Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Pergaulan Bebas dan Pernikahan Dini pada Remaja di Desa Gunung Menang Kabupaten Pali Arsi, Ranida; Afdhal, Fitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 2 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i2.81

Abstract

Pencegahan pergaulan bebas dan pernikahan dini menjadi masalah penting dalam pembinaan remaja di pedesaan Indonesia. Desa Gunung Menang menghadapi tantangan terkait pergaulan bebas dan pernikahan dini, yang berdampak pada perkembangan sosial dan psikologis remaja. Pengabdian ini bertujuan Untuk menilai pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan edukasi dilaksanakan tim pelaksana pengabdian masyarakat memberikan kuesioner tentang pengetahuan remaja terhadap pergaulan bebas dan pernikahan dini. Hasil Pengabdian pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi, sebanyak 5 orang (5%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi, sebanyak 10 orang (33%) memiliki sedang dan rendah sebanyak 15 orang (50%). Setelah edukasi, tidak ada peserta yang memiliki tingkat pengetahuan rendah dan didapatkan peningkatan pada kategori tinggi yaitu sebanyak 13 orang (43%) dan kategori sedang 17 orang (57%). Peningkatan pengetahuan mengenai edukasi pernikahan dini dan pergaulan bebas memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk kesadaran diri remaja. Dengan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak negatif dari pernikahan dini dan pergaulan bebas, remaja dapat menyadari konsekuensi jangka panjang yang mungkin mereka hadapi, baik dalam hal kesehatan, pendidikan, maupun perkembangan emosional dan sosial.
Edukasi Pencegahan dan Bahaya Stunting Pada Masyarakat Desa Betung Induk Penukal Abab Lematang Ilir Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 2 (2024): September
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i2.84

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang berdampak jangka panjang pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas anak di masa depan. Desa Betung Induk, Pali, masih menghadapi tantangan dalam pencegahan stunting akibat kurangnya pemahaman masyarakat terkait gizi seimbang, pola asuh, dan sanitasi yang baik. Oleh karena itu, program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan bahaya stunting melalui metode partisipatif yang melibatkan edukasi, pelatihan, dan monitoring. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman masyarakat mengenai stunting, konsumsi gizi seimbang, serta perilaku kesehatan yang lebih baik. Setelah edukasi, pemahaman masyarakat mengenai stunting meningkat dari 30% menjadi 75%, kepatuhan konsumsi tablet Fe meningkat menjadi 80%, dan kunjungan rutin ke posyandu bertambah dari 40% menjadi 70%. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan akses bahan pangan bergizi dan perubahan pola pikir masyarakat, hasil program ini menunjukkan bahwa edukasi yang berkelanjutan dapat memberikan dampak positif dalam upaya pencegahan stunting. Dengan dukungan dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Betung Induk, Penukal abab lematang ilir.
Penerapan Latihan Batuk efektif Pada Pasien Anak Asma Bronkial dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di RS X Provinsi Sumatera Selatan Sakinah, Wahyu; Afdhal, Fitri; Wulandari, Ria; Romadhon, Muhammad
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v12i2.1010

Abstract

Bronchial asthma is a chronic inflammation of the respiratory tract that affects the trachea and bronchi and is very common. Exposure to various stimuli can lead to airway hyperresponsiveness, causing symptoms such as shortness of breath (wheezing), chest tightness, and coughing. This inflammation is closely associated with those responses.The objective of this study was to implement nursing care for patients with respiratory system disorders, specifically bronchial asthma with the main nursing diagnosis of ineffective airway clearance. The population in this study consisted of all inpatients in the internal medicine ward of Hospital X, South Sumatra Province, who were diagnosed with bronchial asthma during the research period. From this population, two patientswho met the inclusion criteria (diagnosed with bronchial asthma and experiencing ineffective airway clearance) were selected as the samples.This research used a descriptive method with a case study approach. The main intervention applied was effective coughing exercises along with pharmacological therapy using bronchodilators. Data collection techniques included interviews, observations, physical examinations, and documentation studies.The results showed that both patients initially complained of productive cough and shortness of breath. After three days of intervention using effective coughing exercises, bronchodilator administration, and the implementation of SLKI (Indonesian Nursing Outcome Standards) and SIKI (Indonesian Nursing Intervention Standards), the problems were resolved. The main nursing diagnosis of ineffective airway clearance was successfully addressed.
Asuhan Keperawatan Penerapan Batuk Efektif pada Pasien Asma dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif Yuna Septia; Fitri Afdhal; Indra Frana Jaya KK; Andre Utama Saputra
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.290

Abstract

Asma merupakan suatu penyakit obstruksi saluran nafas yang dapat ditemui pada orang dewasa  Asma menyerang saluran pernapasan yang menyebabkan hiperaktivitas bronkus dan obstruksi jalan nafas terhadap berbagai rangsangan yang ditandai dengan gejala episodik berulang berupa mengi, batuk, sesak napas dan rasa berat di dada. Gejala ini menyebabkan penyumbatan dengan penumpukan sekret di paru-paru sehingga terjadi masalah bersihan jalan nafas tidak efektif  cara yang dapat menanggulangi masalah ini dengan melakukan asuhan keperawatan intervensi non farmakologi yaitu penerapan batuk efektif. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien asma dengan penerapan   batuk efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dan intervensi latihan batuk efektif, subyek pada studi kasus terdapat 2 klien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Pada Tanggal 05-09 Juli 2023. Hasil menunjukkanpada tahap pengkajian dilakukan ke klien 1 dan 2 yang memiliki keluhan pasien mengatakan sesak nafas, badan terasa lemas dan lesu, batuk, pilek. Diagnosa Keperawatan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif dan Pola Nafas Tidak Efektif. Setelah tiga hari dilakukan intervensi latihan batuk efektif dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan studi kasus yaitu intervensi latihan batu efektif ini sangat efektif pada masalah bersihan jalan nafas tidak efektif pada pasien asma Brochial.
Penyuluhan Manfaat Aromatheraphy Lemon Untuk Mengatasi Mual Muntah Trimester Awal Kehamilan Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida; Saputra, Andre Utama; Rosadi, Erik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2717

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses perubahan fisiologis seperti mual muntah, pusing, nyeri punggung, flek hitam pada wajah, kram pada kaki, kenaikan berat badan, insomnia, dan sering berkemih. Penyebab mual muntah karena peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionik Gonadrotropin (HCG). Mual muntah bisa dicegah dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Penanganan mual muntah secara non farmakologi yaitu aromatherapy lemon. Tujuan: dari kegiatan pegabdian kepada Masyarakat adalah memberikan penyuluhan tentang manfaat aromatheraphy lemon dalam mengatasi mual muntah ibu hamil trimester I. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga hubungan lebih efektif, akrab, menyakinkan dan pemberian respon yang langsung pada ibu hamil Di Puskesmas 7 Ulu Kota Palembang. Hasil: ibu hamil memahami dan mengerti tentang manfaat aromatheraphy lemon dan penggunaan aromatheraphy lemon dalam mengatasi mual muntah trimester awal kehamilan. Kegiatan penyuluhan ini penting dilakukan pada ibu hamil dan ibu hamil yang mengalami mual muntah karena mereka menjadi paham bahwa aromatheraphy lemon dapat mengatasi mual muntah kehamilan, ibu hamil tidak lagi mengkonsumi obat atau bahan kimia yang lain untuk mengatasi mual muntah kehamilan. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar, ibu hamil antusias selama kegiatan penyuluhan berlangsung.
Nursing management of oral rehydration therapy in pediatric patients with gastroenteritis and hypovolemia at a general hospital: A case study Apriliana, Helda; Afdhal, Fitri; Romadhon, Muhammad; Wulandari, Ria
Lentera Perawat Vol. 6 No. 3 (2025): July - September
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v6i3.532

Abstract

Background: Gastroenteritis is an inflammation of the stomach and small intestine caused by bacterial or viral infection, characterized by symptoms such as defecation more than three times per day. This condition often leads to nursing problems including impaired skin integrity, discomfort or pain, hyperthermia, and, most commonly, fluid volume deficit (hypovolemia). Oral rehydration therapy (ORT) plays an essential role in preventing hypovolemic complications, particularly dehydration ranging from mild to severe. ORT not only restores the balance of sodium and potassium concentrations in the body but also accelerates the recovery process. Objective: This study aimed to provide nursing care and to evaluate the effectiveness of oral rehydration therapy in children with gastroenteritis and hypovolemia in a general hospital. Methods: A case study approach was applied to explore nursing care management for pediatric patients with gastroenteritis and hypovolemia receiving oral rehydration therapy. The study compared two pediatric clients aged 1–5 years, admitted in July 2024 with gastroenteritis and hypovolemia. Data were collected through informed consent forms, interviews, observations, physical examinations, pediatric nursing assessment formats, and documentation. The case study was conducted over three consecutive days in a general hospital setting. Results: After three days of nursing interventions, with the primary diagnosis of hypovolemia related to active fluid loss, the administration of oral rehydration therapy demonstrated effective outcomes. Nursing care interventions— including observation, therapeutic actions, education, and collaboration—led to the resolution of the problem on the third day of care. Conclusion: This case study highlights the comparison of nursing care in two pediatric clients with gastroenteritis and hypovolemia undergoing oral rehydration therapy, showing that the intervention effectively resolved the problem within three days. Continued parental education was provided as part of the follow-up care.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Arsi, Ranida; Suprianti, Suprianti; Afdhal, Fitri; Utama Saputra, Andre
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1463

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita selama menstruasi. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri kram pada perut bagian bawah yang terjadi sebelum atau selama menstruasi dan dapat disertai gejala lain seperti sakit kepala, mual muntah dan diare faktor terjadinya dismenore primer antara lain, haid pertama kali diusia kurang dari 12 tahun (menarche dini), aktivitas fisik atau olahraga yang kurang, siklus haid memanjang atau haid lebih lama dari normal, stress, Riwayat keluarga, dan belum pernah hamil dan melahirkan serta kualitas tidur yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur dengan kejadian dismenore primer. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 orang. Variabel pada penelitian ini dismenore primer, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Pengumpulan data menggunakan Numeric Pain Rating Scale, Phsical Activity Rasio, Pitsburgh Sleep Quality Indeks. Responden dengan dismenore primer sebesar 68,4%. Responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebanyak 76,9%. Responden dengan kualitas tidur buruk sebanyak 89.7%. Analisa data di uji menggunakan uji Chi-Square. Hasil statistik antara dismenore primer dengan aktivitas fisik didapatkan nilai p value 0,000 (p<0,05), dan dismenore primer dengan kualitas tidur di dapakan nilai p value 0,000 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kejadian dismenore pada remaja putri di MA AL-Muawanah Pemulutan tahun 2024. Diharapkan kepada para remaja untuk tetap menjaga aktifitas fisik dan kualitas tidur yang baik agar pada saat mentruasi datang tidak mengalami disminore.
Edukasi Pemberian Rebusan Air Jahe Campur Madu Terhadap Batuk Pilek Penderita Ispa Di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang Fitri Afdhal; Ranida Arsi; Andre Utama Saputra
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang terjadi pada bagian saluran napas mulai dari hidung sampai alveoli termasuk organ yang berhubungan (sinus, rongga telinga tengah, pleura). Penyebab dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah virus dan bakteri. Jahe merupakan tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri 2,58- 2,72% yang mempunyai efek antiseptik, antioksidan dan zat aktif yang dapat mengobati batuk. Madu merupakan desinfektan ringan yang memiliki kandungan pinobanksine dan vitamin C sebagai antioksidan dan antibiotik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan edukasi terkait minuman herbal rebusan jahe campur madu sebagai pendamping pada anak balita dengan batuk pilek ISPA. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran serta cepatnya respon. Hasil: Klien memahami dan mengerti tentang manfaat rebusan air jahe campur madu, klien memahami dan mengerti tentang langkah-langkah melakukan pemberian rebusan air jahe campur madu.
Pengaruh Metode SPEOS (Stimulasi Pijat Endorphin, Oksitosin, dan Sugestif) dan Murottal Al-Qur’an terhadap Produksi Asi Ibu Post Sectio Caesarea Arsi, Ranida; Afdhal, Fitri; Saputra, Andre Utama
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 18 No 2 (2023): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v18i2.289

Abstract

ASI is an important food that babies need especially during the first 6 months of life. The success of exclusive breastfeeding is determined from the beginning of breastfeeding. There are many factors that hinder the production of breast milk, one of which is that mothers with casarean delivery are at 3 times greater risk of hampering the breastfeeding process. Apart from medicines, mothers also experience discomfort due to pain which makes the mother helpless and worries about her ang her baby’s helath. This is what will hinder the formation and excretion of breast milk. SPEOS method is a methods for breastfeeding and Murottal Al-Qur'an is a method to reduce anxiety and pain. This intervention not only looks at the mother physicallu but also psychologically. The purpose of this study was to determine the effect of SPEOS method and Murottal Al-Qur'an on Breast Milk Production of Post Sectio Caesarean mothers. This study was a quasy experiment with pretest-posttest control group design. Respondents were post sectio caesarean mothers who met the inclusion criteria. The number of respondents was 58 who were taken by consecutive sampling technique, and were divided into the intervention group and control group. The intervention was given at 24 hours after surgery for 2 days within 27 minutes, SPEOS method for 15 minutes and Murottal Al-Qur’an for 12 minutes. The intervention was carried out 2 times a day. The data were collected through the breast milk production assessment using observation sheet and analyzed using the Wilcoxon and the Mann-Whitney test. The results showed an increase in breast milk production after the intervention (p = 0.000 <0.05). SPEOS and Murottal AL-Qur'an methods indicated significant effect on breast milk production in post-sectio caesarean mothers p = 0.000 <0.05. Based on the results of the study, it is suggested that SPEOS method and Murottal Al-Qur'an could be used as alternative intervention to overcome the problem of milk production in post sectio caesarean mothers
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Prabumulih Timur Tahun 2022 Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.593

Abstract

The nutritional status of children under five can be influenced by various factors including:mother's education level, family income, knowledge, family environment, co-morbidities,consumption of nutrients, parenting style, number of family members, socio-culture. The aim of thestudy was to determine the factors that influence the nutritional status of toddlers in the workingarea of the East Prabumulih Health Center. This type of research is descriptive analytic with crosssectional approach. The number of samples in this study were 91 respondents who were taken byaccidental sampling technique, then interviewed and filled out questionnaires by parents and thenmeasured nutritional status with anthropometry weight/age and compared with the Z-scoreWHO_NCHS. Data analysis was performed with univariate analysis and bivariate analysis. Basedon the results of the study, it was found that variables that were statistically significant related tothe nutritional status of children under five were parents' education (p-value = 0.044), familyincome (p-value = 0.043), parental knowledge (p-value = 0.043) and family environment (p-value= 0.018). Thus it can be concluded that the four factors, namely parents' education, parentalincome, parental knowledge and family environment, have a significant relationship with thenutritional status of toddlers at East Prabumulih Health Center. It is expected that officers willincrease regular monitoring and provide counseling about the nutritional status of toddlers and theimportance of paying attention to toddler health.