereka. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kepuasan kerja karyawan di kabupaten Karwang. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif. Responden dalam penelitian ini sebanyak 101 responden. Skala pengukuran yang digunakan berupa skala kepemimpinan transformasional Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ) dan kepuasan kerja Job Satisfaction Survey (JSS) pada karyawan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil yang menunjukkan nilai koefisiensi 0,000 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulakan bahwa kepemimpinan transformasional memiliki pengaruh yang signifikan dengan kepuasan kerja pada karyawan di kabupaten karawang.
Perilaku Agresif pada Remaja Anggota Geng Motor X di Karawang: Menguji Peranan Regulasi Emosi Priyadi, Heri; Rahman, Puspa Rahayu Utami; Aisha, Dinda
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 2 No 04 (2024): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v2i04.1668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku agresif pada remaja anggota geng motor X di Karawang. Menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 106 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota geng motor, berusia 12-21 tahun, dan berdomisili di Kabupaten Karawang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria responden adalah anggota geng motor yang aktif mengikuti kegiatan minimal 6 bulan terakhir. Penentuan besar sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Lameshow. Skala regulasi emosi dalam penelitian ini menggunakan skala DERS-18. Skala perilaku agresif menggunakan skala The Buss-Perry Agression Questionare. Dapat disimpulkan dari uji statistik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini bahwa terdapat pengaruh regulasi emosi terhadap perilaku agresif yang positif dan signifikan pada remaja anggota geng motor X di Karawang. Hal ini terbukti dari temuan uji regresi linier sederhana yang menghasilkan taraf signifikan sebesar 0,011 artinya (p < 0,05).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Stres Pengasuhan pada Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Rahman, Puspa Rahayu Utami; Dimala, Cempaka Putrie; Tourniawan, Irwan; Ramadan, Regi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.771

Abstract

Pengasuhan anak bukan tugas yang mudah untuk dilakukan sehingga dapat menimbulkan stres. Stres pengasuhan adalah situasi penuh tekanan yang terjadi pada pelaksanaan tugas pengasuhan anak yang dapat berdampak buruk bagi perkembangan anak terlebih anak berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Populasi penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Karawang. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak tiga ratus tiga puluh empat responden. Teknik pengumpulan data menggunakan empat skala yaitu Parental Stress Scale, Multidimensional Scale of Perceived Social Support, General Self-Efficacy Scale, The Connor-Davidson Resilience Scale. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh dukungan sosial, efikasi diri, dan resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua dengan anak berkebutuhan khusus.
IGNORANCE IS BLISS: DOOMSCROLLING TERHADAP MENTAL WELL-BEING PENGGUNA INSTAGRAM M. Choirul Ibad; Dinda Aisha; Puspa Rahayu Utami Rahman
PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol. 10 No. 2 (2025): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/xqxm3z34

Abstract

Not everything is necessarily worth knowing. This assumption refers to the phrase “ignorance is bliss.” This article examines the influence of social media information on mental health and explores the types of information that contribute to its deterioration. A mixed-methods approach was employed, utilizing a sequential explanatory strategy with Doomscrolling and Mental Well-Being scales as measurement tools. The findings demonstrate a significant effect of doomscrolling behavior on mental well-being. In other words, certain information on social media can negatively impact individuals’ mental health. Such information includes difficulties in job seeking, layoffs, political instability, reports of corruption, poverty, inequality, war, and natural disasters. Tidak semua hal sebaiknya perlu kita ketahui. Dasar asumsi ini merujuk pada istilah "ignorance is bliss". Artikel ini menguji pengaruh antara informasi di media sosial yang berdampak pada Kesehatan mental serta mengungkap apa saja bentuk informasi yang membuat Kesehatan mental memburuk. menggunakan pendekatan mix method dengan Strategi eksplanatoris sekuensial dengan alat ukur Doomscrolling dan Mental Well-Being. Hasil penelitian membuktikan ada pengaruh antara perilaku Doomscrolling Terhadap Mental Well-Being. Dengan kata lain, ada sebagian informasi di sosial media yang dapat membuat sebagian orang tidak sehat secara mental. Dalam temuan ini beberapa bentuk informasinya seperti fenomena susahnya mencari kerja, pemutusan hubungan kerja, situasi politik, berita pejabat korupsi, kemiskinan, ketimpangan, perang dan bencana.
Pengaruh Social Support dan Self-Compassion Terhadap Loneliness pada Individu Dewasa Awal dengan Keluarga Bercerai Mega Fazriaturohmah; Puspa Rahayu Utami Rahman; Dinda Aisha
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9679

Abstract

Loneliness is a subjective condition that arises when there is a mismatch between the social relationships an individual expects and those they actually experience. This study aims to investigate the influence of social support and self-compassion on loneliness among young adults from divorced families. The method used is a quantitative approach employing a causal design. The sample selection in this study employed a snowball sampling technique, involving 385 participants in Karawang Regency. The instruments used were the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Self-Compassion Scale (SCS), and UCLA Loneliness Scale (Version 3). Data analysis was conducted using multiple linear regression analysis. The significance value of the partial test for social support was 0.003 and for self-compassion < 0.00, indicating that social support and self-compassion have a significant partial and simultaneous effect on loneliness. On the other hand, the simultaneous test results showed a significance value of less than 0.00. Meanwhile, the coefficient of determination (R²) values indicate that social support contributes 4.00% and self-compassion contributes 6.30% to the loneliness variable. In other words, the two independent variables simultaneously contribute 10.3% to loneliness, while the remaining 89.7% is influenced by other variables outside the scope of this study.
Celebrity Worship di Kalangan Emerging Adulthood: Peran Self-Esteem dan Psychological Well Being pada Penggemar K-Pop Dena Nur Arfa; Puspa Rahayu Utami Rahman; Regi Ramadan
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 10 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i10.9706

Abstract

Celebrity worship is an abnormal relationship between fans and their idols, characterized by emotional attachment and excessive behavior. The purpose of this study is to determine the influence of self-esteem and psychological well-being on entertainment-social, intense-personal-feeling, and borderline pathological celebrity worship among emerging adult K-Pop fans. The study employs a quantitative method. The population consists of young adults aged 18–25 years in Purwakarta, Subang, and Karawang. The sampling technique used is purposive sampling. Data were analyzed using SPSS version 25.0. The number of respondents in this study was 204. The measurement tools used were the Celebrity Attitude Scale (CAS), Rosernberg Self-Esteem Scale (RSES), and Ryff Psychological Well-Being Scale (RPWBS). The results of the multiple regression analysis showed a significance value of 0.000 (<0.05), indicating that self-esteem and psychological well-being significantly influence celebrity worship entertainment-social, intense-personal-feeling, and borderline-pathological simultaneously. However, when analyzed partially, they were found to influence celebrity worship entertainment-social but not celebrity worship intense-personal-feeling and borderline-pathological. The results of the determination test on self-esteem and psychological well-being toward celebrity worship entertainment-social showed an R Square value of 27.5% with effective contribution values of 1.96% and 25.60%, furthermore, for self-esteem and psychological well-being on celebrity worship intense-personal-feeling, the R Square value was 19.8% with effective contribution values of 0.65% and 19.09%, and for self-esteem and psychological well-being on celebrity worship borderline pathological, the R Square value was 13% with effective contribution values of 1.05% and 12.95%.
PENGARUH KELEKATAN TEMAN SEBAYA DAN REGULASI EMOSI TERHADAP KECENDERUNGAN KECEMASAN SOSIAL SISWA KELAS XI DI SMAN 3 CIKAMPEK: Psikologi Isma Nurul Aulya; Puspa Rahayu Utami Rahman; M. Choirul Ibad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11344

Abstract

This study aimed to examine the effects of peer attachment and emotion regulation on social anxiety tendencies among eleventh-grade students at SMAN 3 Cikampek, both partially and simultaneously. The study employed a quantitative approach with a correlational-predictive design. The sample consisted of 167 students selected through a combination of stratified sampling and convenience sampling from a population of 313 students. The instruments included the Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) to measure peer attachment, the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) to assess emotion regulation, and the Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) to measure social anxiety. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 25. The findings indicated that peer attachment and emotion regulation jointly had a significant effect on social anxiety. Partially, peer attachment had a positive and significant effect on social anxiety, whereas emotion regulation did not show a significant effect. The categorization results revealed that most students had high levels of emotion regulation and social anxiety tendencies, while their peer attachment patterns were mostly not clearly classified. These findings suggest that peer relationships play a more dominant role in explaining social anxiety than emotion regulation. Therefore, schools should strengthen healthy peer relationships, positive social support, group counseling services, and social skills development programs to help reduce students’ social anxiety. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kelekatan teman sebaya dan regulasi emosi terhadap kecenderungan kecemasan sosial pada siswa kelas XI SMAN 3 Cikampek, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Sampel penelitian terdiri atas 167 siswa yang dipilih melalui kombinasi teknik stratified sampling dan convenience sampling dari populasi 313 siswa. Instrumen penelitian meliputi Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA) untuk mengukur kelekatan teman sebaya, Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi, dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A) untuk mengukur kecemasan sosial. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelekatan teman sebaya dan regulasi emosi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kecemasan sosial. Secara parsial, kelekatan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap kecemasan sosial, sedangkan regulasi emosi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki regulasi emosi dan kecenderungan kecemasan sosial yang tinggi, sementara pola kelekatan teman sebaya sebagian besar belum terklasifikasi secara jelas. Temuan ini menunjukkan bahwa hubungan dengan teman sebaya memiliki peran lebih dominan dalam menjelaskan kecemasan sosial dibandingkan regulasi emosi. Oleh karena itu, sekolah perlu memperkuat hubungan pertemanan yang sehat, dukungan sosial positif, layanan konseling kelompok, dan program pengembangan keterampilan sosial untuk membantu mengurangi kecemasan sosial siswa.
Di Balik Layar Internet: Peran Self-Esteem dan Peer Attachment terhadap Problematic Internet Use (PIU) pada Dewasa Muda di Kabupaten Karawang Yayah Rokayah; Puspa Rahayu Utami Rahman; Anggun Pertiwi
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 7 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i7.12327

Abstract

Technological developments have made the internet an inseparable part of young adults’ daily lives, particularly in communication, entertainment, information seeking, and social interaction activities. Excessive and uncontrollable internet use may lead to Problematic Internet Use (PIU). This study aimed to determine the role of self-esteem and peer attachment on Problematic Internet Use (PIU) among young adults in Karawang Regency. This study used a quantitative approach with multiple linear regression analysis using IBM SPSS Statistics 25.0. The sampling technique used convenience sampling with 385 young adult internet users aged 18–25 years living in Karawang Regency. The instruments used in this study were the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), Inventory of Parent and Peer Attachment (IPPA), and Problematic Internet Use Questionnaire (PIUQ). The partial test results showed that self-esteem had no significant effect on Problematic Internet Use (PIU) with a significance value of 0.456 (p>0.05), while peer attachment had a significant negative effect on Problematic Internet Use (PIU) with a significance value of 0.000 (p<0.05). The simultaneous test results showed that self-esteem and peer attachment simultaneously had a significant effect on Problematic Internet Use (PIU) with an F value of 56.355 and a significance value of 0.000 (p<0.05). The coefficient of determination test showed an R Square value of 0.228, indicating that self-esteem and peer attachment contributed 22.8% to Problematic Internet Use (PIU). This study showed that peer attachment was more dominant in influencing Problematic Internet Use (PIU) among young adults in Karawang Regency
PENGARUH ADULT ATTACHMENT TERHADAP FORGIVENESS PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI DI KABUPATEN TANGERANGPENGARUH ADULT ATTACHMENT TERHADAP FORGIVENESS PADA PASANGAN SUAMI-ISTRI DI KABUPATEN TANGERANGPENGARUH ADULT ATTACHMENT TERHADAP FORGIVENESS PADA PASANGAN SUAM Ega Nurlaila; Wina Lova Riza; Puspa Rahayu Utami Rahman
Psikologi Prima Vol. 4 No. 2 (2021): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v4i2.2251

Abstract

Pernikahan merupakan suatu akad atau perjanjian yang mengikat seorang laki-laki dengan perempuan secara halal. Dalam pernikahan, konflik dan permasalahan merupakan hal yang tidak bisa dihindari sehingga dibutuhkan sebuah strategi yang tepat untuk mengatasinya seperti forgiveness atau memaafkan. Forgiveness merupakan tindakan pemberian maaf pada orang lain yang sudah menyakiti dirinya demi memperbaiki hubungan. Kelekatan dewasa atau adult attachment adalah salah satu bentuk kelekatan yang menjadi faktor pemberian maaf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh adult attachment terhadap forgiveness pada pasangan suami istri di Kabupaten Tangerang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menekankan analisis pada data-data kuantitatif. Subyek penelitian yang digunakan yakni 100 pasangan suami istri di Kabupaten Tangerang. Data diambil menggunakan skala adult attachment (Hofstra, J., van Oudenhoven, J. P., & Buunk, B. P, 2005) dan skala forgiveness (Gracia & Heng, 2020) dengan teknik nonprobability sampling melalui quota sampling. Dari hasil uji regresi linier sederhana, didapat hasil sig 0,000 < 0,05 sehingga bisa disebut bahwa hipotesis pada penelitian yakni Ha diterima dan H0 ditolak. Artinya, terdapat pengaruh adult attachment terhadap forgiveness pada pasangan suami-istri di Kabupaten Tangerang.
Self-Esteem pada Emerging Adulthood Pengguna Instagram: Ditinjau Dari Pola Asuh Orang Tua Nadya Kamila; Puspa Rahayu Utami Rahman; Dinda Aisha
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 5 No. 3 (2025): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v5i3.9763

Abstract

Instagram users entering emerging adulthood are vulnerable to self-assessment, which can increase self-acceptance, while negative comments can cause feelings of rejection. This condition is related to self-esteem, which is influenced by parenting patterns, among other factors. This study aims to determine the effect of parenting patterns on self-esteem in emerging adulthood among Instagram users in Bekasi. This study uses a quantitative method with a causality design and purposive sampling technique. Since the population size is unknown, the sample size was determined using Cochran's formula, resulting in 204 respondents aged 18–25 years. The research instruments included the Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) and the Parental Authority Questionnaire (PAQ) versions for fathers and mothers. The results showed that, partially, authoritarian fathering and authoritative mothering significantly influenced self-esteem, while permissive fathering, permissive mothering, authoritarian mothering, and authoritative fathering did not. Simultaneously, authoritarian fathering and authoritative mothering influenced self-esteem with an effect size of 10.3%.