Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI NATURE OF SCIENCE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS V KABUPATEN BULELENG I G.A. Tri Agustiana, Ni Pt. Kusuma Dewi, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.747

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi Nature of Science (NOS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Rancangan penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan Non Equivalent Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus V Kabupaten Buleleng 2012/2013 yang berjumlah 145 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih, yaitu SD No. 1 Sari Mekar yang berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi (rata-rata = 22,87), hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi (rata-rata = 19,00), terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (thitung = 3,455 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci: model pembelajaran berorientasi Nature of Science, hasil belajar IPA  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS KONSEP TRI PRAMANA TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SDN 1 SANGSIT I G. A. Tri Agustiana, S. Md. Nata Putra A, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.784

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana, dan (3) perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional pada siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Sangsit. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Sangsit yang berjumlah 81 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) Hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran model konvensional diperoleh rata-rata skor 18,95 dan berada pada kategori tinggi, 2) hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana diperoleh rata-rata skor 25,05 dan berada pada kategori sangat tinggi, dan 3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis konsep Tri Pramana dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional pada siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2012/2013 di SDN 1 Sangsit (thit > ttab, thit = 8,188 dan ttab = 2,00).   Kata-kata kunci: Inkuiri terbimbing, Tri Pramana, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICI BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SD I G. A. Tri Agustiana, Pt. Siskawati, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.817

Abstract

Abstrak Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dianjurkan untuk mengunakan model pembelajaran  ICI berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan  antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ICI berbantuan LKS open-ended dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus VI Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 195 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No 1 Kampung Baru sebanyak 29 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD No 2 Kampung Baru sebanyak 29 orang sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan cara pengundian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental semu dengan pola ”The Non-Equivalent Post-Test Only Control Group Design”. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh dengan tes uraian. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran ICI berbantuan LKS open-ended dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor kemampuan pemecahan masalah matematika diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung=5,61>ttabel=2,021) pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, model pembelajaran ICI berbantuan LKS open-ended berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.   Kata kunci: ICI, Open-ended, pemecahan masalah matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS V DI GUGUS VIII KECAMATAN BULELENG I G. A. Tri Agustiana, Kd. A. Permana Dewi, Made Sulastri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.840

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 111 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 1 Paket Agung yang berjumlah 34 orang dan kelas V SD No. 2 Paket Agung yang berjumlah 34 orang. Data hasil kemampuan berpikir kritis dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas V tahun pelajaran 2012/2013. Perbandingan perhitungan rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok eksperimen adalah 36,74 lebih besar dari rata-rata hasil kemampuan berpikir kritis IPA kelompok kontrol adalah 25,53. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran generatif berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis IPA dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional kelas V SD Gugus VIII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: Generatif, Kemampuan Berpikir Kritis IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SD GUGUS I BANYUNING I G. A. Tri Agustiana, Ni Kt. Yulianti, Gd. Raga,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.843

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan prestasi belajar  siswa antara penggunaan model pembelajaran STM berbantuan media audio visual dengan penggunaan model pembelajaran konvensional dalam pembelajaran IPA kelas IV SD di Gugus 1 Banyuning. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semudengan desainPosttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD negeri 3 Banyuning dan seluruh siswa kelas IV SD negeri 4 Banyuning yang berjumlah 41 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 3 Banyuning sebanyak 23 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IV SD Negeri 4 banyuning sebagai kelas control yang dipilih dengan cara pengundian. Data tentang perbedaan prestasi belajar siswa  dikumpulkan melalui instrument tes prestasi belajar dengan bentuk tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji t).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model pembelajaran STM berbantuan media audio visual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  model pembelajaran  konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Banyuning.Perbedaan tersebut dilihat dari skor prestasi belajar IPA diperolehlebih besar dari pada (>) pada taraf signifikansi 5%. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STM berbantuan media audio visual lebih berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci : STM, media audio visual, prestasi belajar  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMEN BERBASIS PENILAIAN PORTOFOLIO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV GUGUS VIII KECAMATAN ABANG I G. A. Tri Agustiana, Ni Wyn. Reni Parwati, I Kt. Dibia
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.861

Abstract

AbstrakSelama ini, yang menjadi penyebab rendahnya hasil belajar IPA di SD yaitu modelpembelajaran yang diterapkan bersifat konvensional, interaksi antara guru dan siswakurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar padamata pelajaran IPA anatara siswa yang dibelajarkan dengan model starter eksperimenberbasis penilaian portofolio dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajarankonvensionala. Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) denganmenggunakan desain non-equvalen post-test only control group. Populasi penelitian iniadalah seluruh siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD GugusVIII Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Sekolah yang menjadi sampel penelitianyaitu SD 7 Bunutan sebagai kelas eksperimen dan SD 3 Bunutan sebagai kelas kontrol.Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistikinferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,15 dan ttab (pada tarafsignifikansi 5%) = 1,671. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikanbahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikutipembelajaran starter eksperimen berbasis penilaian portofolio dan siswa yang mengikutipembelajaran konvensional. Diketahui x kelompok eksperimen adalah 24,08 dan xkelompok kontrol adalah 15,8. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa modelpembelajaran starter eksperimen berbasis penilaian portofolio berpengaruh terhadaphasil belajar IPA siswa kelas IV semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD GugusVIII Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.Kata kunci: starter eksperimen, penilaian portofolio, hasil belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI DI DESA KALIBUKBUK I Gst.A. Tri agustiana, Ni Wyn. Rumpi Adnyani, Drs. I Nym Wirya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.875

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yangsignifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran sains teknologimasyarakat (STM) dan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensionalpada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012-2013 di Desa KalibukbukKecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah eksperimensemu (quasi experiment). Dengan rancangan penelitian menggunakan nonequavalen post-test only control group design. Adapun populasi yang digunakandalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri di Desa Kalibukbuk diKecamatan Buleleng sebanyak 106 orang siswa. Selanjutnya sampel penelitianditentukan dengan teknik random sampling Sampel yang terpilih, yaitu SD No.2Kalibukbuk yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No.3Kalibukbuk yang berjumlah 23 orang sebagai kelompok kontrolMetode pengumpulandata dan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yakni tes objektif.Selanjutnya data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis statistikdeskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Berdasarkan hasil analisis data yangdidapat nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaranSTM lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata siswa yang mengikutipembelajaran konvensional (X2 = 24,37>X2 14,13). Selain itu hasil analisis uji-tdiperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung =8.60 >ttabel = 2.02) iniberarti bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yangbelajar dengan model sains teknologi masyarakat (STM) dan siswa yang belajardengan model konvensional. Dengan demikian model pembelajaran STMberpengaruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V semester genap tahunpelajaran 2012-2013 di Desa Kalibukbuk Kecamatan Buleleng Kabupaten BulelngKata kunci: model pembelajaran STM, hasil Belajar IPA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CTL (CONTECTUAL TEACHING LEARNING) BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V I. G. A. Tri Agustiana, Ni Kt. Sri Aryani, I Nym Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.915

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui aktivitas belajar IPA saat menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013 dan (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah menerapkan model pembelajaran CTL (Contectual Teaching Learning) berbantuan media gambar pada siswa kelas V semester II SD N 2 Galungan Tahun Pelajaran 2012/2013. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V SD Negeri 2 Galungan tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 19 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan metode tes. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata skor aktivitas belajar siswa pada siklus I pertemuan pertama 17,5 meningkat pada pertemuan kedua 18,0. Siklus II pertemuan pertama 18,9 meningkat pada pertemuan kedua 20,2. Rata-rata skor hasil belajar siswa pada siklus I 6,5 meningkat pada siklus II 8,16. Persentase rata-rata kelas pada siklus I 65 % dan pada siklus II 81,6%, terjadi peningkatan sebesar 16,6%. Ketuntasan belajar pada siklus I 63% sedangkan pada siklus II mencapai 100%. Berdasarkan data tersebut model pembelajaran CTL dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa.   Kata kunci: pembelajaran CTL, aktivitas, hasil belajar.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TERPADU TIPE CONNECTED BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD I G. A. Tri Agustiana, I Gd. Agus Mayga Putra, I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.918

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus IV, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 186 orang. Sampel kelas dari penelitian ini yaitu siswa kelas IVA sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas IVB SD N 1 Taro sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol yang dipilih dengan cara pengundian. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimental semu dengan pola ”Non Equivalent Post-test Only Control Group Design”. Data hasil belajar siswa diperoleh dengan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pengajaran langsung (direct instruction). Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor hasil belajar IPA siswa diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (thitung=3,815>ttabel=2,021) pada taraf signifikansi 5%. Dengan kata lain, model pembelajaran terpadu tipe connected berbantuan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pengajaran langsung (direct instruction). Kata-kata kunci: Model Connected, Gambar, Hasil Belajar
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS VI KECAMATAN BULELENG I G. A. Tri Agustiana, Ni Md. Dewi Margadhyta, Md. Suarjana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 1 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1234

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan  model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di Gugus VI, Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 190 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang di SD No. 1 Kampung Baru sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 3 Kampung Baru yang berjumlah 30 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik simple random sampling.  Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen semu non equivalent post-test only control group design. Data prestasi belajar siswa diperoleh dengan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan prestasi belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran quantum teaching dan siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional. Perbedaan tersebut dilihat dari hasil skor prestasi belajar IPA siswa diperoleh lebih besar dari (thitung = 20,6 > ttabel = 2,021; ά=0,05) pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, model pembelajaran quantum teaching berpengaruh lebih baik terhadap prestasi belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Kata-kata kunci: model pembelajaran quantum teaching dan prestasi belajar IPA
Co-Authors Abhyasari, Ni Putu Adnyani, Ni Nyoman Trisna Adrianus I Wayan Ilia Yuda Sukmana Alexander Hamonangan Simamora Alexander Hamonangan Simamora Ambaraputri, I A Anggia Pramesty Devi Anggreni, Ni Made Dyan Ardika, Ngurah Putu Arsa Putra, Gede Yoga Mahardika Artini, Ni Nengah Nopi Astiwi, Kadek Perdinna Tri Astrayani, Ni Kadek Liana Ayu Ari Rahmayanti Buana Rosnata, Ni Putu Feby Mulia Cahyani, Ni Luh Paramita Chandan, Desak Gede Hari Gopi Cintia, Gusti Ketut Tri Pramana Crisiana, Ni Komang Winda Desak Putu Agung Yuliana Kasuma Dewi Desak Putu Parmiti Dewa Ayu Puteri Handayani Dewa Gede , Firstia Wirabrata Dewa Nyoman Sudana Dewe Gede Firstia Dewi, Ketut Ella Ariseptiani Fournica Dewi Dewi, Luh Monik Septiani Dewi, Ni Luh Wayan Rata Dharmayanti , Putu Ari Dr. I Nyoman Tika,M.Si . Drs. I Nyoman Murda,M.Pd. . Dwi Arini, Ni Kadek Ayu Dwi Safitri, Meri Ery, Ni Kadek Dwi Gede Nugraha Sudarsana Gede Wira Bayu Giriani, Ni Putu Handayani, Ni Luh Putu Ayu Evi I Gde Wawan Sudatha I Gede Astawan I Gede Margunayasa I Gede Yoga Ariana I Kadek Suryaadnyana I Ketut Gading I Ketut Gading I Ketut Supir I Komang Adi Prayoga I Komang Wahya Sudhyatmika I Made Citra Wibawa I Made Ngurah Mahesa Pamayun I Nengah Arya Dana Putra I Nyoman Laba Jayanta Ibrahim, Musimin Ida Ayu Lingga Komala Sari Ida Ayu Made Indah Padmitasari Ignatius I Wayan Suwatra Janatul Aliah Jummita Jummita Jummita Jummita Jummita, Jummita Kadek Ari Dwiarwati Kadek Perdinna Tri Astiwi Kadek Suardani Ketut Gading Ketut Pudjawan Komang Sri Purniasih Krismantara, I Made Luh Putu Sri Lestari M.Pd Drs. I Ketut Dibia,S.Pd . Mahendra, Dewa Gede Rai Megantari, Komang Ayu Musimin Ibrahim Ngurah Putu Ardika Ni Kadek Arsita Tirtadewi Ni Kadek Ayu Dwi Arini Ni Kadek Riski Febriani Ni Ketut Kris Primayonita Ni Ketut Suarni Ni Ketut Suarni Ni Komang Sukerti . Ni Luh Ayu Nita Darmayanti Ni Luh Pande Oki Wardani Ni Luh Putu Ayu Evi Handayani Ni Luh Wayan Rata Dewi Ni Made Dwi Sukmawati Ni Made Sita Rahayu Ni Made Wiyasmei Gyanthi Ni Made, Gayatri Dewi Ni Nyoman Kusmariyatni Ni Nyoman Trisna Adnyani Ni Putu Giriani Ni Putu Yuliana Santini Putri Ni Wayan Martiningsih Ni Wayan Rati Ni Wayan Yuna Kharismayani Noviani, Ketut Ari Pranata, I Kadek Adi Pranyani, Ni Komang Ayu Indah Pratiwi, Ni Komang Tryani Darma Primayonita, Ni Ketut Kris Putri, Ni Putu Ikka Putu Aditya Antara Putu Ari Dharmayanti Putu Krisna Dewi Putu Rahayu Ujianti Rahayu, Desak Made Sri Ribawa, I Gede Anyar Rosnata, Ni Putu Feby Mulia Buana Rudiana Agustini S.Pd. ., Putu Ari Dharmayanti, S.Pd. Saputra, I Made Arista Sastra Upadani, Ni Made Widani, Ni Kadek Tri Widani, Ni Kadek Tri Winawatiningsih, Gusti Ayu Wirabrata, Dewa Gede Firstia Wiradarma, Kadek Wulandini, Ni Putu Wina Yasa, I Ketut Dena Yuli, Ni Kadek Yulia Astuti Dewi, Ni Luh Putu