Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PONDASI PERKERASAN PORUS DENGAN SKALA SEMI LAPANGAN DAN SOFTWARE ANSYS Rachmawati, Desy Dwi; Dewi, Fazri Rochmawati; Djakfar, Ludfi; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1728.821 KB)

Abstract

Kerusakan jalan yang terjadi di Indonesia sebagian besar disebabkan berkurangnya daerah resapan air yang menyebabkan banjir di jalan raya. Salah satu upaya pencegahan masalah tersebut yaitu digunakan variasi perkerasan porus. Perkerasan porus merupakan salah satu variasi dari aspal konvensional dimana perkerasan ini direncanakan dapat mengalirkan air ke lapisan tanah di bawahnya karena mempunya susunan ikatan agregrat yang seragam. Hal ini menyebabkan perkerasan porus mempunyai kekuatan yang lebih rendah dibanding aspal konvensional. Maka, diperlukan penelitian tentang perilaku perkerasan porus berupa tegangan dan regangan pada lapisan surface, base dan subbase perkerasan porusketika diberi beban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tegangan dan regangan  yang terjadi pada pondasi perkerasan porus saat beban berjalan dan beban berhenti dengan menggunakan skala semi lapangan. Selain pengukuran skala semi lapangan, dilakukan pengukuran dengan pendekatan numerik  metode elemen hingga  menggunakan   software ANSYS saat beban berhenti. Untuk mengetahui hasil tegangan dan regangan antara pengukuran skala semi lapangan dan software ANSYS kemudian keduanya dibandingkan. Metodologi penelitian pada pengukuran skala semi lapangan menggunakan kriteria perkerasan berupa beban, material dan ketebalan dimodelkan sama seperti kondisi yang sesungguhnya. Beban yang digunakan merupakan beban satu roda sebesar 17 kg/cm2. Pada lapisan surface aspal porus material digunakan dengan tambahan 8% additive gilsonite, sedangkan pada  basedan subbase digunakan batu pecah dengan nilai CBR 81%. Selain itu, tegangan dan regangan diukur pada 6 titik pengukuran, yaitu 2 titik di bawah aspal porus, 2 titik pada kedalaman 5 cm (base) dan 2 titik pada kedalaman 20 cm (subbase). Pertama, perkerasan porus diberikan beban berjalan lalu nilai tegangan dan regangan dibaca setiap lintasan hingga 1000 lintasan. Selanjutnya, pengukuran tegangan dan regangan saat beban berhenti dilakukan dengan memberhentikan beban setiap 50 lintasan.  Sedangkan untuk software ANSYS dilakukan pengukuran tegangan dan regangan dengan beban berhenti. Hasil pengukuran tegangan perkerasan porus menggunakan skala semi lapangan diketahui bahwa tegangan yang terjadi saat beban berjalan dan beban berhenti bernilai maksimum tepat dibawah beban roda, dan besar nilai tegangan semakin berkurang dengan bertambahnya jarak atau kedalaman dengan beban roda dan nilai tegangan semakin meningkat sebanding bertambahnya jumlah lintasan baik saat beban berjalan ataupun berhenti. Sedangkan hasil dari regangan perkerasan porus menggunakan skala semi lapangan berbanding terbalik dengan nilai tegangan yaitu semakin menurun dengan bertambahnya jumlah lintasan beban saat berjalan ataupun berhenti. Selain itu diketahui hasil nilai pengukuran regangan dan regangan mempunyai pola grafik naik turun akibat pengukuran yang tidak dilakukan secara kontinyu sehingga material perkerasan mengalami relaksasi dengan proses kembalinya material ke bentuk semula. Untuk hasil pengukuran nilai tegangan dan regangan perkerasan porus menggunakan software ANSYS didapatkan besar nilai tegangan dan regangan semakin berkurang dengan bertambahnya jarak atau kedalaman dengan beban roda serta software ANSYS kurang sesuai untuk pengukuran saat beban berjalan dengan waktu lintasan yang lama karena memerlukan proses simulasi yang panjang. Hasil dari perbandingan dari kedua metode tersebut diketahui  bahwa tegangan pada skala semi lapangan lebih besar jika dibandingkan dengan pengukuran menggunakan software ANSYS, regangan pada pengukuran semi lapangan lebih kecil jika dibandingkan dengan pengukuran menggunakan software ANSYS dan hasil pengukuran tegangan dan regangan saat beban berhenti dari pengukuran skala semi lapangan dan software ANSYS didapatkan nilai yang berbeda karena perbedaan karakteristik material dari kedua pengujian tersebut Kesimpulan dari penelitian ini adalah hasil dari pengukuran keduanya memiliki kesamaan, yaitu semakin bertambahnya kedalaman maka nilai tegangan dan regangan semakin kecil. Namun besar nilai tegangan dan regangan antara kedua metode terdapat perbedaan yang cukup jauh. Hal ini disebabkan karena karakteristik material sebagai input pada ANSYS kurang sesuai dengan karakteristik material yang sesungguhnya. Oleh karena itu, sebaiknya karakteristik material diuji terlebih dahulu menggunakan alat standar, bukan dari pendekatan rumus. Selain itu, perlu adanya pengujian tegangan dan regangan saat beban berjalan selain menggunakan software ANSYS agar dapat dibandingkan dengan pengukura pada skala semi lapangan karena software ANSYS kurang sesuai untuk analisa dengan pemodelan 3 dimensi dan waktu lintasan yang lama.   Kata kunci : Tegangan, Regangan, Perkerasan Porus, Skala Semi Lapangan, software ANSYS
Optimalisasi Penggunaan Komposisi Campuran Mortar Terhadap Kuat Tekan Dinding Pasangan Bata Merah Wisnumurti, Wisnumurti; Soehardjono, Agoes; Palupi, Kiki Andriana
Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.922 KB)

Abstract

Kuat tekan dinding pasangan bata merah lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan mortarnya, dan dibatasi oleh kekuatan bata merah. Sehingga ada kalanya penambahan kekuatan mortar tidak lagi memberikan perubahan yang signifikan terhadap kekuatan tekan dinding pasangan bata merah.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi campuran yang manakah yang paling optimal untuk digunakan pada dinding pasangan bata merah, sehingga diharapkan tidak ada biaya yang terbuang sia – sia hanya untuk usaha meningkatkan kuat tekan dinding pasangan bata merah dengan cara meningkatkan kuat tekan mortarnya. Selain itu juga ingin diketahui bagaimanakah bentuk grafik yang menggambarkan hubungan antara kekuatan tekan mortar terhadap kekuatan tekan dinding pasangan bata merah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal untuk dinding pasangan bata merah adalah pada komposisi campuran 1 semen : 6 pasir, hal ini dibuktikan dengan hasil uji Beda Nyata Terkecil yang menyatakan bahwa komposisi campuran 1 : 6 tidak lagi berbeda nyata dengan campuran 1 : 5, 1 : 4, dan 1 : 3. Sedangkan grafik hubungan antara kuat tekan mortar dan kuat tekan dinding pasangan bata merah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan dinding seiring dengan peningkatan kuat tekan mortar yang digunakan. 
Pengaruh Penggunaan Akselerator Megaset Merah di Bawah Dosis Optimal Terhadap Kuat Tekan Beton dengan Berbagai Variasi Umur Beton Wisnumurti, Wisnumurti; Syamsuddin, Ristinah; Puteri, Yeanette Andita
Rekayasa Sipil Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.622 KB)

Abstract

Akselerator adalah suatu jenis aditif tipe C yang bekerja dengan mempercepat waktu  pengikatan dan pengerasan beton, sehingga dapat memberikan kuat tekan yang tinggi pada  umur awal beton. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi  penggunaan bahan tambahan akselerator Megaset Merah di bawah dosis optimum dan  variasi umur beton terhadap kuat tekan beton. Sering lemahnya kontrol terhadap  penambahan dosis akselerator, yang dapat disebabkan karena pengadukan molen yang  tidak rata ataupun karena keperluan untuk menekan biaya konstruksi, menyebabkan  penambahan dosis akselerator tersebut tidak sesuai dengan dosis optimal yang ditetapkan  oleh pembuat bahan aditif ini. Sehingga apabila akselerator tersebut digunakan di bawah  dosis optimal, akan menyebabkan tidak tercapainya kekuatan tekan beton pada umur 7 hari  yang diharapkan akan sama kekuatannya dengan umur 28 hari. Akibat tersebut akan dapat  menyebabkan keruntuhan pada bagian – bagian struktur yang ada.Dari hasil analisis varian 2 arah dapat dibuktikan adanya interaksi antara  penambahan akselerator terhadap silinder beton kurang dari dosis yang optimum dan umur  pengujian beton yang berpengaruh terhadap kuat tekan beton.Dari hasil pembahasan penelitian terdapat pengaruh penambahan Akselerator  Megaset Merah di bawah dosis optimum dan umur pengujian beton terhadap penurunan  kuat tekan beton; pada umur pengujian 7 hari, penambahan akselerator 0,5% akan  menyebabkan penurunan kuat tekan beton sebesar 25% dari kuat tekan beton normal. 
Perilaku Geser Dan Daktilitas Dinding Panel Jaring Kawat Baja Tiga Dimensi Akibat Beban Lateral Siklik Wijaya, Ming Narto; Wisnumurti, Wisnumurti; Utama, Defri Arya
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.015 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.04

Abstract

Rawannya korban gempa bumi akibat keruntuhan dinding, konsep pembangunan ramah lingkungan, serta efisiensi kinerja merupakan tiga aspek yang menuntut adanya inovasi di bidang konstruksi. Sejalan dengan perkembangan teknologi, salah satu inovasi tersebut adalah panel jaring kawat baja tiga dimensi yang merupakan produk SIPs, sebagai alternatif material penyusun dinding. Penelitian kemudian dirancang menggunakan dua seri spesimen, yaitu M4 dengan tebal EPS 40 mm dan M8 dengan tebal 80 mm. Keduanya memiliki lebar dan tinggi dinding berturut-turut 600 mm dan 900 mm, dengan tebal mortar mutu K175 yang disemprotkan 35 mm pada kedua sisi dinding, yang kemudian diangkurkan pada balok sloof. Pemberian beban dilakukan secara siklik dengan protokol pengujian berdasarkan kontrol defleksi. Mengacu pada analisis eksperimental, diperoleh bahwa energi disipasi pada seri M4 hampir 20% lebih besar dibandingkan seri M8. Sedangkan rasio redaman ekuivalen pada kedua seri spesimen dinding panel relatif sama. 
KAJIAN KERUNTUHAN BANGUNAN INDUSTRI PADA SAAT PROSES KONSTRUKSI Lathifah, Layalia; ., Wisnumurti; Hidayat, Taufik
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.607 KB)

Abstract

Baja Struktur adalah suatu jenis baja berupa batang dan pelat, yang berdasarkan pertimbangan ekonomi, kekuatan dan sifatnya, cocok untuk pemikul beban.Perencanaan konstruksi baja harus memperhatikan beberapa faktor, diantaranya adalah besarnya pembebanan yg digunakan dalam perhitungan. Namun disisi lain juga terdapat faktor pemicu, terutama ketika terjadi suatu kegagalan konstruksi. Penyebab kegagalan pada saat proses konstruksi diantaranya adalah dengan belum terpasangnya semua bagian secara lengkap, mengakibatkan kestabilan struktur terganggu. Beracuan pada grafik hubungan tegangan-regangan baja, dimana adanya tegangan ijin, leleh dan batas. Dari data tersebut dapat diketahui berapa besar beban yang bekerja sehingga dapat merobohkan bangunan. Data berupa foto menunjukkan arah roboh bangunan, sehingga ada kecondongan pada puncak rafter kearah utara. Perhitungan yang dilakukan dengan meninjau profil rafter pada arah sumbu y didapatkan besar beban (P) pada tegangan ijin dan didapatkan deformasi yang akan membentuk sudut kemiringan. Dengan adanya sudut akibat deformasi maka berat sendiri profil tersebut tidak lagi diabaikan, karena adanya penguraian berat sendiri kearah sumbu x dan sumbu y. Dari perhitungan tersebut didapatkan tegangan yang terjadi akibat sudut dari deformasi. Kata Kunci : Struktur baja, kegagalan konstruksi, deformasi
PENGARUH LETAK BUKAAN TERHADAP KINERJA DINDING BATA TERKEKANG DENGAN BEBAN SIKLIK LATERAL Nugraha, Putra Adi; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.648 KB)

Abstract

Sistem dinding bata terkekang banyak digunakan pada mayoritas rumah di Indonesia, dan merupakan sistem dinding yang lebih tahan terhadap beban gempa dibanding sistem dinding bata merah biasa. Bukaan merupakan komponen bangunan yang tidak terpisahkan terkait dengan fungsi bangunan gedung. Pengurangan luasan dinding melalui penambahan bukaan serta letak bukaan itu sendiri secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap perilaku dinding bata terkekang. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui pengaruh letak bukaan terhadap kinerja dinding bata terkekang dengan beban siklik lateral. Adapun kinerja dinding bata terkekang ditinjau berdasarkan kemiringan kurva selubung dari kurva histeresis. Dari hasil penelitian ini, berdasarkan bentuk dan kemiringan kurva selubung, perbedaan kinerja terbesar akibat pembebanan siklik lateral, antara beban dari arah kanan dan kiri, terdapat pada model dinding bukaan tepi (kode C). Sedangkan untuk model dinding tanpa bukaan (kode A) dan model dinding bukaan tengah (kode B), kinerja akibat pembebanan siklik lateral, antara beban dari arah kanan dan kiri, cenderung seimbang. Nilai kekakuan elastis terbesar terdapat pada model dinding tanpa bukaan (kode A).  Sedangkan nilai kekakuan elastis terkecil terdapat pada model dinding dengan bukaan tengah (kode B). Kata kunci: dinding bata terkekang, beban siklik lateral, kemiringan kurva histeresis,kekakuan elastis
ANALISIS PUSHOVER UNTUK PERFORMANCE BASED DESIGN (STUDI KASUS GEDUNG B PROGRAM TEKNOLOGI INFORMASI DAN ILMU KOMPUTER UNIVERSITAS BRAWIJAYA Febriana, Anisa; ., Wisnumurti; Wibowo, Ari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.699 KB)

Abstract

Gempa merupakan salah satu bencana alam yang waktu dan tempatnya tidak dapat diprediksi serta banyak memakan korban jiwa. Diperlukan perencanaan bangunan tahan gempa yang baik agar korban jiwa dapat dihindari. Salah satu perencanaan terbaru untuk bangunan tahan gempa adalah Perencanaan Berbasis Kinerja (Performance Based Design). Tujuan dari perencanaan bangunan berbasis kinerja dalah agar perencana dapat menetapkan kondisi apa yang terjadi pada bangunan saat gempa maksimum terjadi. Dengan menggunakan program komputer SAP 2000 maka akan didapatkan kinerja bangunan yang ditunjukan dengan titik kinerja. Titik kinerja didapatkan dari perpotongan kurva demand dan kapasitas. Kurva demand menggunakan respon spektrum, kurva kapasitas di dapatkan dari kurva analisis pushover. Hasil studi kasus pada bangunan gedung berdasarkan ATC 40 bahwa gedung berada dalam tingkat kinerja Segera Huni/Immadiate Occupancy. Hal ini ditunjukan dari titik kinerjanya yaitu Sd dan Sa (0,0209 dan 0,125). Kata Kunci: Analisis pushover, Performance Based Design, Titik kinerja
UJI KUAT TEKAN BATA MERAH MENGGUNAKAN MORTAR PASIR KWARSA Rahman, Hilman Aulia; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.758 KB)

Abstract

Batu bata merah merupakan salah satu unsur bangunan yang banyak digunakan di Indonesia, oleh karena itu penting untuk mengetahui seberapa besar kekuatan dari batu bata merah.  Ada banyak metode pengujian kuat tekan batu bata merah yang bisa digunakan, sehingga menimbulkan perbedaan hasil kuat tekan batu bata dari tiap metode pengujian. Pada penelitian ini dilakukan proses pengujian batu bata merah dari tiap metode pengujian.  Metode pengujian yang dipakai yaitu SNI dan ASTM dengan model benda uji untuk SNI sebanyak 4 model (Kubus, SNI 6 mm, SNI 1 cm, SNI 2 cm), sedangkan untuk metode ASTM model yang diuji hanya satu sesuai dengan keteapan yang terncantuk di ASTM C67.  Untuk proses pengujian yang mengacu pada SNI permukaan benda uji diberi beban hingga mencapai beban maksimum dengan kecepatan 2 Kg/cm2/det.  Sedangkan untuk metode ASTM benda uji diberi beban hingga mencapai beban maksimum dengan kecepatan 907,125 Kg/menit.  Hasil kuat tekan metode SNI maupun ASTM didapat dari beban tekan tertinggi dibagi bidang yang dibebani.  Jenis batu bata merah yang digunakan pada penelitian ini adalah batu bata merah produksi Gondanglegi dan batu bata merah produksi Turen. Hasil proses pengujian menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara model benda uji yang mengacu ASTM dan model benda uji yang mengacu pada SNI, dimana model benda uji yang mengacu pada ASTM mempunyai kuat tekan rata-rata sebesar 62,002 Kg/cm2 untuk Gondanglegi dan 60,596 Kg/cm2 untuk Turen, sedangkan untuk rata-rata kuat tekan terbesar yang mengacu pada metode SNI yaitu model SNI 2 cm untuk Gondanglegi dengan kuat tekan sebesar 21,604 Kg/cm2 dan model SNI 1 cm untuk Turen dengan kuat tekan sebesar 24,014 Kg/cm2. Kata Kunci : batu bata merah, kuat tekan, SNI, ASTM.  
PENGARUH DIMENSI UKURAN BATU BATA MERAH DAN CAMPURAN MORTAR TERHADAP KARAKTERISTIK MEKANIK PASANGAN DINDING Sinaga, William Swendy; Partogian, Rio Hotman; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.865 KB)

Abstract

Batu bata merah merupakan material yang paling mudah ditemukan dan digunakan hampir semua bangunan. Selain murah, bata sering digunakan karena proses pembuatannya yang mudah dan banyak ditemukan di semua daerah di Indonesia. Karena dipengaruhi oleh pengrajin setempat dan faktor permintaan, batu bata memiliki berbagai dimensi ukuran berbeda-beda di setiap wilayah. Selain batu bata, pada pasangan dinding tidak terlepas dengan penyusun perekat antar bata yaitu mortar. Campuran mortar yang digunakan pada umumnya terdiri berbagai macam perbandingan antara semen:pasirnya. Pada penelitian ini ingin diketahui bagaimana pengaruh dimensi batu bata dan campuran mortar tersebut terhadap karakteristik mekanik pasangan dindingnya. Variasi yang digunakan antara lain batu bata tipis dan batu bata tebal dengan variasi campuran mortar (semen:pasir) 1:3, 1:5 dan 1:8. Dengan perlakuan arah tekan vertikal, horizontal dan diagonal. Didapatkan bahwa pada pasangan dinding yang menggunakan batu bata tipis akan memiliki nilai kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan batu bata tebal dan pada pengujian statistik, campuran mortar  memiliki pengaruh yang spesifik pada nilai kuat tekan pasangan dinding. Kata Kunci: batu bata merah, dimensi, campuran mortar, kuat tekan, pasangan dinding
PENGARUH PENINGKATAN KEKUATAN MORTAR TERHADAP DEFORMASI DINDING BATA MERAH LOKAL Asmara Dana, Aldi Jaka; ., Wisnumurti; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1020.372 KB)

Abstract

Dinding adalah suatu elemen bangunan yang sangat umum.Material penyusun dinding adalah mortar (semen dan pasir) dan batu bata.Penggunaan mortar dalam sebuah pembangunan dinding sering kali tidak menggunakan atau memakai dasar dalam menentukan komposisi antara semen dan pasir. Pada penelitian ini, dibuat beberapa benda uji dinding berukuran mikro dengan skala 1:2 terhadap ukuran dinding sebenarnya.Sedangkan untuk peningkatan kekuatan mortarnya, dilakukan dengan menambah volume semen yang digunakan. Adapun variasi campuran (semen : pasir) yang digunakan yaitu: 1:10, 1:7, 1:5, 1:4, dan 1:3. Dari sampel mortar tersebut, didapat nilai kuat tekan berturut-turut yaitu: 20.00 kg/cm² (1:10), 30.67 kg/cm² (1:7), 45.33 kg/cm² (1:5), 69.33 kg/cm² (1:4), dan 88.00 kg/cm² (1:3). Hasil pengujian pada benda uji dinding menunjukkan perbedaan deformasi yang cukup signifikan.Peningkatan kuat tekan mortar dari 20kg/cm² hingga 88kg/cm² menghasilkan penurunan rasio deformasi hingga 50%, sedangkan deformasi gesernya menurun hingga 30%. Kata kunci : dinding bata merah lokal, kuat tekan, deformasi, kekuatan mortar.
Co-Authors ., Brihaspati ., David ., David ., Rafdy Achfas Zacoeb Adam, Ariel Adison Aditya, Arch Afiffah, Annisa Salma Nur Agoes SMD Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono Agung Murti Nugroho Agung Sugeng Widodo Agus Inter Arma Caritas Agus Suharyanto Agustin Dita Lestari Alfinna Mahya Ummati, Alfinna Mahya Amriani, Chrysantia Andinna, Dimas Herly Anwari, Oryza Azizul Aqli, Kharimatul Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arifi, Mohamad Fatchul Arya Rizki Darmawan Ashar Anas Asmara Dana, Aldi Jaka Aulia Rahmawati Azhari, Muhammad Reza Chasanah, Uswatun Chelievan, Aditya Christin Remayanti N Christin Remayanti Naingolan, Christin Remayanti Dano Quinta Revana Desy Setyowulan Devi Nuralinah DWI SANTOSO Dwijaya, Ferlyc Achmat Dzakwan, Achmad Yusar Edhi Wahjuni Setyowati Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Erwin Widya A. Fachreza Akbar Faradi, Dodi Faris Rizal Andardi Fazri Rochmawati Dewi, Fazri Rochmawati Febriana, Anisa Febrianti, Nita Dwi Ferdiansyah, Hafidh Firdausy, Ananda Insan Firdauzy, Firsty Adinda Hanafi Ashad Harimurti . Hendrayudi, Hendrayudi Ilham Abdilah, Muhammad Fiqih Ilhamy, Ahmad Haidar Indra Cahya Indradi Wijatmiko Iqbal, Ammar Iqbal, Muhammad Kadarsih Kadarsih, Kadarsih Khafid, M. Shirotul Khalis, Adli Khasana Tanti, Uswatun Khosemde, Aisah Nurandilah Kiki Andriana Palupi Lara Ditha, Ratrie Lathifah, Layalia Lembang, Yustianto Lestari, Novi Lilya Susanti Ludfi Djakfar Luthfiyah R., Badi’ Aushaf M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Taufik Hidayat Mahardhika, Andhitya Putra Marantika, Giovianne Friensty Maulana, Akhmad Fikri MAULANA, ARDIAN SUBHAN MD, Agoes Soehardjono Ming Narto Wijaya Muhamad, Gunawan Munawir, As’ad Munir, Muhammad Syahrul Nabila, Nabila Nadhila, Arifa Nurina Natalis Simbolon, Mia Audina Novtrian, Fauzi Nugraha, Putra Adi Nurdiansyah, Deni P., Naadiyah Widyadhana Pakusadewo, Lutfi Paramita, Berti Partogi Lumban Gaol, Rainhart Markus Partogian, Rio Hotman Permana Komardi, Riyan Ilmi Permana, George Rasyid Prakosa, Arga Yudhistira Pramana, I Putu Leo Pratama, Ananda Arya R. M. Pantow, Michael Bharlly R., Bobby Asukmajaya Rachmawati, Desy Dwi Rahman, Hilman Aulia Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Adithia Randy D.A., Demmy Ribut Hermawan Rinovita Putri, Raden Roro Dian Ristinah Syamsuddin Rizaldy Iskandar Rizki Amalia Tri Cahyani Rizki Prasetiya S, Edhi Wahyuni S.Utami, Putri Dewanti Salim Salim, Salim Samudra, Gibran Satria Satrianansyah, Satrianansyah Setyansyah, Dharmawan Setyowati, Edhi Wahjuni Shavira, Alexandra Shana Sinaga, William Swendy Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sri Tita Faulina Sugiono, Sugiono Suprayitno, Eka Fajar Suroso . Suryandari, Wentri Asri Taufik Hidayat Titin Sundari Tri Cahyani, Rizki Amalia trimarsiah, Yunita Utama, Defri Arya W., Hafidz Ohtavian Wahjuni S, Edhi Wahjuni S., Edhi Wahyu Ardhi Bramanto Yatnanta Padma Devia Yeanette Andita Puteri