Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Kesehatan Tentang Asi Ekslusif Dalam Rangka Meningkatkan Kesuksesan Pemberian Asi Di Desa Gunung Menang Arsi, Ranida; Afdhal, Fitri; Saputra, Andre Utama; Rahmawati, Ulva
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3659

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan penting pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI adalah cairan bergizi tinggi yang diproduksi oleh payudara ibu dan menjadi asupan paling ideal bagi bayi baru lahir hingga berumur 6 bulan. Kandungan gizi dalam ASI sangat melimpah, dan memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi dapat mengurangi risiko kematian. Bayi yang menerima ASI secara eksklusif menunjukkan aspek kecerdasan dan memiliki gizi berkualitas tinggi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendalam kepada masyarakat khususnya pada ibu hamil maupunu ibu menyusui tentang ASI ekslusif, serta bagi keluarga yang berperan penting dalam merawat lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2025 di Balai Desa Gunung Menang Kab. Pali. Metode dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan ataupun edukasi berbasis diskusi ceramah dengan menggunakan leaflet mengenai mengenai ASI ekslusif untuk meningkatkan kesuksesan pemberian ASI ekslusif di Desa Gunung Menang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ASI Ekslusif berdampak positif dalam menambah pengetahuan ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai ASI, manfaat ASI, faktor-faktor ASI, akibat jika tidak diberikan ASI dan teknik menyusui yang benar. Pelaksanaan pengabdian ini dimulai dari pemberian materi, pembagian leaflet, pengisian pre-test dan post-test, sampai sesi diskusi berjalan dengan lancar dan kondusif, peserta aktif dalam memberikan pertanyaan, dan saling membagikan pengalamannya dalam memberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
Asuhan Keperawatan Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Hipertensi dengan Masalah Gangguan Rasa Nyaman Ramadhan, Tri Satria; Wulandari, Ria; Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1159

Abstract

Hypertension in the elderly can lead to serious complications such as stroke and heart failure. In addition topharmacological therapy, non-pharmacological interventions are needed to improve patient comfort, one of which isprogressive muscle relaxation therapy. This study aimed to determine the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in improving comfort among elderly patients with hypertension at Bhayangkara Moh. Hasan Hospital, Palembang.The research method used a descriptive case study design with two hypertensive patients. One patient received progressive muscle relaxation therapy for three days, while the other patient received only standard pharmacological therapy. Data werecollected through observation, interviews, and clinical records. Results showed that patients who underwent progressivemuscle relaxation therapy experienced increased comfort, better sleep, decreased headaches, and a blood pressure drop to120/80 mmHg. Meanwhile, patients who received only pharmacological therapy experienced partial improvement. Inconclusion, progressive muscle relaxation therapy is effective in improving comfort and stabilizing blood pressure, and is therefore recommended as a complementary intervention to pharmacological therapy in elderly hypertensive patients.
Edukasi Bahaya Asap Rokok Menggunakan Alat Peraga Berbasis Audio Visual Pada Remaja di Wilayah Kerja Polkes 02.10.04 Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim Ranida Arsi; Fitri Afdhal; Andre Utama Saputra
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v8i2.7843

Abstract

Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker dan gangguan pernapasan. Pada tahun 2020 jumlah perokok dunia berusia ≥ 15 tahun sebanyak 991 juta orang. Penyebaran tembakau banyak memakan korban mencapai 8 juta jiwa per tahun-nya. Pengaruh buruk dari rokok bagi remaja adalah dapat membuat remaja menjadi tidak fokus saat belajar, daya tangkap kurang maksimal, gangguan axienty, hingga depresi ringan. Dampak rokok bagi remaja tidak berhenti sampai disitu saja, perkembangan paru-paru juga dapat terganggu selain itu juga, dapat menyebabkan insomnia, kanker mulut, kanker esophagus, kanker faring, laring dan kanker pancreas. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak ditingkatkan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat perlu melakukan pengabdian masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya asap rokok. Kegiatan edukasi kesehatan diikuti oleh 14 remaja yang sering terpapar dengan asap rokok. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media alat peraga. Sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 70%, tingkat pengetahuan sedang sebanyak 43% dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 07%. Setelah pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan sedang menjadi 35% dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi bertambah menjadi 64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan dengan media alat peraga berbasis audio visual dapat meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan selanjutnya yang dapat diberikan pada remaja dapat berupa edukasi bahaya merokok dan kiat untuk berhenti merokok bagi remaja.
Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Umur 24-60 Bulan Rohaya Rohaya; Yulianto Yulianto; Suprida Suprida; Megawati Megawati; Fitri Afdhal; Yunetra Franciska
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41520

Abstract

Balita Stunting atau pendek merupakan keadaan gagal berkembang pada umur dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis serta penyakit infeksi berulang paling utama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari kandungan sampai anak berumur 24 bulan. Anak terkategori stunting apabila panjang ataupun tinggi tubuhnya terletak di dasar minus 2 standar deviasi dari tinggi anak seumurnya. Stunting pada balita disebabkan oleh berbagai faktor, selain faktor anak, terdapat faktor dari ibu serta pola asuh. Mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024.Menggunakan desain case- control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024 dengan sampel yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan perbandingan 1:1 yaitu kelompok kasus sebanyak 37 balita dan kelompok kontrol sebanyak 37 balita sehingga total keseluruhan sampel berjumlah 74 balita. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif (p-value 0,001) dengan kejadian stunting, sedangkan jenis kelamin (p- value 0,162), pendidikan ibu (p-value 0,334), tinggi badan ibu (p-value 0,430), usia saat hamil (p-value 0,595), jarak lahir (p-value 0,595), dan paritas (p-value 0,754) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur.pola asuh ibu dalam pemberian ASI Eksklusif menjadi salah satu faktor risiko kejadian stunting pada balita, Perlu adanya edukasi oelh tenaga kesehatan dan sektor terkait dalam upaya pencegahan stunting.
THE EFFECT OF KATUK LEAF DECOCTION ON BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS Erlin Ady Kurnia; Arsi, Ranida; Fitri Afdhal
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.726

Abstract

The issue of inadequate breast milk (ASI) production among lactating mothers is a primary obstacle to the practice of exclusive breastfeeding for six months. “Insufficient breast milk production may stem from stress, exhaustion, inadequate nursing stimulation, or insufficient lactation-supportive nutrition. This study sought to assess the impact of katuk leaf (Sauropus androgynus) decoction on breast milk production in breastfeeding mothers residing in Kurungan Nyawa I Village, Buay Madang District, East OKU Regency. The intervention is providing 150 ml of Katuk leaf decoction everyday for seven consecutive days. This study employed a quasi-experimental design utilizing a pretest-posttest methodology without a control group. The sample comprised 17 lactating mothers. The Shapiro-Wilk test was employed to assess data normality, and the data were analyzed using the Paired Sample T-Test. The results indicated a substantial impact of Katuk leaf decoction on enhancing breast milk production, with a p-value of 0.000 (p<0.05). The mean breast milk volume prior to treatment was 76.47 ml, which rose to 122.12 ml post-intervention, reflecting an average increase of 45.53 ml. This notable enhancement indicates that katuk leaf decoction positively influences breast milk production. Breastfeeding women with insufficient milk supply are advised to take katuk leaf decoction as a natural remedy to enhance lactation.
Penerapan Buerger Allen Exercise Pada Pasien Risiko Luka Kaki Diabetes Melitus Dengan Masalah Keperawatan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif Alex Atmasubrata; Fitri Afdhal; Muhammad Romadhon; Indra Frana Jaya KK
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1130

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by increased blood glucose levels due to impaired insulin secretion or action, which can lead to ineffective peripheral perfusion. This study aimed to determine the effect of Buerger Allen Exercise (BAE) on peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus at risk for ineffective peripheral perfusion. The study used a descriptive method with two respondents who met the inclusion criteria in the inpatient ward of X Hospital, South Sumtera. Client 1 received Buerger Allen Exercise (BAE) twice daily for three days, while Client 2 was only observed. Measurement of the Ankle Brachial Index (ABI) showed an increase from 0.7 to 1.0 in Client 1, accompanied by warmer skin and reduced numbness. Client 2 showed no significant change. It can be concluded that Buerger Allen Exercise (BAE) is effective in improving peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus.
PENERAPAN TERAPI SENAM KAKI PADA PASIEN LANSIA YANG MENGALAMI DIABETES MELITUS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN HIPERGLIKEMI Ria Natalia Wulandari; Fitri Afdhal; Yazika Rimbawati; Putri Picaso Azury Sheva
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1379

Abstract

Latar Belakang : Diabetes merupakan penyakit yang tidak menular, namun merupakan penyakit kronis dilihat dari gejala disebabkan oleh penurunan sekresi pada insulin, kerja pada insulin, serta bahkan kedua-duanya (hiperglikemia). Senam kaki bermanfaat untuk mengurangi stress, menurunkan tekanan darah, menurunkan gula darah dan mencegah cedera pada kaki, membantu memperlancar peredaran darah pada kaki. Tujuan: untuk melakukan asuhan keperawatan pasien lansia yang mengalami Diabetes Melitus dengan masalah keperawatan hiperglikemi dengan penerapan senam kaki di RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Provinsi Sumatra Selatan tahun 2024. Metode: yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi terapi senam kaki,subyek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil: pada pengkajian dilakukan ke pasien 1 dan 2 dengan keluhan pasien mengatakan kram pada kedua kakinya, badan terasa lemas dan lesu, sering kencing pada malam hari dan merasahan haus yang berlebih. Diagnosa Keperawatan utama ketidakstabilan kadar glukosa darah. Setelah tiga hari dilakukan intervensi terapi senam kaki dan implementasi SLKI dan SIKI hasilnya semakin membaik masalah teratasi. Terapi senam kaki dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah serta mengurangi rasa kesemutan dan baal pada ekstermitas bawah pasien yang mengidap diabetes melitus. Saran : senam kaki diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dalam pendidikan keperawatan. Kata Kunci: Senam Kaki, Lansia, Diabetes Melitus
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN TULANG DAN OTOT: STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS Afdhal, Fitri; Wulandari, Ria; Bastiar, Bastiar; Rimbawati, Yazika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien stroke adalah hambatan mobilitas fisik akibat kelemahan otot. Latihan Range of Motion (ROM) diketahui dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki tonus otot, dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek penelitian pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tebat Agung, Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengkajian keperawatan, dengan intervensi latihan ROM diberikan 3 kali sehari selama 3 hari selama 10–15 menit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Setelah tiga hari intervensi ROM, kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan kemampuan gerak pada ekstremitas yang sebelumnya mengalami kelemahan. Pada hari pertama hingga kedua, keluhan pasien masih muncul sebagian, namun pada hari ketiga kedua pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Saran: Agar pihak tenaga kesehatan memberikan latihan ROM sebagai therapy nonfarmakologis yang mudah diterapkan serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberlanjutan perawatan di rumah secara mandiri. Kata Kunci: Stroke, Gangguan Muskuloskeletal, Range of Motion (ROM)
Gangguan Sistem Pencernaan: Diare pada Balita Dengan Terapi Pemberian Oralit Sari, Delima Ayu; Afdhal, Fitri; Wulandari, Ria; Harisandy, Alvian
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3632

Abstract

Background: Diarrhea is a condition of defecating more frequently than usual with a liquid stool texture accompanied by blood and mucus. Common causes of diarrhea come from contaminated food or water. Carried out to implement nursing care for patients with digestive system disorders: Diarrhea with hypovolemia problems. The purpose of this study is to describe the implementation of comprehensive nursing care for children diagnosed with diarrhea at Bhayangkara Mohamad Hasan Hospital, Palembang. Method: The study used a descriptive method with a case study approach and intervention of oral rehydration salts, subjects in case studies on both patients. Data collection techniques include interviews, observation, physical examination, and documentation. Results: In the assessment carried out on patient 1 with complaints of the patient saying defecating more than 3 times a day with a nursing diagnosis of hypovolemia, after 3 days of intervention of oral rehydration salts and implementation of SLKI and SIKI the problem was resolved. Conclusion: Oral rehydration salts are very effective for patients with fluid deficiency as a replacement for lost body fluids.
Peningkatan Keterampilan Orang Tua dalam Perawatan Luka Anak Pasca Operasi melalui Pendekatan Home Care Fitri Afdhal; Indri Yani Oktasari; Sefti Loren; Selvi Selvi; Septiana Septiana; Sismayanti Sismayanti; Suci Yuliawaty; Miki Marisa; Widya Putri; Vira Sintha Patari; Nabilla Tri Agustiani; Utari Ramadani; Welly Yansyah; Sindi Yuliarti; Pebi Oktapiani; Made Dwi Wiratama; Taufik Indrajaya
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i1.913

Abstract

Postoperative wound care in children is a crucial aspect of the healing process and infection prevention. Lack of parental knowledge and skillsin wound care can increase the risk of surgical site infection (SSI) and delay recovery. Therefore, this community service program aims toimprove parental skills in caring for postoperative wounds in children through a home care approach. The method used in this program includes counseling, training, and mentoring conducted in Betung Induk, Abab District, Pali Regency. Evaluation was carried out by comparing participants' pre-test and post-test results and observing practical skills. The evaluation results showed an increase in participants' understanding from 42.8% in the pre-test to 85.7% in the post-test, as well as an improvement in wound care skills up to 78.6%. Although there were limitations in training time and the number of medical assistants, this program successfully enhanced parents' skills in postoperative wound care. In the future, this program can be developed through digital-based education and online mentoring to expand its reach and increase the effectiveness of health education.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Agustiani, Nabila Tri Alex Atmasubrata ALKHUSARI Alvian Harisandy Andre Utama Saputra Apriliana, Helda Ardiansyah, Berlian Arum, Ajeng Bastiar Bastiar DEDI FATRIDA Dora Miranti Erik Rosadi Erlin Ady Kurnia Ilyas, Widya Putri Inda Helmika INDRA FRANA JAYA KK Indrajaya, Taufik Indri Yani Oktasari Irwansyah Irwansyah Jaya, Indra Frana Loren, Sefti Made Dwi Wiratama Marissa, Miki Maulana, Rizki Sopyan Megawati Megawati Miki Marisa Muhammad Romadhon Nabilla Tri Agustiani Ni Kadek Sunita Saputri NILA ALFA FAUZIAH Nurhidayati Nurhidayati Nurilaini Nurilaini Nurul Fitri Oktapiani, Pebi Oktasari, Indriyani Patricia Octavianus Pebi Oktapiani Pertiwi, Fielda Yuni Pevi Permata Sari Putra, Dicky Adi Putri Dewi Putri Picaso Azury Sheva Qori Agusti Rahma Dita Rahmawati, Ulva Ramadani, Utari Ramadhan, Tri Satria RANIDA ARSI Resti Marsila Ria Natalia Wulandari Ria Wulandari Riani, Tutut Rika Dwi Saputri Rohaya Rohaya Romadhon, Muhammad Sagita, Vina Sakinah, Wahyu Sari, Anggia Prima Sari, Delima Ayu Sefti Loren Selvi Selvi Selvi Septiana Septiana Septiana Shelvy Andela Sindi Yuliarti Sintha Patari, Vira Sisen, Agung Sismayanti Sismayanti Sismayanti Subantara, Dandi Oka Suci Yuliawaty Suprianti, Suprianti Suprida Suprida Syamsiar, Syamsiar Taufik Indrajaya Timur Yadi Utama Saputra, Andre Utari Ramadani Vira Sintha Patari Welly Yansyah Widya Putri Wiratama, Made Dwi Yansyah, Welly Yazika Rimbawati Yopania Putri Yulianto Yulianto Yuliarti, Sindi Yuliawati, Suci Yulinda Ariyani Yuna Septia Yuna Septia Yunetra Franciska