Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN ALTERNATIF STRUKTUR BAJA GEDUNG PTIIK UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG MENGACU PADA SNI 1729:2015 Firdauzy, Firsty Adinda; ., Wisnumurti; N, Christin Remayanti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.256 KB)

Abstract

Terkait dengan gedung tinggi yang terdapat di Kota Malang, salah satu contohnya adalah Gedung B Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya Malang yang terdiri dari 13 lantai gedung dengan ketinggian total 79,52 m sehingga direncanakan pula sebagai bangunan tahan gempa. Dengan keadaan eksisting bahwa balok dan kolom berukuran besar sehingga penggunaan ruang gerak sedikit terbatas, diharapkan dari kelemahan struktur bangunan beton bertulang dapat direncanakan bangunan alternatif guna mendapatkan bangunan yang lebih baik dalam struktur kekuatannya dan sebagai pertimbangan perencanaan gedung bertingkat lainnya.Perencanaan ulang pada Gedung B Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK) Universitas Brawijaya Malang ini menggunakan komponen baja pada struktur balok dan kolomnya. Dengan struktur baja ini terdapat banyak kelebihan yaitu berat struktur lebih ringan sekitar 44% dari struktur eksisting beton bertulang, hal ini menguntungkan karena beban gempa yang diterima bangunan akan semakin kecil, berat baja dapat dihemat, penampang yang digunakan dapat semakin kecil, dan kekakuan pelat lantai meningkat. Gedung dirancang mampu tahan gempa menggunakan sistem struktur yaitu sistem rangka pemikul momen menengah (SRPMM) karena terletak di wilayah atau zona gempa 4. Konsep perencanaan dibatasi pada ketentuan LRFD saja, yang menurut RSNI disebut Desain Faktor Beban dan Ketahanan (DFBK). Beban gempa dianalisis dengan metode respon spektrum dengan bantuan aplikasi analisis struktur. Untuk perencanaan balok didapatkan profil WF dengan mutu baja BJ 37 (Fy = 240 MPa) sedangkan untuk perencanaan kolom didapatkan profil King Cross dan profil WF dengan mutu baja BJ 55 (Fy = 410 MPa). Sambungan yang digunakan adalah rekomendasi Metal Building Manufacturers Association (MBMA) dari USA dengan dua tipe yaitu, flush-end-plate dan extended-end-plate dengan perkuatan las dan menggunakan baut A325 (Fnt = 620 MPa dan Fnv = 330 MPa). Kata Kunci: struktur baja, gaya gempa, SRPMM, DFBK
KAPASITAS KETAHANAN GEMPA RUMAH TINGGAL 2 LANTAI DI KOTA MALANG MENGGUNAKAN METODE “WALL DENSITY INDEX” Muhamad, Gunawan; ., Wisnumurti; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1181.371 KB)

Abstract

Malang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang sering mengalami gempa. Sebagian besar kerusakan akibat gempa terjadi pada gedung non struktur yaitu rumah tinggal yang dibangun tanpa ada perencanaan. Kerusakan yang terjadi mengakibatkan kerugian material hingga korban jiwa. Perlunya kajian mengenai desain rumah tinggal serta kapasitas ketahanan gempa rumah tinggal untuk mengetahui ketahanan rumah tinggal apabila terjadi gempa. Pada kajian ini menggunakan metode wall density index yaitu mencari indeks kerapatan dinding berdasarkan pada perbandingan luas dinding pada tiap arah ortogonal dengan luas lantai. Rumah tinggal yang digunakan yaitu rumah tipe 45 extension, 56 dan 56 extension. Data rumah yang digunakan adalah denah dan detail struktur kolom balok dan pelat. Analisis desain rumah dengan menghitung nilai eksentrisitas titik pusat massa rumah terhadap kekakuan dinding dan perbandingan panjang-lebar bangunan. Nilai wall density index (d) di Malang lebih besar dari 4,5%, kontrol kapasitas seismik dengan VR⁄VU ≥ 1,6, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dengan σR⁄σU ≥ 2,33  dan kontrol daya tiap dukung dinding dengan PR⁄PU ≥ 2,33. Hasil yang diperoleh yaitu desain rumah untuk semua tipe masih diizinkan dengan nilai eksentrisitas tipe 45 extension 0,3675 < 0,3b (1,8), tipe 56 0,381 < 0,3b (1,425), tipe 56 extension 0,433 < 0,3b (1,8). Untuk nilai wall density index dan kontrol kapasitas seismik, kontrol kebutuhan wall density index terhadap gaya gravitasi dan kontrol daya dukung dinding berturut- turut yaitu tipe 45 extension 6,7% > 4,5%, 2,137 > 1,6, 7,827 > 2,33, 3,643 > 2,33. Tipe 56 yaitu 6,32% > 4,5%, 2,366 > 1,6, 6,753 > 2,33, 4,461 > 2,33. Tipe 56 extension yaitu 6,63% > 4,5%, 1,827 >1,6, 9,010 > 2,33, dan 5,944 > 2,33. Kesimpulan yang didapatkan adalah tipe rumah memenuhi kapasitas ketahanan gempa berdasarkan metode wall density index. Kata kunci : wall density index, gedung non struktur, kapasitas ketahanan gempa.
SIMULASI DINAMIK RUMAH TINGGAL SATU LANTAI DENGAN PERBEDAAN JENIS BATA MERAH Amriani, Chrysantia; MD, Agoes Soehardjono; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.326 KB)

Abstract

Terdapat beberapa studi lapangan yang menyebutkan bahwa bangunan yang paling banyak mengalami keruntuhan akibat gempa bumi di Indonesia adalah non engineered building yang berstruktur dinding pasangan bata merah.Secara umum bata merah terbagi menjadi dua jenis yaitu bata merah cetak mesin dan bata merah buatan tangan.  Dengan menggunakan parameter modulus elastisitas, rasio Poissondan massa jenis sebagai pembeda kedua jenis bata tersebut didapatkan hasil yang menunjukkan bahwa nilai perpindahan yang terjadi akibat beban kombinasi U=1,2DL+1LL+1RSy+0,3RSx+0,67RSzterhadap struktur dinding pasangan bata merah buatan tangan lebih besar dari nilai perpindahan yang terjadi  pada dinding pasangan bata merah cetak mesin.Selain nilai perpindahan, hasil analisis ini juga menunjukkan bahwa tegangan utama yang terjadi pada struktur dinding pasangan bata merah cetak mesin lebih besar daripada tegangan  utama yang terjadi pada pasangan bata merah  buatan tangan.  Sama halnya dengan tegangan geser, nilai tegangan geser maksimum pada struktur dinding pasangan  bata merah cetak mesin lebih besar daripada tegangan geser maksimum pada struktur dinding pasangan bata merah buatan tangan. Kata-kata Kunci: bata merah, dinding,perpindahan,tegangan geser, tegangan utama.
KAJIAN PEMENUHAN PERSYARATAN TEKNIS DINDING BATA PADA RUMAH TINGGAL SEDERHANA DI KOTA MALANG Natalis Simbolon, Mia Audina; ., Wisnumurti; MD, Agoes Soehardjono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.336 KB)

Abstract

Dinding bata merupakan suatu komponen bangunanyang berbentuk bidang vertikal yang berguna untuk membagiatau membatasi suatu ruang dengan ruang lain. Dinding dapat hanya berfungsi sebagai pembatasdan dapat pula berfungsi sebagai komponen struktural. Meskipun telah dipahami oleh banyak orang bahwa dinding bata berpengaruh terhadap kekuatan struktur bangunan namun kekuatan dinding bata tetap saja diabaikan dan dalam kenyataannya pekerjaan dinding bata pada rumah tinggal sederhana di lapangan  belum sesuai dengan persyaratan teknis yang ada.Pada penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan melihat persyaratan teknis untuk pemasangan dinding bata. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara pekerjaan teknis dinding bata di lapangan dengan persyaratan teknis dinding bata yang berlaku pada rumah tinggal sederhana dan kajianrumah tinggal sederhana apabila persyaratan teknis dinding bata tidak terpenuhi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada rumah tinggal sederhana di Kota Malang belum sesuai dengan Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa. Dari survei diperoleh rata-rata persentase penyimpangan terhadap pedoman pada survei pertama sebesar 34,77%, pada survei kedua sebesar 33,27%, pada survei ketiga sebesar 37,90% sedangkan pada survei keempat diperoleh persentase sebesar 30,56%. Kajian apabila persyaratan tidak terpenuhi maka struktur bangunan belum cukup kuat menerima gaya gempa sehingga memungkinkan adanya kerusakan pada dinding dan keruntuhan bangunan. Kata-kata kunci: dinding bata, Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Gedung Tahan Gempa, persyaratan teknis, rumah tinggal sederhana.
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP LEBAR RETAK BALOK BETON BERTULANG Suryandari, Wentri Asri; ., Wisnumurti; Setyowati, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.826 KB)

Abstract

Kerikil merupakan salah satu material pembentuk beton dengan kebutuhan volume paling besar dalam campuran sekitar 60% sampai 80% volume agregat. Limbah pecahan onyx yang dihasilkan dari perusahaan besar pengrajin onyx setiap harinya mencapai 500 kg. Komponen struktur harus memenuhi kemampuan layan untuk menjamin tercapainya perilaku struktur yang cukup baik pada tingkat beban kerja. Kemampuan layan terbatas pada tingkat beban kerja dan salah satunya ditentukan oleh retak pada beton bertulang. Maka dari itu diperlukan penelitian terhadap lebar retak beton agregat limbah batu onyx balok bertulangan tunggal dan beton agregat kerikil bertulangan tunggal. Pada penelitian ini dibuat dua jenis benda uji yaitu balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang onyx. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan compression machine. Serta pengujian lentur dengan dibebani secara berangsur hinnga mencapai beban maskimum. Selanjutnya dilakukan pengukuran lebar retak menggunakan microscope detector pada balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang onyx. Dari hasil pengamatan dilakukan perbandingan dengan hasil teoritis. Hasil pengujian yang dilakukan kuat tekan rata-rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton onyxyaitu sebesar 7,839 %.Lebar retak balok  beton bertulang normaldan balok beton bertulang onyx memiliki perbedaan dimana retak pertama balok beton bertulang normal1200 kg - 2200 kg dan  balok beton bertulang onyx 1600 kg - 2600 kg. Hasil pengamatan pengukuran lebar retak rata-rata beban maksimum balok normal sebesar 6285 kg dengan lebar retak 1,52 mm dan rata-rata beban maksimum balok onyx sebesar 6234 kg dengan lebar retak 1,66 mm. Kata Kunci: balok beton bertulang, limbah agregat batu onyx,lebar retak.
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP POLA RETAK BALOK BETON BERTULANG Aqli, Kharimatul; S, Edhi Wahyuni; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.578 KB)

Abstract

Kerikil pembentuk beton dengan volume sekitar 60% sampai 80% volume agregat. Limbah pecahan onyxdari pengrajin onyx setiap harinya mencapai 500 kg. Struktur beton bertulang didesain untuk memenuhi kriteria keamanan (safety) dan layak pakai (serviceability). Kriteria perilaku beton bertulang salah satunya adalah pola retak. Benda uji yang dibuat yaitu silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan compression machine. Dilakukan pengujian lentur selanjutnya dilakukan pengamatan pola retak.Kuat tekan rata – rata beton normal lebih besar dari kuat tekan rata – rata beton limbah onyx yaitu sebesar 7.858 %. Pola retak kedua balok  beton bertulang normal dan onyx memiliki kecenderungan retak lentur, dan retak lentur geserpada balok beton bertulang limbah onyx. Kecenderungan jumlah retak yang sama yaitu 9 retakan bagian depan dan 10 retakan bagian belakang. Jumlah retak menjalar ke atas pada retak maksimum balok beton bertulang onyx lebih banyak dengan 10 retakan dan balok beton bertulang normal 9 retakan. Beton bertulang normal memiliki kuat tarik dan lebih getas dari balok balok beton bertulang limbah onyx. Keruntuhan lentur yang terjadi cenderung sama yaitu under reinforced dengan ditandai retak pada daerah tarik. Kata Kunci: balok beton bertulang, agregat limbah batu onyx, pola retak.  
PENGARUH LIMBAH BATU ONYX PENGGANTI AGREGAT KASAR BETON TERHADAP LENDUTAN (DEFLEKSI) BALOK BETON BERTULANG Dzakwan, Achmad Yusar; ., Wisnumurti; S, Edhi Wahyuni
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.676 KB)

Abstract

Agregat kasar merupakan salah satu material pembentuk beton dengan kebutuhan volume paling besar dalam campuran sekitar 60% sampai 80% volume agregat. Limbah pecahan onyx yang dihasilkan dari perusahaan besar pengrajin onyx setiap harinya mencapai 500 kg. Komponen struktur harus memenuhi kemampuan layan untuk menjamin tercapainya perilaku struktur yang cukup baik pada tingkat beban kerja. Kemampuan layan terbatas pada tingkat beban kerja dan salah satunya ditentukan oleh lendutan pada beton bertulang. Maka dari itu diperlukan penelitian terhadap lendutan (defleksi) beton agregat limbah batu onyx balok bertulangan tunggal dan beton agregat kerikil bertulangan tunggal. Pada penelitian ini dibuat dua jenis benda uji yaitu balok beton bertulang normal dan balok beton bertulang limbah onyx. Penelitian yang dilakukan dengan pembuatan benda uji silinder dan balok beton bertulang dengan dimensi 0,15 x 0,25 x 2 meter. Pengujian kuat tekan dengan menggunakan compression machine. Serta pengujian lentur dengan dibebani secara berangsur hingga mencapai beban maskimum. Lendutan pada balok beton bertulang limbah onyx dan kerikil pada setiap daerah grafik beban-lendutan cenderung mengalami perbedaan yakni lebih kecil nilai lendutan yang didapatkan dari balok normal daripada balok dengan limbah onyx. Pada daerah elastis dan kondisi leleh pada balok beton bertulang dengan limbah onyx memiliki kecenderungan mampu menahan beban yang lebih besar daripada balok beton bertulang normal dan pada daerah pasca-serviceability yakni pada beban maksimum balok normal cenderung dapat menahan beban yang lebih besar daripada balok beton bertulang dengan limbah onyx. Dari analisa teoritis pada beban yang sama (P= 1000kg), pada balok beton bertulang normal memiliki nilai lendutan rata-rata yang lebih kecil, yakni sebesar (δ= 0,1557 mm), sedangkan balok beton bertulang dengan menggunakan limbah onyx memiliki nilai lendutan rata-rata  sebesar (δ= 0,1622 mm). Kata Kunci:balok beton bertulang, agregat, limbah batu onyx, lendutan.
ANALISA MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nadhila, Arifa Nurina; ., Wisnumurti; Devia, Yatnanta Padma
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.264 KB)

Abstract

Suatu proyek konstruksi pasti memiliki target waktu pengerjaan yang harus diselesaikan dengan cepat dan tepat, namun pada kenyataanya ada hal-hal yang  menghambat pengerjaan proyek. Berdasarkan laporan data International Labor Organization (ILO) setiap harinya terjadi sekitar 6.000 kecelakaan kerja fatal di dunia. Di Indonesia kecelakaan kerja yang dialami para buruh dari setiap 100.000 tenaga kerja dan 30% diantaranya terjadi di sector konstruksi. Untuk itu, studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko-risiko K3 yang dihadapi serta mengklasifikasi setiap risiko K3 yang menghambat kinerja. Lebih lanjut studi ini akan memberi solusi terbaik terhadap risiko K3 yang terjadi serta mengetahui tingkatan kepatuhan proyek terhadap standar penanganan risiko K3. Proses survey ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada para responden pekerja di proyek Pembangunan Gedung Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, dimana kuesioner didasarkan pada risiko K3 yang mungkin terjadi. Hasil kuesioner dianalisa kevalidan dan reliabilitasnya dengan menggunakan program SPSS 2.2. Jenis risiko dianalisis dengan  menggunakan matriks  AS/NZS 4360 (2004) untuk mengetahui tingkatan risiko yang terjadi pada proyek. Dari hasil tingkatan risiko akan dikaji pengendalian risiko yang terjadi. Selanjutnya adalah menghitung kepatuhan proyek terhadap standar penanganan risiko K3 dengan cara membandingkan keadaan yang terjadi di proyek dengan standar K3 yang berlaku. Hasil uji validitas dan reliabilitas terdapat beberapa variabel yang tidak valid dari jumlah  41 variabel yang diajukan ternyata hanya 30 variabel yang valid. Dari analisis jenis risiko  terdapat 25 variabel dengan risiko rendah, 3 variabel dengan risiko sedang dan 2 variabel dengan risiko tinggi. Untuk memperkecil tingkat risiko maka diperlukan pengendalian risiko dengan cara engineering, administratif dan alat pelindung diri. Prosentase kepatuhan pada proyek ini adalah 71,87%.   Kata kunci :alat pelindung diri, keselamatan dan kesehatan kerja, reliabilitas, risiko,validitas.
ANALISIS DINAMIK DINDING PASANGAN BATU BATA RUMAH DUA LANTAI DI KOTA MALANG Aditya, Arch; Zacoeb, Achfas; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.473 KB)

Abstract

Mayoritas masyarakat di Indonesia menggunakan rumah sebagai tempat tinggal, sehingga kemampuan rumah sebaiknya diperhitungkan dengan baik.  Material utama yang paling banyak digunakan adalah pasangan batu bata merah, sebagai dinding yang juga menjadi struktur primer untuk rumah satu lantai maupun dua lantai. Gempa yang terjadi sering kali berdampak parah kepada rumah dibanding bangunan lain. Dalam penelitian ini, nilai tegangan geser dinding rumah dua lantai akibat dari gempa di Kota Malang dapat diketahui. Analisis dinamik dengan derajat kebebasan majemuk digunakan dalam penelitian ini, dengan data respon spektrum gempa yang diambil dari pusat penelitian dan pengembangan pemukiman Indonesia tahun 2011. Dengan pengaruh kekakuan arah X dan Y yang berbeda, gaya yang muncul dari hasil perhitungan menunjukan arah Y yang lebih dominan. Sehingga dalam memperhitungkan tegangan geser dinding, digunakan gaya 100% arah Y dan 30% arah X. Perbedaan letak pusat masa dan kekakuan rumah juga menimbulkan eksentrisitas yang berakibat munculnya momen. Dalam penelitian ini gaya akibat momen sangat besar dibandingkan dengan gaya akibat gempa murni, sehingga eksentrisitas merupakan hal yang patut menjadi perhatian dalam perhitungan gempa. Mengacu pada penelitian terdahulu, tegangan geser maksimum yang dapat diterima pasangan dinding batu bata merah yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 1,69 kg/cm. Rata-rata dari tegangan geser yang diterima oleh dinding rumah dua lantai akibat gempa di Kota Malang sebesar 1,58 kg/cm2. Kata-kata Kunci:rumah, pasangan batu bata merah, tegangan geser, eksentrisitas, derajat kebebasan majemuk
PENGARUH KETIDAKTERATURAN BUKAAN RUMAH TINGGAL SATU LANTAI TERHADAP KAPASITAS BEBAN GEMPA P., Naadiyah Widyadhana; Susanti, Lilya; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.55 KB)

Abstract

Pada Pedoman Teknis Rumah dan Bangunan Tahan Gempa Departemen Pekerjaan Umum telah menyatakan syarat penempatan serta persentase dari bukaan pintu, dan jendela yang teratur. Dengan analisis persentase bukaan pada rumah tinggal satu lantai dan menghitung beban gempa rencana, dapat diketahui apakah terdapat ketidakteraturan bukaan pada rumah tinggal serta hubungan antara  ketidakteraturan bukaan dengan kemampuan struktur dalam menahan gempa. Analisis dilakukan pada denah rumah tipe 46/90, 50/90, 54/105, dan 70/135 yang terletak di Kota Malang. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat ketidakteraturan persentase bukaan pada  sampel denah perencanaan bangunan rumah tinggal satu lantai, dengan Pedoman Teknis. Denah rumah tipe 46/90 memiliki persentase bukaan terbesar dan tidak memenuhi persyaratan, nilai tersebut mengakibatkan nilai simpangan pada denah rumah tipe 46/90 untuk dinding arah X tidak memenuhi peraturan SNI dengan rata- rata nilai 36,31 mm > 30 mm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumah dengan ketidakteraturan lebar bukaan sesuai dengan persyaratan pedoman teknis, memiliki kemampuan struktur yang rendah dalam menahan beban gempa. Kata- kata kunci: bukaan dinding, dinding bata, kekakuan, simpangan.
Co-Authors ., Brihaspati ., David ., David ., Rafdy Achfas Zacoeb Adam, Ariel Adison Aditya, Arch Afiffah, Annisa Salma Nur Agoes SMD Agoes Soehardjono Agoes Soehardjono Agung Murti Nugroho Agung Sugeng Widodo Agus Inter Arma Caritas Agus Suharyanto Agustin Dita Lestari Alfinna Mahya Ummati, Alfinna Mahya Amriani, Chrysantia Andinna, Dimas Herly Anwari, Oryza Azizul Aqli, Kharimatul Ardiansyah, Jery Ari Wibowo Ari Wibowo Ari Wibowo Arifi, Mohamad Fatchul Arya Rizki Darmawan Ashar Anas Asmara Dana, Aldi Jaka Aulia Rahmawati Ayu Sabrina, Nabila Azhari, Muhammad Reza Chasanah, Uswatun Chelievan, Aditya Christin Remayanti N Christin Remayanti Naingolan, Christin Remayanti Dano Quinta Revana Desy Setyowulan Devi Nuralinah DWI SANTOSO Dwijaya, Ferlyc Achmat Dzakwan, Achmad Yusar Edhi Wahjuni Setyowati Edhi Wahyuni Edhi Wahyuni Setyowati Erwin Widya A. Fachreza Akbar Faradi, Dodi Faris Rizal Andardi Fazri Rochmawati Dewi, Fazri Rochmawati Febriana, Anisa Febrianti, Nita Dwi Ferdiansyah, Hafidh Firdausy, Ananda Insan Firdauzy, Firsty Adinda Hanafi Ashad Harimurti . Hendrayudi, Hendrayudi Ilham Abdilah, Muhammad Fiqih Ilhamy, Ahmad Haidar Indra Cahya Indradi Wijatmiko Iqbal, Ammar Iqbal, Muhammad Kadarsih Kadarsih, Kadarsih Khafid, M. Shirotul Khalis, Adli Khasana Tanti, Uswatun Khosemde, Aisah Nurandilah Kiki Andriana Palupi Lara Ditha, Ratrie Lathifah, Layalia Lembang, Yustianto Lestari, Novi Lilya Susanti Ludfi Djakfar Luthfiyah R., Badi’ Aushaf M Hamzah Hasyim M. Hamzah Hasyim M. Taufik Hidayat Mahardhika, Andhitya Putra Marantika, Giovianne Friensty Maulana, Akhmad Fikri MAULANA, ARDIAN SUBHAN MD, Agoes Soehardjono Ming Narto Wijaya Muhamad, Gunawan Munawir, As’ad Munir, Muhammad Syahrul Nabila, Nabila Nadhila, Arifa Nurina Natalis Simbolon, Mia Audina Novtrian, Fauzi Nugraha, Putra Adi Nurdiansyah, Deni P., Naadiyah Widyadhana Pakusadewo, Lutfi Paramita, Berti Partogi Lumban Gaol, Rainhart Markus Partogian, Rio Hotman Permana Komardi, Riyan Ilmi Permana, George Rasyid Prakosa, Arga Yudhistira Pramana, I Putu Leo Pratama, Ananda Arya R. M. Pantow, Michael Bharlly R., Bobby Asukmajaya Rachmawati, Desy Dwi Rahman, Hilman Aulia Ramadhan, Firmansyah Ramadhani, Adithia Randy D.A., Demmy Ribut Hermawan Rinovita Putri, Raden Roro Dian Ristinah Syamsuddin Rizaldy Iskandar Rizki Amalia Tri Cahyani Rizki Prasetiya S, Edhi Wahyuni S.Utami, Putri Dewanti Salim Salim, Salim Samudra, Gibran Satria Satrianansyah, Satrianansyah Setyansyah, Dharmawan Setyowati, Edhi Wahjuni Shavira, Alexandra Shana Sinaga, William Swendy Sri Murni Dewi Sri Murni Dewi Sri Tita Faulina Sugiono, Sugiono Suprayitno, Eka Fajar Suroso . Suryandari, Wentri Asri Taufik Hidayat Titin Sundari Tri Cahyani, Rizki Amalia trimarsiah, Yunita Utama, Defri Arya W., Hafidz Ohtavian Wahjuni S, Edhi Wahjuni S., Edhi Wahyu Ardhi Bramanto Yatnanta Padma Devia Yeanette Andita Puteri