Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Model Problem Based Learning pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar Negeri 13 Pulau Rimau Noni Juli Astuti; Saipul Annur; Asri Karolina
Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Seni, Desain dan Media
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrsendem.v4i1.4435

Abstract

This study explores the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model in Islamic Religious Education at Elementary School 13 Pulau Rimau, including its supporting and inhibiting factors. Using a qualitative descriptive case study, data were collected through observation, interviews, and documentation involving teachers and students. The study found that effective implementation of PBL requires thorough planning involving syllabus, lesson plans, objectives, methods, media, and resources. The learning process follows five main PBL stages and assesses students' attitudes, knowledge, and skills. The research recommends teachers to improve and develop their use of PBL to enhance student-centered learning and ensure more meaningful educational experiences.
Cleanliness and Comfort Management of As-Sajdah Mosque as an Attraction for the Congregation Asbiri; Nurlaili; Leny Marlina; Asri Karolina
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1792

Abstract

This study aims to examine the management of cleanliness and comfort at As-Sajadah Mosque, Baturaja, and its impact on attracting the congregation. Employing a qualitative descriptive approach, this research analyzes the perceptions of mosque-goers regarding cleanliness and comfort, as well as other factors influencing their choice to worship at the mosque. Data collection was conducted through surveys, interviews, observations, and documentation involving both the congregation and mosque administrators. The findings reveal that effective cleanliness and comfort management significantly influence the congregation's willingness to visit and worship at the mosque. Key contributing factors include routine maintenance, the provision of adequate facilities, and efforts to raise awareness among the congregation about maintaining cleanliness. Additionally, the study highlights the strategic location of the mosque, appealing architectural design, well-maintained facilities, and community involvement in mosque activities as pivotal in enhancing its attractiveness. This study concludes that optimal mosque management plays a critical role in improving the quality of worship experiences and fostering a comfortable environment for the congregation. The results are expected to serve as a reference for mosque administrators seeking to implement effective cleanliness and comfort management practices.
Spiritual Transformation and Emotional Healing: Sufism as an Islamic Psychotherapy Rastiana Rastiana; Asri Karolina; Winda Nopriani
Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) Vol. 5 No. 1 (2025): SEMNASTEKMU
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/68frx821

Abstract

Tasawuf, sebagai dimensi mistik dalam Islam, memberikan kerangka yang komprehensif untuk memahami psikologi manusia serta memajukan kesejahteraan emosional dan spiritual. Studi ini menelaah tasawuf sebagai bentuk psikoterapi Islam yang mengintegrasikan transformasi spiritual (tazkiyah al-nafs) dengan penyembuhan emosional. Berakar pada konsep-konsep Qur’ani tentang diri (nafs), hati (qalb), dan ruh (ruh), psikologi tasawuf memandang manusia sebagai makhluk multidimensional yang penderitaannya bersumber dari ketidakseimbangan spiritual, bukan semata-mata disfungsi psikologis. Melalui penyucian diri dan dzikir kepada Allah (dhikr), individu menempuh perjalanan transformatif menuju keharmonisan batin dan kedekatan dengan Tuhan. Dengan menelaah literatur klasik tasawuf terutama karya Al-Ghazali, Rumi, dan Ibn Arabi serta teori terapi kontemporer, penelitian ini mengidentifikasi kesamaan antara praktik spiritual sufi dan metode psikologis modern. Teknik seperti muraqabah (kesadaran penuh), muhasabah (evaluasi diri), dan dhikr (pengulangan meditatif) memiliki kemiripan dengan praktik mindfulness, restrukturisasi kognitif, dan regulasi emosi dalam psikoterapi. Namun, tasawuf melampaui model terapi sekuler dengan menyoroti dimensi metafisik dari penderitaan manusia dan menekankan tujuan akhir yaitu transendensi diri. Penelitian ini berargumen bahwa tasawuf dapat berfungsi sebagai pendekatan psikospiritual integratif yang menyelaraskan iman, emosi, dan akal. Dari perspektif sufi, penderitaan emosional bukanlah patologi yang harus dihapuskan, melainkan tanda keterputusan dari esensi ilahi manusia. Penyembuhan, dengan demikian, melibatkan kebangkitan hati dan pemulihan hubungan dengan Tuhan. Dalam dunia modern yang ditandai oleh keterasingan dan kekosongan batin, jalan sufi menawarkan model psikoterapi yang berlandaskan spiritualitas, yang mendorong penyembuhan holistik, kesadaran diri, dan keutuhan manusian.