Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR DOMINAN YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN DAN MOTIVASI PENDERITA DIABETES MELLITUS DALAM MELAKUKAN PERAWATAN KAKI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SYAMTALIRA ARON KABUPATEN ACEH UTARA Yusra, Ainil; Hamid, Syahabuddin; Mustafa, Marlina; Agustina, Fitriani
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i1.238

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a group of chronic metabolic diseases characterized by the characteristics of hyperglycemia due to impaired insulin sensitivity and/or impaired insulin secretion. Type 2 diabetes mellitus is a world health problem because the incidence and prevalence of this disease continues to increase in both industrial and developing countries, including Indonesia. Complications due to DM not only cause macrovascular disorders but also cause microvascular disorders, thereby risking diabetic foot wounds. The prevalence of amputation due to diabetic foot wounds reaches 90% and the death rate due to foot amputation is 11-41%. Diabetic foot complications can be prevented by practicing good foot care. Compliance and motivation are important factors that encourage someone to carry out foot care independently. . The aim of this research is to analyze the dominant factors that influence the compliance and motivation of Type 2 DM patients in carrying out foot care. This research is an analytical survey research with a cross sectional approach. The total research sample was 78 respondents using the purposive sampling method. Analysis of this research data used the Chi-Square test and logistic regression test. The results of the study showed that several factors that influence compliance and motivation for foot care are length of time suffering from DM (p value= 0.02), employment (p value= 0.015). and health education (p value=0.02). The most dominant factor of the three factors is the length of time suffering from DM which has a 9.43 times stronger influence on compliance and motivation to perform foot care. Abstrak Diabetes Mellitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik menahun yang ditandai dengan karakteristik hiperglikemia akibat gangguan sensitivitas insulin dan atau gangguan sekresi insulin. Diabetes Mellitus tipe 2 menjadi masalah kesehatan dunia karena insiden dan prevalensi penyakit ini terus meningkat baik di negara industry maupun negara berkembang termasuk juga Indonesia. Komplikasi akibat DM tidak hanya menimbulkan gangguan secara makrovaskuler tetapi juga menyebabkan gangguan mikrovaskuler sehingga beresiko terjadinya luka kaki diabetes. Prevalensi amputasi akibat luka kaki diabetes mencapai 90% dan tingkat kematian akibat amputasi kaki sebesar 11-41%. Komplikasi kaki diabetik dapat dicegah dengan melakukan perawatan kaki yang baik. Kepatuhan dan motivasi merupakan factor penting yang mendorong seseorang melakukan perawatan kaki secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor dominan yang mempengaruhi kepatuhan dan motivasi pasien DM Tipe 2 dalam melakukan perawatan kaki. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian sebanyak 78 responden dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisa data penelitian ini menggunakan uji Chi-Square dan Uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan dan motivasi perawatan kaki adalah faktor lamanya menderita DM (p value= 0,02), Pekerjaan (p value= 0,015) dan pendidikan kesehatan (p value=0,02). Faktor paling dominan dari ketiga faktor tersebut adalah faktor lamanya menderita penyakit DM mempunyai pengaruh 9,43 kali lebih kuat terhadap kepatuhan dan motivasi melakukan perawatan kaki.
Efforts to Increase Public Knowledge About First Aid in Burns in Tanjung Mulieng, Syamtalira Aron District Syahabuddin; Yusra, Ainil; Agustina, Fitriani
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i1.1218

Abstract

People's habits in providing first aid for burns still need to be reviewed. Wrong habits can worsen the patient's condition and prolong the wound healing process. Preventing the risk of infection and the occurrence of further complications which can increase the risk of death and disability. The aim of carrying out activities is to increase people's knowledge and skills in helping themselves and their families in cases of burns. The activity method is education, demonstration and simulation of first aid for burns. The target audience for this community service activity is the residents of Tanjong Mulieng Village, Syamtalira Aron District, North Aceh Regency, totaling 29 subjects. Evaluate the success of education using knowledge instruments that are measured before and after the activity is carried out and increase skills using a first aid checklist for burns. The results obtained were a good increase in knowledge of 76%, and participants were able to correctly demonstrate first aid steps for minor burns. Increasing the community's ability to help themselves and their families can be achieved by providing education and demonstrating first aid for burns.
Kuantitas dan Strategi Pencegahan Stunting di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023 Fauzi, M. Jamil; Taufiq, Said; Agustina, Fitriani
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.145

Abstract

Survey Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan angka kejadian stunting secara nasional 24,4 persen (2019) dan 21,6 persen (2021), dalam masa 2 tahun telah terjadi penurunan 2,8 persen.  Dibutuhkan upaya yang lebih optimal untuk mencapai target nasional yaitu 14 persen pada tahun 2024 dan 0 persen pada tahun 2030. Prevalensi balita stunting (tinggi badan menurut umur) tahun 2022 secara nasional menunjukan bahwa Aceh berada pada urutan keempat tertinggi (31,2 persen) setelah NTT, Sulawesi Barat, Papua dan NTB. Kabupaten Aceh Utara merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang menghadapi permasalahan stunting, meskipun bukan wilayah prevalinsi tertinggi. Tahun 2021 angka stunting 38,8 persen dan turun 0,5 persen menjadi 38,3 persen pada tahun 2022, masih berada di atas 20 persen cut of point toleransi untuk stunting yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO). Penelitian ini untuk mengetahui kuantitas dan strategi pencegahan stunting di Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengambilan sampel dengan pendekatan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, penanggung jawab Program Penanggulangan Masalah Gizi (Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi) dan Ketua Bidan Cabang Kabupaten Aceh Utara. Analisa data dengan deskriftif qualitatif.  Hasil penelitian quantitas stunting mengalami perubahan setiap bulan  dan strategi pencegahan stunting sudah dilaksanakan dengan baik sesuai petunjuk teknis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Hubungan Peran Orang Tua Teman Sebaya dan Ketersediaan Makanan dengan Pemilihan Jajanan Siswa Sd (Kecamatan Blang Mangat Kota Lhokseumawe) Taufiq, Said; Agustina, Fitriani; Fauzi, M. Jamil
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3816

Abstract

Jajanan yang tersedia di masyarakat khususnya di lingkungan sekolah masih banyak yang belum memenuhi syarat kesehatan, baik dari penyajian, pengolahan maupun bahan baku. Penyajian jajanan secara terbuka meningkatkan risiko terpapar bakteri Escherichia coli sebagai penyebab utama diare. Anak sekolah yang memiliki perilaku jajan tidak sehat 24,3% pernah menderita diare. Pencemaran jajanan anak sekolah yang menjadi resiko gangguan kesehatan paling utama adalah mikroba 74,9%, bahan tambahan makan (BTM) 15,7%, dan BTM berbahaya 9,0%. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan peran orang tua, peran teman sebaya dan ketersediaan makanan dengan pemilihan jajanan anak sekolah dasar. Desain penelitian menggunakan crosssectional, sampel diambil dengan teknik simple random sampling dengan besar sampel 326 orang. Penelitian dilakukan di SDN 1, SDN 6 dan SDN 12 Blang Mangat dari April sampai Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan 67,8% orang tua berperan buruk dalam pemilihan jajanan anak sekolah, peran teman sebaya 63,5% kuat mempengaruhi anak sekolah dasar memilih jajanan tidak sehat, 66,9% siswa menyatakan tidak tersedia makanan sehat dan 71,2% siswa memilih jajanan yang tidak sehat. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan peran orang tua dengan pemilihan jajanan (P value=0.001, α<0.05), ada hubungan peran teman sebaya dengan pemilihan jajanan (P value=0.023, α<0.05) dan ada hubungan ketersediaan makanan dengan pemilihan jajanan anak sekolah dasar (P value=0.0002, α<0.05). Responden dan orang tua dapat meningkatkan perilaku kesehatan dan keamanan pangan sehingga konsumsi jajanan yang diasup anak menjadi lebih sehat dan aman.
CONSTRUCTION OF THE BINO-TRINOMIAL METHOD USING THE FUZZY SET APPROACH FOR OPTION PRICING Agustina, Fitriani; Sumarti, Novriana; Sidarto, Kuntjoro Adji
Journal of the Indonesian Mathematical Society Vol. 30 No. 2 (2024): JULY
Publisher : IndoMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22342/jims.30.2.1775.179-204

Abstract

An option is a financial instrument that investors often use for speculation or hedging purposes. Calculating the profit in the investment using options also considers its price, so the investor needs to know the proper value of the option's price or at least the range of these values. This paper aims to improve the Bino-Trinomial tree model for determining the price of a European call option with a volatility parameter in the form of a triangular Fuzzy number. The Bino-Trinomial tree model is a combination of the Binomial and Trinomial trees that aims to control the values of its branches. Due to the involvement of the Fuzzy number, the obtained value of the option price is in a range or interval, so the investor could use it appropriately in arranging investment strategies. In the proposed model, the Fuzzy volatility parameter is utilized to capture the uncertainty of the estimated volatility in the financial market which can fluctuate from time to time. This parameter is expected to provide reasonable ranges and appropriate Fuzzy membership functions for option pricing so that investors can expect different optimal values for different risk preferences. We also adjusted the formulation of the increase and decrease factors in the Fuzzy Binomial tree to model stock price movements. Using different values of the volatility's sensitivity level and the option period, the results of numerical simulations show that prices of European call options given by the market are always within the option price range of the proposed model's result. Likewise, the results of the defuzzification of options prices in our Fuzzy Bino-Trinomial tree model are not much different from the prices given by the market. This shows that the Fuzzy Bino-Trinomial tree model performs better in determining the price of European call options than the Fuzzy Binomial tree and Fuzzy Trinomial models.
Efektifitas Evidence Based Nursing Acupressure Dalam Menurunkan Sensasi Pruritus Pasien yang Menjalani Hemodialisis Agustina, Fitriani; Yetti, Krisna; Masfuri, Masfuri; Gultom, Yunisar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v8i1.153

Abstract

Latar belakang; Perawatan pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialysis berfokus pada peningkatan kualitas hidup yang disertai dengan berbagai keluhan fisik seperti fatigue, pruritus dan gangguan tidur. Sensasi pruritus merupakan salah satu gejala umum yang memberatkan pasien dengan GGT, mempengaruhi hingga 46% pasien yang menjalani hemodialysis (HD). Intervensi keperawatan mandiri untuk menurunkan sensasi pruritus salah satunya adalah acuprerssure. Tujuan Evidance Based Nursing (EBN) untuk mengidentifikasi efektifitas acupressure dalam menurunkan sensasi pruritus pada pasien yang menjalani HD. Metode; EBN ini menggunakan metode pre eksperimen dengan melibatkan 7 pasien yang menjalani HD. Hasil uji analisis menggunakan data VAS sensasi pruritus pretest dan posttest acupressure pada acupoint LI-11 selama 6 menit pada 8 sesi HD. Hasil; Penurunan nilai VAS sensasi pruritus didapat perbedaan rerata sebesar 2.586 ±1.446. Diskusi; Acupressure dapat dijadikan intervensi keperawatan untuk menurunkan sensasi pruritus
Penyuluhan tentang Penanggulangan Tuberkulosis Paru dan Sanitasi Rumah Sehat Syahputra, Anda; Abdurrahman, Abdurrahman; AS, Emilda; Hayati, Mawar; Agustina, Fitriani; Harahap, Lili Kartika Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17631

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis disebabkan oleh faktor lingkungan yang berperan dalam penularan penyakit tuberkulosis. Lingkungan yang buruk sangat mendukung aktifnya dan berkembangnya bakteri M. tuberculosis dengan baik. Lingkungan khususnya lingkungan rumah sangat berisiko terhadap perkembangbiakan dan penyebaran bakteri sebab bakteri ini berada di udara. Keberadaan bakteri di udara sangat ditentukan oleh kelembaban dalam rumah, cahaya matahari yang masuk, dan ventilasi. Kegiatan dilakukan di Wilayah Kecamatan Langsa Lama dengan jumlah sasaran sebanyak 32 orang dengan edukasi penanggunalangn tuberculosis dan sanitasi rumah sehat. Evaluasi yang di harapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat. Hasil dari edukasi yang dilakukan didapatkan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan adanya peningkatan pengetahuan pada katagori baik sebanyak 4 orang (12,5%) dan meningkat setelah diberikan edukasi sebanyak 29 orang (90,6%). Serta keadaan sanitasi rumah sehat dalam katagori memenuhi syarat. Kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa meningkatnya pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi penanggulangan tuberculosis dan sanitasi rumah sehat. Kata Kunci: Tuberkulosis, Sanitasi Rumah Sehat, Penyuluhan ABSTRACT Tuberculosis is caused by environmental factors that play a role in the transmission of the disease. Poor environmental conditions greatly support the activity and growth of *M. tuberculosis* bacteria. The home environment, in particular, poses a high risk for the reproduction and spread of the bacteria, as the bacteria are airborne. The presence of bacteria in the air is significantly influenced by household humidity, sunlight exposure, and ventilation. This activity was carried out in the Langsa Lama sub-district, targeting 32 people, with education focused on tuberculosis prevention and healthy home sanitation. The expected evaluation aimed to increase public knowledge. The results of the education showed that after training, there was an increase in participants' knowledge, with 4 people (12.5%) in the good category before the training, and this number increased to 29 people (90.6%) after the education. Additionally, household sanitation was classified as meeting the required standards. This activity concluded that public knowledge improved after being educated on tuberculosis prevention and healthy home sanitation. Keywords: Tuberculosis, Healthy Home Sanitation, Counseling
Convergence Numerically of Trinomial Model in European Option Pricing Puspita, Entit; Agustina, Fitriani; Sispiyati, Ririn
International Research Journal of Business Studies Vol. 6 No. 3 (2013): December 2013 - March 2014
Publisher : Universitas Prasetiya Mulya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21632/irjbs.6.3.195-201

Abstract

A European option is a financial contract which gives its holder a right (but not an obligation) to buy or sell an underlying asset from writer at the time of expiry for a pre-determined price. The continuous European options pricing model is given by the Black-Scholes. The discrete model can be priced using the lattice models ih here we use trinomial model. We define the error simply as the difference between the trinomial approximation and the value computed by the Black-Scholes formula. An interesting characteristic about error is how to realize convergence of trinomial model option pricing to Black-Scholes option pricing. In this case we observe the convergence of Boyle trinomial model and trinomial model that built with Cox Ross Rubenstein theory.
PEMERIKSAAN KESEHATAN ODGJ DAN EDUKASI TENTANG HIGIENE DAN DUKUNGAN SOSIAL DI PUSKESMAS SYAMTALIRA BAYU KABUPATEN ACEH UTARA Taufiq, Said; Agustina, Fitriani; Jamil Fauzi, M; Sulaiman, Sulaiman; Ismailinar, Ismailinar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 10 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i10.3781-3786

Abstract

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) memerlukan kondisi fisik yang baik dan kebersihan diri yang optimal dukungan sosial dari keluarga untuk membantu mempercepat proses penyembuhan. Tujuan pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kesehatan ODGJ baik fisik maupun mental serta meningkatkan pengetahuan keluarga tentang higine dan dukungan sosial untuk penyembuhan ODGJ di wilayah Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara. Khalayak sasaran Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) mandiri dan anggota keluarga yang mendampingi ODGJ di wilayah Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara. Metode pelaksanaan dengan memberikn edukasi kepada keluarga dan pemeriksaan kesehatan pada ODGJ. Hasil yang diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan khalayak sasaran tentang higiene dan kebersihan diri dan dukungan keluarga terhadap ODGJ. Dari pemeriksaan fisik diperleh hasil semua ODGJ sehat dan hanya terdapat sedikit keluhan. Hasil pemeriksaan kesehatan mental menunjukkan semua sasaran masih memiliki masalah mental.
Pregnant Women And Families' Readiness Towards The Implementation Of Exclusive Fitriani, Aida; Us, Hafsah; Agustina, Fitriani; Erlina, Erlina; Friscila, Ika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i10.22525

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka bayi yang telah diberi MPASI sebelum berusia 6 bulan menyebabkan rendahnya pencapaian ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif sampai 6 bulan dan dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun juga mendapat perhatian serius dari pemerintah dan kembali dituangkan dalam Kepmenkes RI. No.450/MENKES/IV/2004.Tujuan: Mengetahui kesiapan ibu hamil dan keluarga terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Metode:  Metode penelitian menggunakan rancangan observasi analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling berjumlah 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Uji bivariat menggunakan Fisher's Exact Test.Hasil: Berdasarkan analisis statisti didapatkan bahwa ada hubungan kesiapan ibu hamil (0,000) dan keluarga (0,049) terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Kesimpulan: Ada hubungan kesiapan ibu hamil dan keluarga terhadap penerapan ASI Eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Peusangan Siblah Krueng.Saran: Diharapkan dapat sebagai bahan untuk terus memberikan memperbaharui pengetahuan ASI eksklusif sehingga ibu hamil dan keluarga dapat bersinergi hingga penerpan ASI eksklusif. Kata Kunci : ASI Eksklusif, Kesiapan Ibu Hamil, Kesiapan Keluarga. ABSTRACT Background: The majority of women who marry before the age of 18 come from poor families and are below the poverty line, according to statistical data 28.10% of teenagers marry before the age of 18 and give birth to their first child at the age of 15-19 years.Purpose:  Analyzing why and what causes early marriage among Acehnese teenagers in Lhokseumawe City.Methods:  Qualitative research with an interpretive model to analyze early marriage among young women. The study was conducted in the city of Lhokseumawe. The researchers studied the cases of three people who married early. Data analysis was carried out by grouping people and events according to their characteristics according to categories and chronological order.Results: The results of the study showed that the causes of early marriage in Lhokseumawe city are due to local community habits, young women no longer attend school, are afraid of committing crimes (adultery), getting married (loving), premarital pregnancy and lack of knowledge about reproductive health.Conclusion: To reduce early marriage, every young person must undergo 12 years of compulsory education to reduce the high rate of early marriage and reduce the interest of young people to marry at a young age.Suggestions; Conducting counseling and socialization about the ideal age for marriage routinely and continuously and in synergy with related agencies. Keywords: exclusive breastfeeding, pregnant mother readiness, family readiness 
Co-Authors Abdurrahman Abdurrahman Achmad, Puteri Ressiana Dewi Adelia, Suci Aida Fitriani, Aida Ainil Yusra Alliseu Umiyati Anggi Diandra Sayrua AS, Emilda Asep Egi Kurniawan, Asep Egi Asyifa Nurbaiti Saepudin AULIA, SITI bambang avip Priatna Berta Afriani, Berta Dadan Dasari Darussalam, Handry Desiana Desiana, Desiana Desti Pertiwi Setiawati Dewanti, Rossy Dewi Achmad, Puteri Ressiana Dewi Rachmatin Dimas Ardiansyah Ema Nur Luthfiyani Entit puspita Entit Puspita Erlina Erlina Faiza, Nola Fauzi, M Jamil Fauzi, M. Jamil Febriany, Nadra Febriany, Nadya Ferdi, Roni Fikri, Ahmad Fitri, Ghaisani Fildjah Ghaida Azzahra Gita Alfa, Alodya Ann Gultom, Yunisar Hafsah Us Hamid, Syahabuddin Hanis, Nonong Harahap, Lili Kartika Sari Hasya Nur Auliya Hayati, Mawar Ika Friscila, Ika Indah Julia Ismailinar Ismailinar, Ismailinar Jamil Fauzi, M Jarnawi Afgani Dahlan Kartika Yulianti Karunia Eka Lestari Khusnul Novianingsih Krisna Yetti Kuntjoro Adji Sidarto Lia Malihah, Lia Lilia, Deli Lina Lina Lubis, Asep Ridwan Lukman ., Lukman Lukman Lukman Lukman Lukman Majid, Abu Bakar Faris Abdul Mardhiah Mardhiah Mardiah Annur, Mardiah Marlina Marlina Marlina Mustafa, Marlina Masfuri - Masyudi Masyudi Mawar Hayati Mia Kusmiati Mokhammad Ridwan Yudhanegara Muhammad Naufal Atalla Mursiti, Mustofa, Handry Darussalam, Titik Nuryastuti, Mursiti, Mutia Dwi Haryanti, Mutia Dwi Nar Herrhyanto Nora Usrina Novalia Efrianty Novianti, Neera Puri Novriana Sumarti Nugraha, Edwin Setiawan Nurdin, Ambia Nurul Hanifah Prahesti, Danica Dwi Prahesti, Danica Dwi Pratama, Egi Puspasari, Andini Putri, Isnaini Rafi Kamindra Raihan Ayita Putri Raspati, Rifqy Sayidi Ria Oktarina Rianita Citra Tri Sartika Rima Aulia Rahayu Rini Marwati Ririn Sispiyati Rizky Ardhani Ryaneka Darmawan, Ryaneka Safitri, Gina Said Taufiq Savitri, Gina Sisilia Sylviani Sofiati, Irwani Subagja, Rizky Akhmad Sulaiman Sulaiman Harun Sulaiman Sulaiman Swari, Jeni Efriyana Indra Syahabuddin Syahabuddin Hamid Syahputra, Anda Syamsul Arifin Tahlil, Teuku Taufiq, Said Winata, Hilma Mutiara Winda Sari Sukarna Wulan Dian Pramiesti Yukeu S Febriani Yusnidaryani, Yusnidaryani Yusra, Ainil Yusrawati Yusrawati Zahra, Tamela