Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan Manfaat Aromatheraphy Lemon Untuk Mengatasi Mual Muntah Trimester Awal Kehamilan Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida; Saputra, Andre Utama; Rosadi, Erik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 5 (2025): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i5.2717

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses perubahan fisiologis seperti mual muntah, pusing, nyeri punggung, flek hitam pada wajah, kram pada kaki, kenaikan berat badan, insomnia, dan sering berkemih. Penyebab mual muntah karena peningkatan hormon estrogen dan Human Chorionik Gonadrotropin (HCG). Mual muntah bisa dicegah dengan cara farmakologi dan non farmakologi. Penanganan mual muntah secara non farmakologi yaitu aromatherapy lemon. Tujuan: dari kegiatan pegabdian kepada Masyarakat adalah memberikan penyuluhan tentang manfaat aromatheraphy lemon dalam mengatasi mual muntah ibu hamil trimester I. Kegiatan pengabdian ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga hubungan lebih efektif, akrab, menyakinkan dan pemberian respon yang langsung pada ibu hamil Di Puskesmas 7 Ulu Kota Palembang. Hasil: ibu hamil memahami dan mengerti tentang manfaat aromatheraphy lemon dan penggunaan aromatheraphy lemon dalam mengatasi mual muntah trimester awal kehamilan. Kegiatan penyuluhan ini penting dilakukan pada ibu hamil dan ibu hamil yang mengalami mual muntah karena mereka menjadi paham bahwa aromatheraphy lemon dapat mengatasi mual muntah kehamilan, ibu hamil tidak lagi mengkonsumi obat atau bahan kimia yang lain untuk mengatasi mual muntah kehamilan. Kegiatan penyuluhan berjalan lancar, ibu hamil antusias selama kegiatan penyuluhan berlangsung.
Hubungan Aktivitas Fisik Dan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Arsi, Ranida; Suprianti, Suprianti; Afdhal, Fitri; Utama Saputra, Andre
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 5 No. 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v5i2.1463

Abstract

Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami wanita selama menstruasi. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri kram pada perut bagian bawah yang terjadi sebelum atau selama menstruasi dan dapat disertai gejala lain seperti sakit kepala, mual muntah dan diare faktor terjadinya dismenore primer antara lain, haid pertama kali diusia kurang dari 12 tahun (menarche dini), aktivitas fisik atau olahraga yang kurang, siklus haid memanjang atau haid lebih lama dari normal, stress, Riwayat keluarga, dan belum pernah hamil dan melahirkan serta kualitas tidur yang buruk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur dengan kejadian dismenore primer. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 orang. Variabel pada penelitian ini dismenore primer, aktivitas fisik, dan kualitas tidur. Pengumpulan data menggunakan Numeric Pain Rating Scale, Phsical Activity Rasio, Pitsburgh Sleep Quality Indeks. Responden dengan dismenore primer sebesar 68,4%. Responden dengan tingkat aktivitas fisik ringan sebanyak 76,9%. Responden dengan kualitas tidur buruk sebanyak 89.7%. Analisa data di uji menggunakan uji Chi-Square. Hasil statistik antara dismenore primer dengan aktivitas fisik didapatkan nilai p value 0,000 (p<0,05), dan dismenore primer dengan kualitas tidur di dapakan nilai p value 0,000 (p<0,05) sehingga terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kejadian dismenore pada remaja putri di MA AL-Muawanah Pemulutan tahun 2024. Diharapkan kepada para remaja untuk tetap menjaga aktifitas fisik dan kualitas tidur yang baik agar pada saat mentruasi datang tidak mengalami disminore.
Edukasi Pemberian Rebusan Air Jahe Campur Madu Terhadap Batuk Pilek Penderita Ispa Di Puskesmas 23 Ilir Kota Palembang Fitri Afdhal; Ranida Arsi; Andre Utama Saputra
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 1 No. 1 (2024): science for life
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah infeksi akut yang terjadi pada bagian saluran napas mulai dari hidung sampai alveoli termasuk organ yang berhubungan (sinus, rongga telinga tengah, pleura). Penyebab dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah virus dan bakteri. Jahe merupakan tanaman yang memiliki kandungan minyak atsiri 2,58- 2,72% yang mempunyai efek antiseptik, antioksidan dan zat aktif yang dapat mengobati batuk. Madu merupakan desinfektan ringan yang memiliki kandungan pinobanksine dan vitamin C sebagai antioksidan dan antibiotik. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini adalah memberikan edukasi terkait minuman herbal rebusan jahe campur madu sebagai pendamping pada anak balita dengan batuk pilek ISPA. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara langsung bertatap muka dengan sasaran sehingga lebih efektif, meyakinkan dan mengakrabkan hubungan antara penyuluh dan sasaran serta cepatnya respon. Hasil: Klien memahami dan mengerti tentang manfaat rebusan air jahe campur madu, klien memahami dan mengerti tentang langkah-langkah melakukan pemberian rebusan air jahe campur madu.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Prabumulih Timur Tahun 2022 Afdhal, Fitri; Arsi, Ranida
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v10i1.593

Abstract

The nutritional status of children under five can be influenced by various factors including:mother's education level, family income, knowledge, family environment, co-morbidities,consumption of nutrients, parenting style, number of family members, socio-culture. The aim of thestudy was to determine the factors that influence the nutritional status of toddlers in the workingarea of the East Prabumulih Health Center. This type of research is descriptive analytic with crosssectional approach. The number of samples in this study were 91 respondents who were taken byaccidental sampling technique, then interviewed and filled out questionnaires by parents and thenmeasured nutritional status with anthropometry weight/age and compared with the Z-scoreWHO_NCHS. Data analysis was performed with univariate analysis and bivariate analysis. Basedon the results of the study, it was found that variables that were statistically significant related tothe nutritional status of children under five were parents' education (p-value = 0.044), familyincome (p-value = 0.043), parental knowledge (p-value = 0.043) and family environment (p-value= 0.018). Thus it can be concluded that the four factors, namely parents' education, parentalincome, parental knowledge and family environment, have a significant relationship with thenutritional status of toddlers at East Prabumulih Health Center. It is expected that officers willincrease regular monitoring and provide counseling about the nutritional status of toddlers and theimportance of paying attention to toddler health.
Terapi Seni Pada Pasien Anak dengan Kanker : Literatur Review Harisandy, Alvian; Rosadi, Erik; Afdhal, Fitri; Subantara, Dandi Oka; Sari, Anggia Prima
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v11i2.802

Abstract

Children with cancer will face physical, psychological, social and spiritual problems and can lead to death throughout the course of the disease. Implementing art therapy interventions into the holistic care of pediatric oncology patients can help maximize quality of life and obtain appropriate means of communication. The aim of this literature review is to determine the effectiveness of art therapy in pediatric cancer patients. The method used is a literature review using the Google Scholar Proquest, Science Direct and Pubmed databases. The research results showed that from the 6 articles there were 3 themes of art therapy, namely expressive writing, drawing, and bibliotherapy, which generally had a positive impact on the patient's health well-being and improved quality of life. In conclusion, more research is needed on art therapy in cancer patients, especially in pediatric cancer, so that art therapy becomes a new and efficient supportive intervention in routine practice that is easy to apply without harm and side effects in pediatric patients with cancer.
EDUKASI DETEKSI KANKER PAYUDARA SEBAGAI UPAYA PROMOSI KESEHATAN WANITA PASANGAN USIA SUBUR Saputra, Andre Utama; Ariyani, Yulinda; Arsi, Ranida; Afdhal, Fitri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.29511

Abstract

Kanker payudara (carcinoma mammae) adalah suatu keadaan dimana sel-sel telah kehilangan kendali dan mekanisme normalnya, sehingga terjadi pertumbuhan jaringan payudara yang tidak normal, cepat dan tidak terkendali.(B et al., 2022). Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan Edukasi tentang deteksi dini kanker payudara dengan tehnik SADARI pada wanita usia subur sehingga dapat menjadi upaya promosi kesehatan dalam pencegahan kanker payudara. Metoda pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah pendidikan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan, di evaluasi dengan pre test dan post test dengan analisis kuantitatif. Jumlah peserta wus yang hadir 50 orang, 2 orang mahasiswa, dan 5 orang kader kesehatan. Kegiatan dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga penyusunan laporan. Hasil kegiatan ada perubahan dalam pengetahuan dengan rata-rata pre test 90,5% pengetahuan peserta berada di kategori kurang dan hasil post test 95,5% berada dikategori baik. Dalam aspek keterampilan, seluruh peserta wus yang hadir (100%) dapat mempraktekan kembali tehnik SADARI. Kesimpulan. Kegiatan Edukasi tentang deteksi dini kanker payudara dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan promosi kesehatan WUS dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara melalui deteksi dini dengan tehnik SADARI. Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi strategi promosi kesehatan wus dalam pencegahan dan pengendalian kanker payudara. Perlu adanya sosialisasi lanjutan dan evaluasi berkala dari petugas kesehatan dalam beberapa program kesehatan berbasis masyarakat sehingga seluruh pelayanan kesehatan dapat tersosialisasikan dengan baik.
Edukasi Bahaya Asap Rokok Menggunakan Alat Peraga Berbasis Audio Visual Pada Remaja di Wilayah Kerja Polkes 02.10.04 Karang Endah, Gelumbang, Muara Enim Ranida Arsi; Fitri Afdhal; Andre Utama Saputra
Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jabdimas.v8i2.7843

Abstract

Asap rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengakibatkan berbagai penyakit serius, termasuk kanker dan gangguan pernapasan. Pada tahun 2020 jumlah perokok dunia berusia ≥ 15 tahun sebanyak 991 juta orang. Penyebaran tembakau banyak memakan korban mencapai 8 juta jiwa per tahun-nya. Pengaruh buruk dari rokok bagi remaja adalah dapat membuat remaja menjadi tidak fokus saat belajar, daya tangkap kurang maksimal, gangguan axienty, hingga depresi ringan. Dampak rokok bagi remaja tidak berhenti sampai disitu saja, perkembangan paru-paru juga dapat terganggu selain itu juga, dapat menyebabkan insomnia, kanker mulut, kanker esophagus, kanker faring, laring dan kanker pancreas. Kesadaran para remaja akan bahaya rokok pada usia dini tidak akan selesai apabila pengetahuan remaja tidak ditingkatkan. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat perlu melakukan pengabdian masyarakat berupa edukasi guna meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya asap rokok. Kegiatan edukasi kesehatan diikuti oleh 14 remaja yang sering terpapar dengan asap rokok. Edukasi dilaksanakan dengan metode ceramah menggunakan media alat peraga. Sebelum pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan rendah sebanyak 70%, tingkat pengetahuan sedang sebanyak 43% dan tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 07%. Setelah pelaksanaan edukasi kesehatan, Remaja yang memiliki tingkat pengetahuan sedang menjadi 35% dan yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi bertambah menjadi 64%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan dengan media alat peraga berbasis audio visual dapat meningkatkan pengetahuan remaja. Edukasi kesehatan selanjutnya yang dapat diberikan pada remaja dapat berupa edukasi bahaya merokok dan kiat untuk berhenti merokok bagi remaja.
Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Balita Umur 24-60 Bulan Rohaya Rohaya; Yulianto Yulianto; Suprida Suprida; Megawati Megawati; Fitri Afdhal; Yunetra Franciska
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41520

Abstract

Balita Stunting atau pendek merupakan keadaan gagal berkembang pada umur dibawah 5 tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis serta penyakit infeksi berulang paling utama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari kandungan sampai anak berumur 24 bulan. Anak terkategori stunting apabila panjang ataupun tinggi tubuhnya terletak di dasar minus 2 standar deviasi dari tinggi anak seumurnya. Stunting pada balita disebabkan oleh berbagai faktor, selain faktor anak, terdapat faktor dari ibu serta pola asuh. Mengetahui faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024.Menggunakan desain case- control. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur Tahun 2024 dengan sampel yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan perbandingan 1:1 yaitu kelompok kasus sebanyak 37 balita dan kelompok kontrol sebanyak 37 balita sehingga total keseluruhan sampel berjumlah 74 balita. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif (p-value 0,001) dengan kejadian stunting, sedangkan jenis kelamin (p- value 0,162), pendidikan ibu (p-value 0,334), tinggi badan ibu (p-value 0,430), usia saat hamil (p-value 0,595), jarak lahir (p-value 0,595), dan paritas (p-value 0,754) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-60 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Renggiang Kabupaten Belitung Timur.pola asuh ibu dalam pemberian ASI Eksklusif menjadi salah satu faktor risiko kejadian stunting pada balita, Perlu adanya edukasi oelh tenaga kesehatan dan sektor terkait dalam upaya pencegahan stunting.
THE EFFECT OF KATUK LEAF DECOCTION ON BREAST MILK PRODUCTION IN BREASTFEEDING MOTHERS Erlin Ady Kurnia; Arsi, Ranida; Fitri Afdhal
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 11 No. 1 (2026): January - March
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v11i1.726

Abstract

The issue of inadequate breast milk (ASI) production among lactating mothers is a primary obstacle to the practice of exclusive breastfeeding for six months. “Insufficient breast milk production may stem from stress, exhaustion, inadequate nursing stimulation, or insufficient lactation-supportive nutrition. This study sought to assess the impact of katuk leaf (Sauropus androgynus) decoction on breast milk production in breastfeeding mothers residing in Kurungan Nyawa I Village, Buay Madang District, East OKU Regency. The intervention is providing 150 ml of Katuk leaf decoction everyday for seven consecutive days. This study employed a quasi-experimental design utilizing a pretest-posttest methodology without a control group. The sample comprised 17 lactating mothers. The Shapiro-Wilk test was employed to assess data normality, and the data were analyzed using the Paired Sample T-Test. The results indicated a substantial impact of Katuk leaf decoction on enhancing breast milk production, with a p-value of 0.000 (p<0.05). The mean breast milk volume prior to treatment was 76.47 ml, which rose to 122.12 ml post-intervention, reflecting an average increase of 45.53 ml. This notable enhancement indicates that katuk leaf decoction positively influences breast milk production. Breastfeeding women with insufficient milk supply are advised to take katuk leaf decoction as a natural remedy to enhance lactation.
Penerapan Buerger Allen Exercise Pada Pasien Risiko Luka Kaki Diabetes Melitus Dengan Masalah Keperawatan Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif Alex Atmasubrata; Fitri Afdhal; Muhammad Romadhon; Indra Frana Jaya KK
JURNAL KESEHATAN TERAPAN Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Terapan
Publisher : LPPM Universitas Kader Bangsa Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54816/jk.v13i1.1130

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disease characterized by increased blood glucose levels due to impaired insulin secretion or action, which can lead to ineffective peripheral perfusion. This study aimed to determine the effect of Buerger Allen Exercise (BAE) on peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus at risk for ineffective peripheral perfusion. The study used a descriptive method with two respondents who met the inclusion criteria in the inpatient ward of X Hospital, South Sumtera. Client 1 received Buerger Allen Exercise (BAE) twice daily for three days, while Client 2 was only observed. Measurement of the Ankle Brachial Index (ABI) showed an increase from 0.7 to 1.0 in Client 1, accompanied by warmer skin and reduced numbness. Client 2 showed no significant change. It can be concluded that Buerger Allen Exercise (BAE) is effective in improving peripheral perfusion in patients with diabetes mellitus.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Alex Atmasubrata Alex Atmasubrata Alex Cardo ALKHUSARI Alvian Harisandy Andre Utama Saputra Ardiansyah, Berlian Arum, Ajeng Bastiar Bastiar Dedi Fatrida Delima Ayu Sari Delima Ayu Sari Dita Rahmalia Putri Dora Miranti Erik Rosadi Erlin Ady Kurnia Fitrah Afdhal Helda Apriliana Inda Helmika INDRA FRANA JAYA KK Indri Yani Oktasari Indriyani Oktasari Ine Nadilla Vinka Putri Irwansyah Irwansyah Made Dwi Wiratama Made Dwi Wiratama Megawati Megawati Miki Marisa Miki Marissa Muhammad Romadhon Muhammad Romadhon Muhammad Romadhon Nabila Tri Agustiani Nabilla Tri Agustiani Ni Kadek Sunita Saputri NILA ALFA FAUZIAH Nurhidayati Nurhidayati Nurilaini Nurilaini Nurul Fitri Patricia Octavianus Pebi Oktapiani Pebi Oktapiani Pertiwi, Fielda Yuni Pevi Permata Sari Putra, Dicky Adi Putri Dewi Putri Picaso Azury Sheva Qori Agusti Rahma Dita RANIDA ARSI Resti Marsila Ria Natalia Wulandari Ria Wulandari Ria Wulandari Ria Wulandari Rika Dwi Saputri Rizki Sopyan Maulana Rizma Wirza Sriko Rohaya Rohaya Romadhon, Muhammad Sagita, Vina Sakinah, Wahyu Sari, Anggia Prima Sefti Loren Sefti Loren Selamat Parmin Selvi Selvi Selvi Septiana Septiana Septiana Shabilla Putri Wahyuni Shelvy Andela Sindi Yuliarti Sindi Yuliarti Sisen, Agung Sismayanti Sismayanti Sismayanti Subantara, Dandi Oka Suci Yuliawati Suci Yuliawaty Suprianti, Suprianti Suprida Suprida Syamsiar, Syamsiar Taufik Indrajaya Taufik Indrajaya Timur Yadi Tri Satria Ramadhan Tutut Riani Ulva Rachmawati Ulva Rahmawati Utari Ramadani Utari Ramadani Vira Sintha Patari Vira Sintha Patari Welly Yansyah Welly Yansyah Widya Putri Widya Putri Ilyas Yazika Rimbawati Yopania Putri Yulianto Yulianto Yulinda Ariyani Yuna Septia Yuna Septia Yunetra Franciska