Claim Missing Document
Check
Articles

Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem Pencernaan: Demam Thypoid Pada Anak dengan Terapi Kompres Bawang Merah di Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Fitri Afdhal; Erik Rosadi; Ria Wulandari; Ine Nadilla Vinka Putri
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i2.1326

Abstract

Bacterial infection caused by Salmonella typhi affecting the digestive system results in typhoid fever, which can lead to inflammation and increased body temperature. Consumption of food or beverages contaminated with Salmonella typhi may cause typhoid fever. In addition, transmission can occur through direct contact with the feces, urine, or secretions of individuals infected with typhoid fever. Objective: To implement nursing care for a pediatric patient with a digestive system disorder: typhoid fever, by applying shallot compress therapy at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital, Palembang, in 2025. The study employed a case study design. Data were collected through interviews with the patient’s family, observation, physical examination, and documentation. Shallot compress therapy was administered once daily in the morning for three consecutive days. After assessment, a reduction in body temperature was observed following the application of shallot compress therapy. On the first day, the patient’s temperature was 39.2°C; after a 15-minute morning compress session, the temperature decreased to 38.5°C. On the second day, the temperature decreased to 37.5°C, and on the third day, it further decreased to 36.5°C. Conclusion: Shallot compress therapy is expected to serve as an alternative non-pharmacological intervention for managing hyperthermia in nursing care. This study is expected to provide knowledge regarding the implementation of non-pharmacological management to help reduce fever in children.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Siswa/i SD N 1 Abab Kabupaten Pali Fitri Afdhal; Indriyani Oktasari; Sefti Loren; Selvi; Septiana; Sismayanti; Suci Yuliawati; Miki Marissa; Widya Putri Ilyas; Vira Sintha Patari; Nabila Tri Agustiani; Utari Ramadani; Welly Yansyah; Sindi Yuliarti; Pebi Oktapiani; Made Dwi Wiratama; Taufik Indrajaya
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat (JLIPM)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlipm.v2i1.86

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. Kurangnya kesadaran siswa dalam menerapkan PHBS dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik PHBS pada siswa SD N 1 Abab melalui metode edukatif yang interaktif dan berbasis praktik langsung. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi praktik mencuci tangan, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku hidup sehat siswa, di mana kebiasaan mencuci tangan meningkat dari 50% menjadi 85%, pola makan sehat dari 67% menjadi 90%, dan kunjungan ke posyandu dari 50% menjadi 78%. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berbasis praktik langsung dan interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat siswa. Keberlanjutan program ini dapat ditingkatkan dengan pemantauan berkala, dukungan aktif dari tenaga pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi tambahan
Gangguan Sistem Pencernaan: Diare pada Balita Dengan Terapi Pemberian Oralit Delima Ayu Sari; Fitri Afdhal; Ria Wulandari; Alvian Harisandy
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3632

Abstract

Background: Diarrhea is a condition of defecating more frequently than usual with a liquid stool texture accompanied by blood and mucus. Common causes of diarrhea come from contaminated food or water. Carried out to implement nursing care for patients with digestive system disorders: Diarrhea with hypovolemia problems. The purpose of this study is to describe the implementation of comprehensive nursing care for children diagnosed with diarrhea at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital, Palembang. Method: The study used a descriptive method with a case study approach and intervention of oral rehydration salts, subjects in case studies on both patients. Data collection techniques include interviews, observation, physical examination, and documentation. Results: In the assessment carried out on patient 1 with complaints of the patient saying defecating more than 3 times a day with a nursing diagnosis of hypovolemia, after 3 days of intervention of oral rehydration salts and implementation of SLKI and SIKI the problem was resolved. Conclusion: Oral rehydration salts are very effective for patients with fluid deficiency as a replacement for lost body fluids.
PENGARUH TERAPI MEWARNAI GAMBAR DALAM MENGURANGI KECEMASAN PADA ANAK PRASEKOLAH YANG MENGALAMI HOSPITALISASI Tutut Riani; Fitri Afdhal; Ranida Arsi
Jurnal Keperawatan Malang Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan Malang (JKM)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STIKes Panti Waluya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36916/jkm.v10i2.422

Abstract

Background: Children undergoing hospitalization often experience anxiety due to changes in their environment, medical procedures, and limited activities. Coloring therapy, as a form of play therapy, is believed to help reduce anxiety levels through enjoyable and calming activities. Purpose: This study aims to assess the effect of coloring therapy on the anxiety of preschool children treated at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital in Palembang. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest model This study used a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The study sample was divided into two groups, namely the intervention group (n=16) who received coloring therapy and the control group (n=16) who did not receive the intervention. Anxiety levels were measured using the SCAS Preschool Anxiety Scale Questionnaire (Parent Report). Data analysis was performed using the Wilcoxon Sign Rank Test and Mann-Whitney U Test non-parametric test. Result: In the intervention group, the median anxiety score before coloring therapy was 20 (range 16–24) and decreased to 10 (range 6–14) after the intervention. Wilcoxon's analysis showed a significant difference (p = 0.000). Implication: Picture coloring therapy can be applied as an alternative for managing anxiety in preschool children undergoing hospitalization. In addition to health workers, parents can also use it to help reduce their children's anxiety due to unpleasant medical procedures. Keywords: Anxiety; Hospitalization; Play Therapy; Preschool Children
PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA ANAK INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Fitri Afdhal; Yazika Rimbawati; Muhammad Romadhon; Rizki Sopyan Maulana
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1443

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Biasanya akan terjadi pada 14 hari dengan gejala yang sering muncul seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, keluarnya cairan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kebiasaan manusia yang sering mengabaikan kejadian ini, padahal infeksi akibat virus dan bakteri dapat dengan cepat menumpuk di saluran pernapasan. Terapi non farmakologi yakni pemberiaan terapi batuk efektif, memudahkan pasien untuk mengeluarkan dahak,memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah untuk dikeluarkan.Tujuan :untuk mengetahui penerapan latihan batuk efektif pada anak dengan (ISPA)di Wilayah Puskesmas Tebat Agung Muara Enim Tahun 2024 Metode: metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi batuk efektif, subjek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil Penelitian : pada pengkajian kedua pasien mengatakan batuk berdahak. Pada  pasien 1 dan 2 diberikan terapi farmakologis tetapi pada pasien 1 diberikan terapi tambahan yaitu terapi non farmakologis latihan batuk efektif, pada evaluasi hari ketiga pasien 1 mengatakan dahaknya sudah mulai berkurang sedangkan pada pasien 2 mengatakan dahak tidak terlalu banyak, tetapi masih ada sedikit. Diagnosa Keperawatan utama Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan : batuk efektif terbukti dapat membantu pasien untuk mengurangi dahaknya dibandingkan hanya dengan menggunakan terapi farmakologis saja. Kata Kunci : ISPA, Batuk Efektif
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN TULANG DAN OTOT: STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS Fitri Afdhal; Ria Wulandari; Bastiar Bastiar; Yazika Rimbawati
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien stroke adalah hambatan mobilitas fisik akibat kelemahan otot. Latihan Range of Motion (ROM) diketahui dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki tonus otot, dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek penelitian pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tebat Agung, Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengkajian keperawatan, dengan intervensi latihan ROM diberikan 3 kali sehari selama 3 hari selama 10–15 menit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Setelah tiga hari intervensi ROM, kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan kemampuan gerak pada ekstremitas yang sebelumnya mengalami kelemahan. Pada hari pertama hingga kedua, keluhan pasien masih muncul sebagian, namun pada hari ketiga kedua pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Saran: Agar pihak tenaga kesehatan memberikan latihan ROM sebagai therapy nonfarmakologis yang mudah diterapkan serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberlanjutan perawatan di rumah secara mandiri. Kata Kunci: Stroke, Gangguan Muskuloskeletal, Range of Motion (ROM)
Penyuluhan Kesehatan Tentang Asi Ekslusif Dalam Rangka Meningkatkan Kesuksesan Pemberian Asi Di Desa Gunung Menang Ranida Arsi; Fitri Afdhal; Andre Utama Saputra; Ulva Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3659

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan penting pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI adalah cairan bergizi tinggi yang diproduksi oleh payudara ibu dan menjadi asupan paling ideal bagi bayi baru lahir hingga berumur 6 bulan. Kandungan gizi dalam ASI sangat melimpah, dan memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi dapat mengurangi risiko kematian. Bayi yang menerima ASI secara eksklusif menunjukkan aspek kecerdasan dan memiliki gizi berkualitas tinggi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendalam kepada masyarakat khususnya pada ibu hamil maupunu ibu menyusui tentang ASI ekslusif, serta bagi keluarga yang berperan penting dalam merawat lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2025 di Balai Desa Gunung Menang Kab. Pali. Metode dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan ataupun edukasi berbasis diskusi ceramah dengan menggunakan leaflet mengenai mengenai ASI ekslusif untuk meningkatkan kesuksesan pemberian ASI ekslusif di Desa Gunung Menang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ASI Ekslusif berdampak positif dalam menambah pengetahuan ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai ASI, manfaat ASI, faktor-faktor ASI, akibat jika tidak diberikan ASI dan teknik menyusui yang benar. Pelaksanaan pengabdian ini dimulai dari pemberian materi, pembagian leaflet, pengisian pre-test dan post-test, sampai sesi diskusi berjalan dengan lancar dan kondusif, peserta aktif dalam memberikan pertanyaan, dan saling membagikan pengalamannya dalam memberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
Terapi Rendam Kaki Menggunakan Air Hangat Pada Pasien Lansia Hipertensi dengan Masalah Keperawatan Nyeri Akut Alex Cardo; Yazika Rimbawati; Selamat Parmin; Fitri Afdhal Afdhal
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1153

Abstract

Hypertension is one of the most common health problems experienced by the elderly and is often accompanied by acute pain complaints. Non-pharmacological management such as warm foot soak therapy can be an alternative to lower blood pressure as well as reduce pain. This study aimed to implement nursing care with the intervention of warm foot soak therapy in elderly patients with hypertension experiencing acute pain. The research method used was a case study design involving two elderly hypertensive patients at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital, Palembang, in 2025. The intervention was carried out by soaking the patients’ feet in warm water at a temperature of 37–40 °C for 15–30 minutes, once a day for three consecutive days. Data were collected through observations of blood pressure and pain scale using an assessment sheet. The results showed a decrease in blood pressure in both patients, from 180/80 mmHg to 150/80 mmHg and from 170/90 mmHg to 140/80 mmHg. In addition, the pain scale decreased significantly, from 5 to 1 and from 4 to 2. In conclusion, warm foot soak therapy is effective as a non-pharmacological nursing intervention to help reduce blood pressure and relieve pain in elderly patients with hypertension.
Asuhan Keperawatan Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Hipertensi dengan Masalah Gangguan Rasa Nyaman Tri Satria Ramadhan; Ria Wulandari; Fitri Afdhal; Ranida Arsi
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1159

Abstract

Hypertension in the elderly can lead to serious complications such as stroke and heart failure. In addition topharmacological therapy, non-pharmacological interventions are needed to improve patient comfort, one of which isprogressive muscle relaxation therapy. This study aimed to determine the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in improving comfort among elderly patients with hypertension at Bhayangkara Moh. Hasan Hospital, Palembang.The research method used a descriptive case study design with two hypertensive patients. One patient received progressive muscle relaxation therapy for three days, while the other patient received only standard pharmacological therapy. Data werecollected through observation, interviews, and clinical records. Results showed that patients who underwent progressivemuscle relaxation therapy experienced increased comfort, better sleep, decreased headaches, and a blood pressure drop to120/80 mmHg. Meanwhile, patients who received only pharmacological therapy experienced partial improvement. Inconclusion, progressive muscle relaxation therapy is effective in improving comfort and stabilizing blood pressure, and is therefore recommended as a complementary intervention to pharmacological therapy in elderly hypertensive patients.
Nursing management of oral rehydration therapy in pediatric patients with gastroenteritis and hypovolemia at a general hospital: A case study Helda Apriliana; Fitri Afdhal; Muhammad Romadhon; Ria Wulandari
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.532

Abstract

Background: Gastroenteritis is an inflammation of the stomach and small intestine caused by bacterial or viral infection, characterized by symptoms such as defecation more than three times per day. This condition often leads to nursing problems including impaired skin integrity, discomfort or pain, hyperthermia, and, most commonly, fluid volume deficit (hypovolemia). Oral rehydration therapy (ORT) plays an essential role in preventing hypovolemic complications, particularly dehydration ranging from mild to severe. ORT not only restores the balance of sodium and potassium concentrations in the body but also accelerates the recovery process. Objective: This study aimed to provide nursing care and to evaluate the effectiveness of oral rehydration therapy in children with gastroenteritis and hypovolemia in a general hospital. Methods: A case study approach was applied to explore nursing care management for pediatric patients with gastroenteritis and hypovolemia receiving oral rehydration therapy. The study compared two pediatric clients aged 1–5 years, admitted in July 2024 with gastroenteritis and hypovolemia. Data were collected through informed consent forms, interviews, observations, physical examinations, pediatric nursing assessment formats, and documentation. The case study was conducted over three consecutive days in a general hospital setting. Results: After three days of nursing interventions, with the primary diagnosis of hypovolemia related to active fluid loss, the administration of oral rehydration therapy demonstrated effective outcomes. Nursing care interventions— including observation, therapeutic actions, education, and collaboration—led to the resolution of the problem on the third day of care. Conclusion: This case study highlights the comparison of nursing care in two pediatric clients with gastroenteritis and hypovolemia undergoing oral rehydration therapy, showing that the intervention effectively resolved the problem within three days. Continued parental education was provided as part of the follow-up care.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Alex Atmasubrata Alex Atmasubrata Alex Cardo ALKHUSARI Alvian Harisandy Andre Utama Saputra Ardiansyah, Berlian Arum, Ajeng Bastiar Bastiar Dedi Fatrida Delima Ayu Sari Delima Ayu Sari Dita Rahmalia Putri Dora Miranti Erik Rosadi Erlin Ady Kurnia Fitrah Afdhal Helda Apriliana Inda Helmika INDRA FRANA JAYA KK Indri Yani Oktasari Indriyani Oktasari Ine Nadilla Vinka Putri Irwansyah Irwansyah Made Dwi Wiratama Made Dwi Wiratama Megawati Megawati Miki Marisa Miki Marissa Muhammad Romadhon Muhammad Romadhon Muhammad Romadhon Nabila Tri Agustiani Nabilla Tri Agustiani Ni Kadek Sunita Saputri NILA ALFA FAUZIAH Nurhidayati Nurhidayati Nurilaini Nurilaini Nurul Fitri Patricia Octavianus Pebi Oktapiani Pebi Oktapiani Pertiwi, Fielda Yuni Pevi Permata Sari Putra, Dicky Adi Putri Dewi Putri Picaso Azury Sheva Qori Agusti Rahma Dita RANIDA ARSI Resti Marsila Ria Natalia Wulandari Ria Wulandari Ria Wulandari Ria Wulandari Rika Dwi Saputri Rizki Sopyan Maulana Rizma Wirza Sriko Rohaya Rohaya Romadhon, Muhammad Sagita, Vina Sakinah, Wahyu Sari, Anggia Prima Sefti Loren Sefti Loren Selamat Parmin Selvi Selvi Selvi Septiana Septiana Septiana Shabilla Putri Wahyuni Shelvy Andela Sindi Yuliarti Sindi Yuliarti Sisen, Agung Sismayanti Sismayanti Sismayanti Subantara, Dandi Oka Suci Yuliawati Suci Yuliawaty Suprianti, Suprianti Suprida Suprida Syamsiar, Syamsiar Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Timur Yadi Tri Satria Ramadhan Tutut Riani Ulva Rachmawati Ulva Rahmawati Utari Ramadani Utari Ramadani Vira Sintha Patari Vira Sintha Patari Welly Yansyah Welly Yansyah Widya Putri Widya Putri Ilyas Yazika Rimbawati Yopania Putri Yulianto Yulianto Yulinda Ariyani Yuna Septia Yuna Septia Yunetra Franciska