Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN LATIHAN BATUK EFEKTIF PADA ANAK INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) DENGAN MASALAH KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Afdhal, Fitri; Rimbawati, Yazika; Romadhon, Muhammad; Maulana, Rizki Sopyan
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1443

Abstract

Latar Belakang : Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Biasanya akan terjadi pada 14 hari dengan gejala yang sering muncul seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, keluarnya cairan berlebihan dan kehilangan nafsu makan. Kebiasaan manusia yang sering mengabaikan kejadian ini, padahal infeksi akibat virus dan bakteri dapat dengan cepat menumpuk di saluran pernapasan. Terapi non farmakologi yakni pemberiaan terapi batuk efektif, memudahkan pasien untuk mengeluarkan dahak,memperbanyak istirahat dan konsumsi air putih untuk mengencerkan dahak agar lebih mudah untuk dikeluarkan.Tujuan :untuk mengetahui penerapan latihan batuk efektif pada anak dengan (ISPA)di Wilayah Puskesmas Tebat Agung Muara Enim Tahun 2024 Metode: metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi batuk efektif, subjek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Hasil Penelitian : pada pengkajian kedua pasien mengatakan batuk berdahak. Pada  pasien 1 dan 2 diberikan terapi farmakologis tetapi pada pasien 1 diberikan terapi tambahan yaitu terapi non farmakologis latihan batuk efektif, pada evaluasi hari ketiga pasien 1 mengatakan dahaknya sudah mulai berkurang sedangkan pada pasien 2 mengatakan dahak tidak terlalu banyak, tetapi masih ada sedikit. Diagnosa Keperawatan utama Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan : batuk efektif terbukti dapat membantu pasien untuk mengurangi dahaknya dibandingkan hanya dengan menggunakan terapi farmakologis saja. Kata Kunci : ISPA, Batuk Efektif
PENERAPAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN TULANG DAN OTOT: STROKE DI WILAYAH PUSKESMAS Afdhal, Fitri; Wulandari, Ria; Bastiar, Bastiar; Rimbawati, Yazika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 10, No 2: Agustus 2025 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v10i2.1453

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, dan menurunkan kualitas hidup penderita. Salah satu masalah yang sering muncul pada pasien stroke adalah hambatan mobilitas fisik akibat kelemahan otot. Latihan Range of Motion (ROM) diketahui dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, memperbaiki tonus otot, dan meningkatkan kemampuan mobilitas pasien. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan ROM terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan dua subjek penelitian pasien stroke dengan hambatan mobilitas fisik. Lokasi penelitian dilakukan di Puskesmas Tebat Agung, Kabupaten Muara Enim pada bulan Juni 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan pengkajian keperawatan, dengan intervensi latihan ROM diberikan 3 kali sehari selama 3 hari selama 10–15 menit. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan kekuatan otot pasien sebelum dan sesudah latihan. Hasil: Setelah tiga hari intervensi ROM, kedua pasien mengalami peningkatan kekuatan otot dan kemampuan gerak pada ekstremitas yang sebelumnya mengalami kelemahan. Pada hari pertama hingga kedua, keluhan pasien masih muncul sebagian, namun pada hari ketiga kedua pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan. Saran: Agar pihak tenaga kesehatan memberikan latihan ROM sebagai therapy nonfarmakologis yang mudah diterapkan serta melibatkan keluarga untuk mendukung keberlanjutan perawatan di rumah secara mandiri. Kata Kunci: Stroke, Gangguan Muskuloskeletal, Range of Motion (ROM)
Penyuluhan Kesehatan Tentang Asi Ekslusif Dalam Rangka Meningkatkan Kesuksesan Pemberian Asi Di Desa Gunung Menang Arsi, Ranida; Afdhal, Fitri; Saputra, Andre Utama; Rahmawati, Ulva
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3659

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan asupan penting pada pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI adalah cairan bergizi tinggi yang diproduksi oleh payudara ibu dan menjadi asupan paling ideal bagi bayi baru lahir hingga berumur 6 bulan. Kandungan gizi dalam ASI sangat melimpah, dan memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi dapat mengurangi risiko kematian. Bayi yang menerima ASI secara eksklusif menunjukkan aspek kecerdasan dan memiliki gizi berkualitas tinggi. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat dan mendalam kepada masyarakat khususnya pada ibu hamil maupunu ibu menyusui tentang ASI ekslusif, serta bagi keluarga yang berperan penting dalam merawat lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 21 Februari 2025 di Balai Desa Gunung Menang Kab. Pali. Metode dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan ataupun edukasi berbasis diskusi ceramah dengan menggunakan leaflet mengenai mengenai ASI ekslusif untuk meningkatkan kesuksesan pemberian ASI ekslusif di Desa Gunung Menang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ASI Ekslusif berdampak positif dalam menambah pengetahuan ibu untuk memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai ASI, manfaat ASI, faktor-faktor ASI, akibat jika tidak diberikan ASI dan teknik menyusui yang benar. Pelaksanaan pengabdian ini dimulai dari pemberian materi, pembagian leaflet, pengisian pre-test dan post-test, sampai sesi diskusi berjalan dengan lancar dan kondusif, peserta aktif dalam memberikan pertanyaan, dan saling membagikan pengalamannya dalam memberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan bayi.
Peningkatan Keterampilan Orang Tua dalam Perawatan Luka Anak Pasca Operasi melalui Pendekatan Home Care Afdhal, Fitri; Oktasari, Indri Yani; Loren, Sefti; Selvi, Selvi; Septiana, Septiana; Sismayanti, Sismayanti; Yuliawaty, Suci; Marisa, Miki; Putri, Widya; Patari, Vira Sintha; Agustiani, Nabilla Tri; Ramadani, Utari; Yansyah, Welly; Yuliarti, Sindi; Oktapiani, Pebi; Wiratama, Made Dwi; Indrajaya, Taufik
JURNAL PENGABDIAN KADER BANGSA Vol 2 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kader Bangsa
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Kader Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jpkb.v2i1.913

Abstract

Postoperative wound care in children is a crucial aspect of the healing process and infection prevention. Lack of parental knowledge and skillsin wound care can increase the risk of surgical site infection (SSI) and delay recovery. Therefore, this community service program aims toimprove parental skills in caring for postoperative wounds in children through a home care approach. The method used in this program includes counseling, training, and mentoring conducted in Betung Induk, Abab District, Pali Regency. Evaluation was carried out by comparing participants' pre-test and post-test results and observing practical skills. The evaluation results showed an increase in participants' understanding from 42.8% in the pre-test to 85.7% in the post-test, as well as an improvement in wound care skills up to 78.6%. Although there were limitations in training time and the number of medical assistants, this program successfully enhanced parents' skills in postoperative wound care. In the future, this program can be developed through digital-based education and online mentoring to expand its reach and increase the effectiveness of health education.
Asuhan Keperawatan Terapi Relaksasi Otot Progresif Pada Lansia Hipertensi dengan Masalah Gangguan Rasa Nyaman Ramadhan, Tri Satria; Wulandari, Ria; Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1159

Abstract

Hypertension in the elderly can lead to serious complications such as stroke and heart failure. In addition topharmacological therapy, non-pharmacological interventions are needed to improve patient comfort, one of which isprogressive muscle relaxation therapy. This study aimed to determine the effectiveness of progressive muscle relaxation therapy in improving comfort among elderly patients with hypertension at Bhayangkara Moh. Hasan Hospital, Palembang.The research method used a descriptive case study design with two hypertensive patients. One patient received progressive muscle relaxation therapy for three days, while the other patient received only standard pharmacological therapy. Data werecollected through observation, interviews, and clinical records. Results showed that patients who underwent progressivemuscle relaxation therapy experienced increased comfort, better sleep, decreased headaches, and a blood pressure drop to120/80 mmHg. Meanwhile, patients who received only pharmacological therapy experienced partial improvement. Inconclusion, progressive muscle relaxation therapy is effective in improving comfort and stabilizing blood pressure, and is therefore recommended as a complementary intervention to pharmacological therapy in elderly hypertensive patients.
Edukasi Bahaya Asap Rokok Menggunakan Alat Peraga Berbasis Audio Visual Pada Remaja di Wilayah Kerja Polkes 02.10.04 Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim Ranida Arsi; Fitri Afdhal; Andre Utama Saputra
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v8i2.7843

Abstract

Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker dan gangguan pernapasan. Pada tahun 2020 jumlah perokok dunia berusia ≥ 15 tahun sebanyak 991 juta orang. Penyebaran tembakau banyak memakan korban mencapai 8 juta jiwa per tahun-nya. Pengaruh buruk dari rokok bagi remaja adalah dapat membuat remaja menjadi tidak fokus saat belajar, daya tangkap kurang maksimal, gangguan axienty, hingga depresi ringan. Dampak rokok bagi remaja tidak berhenti sampai disitu saja, perkembangan paru-paru juga dapat terganggu selain itu juga, dapat menyebabkan insomnia, kanker mulut, kanker esophagus, kanker faring, laring dan kanker pancreas. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak ditingkatkan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat perlu melakukan pengabdian masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya asap rokok. Kegiatan edukasi kesehatan diikuti oleh 14 remaja yang sering terpapar dengan asap rokok. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media alat peraga. Sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 70%, tingkat pengetahuan sedang sebanyak 43% dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 07%. Setelah pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan sedang menjadi 35% dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi bertambah menjadi 64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan dengan media alat peraga berbasis audio visual dapat meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan selanjutnya yang dapat diberikan pada remaja dapat berupa edukasi bahaya merokok dan kiat untuk berhenti merokok bagi remaja.
Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Umur 24-60 Bulan Rohaya Rohaya; Yulianto Yulianto; Suprida Suprida; Megawati Megawati; Fitri Afdhal; Yunetra Franciska
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41520

Abstract

Balita Stunting atau pendek merupakan keadaan gagal berkembang pada umur dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis serta penyakit infeksi berulang paling utama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari kandungan sampai anak berumur 24 bulan. Anak terkategori stunting apabila panjang ataupun tinggi tubuhnya terletak di dasar minus 2 standar deviasi dari tinggi anak seumurnya. Stunting pada balita disebabkan oleh berbagai faktor, selain faktor anak, terdapat faktor dari ibu serta pola asuh. Mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024.Menggunakan desain case- control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024 dengan sampel yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan perbandingan 1:1 yaitu kelompok kasus sebanyak 37 balita dan kelompok kontrol sebanyak 37 balita sehingga total keseluruhan sampel berjumlah 74 balita. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif (p-value 0,001) dengan kejadian stunting, sedangkan jenis kelamin (p- value 0,162), pendidikan ibu (p-value 0,334), tinggi badan ibu (p-value 0,430), usia saat hamil (p-value 0,595), jarak lahir (p-value 0,595), dan paritas (p-value 0,754) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur.pola asuh ibu dalam pemberian ASI Eksklusif menjadi salah satu faktor risiko kejadian stunting pada balita, Perlu adanya edukasi oelh tenaga kesehatan dan sektor terkait dalam upaya pencegahan stunting.
Application of chest physiotherapy in toddler patients with pneumonia with ineffective airways clearance: A case study Sriko, Rizma Wirza; Wulandari, Ria; KK, Indra Frana Jaya; Afdhal, Fitri
Indonesian Journal of Health Services Vol. 1 No. 2 (2024): April - June
Publisher : Science Center Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63202/ijhs.v1i2.20

Abstract

Background: Pneumonia is a major respiratory infection that causes inflammation of lung tissue and excessive mucus production, leading to airway obstruction and impaired respiratory function. In toddlers, anatomical and physiological characteristics such as narrow airways and immature immune responses increase the risk of ineffective airway clearance. Effective management strategies are therefore required to facilitate secretion removal and improve respiratory function. Chest physiotherapy is a non-pharmacological intervention widely used to mobilize airway secretions and enhance pulmonary ventilation. Objective: This study aimed to analyze the application of chest physiotherapy in toddler patients with pneumonia experiencing ineffective airway clearance. Methods: This study employed a descriptive analytic case study design conducted in the pediatric inpatient ward of RSUD Siti Fatimah Az-Zahra Hospital, South Sumatra, Indonesia. The study involved two toddler patients aged between 10 months and 2 years who were diagnosed with pneumonia and experienced ineffective airway clearance. Chest physiotherapy was administered twice daily for three consecutive days with a duration of 10–15 minutes per session. Nursing care followed the standard nursing process, including assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Respiratory parameters such as respiratory rate, body temperature, pulse rate, breath sounds, and airway secretion clearance were assessed before and after the intervention. Data were analyzed using descriptive analysis to evaluate changes in respiratory status following chest physiotherapy. Results: Both patients demonstrated clinical improvement after the intervention period. Respiratory rate decreased from 60 to 52 breaths per minute in Patient 1 and from 42 to 40 breaths per minute in Patient 2. Breath sounds such as wheezing gradually disappeared, and airway secretions were expelled more effectively. Pulse rate and body temperature also stabilized during the evaluation period, indicating improved respiratory status and airway clearance. Conclusion: Chest physiotherapy can improve airway clearance and respiratory function in toddlers with pneumonia. This intervention may serve as an effective non-pharmacological nursing strategy to support respiratory management in pediatric pneumonia patients.
Factors associated with exclusive breastfeeding success among breastfeeding mothers in Ogan Komering Ulu Regency, Indonesia: A cross-sectional study Arsi, Ranida; Rachmawati, Ulva; Afdhal, Fitri
Lentera Perawat Vol. 7 No. 2 (2026): April - June
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i2.689

Abstract

Background: Exclusive breastfeeding is an essential intervention for improving infant health, growth, and development. Despite its well-established benefits, the coverage of exclusive breastfeeding in several regions of Indonesia remains below target, including in the working area of Puskesmas Peninjauan, Ogan Komering Ulu Regency. The success of exclusive breastfeeding is influenced by multiple maternal and environmental factors, including maternal knowledge, family support, parity, and pregnancy interval. Objective: This study aimed to analyze the factors associated with the success of exclusive breastfeeding among breastfeeding mothers in the working area of Puskesmas Peninjauan, Ogan Komering Ulu Regency. Methods: This study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The study was conducted from June to July 2025 and involved all mothers with infants aged 7–12 months in the working area of Puskesmas Peninjauan, with a total of 61 respondents selected using total sampling. Data were collected using a checklist form and structured questionnaires covering maternal knowledge, family support, parity, pregnancy interval, and exclusive breastfeeding success. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test at a 95% significance level (α = 0.05). Results: Most respondents were aged 21–30 years (52.5%), had completed senior high school (37.7%), and were homemakers (88.5%). A total of 91.8% of mothers successfully practiced exclusive breastfeeding. Bivariate analysis showed that family support was significantly associated with exclusive breastfeeding success (p = 0.002), whereas maternal knowledge (p = 0.353), parity (p = 0.215), and pregnancy interval (p = 0.052) were not significantly associated. Conclusion: Family support was the most influential factor associated with the success of exclusive breastfeeding. Strengthening the involvement of husbands and family members in breastfeeding education and lactation support should be integrated into maternal and child health services to improve exclusive breastfeeding outcomes.  
THE EFFECT OF KATUK LEAF DECOCTION ON BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS Erlin Ady Kurnia; Arsi, Ranida; Fitri Afdhal
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.726

Abstract

The issue of inadequate breast milk (ASI) production among lactating mothers is a primary obstacle to the practice of exclusive breastfeeding for six months. “Insufficient breast milk production may stem from stress, exhaustion, inadequate nursing stimulation, or insufficient lactation-supportive nutrition. This study sought to assess the impact of katuk leaf (Sauropus androgynus) decoction on breast milk production in breastfeeding mothers residing in Kurungan Nyawa I Village, Buay Madang District, East OKU Regency. The intervention is providing 150 ml of Katuk leaf decoction everyday for seven consecutive days. This study employed a quasi-experimental design utilizing a pretest-posttest methodology without a control group. The sample comprised 17 lactating mothers. The Shapiro-Wilk test was employed to assess data normality, and the data were analyzed using the Paired Sample T-Test. The results indicated a substantial impact of Katuk leaf decoction on enhancing breast milk production, with a p-value of 0.000 (p<0.05). The mean breast milk volume prior to treatment was 76.47 ml, which rose to 122.12 ml post-intervention, reflecting an average increase of 45.53 ml. This notable enhancement indicates that katuk leaf decoction positively influences breast milk production. Breastfeeding women with insufficient milk supply are advised to take katuk leaf decoction as a natural remedy to enhance lactation.