Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Kebijakan Tata Kelola Parkir di Gerai Minimarket Alfamidi dan Indomaret Kota Palu Ariyadi, Fachriza; Afriandi, Fadli
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1752-1760

Abstract

Tulisan ini merupakan kajian tentang implementasi kebijakan tata kelola parkir di Kota Palu khususnya pada polemik retribusi parkir dan persoalan juru parkir liar yang terjadi di gerai minimarket Alfamidi dan Indomaret di Kota Palu. Tulisan ini berupaya menganalisis mengapa masih terdapat petugas parkir berseragam resmi dari pemerintah dan juru parkir liar yang meminta retribusi parkir di lokasi bebas parkir atau parkir gratis. Tulisan ini menggunakan teori George C. Edwards III dalam melihat bagaimana kebijakan tata kelola parkir tersebut diimplementasikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analis data dilakukan dengan tahapan kondesasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tata kelola parkir di Kota Palu secara umum sudah cukup baik dilihat dari faktor Komunikasi (Communication) sudah dilakukan sosialisasi dan pendampingan khusus juru parkir. Sumber Daya (Resources) terkait sumber daya manusia dan alokasi anggaran masih kurang dan belum cukup memenuhi kebutuhan dalam implementasi kebijakan. Disposisi atau Sikap (Disposition) pelaksana kebijakan sudah memahami dan menerima dengan baik serta dapat melaksanakan kebijakan dengan baik pula. Struktur Birokrasi (Bureaucratic structure) masih belum adanya regulasi teknis (SOP) yang ditemukan secara detail merujuk pada mekanisme dalam pengelolaan perparkiran serta masih lemahnya pengawasan.  
Politik Keamanan Lingkungan: Pengetahuan Lokal Dalam Perlindungan Populasi Bening Lobster Di Masyarakat Nelayan Aripin, Nurasma; Afriandi, Fadli; Marefanda, Nodi; Marlizar, Desi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i1.2024.308-318

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat nelayan dalam menjaga keamanan lingkungan khususnya populasi lobster. Dalam tulisan ini difokuskan dengan memotret praktik-praktik yang dilakukan oleh masyarakat nelayan dalam melindungi keberadaan benih bening lobster (puerulus). Argumen utama dalam penelitian ini adalah dengan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat nelayan menciptakan ekosistem bening lobster yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan kajian kualitatif dengan menggunakan teori Ekologi Budaya dari Julian H. Steward. Teori ini menjelaskan bahwa interaksi manusia dengan lingkungan menciptakan pengetahuan lokal sehingga menjalin hubungan mutualisme diantara keduanya. Data penelitian terdiri dari data primer yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemerintah, lembaga adat, nelayan, dan pelaku usaha lobster sedangkan data sekunder dikumpulkan melalui jurnal ilmiah dan media massa online. Hasil penelitian menemukan bahwa ada beberapa praktik pengetahuan lokal yang berdampak dalam pelestarian bening lobster yaitu penangkapan bening lobster merupakan kegiatan degradasi progresif terhadap lobster, penjualan bening lobster tidak memiliki nilai instrinsik, pertumbuhan bening lobster lebih baik di alam daripada dipenangkaran, dan penggunaan alat tangkap tradisional dalam menangkap lobster.
Politik Keamanan: Pengakuan Identitas Primordial Dalam Resolusi Konflik Kasus Aceh dan Papua Afriandi, Fadli; Ariyadi, Fachriza; Abdillah, Ligar; Latif, Ikhwan Rahmatika; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1896-1907

Abstract

Tulisan ini mempunyai misi untuk melihat usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menciptakan keamanan di Aceh dan Papua khususnya melihat kepada resolusi konflik. Tulisan ini merupakan kajian politik kemanan yang melihat penggunaan identitas primordialisme sebagai alat dalam resolusi konflik yang terjadi di Aceh dan Papua. Argumen utama dalam penelitian ini adalah dalam memperoleh keamanan di Aceh dan Papua menggunakan resolusi konflik yang berorientasi kepada pengakuan identitas primordial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan instusionalisme. Dalam mengumpulkan data digunakan beberapa teknik seperti studi dokumen, dan webinar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik Aceh dan Papua dapat meredam dipengaruhi dengan adanya kesepakatan pengakuan identitas, Aceh memperoleh pengakuan dalam identitas agama sedangkan Papua berdasarkan  kesukuan (Orang Asli Papua/OAP). Pengakuan dan pelaksanaan identitas agama di Aceh dan Papua dapat dilihat dengan implementasi UU Pemerintah Aceh dan UU Otonomi Khusus bagi Papua yang mengakomodir pelaksanaan syariat Islam dan OAP pada bidang keberadaan majelis, pendidikan, peradilan, politik dan pemerintahan. 
Politik Keamanan: Pengakuan Identitas Primordial Dalam Resolusi Konflik Kasus Aceh dan Papua Afriandi, Fadli; Ariyadi, Fachriza; Abdillah, Ligar; Latif, Ikhwan Rahmatika; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1896-1907

Abstract

Tulisan ini mempunyai misi untuk melihat usaha yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk menciptakan keamanan di Aceh dan Papua khususnya melihat kepada resolusi konflik. Tulisan ini merupakan kajian politik kemanan yang melihat penggunaan identitas primordialisme sebagai alat dalam resolusi konflik yang terjadi di Aceh dan Papua. Argumen utama dalam penelitian ini adalah dalam memperoleh keamanan di Aceh dan Papua menggunakan resolusi konflik yang berorientasi kepada pengakuan identitas primordial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan instusionalisme. Dalam mengumpulkan data digunakan beberapa teknik seperti studi dokumen, dan webinar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konflik Aceh dan Papua dapat meredam dipengaruhi dengan adanya kesepakatan pengakuan identitas, Aceh memperoleh pengakuan dalam identitas agama sedangkan Papua berdasarkan  kesukuan (Orang Asli Papua/OAP). Pengakuan dan pelaksanaan identitas agama di Aceh dan Papua dapat dilihat dengan implementasi UU Pemerintah Aceh dan UU Otonomi Khusus bagi Papua yang mengakomodir pelaksanaan syariat Islam dan OAP pada bidang keberadaan majelis, pendidikan, peradilan, politik dan pemerintahan. 
Guidance on how to make Moringa Leaf Herbal Tea (Moringa Oliefera) as an Endurance Booster in Negeri Itawaka, Central Maluku Regency Manik, Sri Elviana; Sufriadi, Sufriadi; Afriandi, Fadli; Maryati, Sri
CARE: Journal Pengabdian Multi Disiplin Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/care.v2i2.38636

Abstract

Moringa leaves or in other languages known as Moringa Oliefera is one plant type with abundant properties and benefits. Not only the leaves, it turns out that the stem bark and seeds of moringa plants' roots have their own benefits. The nutritional content in moringa plants contains vitamin A 6.8 mg more than vitamin A contained in carrots, vitamin C 220 mg, calcium which is higher than milk, protein 6.7 grams, potassium 440 mg/100 grams, and also contains vitamin B6. Hence, it is suitable for consumption as an immune enhancer. Still, it is necessary to create a product that is certain to be consumed frequently by the community but based on moringa leaves, after seeing the habits of the Itawaka people who like to drink tea, a tea bag with moringa ingredients was created. The purpose of this service is that the community can make herbal tea from moringa leaves in order to increase endurance and to be consumed as a substitute for sweet tea to reduce excess sugar content. The method used in this service is a form of training or guidance, carried out in 2 stages, first providing education/theory, second practicing how to make. This activity found the results that the Itawaka community was able to utilize moringa plants and take the existing nutritional content as an immune enhancer by turning moringa leaves into herbal tea bags.
Peningkatan Peran Kelompok Perempuan melalui Pembibitan Mangrove untuk Mendukung Keberlanjutan Ekonomi Lokal Masyarakat Pesisir Lisdayanti, Eka; Afriandi, Fadli; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v9i2.10651

Abstract

Utilization and management of mangroves in the Mangrove Ecotourism Area has been carried out since 2018. Mangroves are one of the unique ecosystems in the coastal area and have been widely used by the community. This community service activity aims to increase the role of women's groups in the utilization and preservation of coastal ecosystems. Given that Aceh Jaya is one of the locations in Aceh Province that already has a mangrove area of ​​± 300 ha. This community service uses a mixed field-based method, with direct observation, open interviews, and structured discussions with managers, group members, and the community which began in July and will end in December 2024. The results of the community service show that fishing, crab, and tourism activities are the main activities in the utilization of mangroves by the community around the eco-tourism area. Although previously women had been indirectly involved in the utilization of mangroves, with this community service activity, women's group members are more active in participating directly in each stage. The increase in the role of female members involved can be seen in the increase in the percentage of knowledge and participation in planting. This service provides input into the management pattern of mangrove ecosystems, especially in nurseries, with the division of tasks and responsibilities, the activeness of members in each stage is not impossible to continue to improve.
UPAYA DINAS SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN SIMEULUE Rahmadani, Saumi; Afriandi, Fadli
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 11, No 3 (2024): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v11i3.15276

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang cepat juga menjadi tantangan dalam mengelola sumber daya dan memastikan kesejahteraan bagi semua warga, sementara ketidaksetaraan dan kesenjangan sosial masih merupakan masalah penting yang perlu ditangani. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Simeulue pada tahun 2022 mencapai 17.863 orang, menurut data yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kabupaten tersebut. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode survei dan menggunakan teknik yang saling berkaitan seperti dokumentasi dan observasi dalam tulisan ini. Menurut hasil penelitian ini, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Dinas Sosial menerapkan Program Keluarga Harapan (PKH), pendampingan usaha mandiri, pemberdayaan ekonomi, pembentukan koordinator wilayah, dan peningkatan pelayanan publik yang transparan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh Dinas Sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin berhasil melalui program PKH, pendampingan usaha mandiri, pemberdayaan ekonomi, pembentukan koordinator wilayah, dan peningkatan pelayanan publik yang transparan. Program ini efektif, terbukti dengan penurunan angka kemiskinan sebesar 0,45%, sehingga Dinas Sosial berhasil meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin.
Rendahnya Dukungan terhadap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Sumatera Barat, Indonesia Afriandi, Fadli
JISPO Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 11 No. 1 (2021): JISPO Vol 11 No 1 2021
Publisher : Faculty of SociaI and Political Sciences (FISIP), Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jispo.v11i1.11903

Abstract

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) is a strong party in Indonesia winning three presidential elections in 1999, 2014 and 2019. However, it got low people’s votes in some provinces like Sumatera Barat. This article explains why PDI Perjuangan got little votes in Sumatera Barat by using the concept of populism as its analytical framework. The required data were collected through interviews and literature study, and were analyzed through qualitative approach. This article argues that the loss of PDI Perjuangan in presidential elections in Sumatera Barat is closely related to the people’s perception of the party as less populist than its competing parties. The people of Sumatera believed that PDI Perjuangan had no sensitivity to their unique characteristics and developed party identities and policy that were considered in contradiction with their social and cultural background. This impacted on Joko Widodo’s low support and votes in 2014 and 2019 presidential elections. He was perceived to have leadership style and characteristics that were not in line with the expectation of Sumatera Barat people, and have issued policies considered unsupportive of people interest.
Analisis Implementasi Kebijakan Pengelolaan Limbah Kelapa di Wilayah Pulau Terluar: Studi Kasus Simeulue Afriandi, Fadli; Afifa, Nur Sukma; Saputri, Elsa; Marlizar, Desi
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.470-479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pengelolaan limbah kelapa di wilayah pulau terluar yakni Pulau Simeulue. Tulisan ini membahas mengenai permasalahan pengelolaan limbah kelapa di Pulau Simeulue dan bagaimana pelaksanaan kebijakan dari pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dengan melihat pengelolaan limbah dari PT. Green Enterprises dan CV. Rezeki Bersama, studi literatur melalui jurnal dan media massa, wawancara melalui informan yang bersangkutan serta pengambilan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan terakhir penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup sudah melaksanakan kebijakan dengan cukup baik dengan melakukan sosialisasi pemantauan dan pembinaan rutin kepada perusahaan kelapa. Namun sampai saat ini pelaku usaha sering terlambat dalam melakukan pelaporan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL) setiap enam bulan sekali kepada Dinas Lingkungan Hidup sehingga mereka tidak mengetahui apakah kegiatan pengelolaan limbah sudah memenuhi standar kelayakan atau belum. Kondisi ini belum ada tindakan berupa penegasan atau pemberian sanksi kepada perusahaan yang tidak melakukan pelaporan setiap enam bulan sekali.
Sosialisasi Penggunaan Website Dan Aplikasi SIKAPAL Bagi Panglima Laot Dalam Meningkatkan Keefektifan Pelaporan Illegal Fishing Afriandi, Fadli; Auliya, Resti; Hakimi, Akhramil
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Mei
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jpm.v10i1.11507

Abstract

Illegal fishing in Aceh Singkil, including destructive fishing practices by fishermen, threatens maritime security, reduces local fishermen's catches, diminishes the welfare of coastal communities, and damages the marine environment. So far, case reporting has been done manually, which is ineffective and slow. To address this issue, the community service team introduced digital technology for reporting illegal fishing. Considering that the Aceh Singkil community is transitioning from traditional to modern practices, socialization of technology usage is crucial. This socialization was conducted through lectures and discussions. As a result, participants, including Panglima Laot and fishermen, understood the importance of technology in their tasks. Evaluations showed an increase in understanding, collective awareness of sustainable marine resource management, and strengthened Panglima Laot's position as a government partner. With this technology, reporting is expected to be faster, more accurate, and more effective in protecting marine ecosystems and improving the welfare of coastal communities. Furthermore, the implementation of digital technology is expected to enhance transparency and accountability in addressing illegal fishing cases. With the web-based reporting system and the SIKAPAL application, each report can be well-documented, facilitating relevant authorities in responding to reports more efficiently and accurately.