Claim Missing Document
Check
Articles

Pemetaan Kesulitan Guru dalam Mengembangkan Keterampilan Membaca pada Lintas Fase Kurikulum Merdeka di SDS Islam Darus Syifa Sakinah, Syifa Nur; Maulana, Farid Rizqi; Wardana, Deni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 1 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Enam (6) Negara: Indonesia, Malaysia, Chin
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v12i1.7726

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesulitan yang dialami guru dalam mengembangkan keterampilan membaca siswa pada tiga fase perkembangan literasi di sekolah dasar, yaitu Fase A, B, dan C. Berbagai tantangan yang dihadapi guru menunjukkan bahwa kemampuan dan kebutuhan membaca siswa berkembang secara berbeda pada setiap fasenya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan enam guru dan dua belas siswa melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan tujuh kategori utama kesulitan guru, yaitu perbedaan kemampuan membaca siswa, motivasi membaca yang masih rendah, keterbatasan media pendukung, lemahnya pemahaman bacaan, minimnya keterlibatan orang tua, kecenderungan pembelajaran yang masih teacher-centered, serta kesulitan siswa dalam memahami makna bahasa dan sastra. Temuan ini menunjukkan bahwa guru perlu menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kebutuhan perkembangan literasi siswa pada setiap fase. Pada tahap awal, guru dapat memanfaatkan media visual konkret untuk membantu siswa memahami simbol dan makna dasar dalam bacaan. Pada fase menengah, strategi pembelajaran difokuskan pada pendampingan membaca untuk memperkuat pemahaman teks melalui diskusi terarah dan pembimbingan intensif. Sementara itu, pada fase lanjut, pendekatan analitis diterapkan bagi siswa yang masih mengalami hambatan dalam keterampilan membaca, seperti melalui latihan pengenalan ide pokok, struktur teks, dan penalaran kritis. Upaya tersebut dalam membantu kegiatan membaca siswa dapat berlangsung lebih optimal.
PEMAKNAAN PENGALAMAN MENULIS MAHASISWA BERGAYA BELAJAR AUDITORI STUDI FENOMENOLOGIS DI UPI KAMPUS SERANG Deni Wardana
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42935

Abstract

This study aims to explore and understand the writing skills of university students with auditory learning styles based on their lived learning experiences. The study employed a qualitative approach using a phenomenological method. The research was conducted at Universitas Pendidikan Indonesia, Serang Campus. The participants consisted of six university students who demonstrated an auditory learning style and had taken courses requiring academic writing skills. To ensure confidentiality, the participants were coded as M1, M2, M3, M4, M5, and M6. Data were collected through in-depth interviews and observation during writing instruction activities. The data were analyzed through data reduction, meaning categorization, thematic presentation, and essence interpretation. The findings reveal that the writing skills of students with auditory learning styles are developed through listening to verbal explanations, engaging in discussions, and speaking prior to writing. Students perceive writing as a process that begins with verbal understanding to organize ideas and structure their thoughts. Difficulties arise when writing instruction provides limited auditory activities. This study concludes that auditory learning experiences play an important role in shaping students’ writing skills and should be accommodated in university-level writing instruction.
Layanan Bimbingan Belajar Membaca dan Menulis pada Fase Awal Sekolah Dasar Nadhifa Zahra Khoirunnisa; Farid Rizqi Maulana; Deni Wardana
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 15 No. 1 Februari (2026): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3460

Abstract

Kemampuan membaca dan menulis merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi siswa kelas awal sekolah dasar. Namun, temuan awal di kelas 1B SDN 13 Klender Jakarta Timur menunjukkan bahwa sebagian siswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam mengenal huruf, mengeja suku kata, serta menyusun huruf menjadi kata atau kalimat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan layanan bimbingan belajar membaca dan menulis bagi siswa kelas 1B serta menganalisis keterpaduan bimbingan belajar dengan capaian indikator Fase A, proses pelaksanaan, dan perubahan kemampuan siswa setelah mengikuti layanan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi kegiatan layanan bimbingan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan belajar ini selaras dengan capaian pembelajaran indikator Fase A dan dengan adanya layanan bimbingan belajar anak-anak kelas 1B sudah sebagian mengalami peningkatan walaupun masih terdapat beberapa anak yang belum lancar. Selain itu, siswa dan orang tua menunjukkan respons yang sangat positif dari adanya layanan bimbingan belajar.
FENOMENA PERUBAHAN FONOLOGI PADA TUTURAN PIDATO RESMI SISWA KELAS VI Kayla Syahwaliana; Farid Rizqi Maulana; Deni Wardana
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/76bg1557

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan fonologis yang muncul dalam praktik pidato siswa sekolah dasar serta memahami faktor yang memengaruhi terjadinya kesalahan tersebut. Latar belakang penelitian ini didorong oleh kesenjangan antara kemampuan berbicara yang diharapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan kenyataan bahwa banyak siswa masih mengalami ketidakjelasan pengucapan saat tampil berpidato. Penelitian dilaksanakan di salah satu SD Negeri di kota Serang dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan observasi menggunakan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC),  yaitu dengan merekam praktik pidato lisan siswa kelas VI sebanyak 39 peserta didik. Rekaman tersebut kemudian ditransktripsikan menggunakan teknik catat dan dianalisis melalui klasifikasi bentuk-bentuk kesalahan fonologis dari setiap tuturan yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologis yang paling sering ditemukan adalah penyederhanaan bunyi, khususnya pelesapan bunyi akhir, asimilasi, dan monoftongisasi. Selain itu, beberapa bentuk perubahan lain seperti disimilasi, metatesis, diftongisasi, sinkop, apokop, dan paragog juga muncul meskipun tidak konsisten. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebiasaan berbahasa sehari-hari dan tekanan saat tampil di depan umum menjadi faktor yang turut memengaruhi ketepatan pengucapan siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan fonologis dalam latihan pidato agar kesalahan pengucapan dapat diminimalkan dan pembelajaran keterampilan berbicara perlu dirancang secara lebih komprehensif dengan menekankan ketepatan artikulasi melalui model pelafalan, latihan berulang, dan penggunaan rekaman suara sebagai refleksi diri. KATA KUNCI:  Perubahan Fonologi; pidato; tuturan.   PHENOMENA OF PHONOLOGICAL CHANGES IN THE FORMAL SPEECH OF SIXTH GRADE STUDENTS     ABSTRACT: This study aims to identify the types of phonological errors that appear in the speech practices of elementary school students and to understand the factors that influence these errors. The background of this study is driven by the gap between the expected speaking skills in Indonesia language learning and the fact that many students still experience unclear pronunciation when giving speeches. The research was conducted at a public elementary school in the city of Serang using a qualitative descriptive method. Data were collected through documentation and observation using the Simak Bebas Libat Cakap (SLBC) technique, which involved recording the oral speech practices  of 39 sixth grade students. The recordings were then transcribed using note taking techniques and analyzed by classifying the types of phonological errors in each utterance. The results showed that the most common phonological errors were sound simplification, particularly final sound deletion, assimilation, and monophtongization. In addition, several other forms of changes, such as dissimilation, metathesis, dipthongization, syncope, apocope, and paragoge, also appear although not consistently. These findings show that daily language habits and pressure when performing in public are factors that influence the accuracy of students pronunciation. This study emphasizes the importance of phonological guidance in speech training to minimize pronunciation errors, The learning of speaking skills needs to be designed more comprehensively by emphasizing articulation accuracy through pronunciation models, repetitive exercises, and the use of voice recordings for self-reflection. KEYWORDS: Phonological Changes; speech; utterance.