Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH BERBAGAI JENIS AUKSIN DENGAN BEBERAPA KONSENTRASI TERHADAP PENGAKARAN SETEK MELADA (Piper colubrinum) Hanum, Farida; Yusnita, Yusnita; Hapsoro, Dwi; Agustiansyah, Agustiansyah; Karyanto, Agus
Jurnal Agrotek Tropika Vol 10, No 1 (2022): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 10, JANUARI 2022
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v10i1.5253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis auksin terhadap beberapa konsentrasi terhadap pengakaran Piper colubrinum. Percobaan dilaksanakan di Rumah Kaca  Fakultas Pertanian Universitas Lampung dari bulan Mei 2018 sampai Desember 2018. Percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan. perlakuan yang mengaplikasikan: kontrol, IBA 1500 ppm, IBA 2000 ppm, NAA 2000 ppm, NAA 750 ppm + IBA 750 ppm, NAA 1000 ppm + IBA 1000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada variabel jumlah akar primer di buku pada perlakuan NAA 750 ppm + IBA 750 ppm nilai rata-rata meningkat yaitu 21 helai dibandingkan kontrol 2,5 helai. Pada perlakuan NAA 750 ppm + IBA 750 ppm berpengaruh pada peningkatan  jumlah akar primer di penampang batang yaitu 14 dibandingkan dengan kontrol 11 helai. Demikian perlakuan NAA 750 ppm + IBA 750 ppm berpengaruh pada peningkatan  jumlah akar primer yaitu 34,3 helai dibandingkan dengan kontrol 13,5 helai. Untuk variabel bobot basah akar nilai rata-rata NAA 750 ppm + IBA 750 ppm yaitu 11,8 g, nilai rata-rata ini lebih tinggi dibandingkan semua perlakuan.
PENINGKATAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI JAGUNG UNGU VARIETAS JANTAN F1 MELALUI APLIKASI NUTRISI ZINC Adhinugraha, Qudus Sabha; Agustiansyah, Agustiansyah; Timotiwu, Paul Benyamin; Rahayu, Dwi
Fruitset Sains : Jurnal Pertanian Agroteknologi Vol. 13 No. 2 (2025): Juni: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/fruitset.v13i2.6292

Abstract

Maize was one of the most important food crops in the world; therefore, the demand for corn continued to increase in line with the growing global population. In general, increasing maize productivity was achieved by fulfilling the requirements for macro and micronutrients, as well as ensuring supportive environmental conditions so that the plants could grow well. One of the essential micronutrients needed by plants was zinc. This study aimed to determine the effect of zinc nutrient application on the growth and yield of purple maize of the Jantan F1 variety, as well as to identify the optimal zinc application treatment to enhance the growth and production of this variety. This research was conducted from September 14, 2024 to November 23, 2024 at the Integrated Field Laboratory and Seed and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Lampung. The research was conducted using a Randomized Complete Block Design (RCBD) consisting of five treatments with a single factor: P0 (control/no zinc application); P1 (seed priming with Zn 0.5%); P2 (seed priming with Zn 0.5% + foliar Zn 0.1% at 10, 20, and 30 DAP); P3 (seed priming with Zn 0.5% + foliar Zn 0.1% at 30, 40, and 50 DAP); and P4 (seed priming with Zn 0.5% + foliar Zn 0.1% at anthesis, 7 days after pollination (DAPn), and 14 DAPn). The experiment was conducted with four replications, resulting in 20 experimental units. The results showed that the application of zinc nutrients to the purple maize of the Jantan F1 variety improved plant growth, as reflected in plant height, number of leaves, leaf area, and chlorophyll content. In addition, zinc nutrient application also increased yield, as indicated by variables such as cob weight with husk, cob weight without husk, number of rows per cob, and number of kernels per cob. The best treatment was zinc priming 0.5% combined with foliar Zn 0.1% applied at the anthesis stage, 7 DAPn, and 14 DAPn.
In Vitro Growth and Development of Progenies Derived from Crossings of Several Dendrobium Accessions Under Different Media Maulida, Desi; Yusnita, Yusnita; Hapsoro, Dwi; Agustiansyah, Agustiansyah; Karyanto, Agus; Hamiranti, Rahmadyah; Nugroho, Rizki Bagus
AGRIVITA Journal of Agricultural Science Vol 47, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Agriculture University of Brawijaya in collaboration with PERAGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17503/agrivita.v47i2.4505

Abstract

The objective of plant hybridization is to generate alternative superior phenotypes with the aim of decreasing the dependence on wild orchid exploitation in nature. Although interspecies crosses in Dendrobium are very likely to occur and there is a low chance of experiencing bud depression, interspecies crosses have the potential to encounter several problems, including failure of embryo development resulted to the seeds unable to germinate. Media formulation is the most essential component in the success of in vitro culture of orchid seeds. Therefore, this study aimed to obtain new Dendrobium hybrids and the best media formulation for germination and seedling growth. A total of three experiments were conducted including hybridization, the impacts of basic media namely (1) MS, (2) VW, and (3) foliar fertilizer both with and without the addition of tryptone, on seedling germination. The results showed that there was no compatibility barriers observed in all crosses. Foliar fertilizer + tryptone media was recommended for orchid seedlings because it produced better growth and roots up to 8 months after planting (MAP). For best results on Dendrobium hybrid seedlings, MS + tryptone media up to 6 MAP was used followed by deflasking into VW + tryptone to stimulate optimal root growth before hardening.
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN CUPANG VARIAN HALF MOON DI BETTA HAN FARM KOTA BANDAR LAMPUNG Amiin, Muhammad Kholiqul; Yusup, Maulid Wahid; Agustiansyah, Agustiansyah; Rahmando, Revo Aulia; Hidayat, Rahma Nurhasna Safetya
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2630

Abstract

Melihat pesatnya peningkatan minat masyarakat akan kebutuhan ikan hias belakangan ini,  maka dirasa tepat untuk melaksanakan program kemitraan masyarakat guna mengembangkan produksi ikan hias dengan potensi yang ada saat ini. Salah satu kunci keberhasilan produksi ikan hias adalah pada ketersediaan pakan sebagai penunjang reproduksi dan pertumbuhannya. Program Pengabdian Masyarakat ini merupakan suatu upaya untuk menginterpretasikan pengetahuan dalam bidang akuakultur guna membantu masyarakat dalam usaha produksi ikan hias cupang varian half moon. Lokasi PkM ini berada di CV Betta Han di Perum BKP, Blok X, Jl. Baru 1, No. 5, Kemiling, Bandar Lampung, Lampung. Lokasi tersebut dipilih karena kondisi wilayahnya yang sesuai di mana masih berada di Kota Bandar Lampung dan kultur masyarakatnya yang perkotaan. Kondisi tersebut memunculkan permasalahan di mana dalam upaya produksi pakan berupa cacing darah secara mandiri dalam prosesnya memerlukan tempat yang tidak sedikit. Solusi yang dikembangkan dari PkM yang dijalankan adalah teknik budidaya cacing darah sebagai pakan larva ikan cupang varian half moon di lahan sempit dan berkelanjutan. Tujuan dari program kemitraan ini adalah: (1) menyediakan stok pakan bagi larva ikan cupang varian half moon secara mandiri untuk menunjang produksi, (2) memberdayakan teknik budidaya cacing darah dengan nampan bertingkat dan memanfaatkan lahan yang ada, (3) melakukan pendampingan kegiatan budidaya pakan larva ikan cupang varian half moon sehingga mampu menyediakan stok pakan secara berkelanjutan, (4) melakukan pendampingan untuk mengurus legalitas agar usaha yang dijalankan terdaftar secara resmi, (5) serta pendampingan untuk digital marketing agar memiliki kesempatan untuk memasarkan produk ikan hiasnya dengan jangkauan yang lebih luas.
PENDAMPINGAN PRODUKSI TISANE CASCARA DENGAN BERBAGAI VARIAN AROMA PADA UMKM DI KOTA BANDAR LAMPUNG Winanti, Diki Danar Tri; Fadhallah, Esa Ghanim; Talaumbanua, Mareli; Agustiansyah, Agustiansyah; Yusup, Maulid Wahid; Aisyah, Wulan Nur; Meranda, Dea; Satriya, Aji
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10866

Abstract

Tisane cascara adalah minuman seduhan yang terbuat dari keringan ceri kopi. Cascara mengandung berbagai komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel, darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan sosialaisasi pembuatan tisane cascara sebagai diversifikasi produk turunan kopi di UMKM CV Nusantara Berkah Jaya Rajabasa Bandar Lampung. Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan tentang proses peroduksi tisane cascara yang terdiri dari penimbangan, pencampuran bahan, pengemasan, dan pelabelan. Dilakukan pula pendampingan berupa survey pasar produk tisane cascara. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk diketahui mencapai 60%. Evaluasi dilakukan agar produksi dari inovasi tisane kulit kopi ini semakin diterima oleh pasar lokal. Harapannya, peningkatan produksi tisane cascara dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kopi dari hulu hingga hilir.
Vigor Testing of 15 Lots of Soybean (Glycine max L.) Seeds Stored for 12 Months at Low Temperatures Amelia, Desi Rizki; Nurmiaty, Yayuk; Nurmauli, Niar; Agustiansyah, Agustiansyah; Ermawati, Ermawati
Biosfer: Jurnal Tadris Biologi Vol 11 No 1 (2020): Biosfer: Jurnal Tadris Biologi
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/biosfer.v1i1.4461

Abstract

The purpose of this study was to determine the vigor growth strength of Anjasmoro, Grobogan, and Burangrang seed varieties based on three doses categories of SP-36 fertilizer stored for 12 months. The treatment was done separately by separating 15 seed lots. The mean value was determined using the Orthogonal contrast test. The results showed that the large-seeded soybean varieties (Grobogan and Burangrang) had higher seed vigor compared to the small-seeded soybean varieties (Anjasmoro) based on the variables of the germination speed, vigor index, normal dry weight, germination growth, and maximum growth potential. The Grobogan variety produced higher seed vigor than Burangrang variety based on vigor index and germination. Anjasmoro and Grobogan varieties without fertilization produced a lower vigor compared to the one with recommended fertilizer doses (100 and 150 kg/ha) and above the recommended fertilizer doses (200 and 250 kg/ha) based on the rate of germination growth and the vigor index. Grobogan variety with recommended fertilizer dose (100 kg/ha) had the highest seed vigor compared to other varieties. Pengujian Vigor 15 Lot Benih Kedelai (Glycine Max L.) Yang Disimpan 12 Bulan Pada Suhu RendahABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui vigor kekuatan tumbuh benih kombinasi Varietas Anjasmoro, Grobogan, dan Burangrang pada tiga kategori dosis pupuk SP-36 yang telah disimpan 12 bulan. Rancangan perlakuan disusun secara tunggal yaitu 15 lot benih dan pemisahan nilai tengah menggunakan uji Orthogonal contrass. Hasil penelitian menunjukan varietas kedelai berbiji besar (Grobogan dan burangrang) lebih tinggi vigor benihnya dari varietas kedelai berbiji kecil (Anjasmoro) berdasarkan variabel kecepatan perkecamabahan, indeks vigor, bobot kering kecambah normal, daya berkecamabah dan potensi tumbuh maksimum. Perbandingan varietas Grobogan menghasilkan vigor benih yang lebih tinggi dari varietas Burangrang berdasarkan variabel indeks vigor dan daya berkecambah. Varietas Anjasmoro dan Grobogan tanpa pemupukan menghasilkan vigor yang lebih rendah dibandingkan dengan penambahan dosis pupuk rekomendasi (100 dan 150 kg/ha) dan diatas rekomendasi (200 dan 250 kg/ha) berdasrkan variavel kecepatan perkecmabahan dan indeks vigor. Varietas Grobogan dengan penambahan dosis rekomendasi (100 kg/ha) memiliki vigor benih yang paling tinggi dibandingkan perbandingan lainnya.
Pengaruh Bahan Pelleting terhadap Perkecambahan Benih Bawang Merah (Allium cepa L.) Rajagukguk, Sion G.; Agustiansyah, Agustiansyah; Manik, Tumiar K.; Ginting, Yohannes Cahya
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 22 No. 1 (2023): Jurnal Agrotropika Vol 22 No 1, Mei 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v22i1.7105

Abstract

Shallot is an important commodity, but their productivity in Indonesia is still low. TSS can be used because of its higher production, longer shelf life, more resistance to disease pathogens, cheaper procurement and distribution costs, guaranteed seed quality, and high productivity potential, but has a small shape so it is difficult to plant so seed coating technology is needed. Seed pellets are coatings of seeds to change the shape, size and weight of seeds. This study aims to determine the effect of pelleting techniques on shallot seeds. This research was conducted with one treatment factor, namely without pelleting, soil + CMC, soil + CMC + Mycorrhizae, soil + CMC + Trichoderma, soil + CMC + Dolomite, soil + CMC + humic acid, soil + AG, soil + AG+ Mycorrhizae, soil +AG+Trichoderma, soil+AG+Dolomite, soil+AG+Humic acid. Each treatment was carried out with 3 replications so that 33 experimental units were obtained, with one experimental unit in the form of a planting media tray with 25 seeds each. The results of the study explained that the pelleting technique had no effect on germination, root length, coleoptile length, wet safe weight, dry safe weight, seed weight and had a significant effect on the emergence of plumules with the best treatment obtained in the soil. CMC + humic acid and seed pellet weight. stated that seed pellets can change the weight, size and shape of seeds so as to facilitate planting. The conclusion of this study is that shallot seed pelleting can be applied to shallot cultivation because it does not inhibit the growth and development of shallots and can facilitate the planting of shallot seeds. Key words:  Shallot, seed, pelleting, TSS
Efektivitas Priming pada Benih Jagung dalam Memperbaiki Perkecambahan pada Media Masam Agustin, Noly; Agustiansyah, Agustiansyah; Timotiwu, Paul Benyamin; Kamal, Muhammad
JURNAL AGROTROPIKA Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Agrotropika Vol 22 No 2, Oktober 2023
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/ja.v22i2.7699

Abstract

The high Aluminum content in Ultisol soil is one of the main problems in maize cultivation starting from the germination phase to plant growth. Priming treatment on seeds is believed to be able to improve germination in a less favorable environment. The study was conducted to determine the effect of priming on the germination of corn seeds germinated in acid media containing aluminum. The study was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) which was repeated four times. There were 8 treatments in this study, namely control/without priming, water priming, KNO3 0.1%, and 0.5, PEG-6000 5% and 10%, GA3 50 ppm and 100 ppm. The data were analyzed for variance and continued with a 5% LSD test using the R Studio statistic program. The results showed that 50 ppm GA3 priming was the best treatment for increasing corn seed vigor based on the variables of time of radicle emergence, time of emergence of plumules, growth speed, growth synchronously, vigor index, root length, coleoptile length, wet weight of normal sprouts, and dry weight of normal sprouts. Keywords:priming, corn, germination
PENGENALAN BUNGA KRISAN POTONG DI DESA SUNGAI LANGKA KAB. PESAWARAN SEBAGAI KOMODITAS BARU DI DESA AGROWISATA Agustiansyah, Agustiansyah; Rugayah, Rugayah; Karyanto, Agus; Manik, Tumiar Katarina
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6266

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan komoditas baru yaitu bunga krisan potong kepada kelompok tani dan kelompok wanita tani di Desa Sungai Langka, Kec. Gedong Tataan, Pesawaran, Lampung yang mengelola agrowisata. Bunga krisan potong ini diharapkan menjadi komoditas baru agrowisata yang dapat diandalkan, mengingat agrowisata di Sungai Langka mengandalkan komoditas tahunan seperti durian, jeruk, dan kopi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan demplot budidaya bunga krisan potong dalam rumah pelindung yang terbuat dari bambu dan atap plastik UV. Selain itu dilakukan juga ceramah dan diskusi tentang budidaya bunga krisan potong. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah petani mulai mengenal teknik budidaya krisan potong. Hasil penting lainnya adalah seluruh peserta setuju (100%) perlu adanya komoditas baru untuk dikembangkan dan setuju  (100%) bunga krisan potong dikembangkan di Desa Sungai Langka sebagai komoditas pendukung agrowisata.
PENGENALAN BUNGA KRISAN POTONG DI DESA SUNGAI LANGKA KAB. PESAWARAN SEBAGAI KOMODITAS BARU DI DESA AGROWISATA Agustiansyah, Agustiansyah; Rugayah, Rugayah; Karyanto, Agus; Manik, Tumiar Katarina
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6507

Abstract

Tujuan Kegiatan ini adalah untuk mengenalkan komoditas baru yaitu bunga krisan potong kepada kelompok tani dan kelompok  wanita tani di Desa Sungai  Langka, Kec. Gedong Tatan, Kab. Pesawaran Lampung. Bunga krisan potong diharapkan dapat menjadi komoditas baru yang dapat diandalakan mengingat selama ini agrowisata di Sungai Langka mengandalkan komoditas tanaman tahunan seperti jeruk dan kopi. Metode kegiatan pengabdian ini adalah pembuatan demplot budidaya krisan potong di dalam rumah pelindung berukuran 5 m x 8 m yang terbuat dari rangka bambu dan atap plastik UV. Hasil akhir kegiatan ini adalah petani mulai mengenal budidaya krisan potong. Hasil penting lainnya adalah 100% anggota kelompok setuju bunga krisan dikembangkan sebagai komoditas baru di Desa Sungai Langka.