Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Pelontar Shuttlecock Sebagai Alat Latihan Netting Barasa, Hebron Ronaldi; Palmizal, Palmizal; Adrizal, Mohd.
Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Cerdas Sifa Pendidikan
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/csp.v13i2.32372

Abstract

          Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses pengembangan alat pelontar shuttlecock sebagai alat bentu latihan netting. Model pengembangan dalam penelitian ini menggunakan ADDIE. Data yang diperoleh dalam pengembangan pelontar shuttlecock ini berupa data kualitatif dan data kuantitatif.Data kualitatif diperoleh dari hasil tanggapan, kritik, dan saran. Penelitian ini telah menghasilkan sebuah alat untuk latihan teknik dasar dalam olahraga bulutangkis yaitu alat pelontar shuttlecock sebagai alat latihan netting. Data hasil validasi dari penelitian Pengembangan pelontar shuttlecock olahraga bulutangkis menunjukkan persentase yaitu 94% dari ahli materi dan  berdasarkan uji coba kelompok kecil didapatkan persentase sebesar 93%, dan uji coba kelompok besar sebesar 87%. Hasil penelitian ini menunjukkan penilaian alat pelontar shuttlecock secara keseluruhan adalah “sangat baik” sebagai alat latihan teknik dalam olahraga bulutangkis.  Kata kunci: Pelontar Shuttlecock
The influence of covid-19 on industrial work practices of building engineering students in vocational school Mardizal, Jonni; Narwansyah, Rezo Haristama; Palmizal, Palmizal; Samsudin, Samsudin
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol 10, No 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020242915

Abstract

This research was conducted to determine the magnitude of the influence of COVID-19 on the implementation of Industrial Work Practices for Building Engineering students of SMKN 1 West Sumatra. This research includes quantitative research of associative approaches. The population of this study was students of class XI Building Engineering, which numbered 50 students. Data collection is carried out using questionnaires. Questionnaires are used to measure COVID-19 variables and Industrial Work Practices. Instrument testing was carried out at SMKN 1 West Sumatra in class XI students of the Mechatronics Expertise Program, totaling 30 students. The data analysis techniques used are the prerequisite analysis tests, namely the normality test and linearity test, and the hypothesis test used is a simple regression analysis. The results of the research showed that there was a positive and significant influence of COVID-19 on the implementation of Industrial Work Practices for Building Engineering Students of SMKN 1 West Sumatra. This research indicates possible changes in building engineering education methods and emphasizes the importance of flexible skills in response to changing industrial work practices.
ANALISIS TREND LIFESTYLE HEALTHY IN FITNESS CENTER (STUDI TENTANG GAYA HIDUP SEHAT DI FITNESS CENTER ROBUST FITNESS KOTA JAMBI) Muhammad Wildan; Palmizal A; Wawan Junresti Daya
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2025): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/muaddib.v7i2.1672

Abstract

Healthy lifestyle in fitness center is increasingly popular among Jambi City community as part of modern lifestyle. This study aims to analyze how healthy lifestyle of robust fitness members, This study uses qualitative approach with in-depth interview method to robust fitness members who actively exercise in robust fitness and robust fitness managers in Jambi City. Data analysis technique used is thematic analysis, where the collected data will be coded with the help of Nvivo12 application and then grouped based on certain themes relevant to the research. The results of the study show that exercising in robust fitness has a contribution in supporting healthy lifestyle. This activity also has a positive impact on improving the health of each individual, such as reducing body fat and reducing the number of non-communicable diseases. To achieve all that, every member who lives a healthy lifestyle must exercise regularly, eat healthy food, and get enough rest. It is hoped that this study can provide practical benefits and become a basis for developing programs or policies that support healthy lifestyle.
MOTIVASI LANSIA PADA AKTIVITAS OLAHRAGA Gustian, Muhammad Andre; Palmizal, Palmizal
Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI) Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Olahraga dan Kesehatan Indonesia (JOKI)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/joki.v2i1.547

Abstract

Berdasarkan hasil observasi di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi beberapa informasi yang menunjukkan bahwa kondisi masyarakat ini berlatar belakang profesi sebagai wiraswasta dan pengsiunan pegawai, buruh, kuli bangunan, dan sebagainya. Kondisi ini pun terjadi pada lansia dimana warga masyarakat memiliki berbagai macam kegiatan yang dilakukan sehari-hari, di masa pandemic ini keterbatasan aktivitas masyarakat selalu di batasi oleh lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi lansia melakukan aktivitas olahraga di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggunakan metode survei dan teknik pengumpulan datanya menggunakan tes dan pengukuran, sehingga memberikan gambaran mengenai apa yang akan diteliti berupa angka-angka dan diukur secara pasti. Subjek penelitian ini yaitu masyarakat Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi yang melakukan aktivitas olahraga di masa pandemic Covid-19 secara random sampeling berjumlah 60 orang dari 240 orang sebesar 20% berusia 17 tahun keatas. Berdasarkan hasil analisis data dilihat bahwa untuk data motivasi lansia melakukan aktivitas olahraga di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi pada indicator intrinsic termasuk dalam tinggi yaitu sebesar 84%, motivasi lansia melakukan aktivitas olahraga di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi pada indicator ekstrinsic termasuk dalam tinggi yaitu sebesar 76%, motivasi lansia melakukan aktivitas olahraga di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi termasuk dalam kategori tinggi dengan besaran porsentase sebesar 81.32% yang mana nilai tersebut berada dalam rentang interval antara 81-100%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi lansia melakukan aktivitas olahraga di Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi termasuk dalam kategori tinggi dengan besaran porsentase sebesar 81.32% yang mana nilai tersebut berada dalam rentang interval antara 81-100%.
SURVEI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DIKECAMATAN TUNGKAL ILIR KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT Wijaya, Dian Candra; Palmizal A, Palmizal A; Muzaffar, Ahmad
Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/jpjkr.v12i2.3792

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the condition and completeness of sports facilities and infrastructure in Junior High Schools in Tungkal Ilir District with the hope that sports facilities and infrastructure can support physical education learning, and help students to hone their potential through sports activities. The research method uses a quantitative descriptive design using an observation sheet as a research instrument to record the existence and condition of sports facilities and infrastructure in Junior High Schools in Tungkal Ilir District based on the Regulation of the Minister of National Education No. 24 of 2007. The population in the study included 6 State/Private Junior High Schools in Tungkal Ilir District. Based on the results of the study, the existence and condition of sports facilities and infrastructure in Junior High Schools in Tungkal Ilir District showed 65% "Appropriate". In conclusion, the existence and condition of sports facilities and infrastructure in Junior High Schools in Tungkal Ilir District were 65% "Appropriate".Keywords: Survey, Sports Facilities and Infrastructure, Junior High School Abstrak: Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui kondisi dan kelengkapan sarana dan prasarana olahraga di Sekolah Menengah Pertama Di Kecamatan Tungkal Ilir dengan harapan fasilitas sarana dan prasarana olahraga dapat menunjang pembelajaran pendidikan jasmani, dan membantu siswa untuk mengasah potensi yang dimiliki melalui kegiatan olahraga. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan menggunakan lembar observasi sebagai instrument penelitian untuk mendata keberadaan dan kondisi sarana dan prasarana olahraga Di SMP di Kecamatan Tungkal Ilir berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2007. Populasi dalam penelitian meliputi 6 Sekolah Menengah Pertama Negeri/Swata yang ada di Kecamatan Tungkal Ilir. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan keberadaan dan kondisi sarana dan prasarana Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tungkal Ilir menunjukkan sebesar 65% Sesuai. Kesimpulannya, keberadaan dan kondisi sarana dan prasarana olahraga Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Tungkal Ilir sebesar 65% Sesuai.Kata Kunci: Survei, Sarana dan Prasarana olahraga, Sekolah Menengah Pertama
Pelatihan Pertolongan Pertama Cedera Olahraga Pada Atlet Atletik Pasi Kabupaten Kerinci Menuju Porprov Tahun 2023 A, Palmizal; Budi Setiawan, Iwan; Zamzami Hasibuan, Mhd Usni
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/snckm273

Abstract

Cedera adalah salah satu proses yang akan dilalui atlet mengingat dapat terjadi jika atlet sedang tidak dalam kondisi prima. Cedera ialah suatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi. Cedera olahraga apabila tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan atau keterbatasan fisik, baik dalam melaksanakan aktifitas hidup sehari-hari maupun melakukan aktifitas olahraga yang bersangkutan. Bahkan bagi atlet ini bisa beristirahat yang cukup lama atau bahkan bisa meninggalkan sama sekali hobi atau profesinya itu. Oleh sebab itu dalam penanganan cedera olahraga harus dilakukan secara tim yang multidisipliner. Banyak faktor yang menjadi penyebab terjadinya cedera olahraga, itu dapat terjadi karena dari sisi pribadi orang itu sendiri maupun dari sisi prasarana. Faktor penyebab terjadinya cedera olahraga yakni bisa dari umur, pengalaman, tingkat latihan, teknik, kondisi tubuh, dan keseimbangan nutrisi. Tentu dari faktor tersebut ada usaha dan upaya kita dengan mencegah agar cedera itu tidak terjadi. Banyak cara pencegahan yang kelihatannya biasa saja akan tetapi itu semua harus diperhatikan. Usaha untuk mencegah terjadinya cedera olahraga dapat dilakukan pada saat sebelum latihan, latihan, dan sesudah latihan. Latihan meregangkan tubuh merupakan pencegahan cedera terpenting dalam dunia olahraga. PASI Kabupaten Kerinci adalah mitra yang akan menjadi tempat untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. PASI Kabupaten Kerinci memiliki atlet dari berbagai disiplin nomor lomba yang telah mengikuti berbagai kejuaraan di tingkat Provinsi Jambi yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi PASI Jambi. Seluruh atlet dari disiplin nomor lomba cabang olahraga atletik yang akan menjadi objek sasaran pengabdian dikarenakan seluruh atlet yang sedang dalam pemusatan latihan dapat memberikan pertolongan pertama jika sewaktu-waktu terjadi cedera baik kepada dirinya sendiri maupun teman yang lainnya. Pada kegiatan penyampaian materi ini atlet sangat antusias sekali mengikuti kegiatan ini, hal ini terlihat banyak sekali atlet yang antusias bertanya tentang materi pertolongan pertama pada cedera olahraga kepada para pemateri. Di kegiatan penyampaian materi ini terjadi diskusi aktif antara atlet dan pemateri sehingga pada kegiatan penyampaian materi ini terjadi peningkatan pengetahuan atlet sebanyak 80%. Setelah pelatihan ini selesai dilakukan, tim juga memberikan survey kepada peserta untuk mengetahui kebermanfaatan dari pelatihan ini. Jawaban survey terdiri empat kategori yaitu sangat bermanfaat, bermanfaat, kurang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hasil dari survey tersebut menyatakan bahwa sebanyak 85% para peserta menjawab pelatihan pertolongan pertama pada cedera olahraga ini sangat bermanfaat dan sebanyak 15% para peserta menyatakan bermanfaat pada kegiatan pelatihan ini.
PENGEMBANGAN PELONTAR SHUTTLECOCK SEBAGAI ALAT LATIHAN NETTING DALAM BADMINTON Barasa, Hebron Ronaldi; A., Palmizal; Adrizal, Mohd.; Yuliawan, Ely
Indonesia Sport Journal Vol. 7 No. 1 (2024): Indonesia Sport Journal (Januari-Juni)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/isj.v7i1.58220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat pelontar shuttlecock sebagai alat bantu latihan netting dalam olahraga bulutangkis. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data yang dikumpulkan mencakup data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari tanggapan, kritik, dan saran pengguna, sementara data kuantitatif diperoleh melalui berbagai uji coba. Penelitian ini menghasilkan alat berupa pelontar shuttlecock yang dirancang khusus untuk latihan teknik dasar netting dalam bulutangkis. Hasil validasi menunjukkan bahwa alat ini memperoleh persentase penilaian sebesar 94% dari ahli materi. Berdasarkan uji coba kelompok kecil, alat ini mendapatkan persentase penilaian sebesar 93%, dan uji coba kelompok besar memberikan penilaian sebesar 87%. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pelontar shuttlecock ini dinilai "sangat baik" sebagai alat bantu latihan teknik dalam olahraga bulutangkis. Penelitian ini menunjukkan bahwa alat pelontar shuttlecock yang dikembangkan dapat menjadi solusi efektif dan efisien untuk meningkatkan kemampuan netting pemain bulutangkis.
Research on Governance of Sports Department and Training Faculty of Teacher Training and Education A, Palmizal; Setiawan, Iwan Budi; Astria, Rani
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 9, No 3 (2025): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Juli)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v9i3.8843

Abstract

Governance of the Department of Sports and Coaching in the Faculty of Teacher Training and Education includes aspects of planning, implementation, evaluation, and follow-up in both academic and non-academic management. This study employed a qualitative approach with data collection techniques including interviews, observations, and document analysis. The research subjects involved department leaders, lecturers, and administrative staff. The findings reveal that the department's governance has been implemented fairly well, although some weaknesses were identified in the monitoring system and coordination among implementing units. In addition, the follow-up actions from evaluation results have not been optimal in improving the quality of academic services. Therefore, a strategy to strengthen performance-based management and a more integrated reporting system is needed.
PENGARUH PENERAPAN METODE LATIHAN VARIASI DRILL TERHADAP PENINGKATAN PUKULAN FOREHAND OVERHEAD LOB ANGGOTA KLUB BULUTANGKIS PEMULA PB. PINANG MASAK Sartiwi, Leoni; Palmizal, Palmizal; Setiawan, Iwan Budi
Journal Score Vol 2 No 2 (2022): Score
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/sc.v2i2.18142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode latihan variasi drill terhadap peningkatan pukulan anggota klub PB. Pinang Masak. Pukulan lob adalah adalah salah satu pukulan dalam permainan bulutangkis yang bertujuan untuk menerbangkan shuttlecock setinggi mungkin dan mengarah ke belakang garis lapangan. Salah satu penyebab utama kegagalan dari kemampuan lob yang belum sempurna tersebut adalah penerapan metode latihan yang terlalu terfokus kepada satu bentuk latihan sehingga menimbulkan rasa bosan dalam mengikuti proses latihan. Berdasarkan pada kondisi tersebut, Maka peneliti mencoba untuk menerapkan latihan dengan menggunakan metode variasi drill dengan bentuk latihan yang bervariasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan Pretest Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat kemampuan pukulan lob anggota klub PB. Pinang Masak dengan kategori sangat tinggi 11,11%, tinggi 55,56%, sedang 11,11%, rendah 22,22%, sangat rendah 0%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan pukulan lob anggota klub PB. Pinang Masak termasuk kategori tinggi.
Analisis Kondisi Fisik Pemain Bola Voli Klub Halilintar, Mandailing Natal Sumatera Utara Fakhruddin, Rahmad; A, Palmizal; Setiawan, Iwan Budi
Journal Score Vol 3 No 2 (2023): Score
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/sc.v3i2.27298

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kondisi fisik pemain bola voli klub Halilintar Mandailing Natal Sumatera Utara. Dengan memahami analisis kondisi fisik para pemain, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pandangan mendalam kepada pelatih, manajemen tim, dan pemain itu sendiri tentang kekuatan dan kelemahan mereka dalam hal aspek fisik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, bertujuan untuk memperoleh gambaran yang akurat dan menyeluruh mengenai kondisi fisik pemain bola voli klub Halilintar Mandailing Natal Sumatera Utara. Penelitian ini tidak bertujuan mengambil kesimpulan umum, melainkan lebih fokus pada pemahaman mendalam terhadap kondisi fisik individu. Metode survei digunakan dengan menggunakan tes dan pengukuran, seperti tes push up, daya tahan (VO2Max), daya ledak (Vertical Jump), kecepatan (lari 60 meter), kelentukan (Sit and reach), dan kelincahan (Shuttle run). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 10 atlet yang diuji, satu atlet (10%) berada dalam kategori baik sekali, delapan atlet (80%) berada dalam kategori sedang, dan satu atlet (10%) berada dalam kategori kurang. Temuan ini memberikan gambaran yang jelas dan relevan tentang tingkat kebugaran fisik atlet dalam klub, sehingga dapat menjadi dasar bagi pengembangan program latihan yang lebih terfokus dan efektif sesuai dengan kebutuhan individu.