Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT LEMON (Citrus limon L.) DENGAN METODE DPPH Evan Christian, Yulius
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.358

Abstract

Indonesia salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang bisa dimanfaatkan diantaranya sebagai kosmetik untuk antioksidan. TKandungan metabolit sekunder lemon yaitu flavonoid, alkaloid, limonoid, carotenoid, asam fenolat dan minyak atsiri. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh ekstrak kulit lemon yang memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak dibuat secara maserasi kinetik dengan pelarut etanol 70%, kemudian diuapkan dengan evaporator. peredaman radikal bebas menggunakan aktivitas antioksidan vitamin C dan ekstrak kulit lemon berturut-turut sebesar 3,26 ± 0,0577 ppm dan 16,46 ± 0,3595 ppm. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit lemon memiliki aktivitas antioksidan dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengobatan atau kosmetik.
Fermentation Influences the Total Flavonoid Content and Antioxidant Activity of Syzygium polyanthum Saputri, Aurya; Christian, Yulius Evan; Hidayati, Nurul; Indah, Indah; Setiawansyah, Arif
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v7i2.51645

Abstract

Introduction: Syzygium polyanthum are widely recognized for their rich phytochemical profile, including flavonoids and phenolics. However, the bioavailability of these compounds can be limited, prompting exploration of methods to enhance their accessibility and potency. Aims: This study investigates the effects of fermentation on the bioactive compounds and antioxidant properties of Syzygium polyanthum. Methods: Three sample groups were examined: fresh leaves, leaves fermented for 3 days, and leaves fermented for 5 days. Qualitative and quantitative analyses were conducted to assess flavonoid content, phenolic compounds, and antioxidant activity in each sample. Result: The results demonstrated that fermentation significantly impacted these properties, with the 5-day fermented sample exhibiting the highest values: total flavonoid content of 279.850 mg QE/g, total phenol content of 135 mg GAE/g, and antioxidant activity with an IC50 of 51.89 ppm. Conclusion: These findings suggest that fermentation can be an effective method to enhance the nutritional and medicinal properties of Syzygium polyanthum leaves. This research provides valuable insights into the potential applications of fermented Syzygium polyanthum in the food and pharmaceutical industries, paving the way for further exploration of its health-promoting properties.
ANALISIS BERAT BADAN MENCIT (Mus musculus) KONDISI HIPERGLIKEMIK YANG DIBERIKAN SEDIAAN ORAL DAN GEL EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L. Moench) CHANDRA, PRA PANCA BAYU; Christian, Yulius Evan
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 2 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i2.306

Abstract

Tanaman okra merupakan tanaman dengan kandungan metabolit sekunder yang memiliki potensi terhadap aktivitas farmakologi. Aktivitas farmakologi yang diharapkan dapat memperbaiki fungsi fisiologi hewan coba yang mengalami hiperglikemik sehingga berpengaruh terhadap berat badan hewan coba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemberian ekstrak buah okra secara oral dan topikal terhadap berat badan mencit hiperglikemik. Sampel penelitian dikeringkan sampai menjadi serbuk, dimaserasi 5 hari dengan etanol 70% dan dipekatkan sampai kental. Mencit jantan galur Mus musculus dikondisikan hiperglikemik dengan STZ dosis 0,06 mg/gBB. Mencit dibagi menjadi 8 kelompok, yaitu kelompok 1 (kontrol Non-DM/oral CMC Na+gel plasebo), kelompok 2 (kontrol DM/oral CMC Na+gel plasebo), kelompok 3 (uji I/oral CMC Na+gel ekstrak buah okra 12%), kelompok 4 (uji II/oral glibenclamide+gel plasebo), kelompok 5 (uji III/oral glibenclamide+gel ekstrak buah okra 12%), kelompok 6 (uji IV/oral ekstrak buah okra+gel plasebo), kelompok 7 (uji V/oral ekstrak buah okra+gel ekstrak buah okra 6%), kelompok 8 (uji VI/oral ekstrak buah okra+gel ekstrak buah okra 12%). Dosis glibenclamide 5 mg/KgBB, dosis ekstrak buah okra 400 mg/KgBB serta dosis CMC Na 5 mL/KgBB. Terapi diberikan 1 kali sehari (oral dan topikal) selama 15 hari terapi yang dilihat pada hari ke-0, 5, 11 dan 15. Hasil penelitian menunjukan pada terapi hari ke 0 memberikan hasil uji beda yang signifikan (P<0,05) pada semua kelompok perlakuan. Perbedaan yang tidak signifikan terjadi pada terapi hari ke 5, 11, dan 15 dengan nilai P>0.05 yang menyatakan bahwa berat badan tidak memberikan perbedaan yang signifikan pada tiap kelompok perlakuan.
Edukasi Multivitamin dengan Metode Ceramah pada Masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Bandung Arrang, Sherly Tandi; Christian, Yulius Evan
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v9i1.6556

Abstract

Vitamin dan mineral berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh, namun banyak individu yang kekurangan mikronutrien, meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan. Konsumsi multivitamin dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh, namun penggunaannya yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, edukasi mengenai penggunaan multivitamin yang bijak sangat diperlukan, terutama di daerah dengan masalah kesehatan seperti stunting. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai jenis, manfaat, dosis, dan potensi efek samping multivitamin kepada masyarakat Desa Banjarsari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Edukasi dilakukan pada Oktober 2024 dengan metode ceramah, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan diikuti oleh 55 peserta, mayoritas perempuan (83,6%) dan usia >45 tahun (50,9%). Hasilnya, terjadi peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta; sebelum edukasi, 23,1% peserta memiliki pengetahuan baik, dan setelah edukasi meningkat menjadi 48,7%. Tidak ada peserta dengan pengetahuan rendah setelah edukasi. Edukasi ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemilihan dan penggunaan multivitamin yang tepat.  
Post-harvest process influences antibacterial activity of Clitoria ternatea flower extracts against Staphylococcus aureus and Escherichia coli Mutiara, Berkah; Christian, Yulius Evan; Setiawansyah, Arif
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v6i1.451

Abstract

Butterfly pea is a plant with high potential for development as an antimicrobial agent. However, its antimicrobial potential is closely related to its phytochemical profile, which can be influenced by post-harvest processing. This study aimed to evaluate the effect of post-harvest processing on the antibacterial activity of butterfly pea flowers. Butterfly pea flower was prepared using three different methods: fresh, aerobic fermentation, and sun-dried. The samples were extracted by maceration using 96% methanol for 1 day with 3 re-extraction process. Phytochemical screening was conducted using colorimetric method with specific reagents for certain groups. Antimicrobial potential was tested using the well diffusion method on NA media in five different concentrations of extract. Extraction results showed that the three samples produced different extract yields, with sun-dried butterfly pea flower extract giving the highest yield (18%), followed by fresh extract (8%), and aerobic fermentation (0.8%). Phytochemical screening revealed that all three butterfly pea flower samples did not contain quinones and saponins. Additionally, alkaloids were not detected in the fermented extract. Antibacterial activity of the three butterfly pea flower extracts showed significantly different zone of inhibition, with the sun-dried extract consistently providing the largest zone of inhibition compared to fresh and fermented extracts against Escherichia coli and Staphylococcus aureus, with average inhibition zones of 8.67 - 11.17 ± 0.88 mm and 4.25 - 10.5 ± 1.64 mm, respectively. It can be concluded that the post-harvest processing affects the antibacterial activity of butterfly pea flowers.
Utilization of dried butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) as a source of natural antioxidants: determination of total flavonoid content and activity test with dpph method Evan, Yulius Evan Christian; Setiawansyah, Arif
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v6i1.469

Abstract

Butterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) is a herbaceous plant known for its high content of bioactive compounds, particularly flavonoids, which serve as natural antioxidants. Commonly used in traditional medicine and functional foods, this flower's ability to neutralize free radicals makes it a valuable natural resource. This study evaluates the antioxidant potential of dried butterfly pea flowers by determining their total flavonoid content and assessing antioxidant activity using the DPPH method. A key novelty of this research lies in the use of controlled oven drying at 50°C, which differs from previous studies employing sunlight drying. This method preserved flavonoids more effectively, resulting in a higher flavonoid content (40.60 mg/100 mg extract) compared to prior reports. Phytochemical screening also detected the presence of saponins and tannins, broadening the understanding of its bioactive profile. Antioxidant activity was evaluated using the DPPH method, yielding an IC50 value of 36.06 ppm, indicating very strong activity. Comparatively, vitamin C as a positive control showed an IC50 value of 2.13 ppm. These findings underscore the advantages of optimized drying and extraction methods, highlighting dried butterfly pea flowers as a promising source of natural antioxidants for applications in functional foods and health products.
PROMOSI KESEHATAN: LANGKAH CERDAS DENGAN APLIKASI DAN SOSIAL MEDIA Evan Christian, Yulius
Pharmacy Action Journal Vol 4, No 2 (2025): 2025
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/paj.v4i2.8186

Abstract

AbstrakTransformasi digital dalam bidang kesehatan telah menghadirkan berbagai inovasi dalam layanan medis, termasuk telemedicine, aplikasi kesehatan digital, serta penggunaan media sosial untuk promosi dan edukasi kesehatan. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami manfaat teknologi ini dan mengalami kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan berbasis digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital kesehatan masyarakat melalui edukasi mengenai pemanfaatan aplikasi kesehatan dan media sosial dalam meningkatkan akses layanan medis. Metode yang digunakan adalah Community-Based Research (CBR) dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam pelaksanaan program. Edukasi dilakukan melalui sesi pelatihan dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi kesehatan digital, konsultasi telemedicine, serta strategi pencarian informasi kesehatan yang valid di media sosial. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai layanan kesehatan digital. Sebelum edukasi, hanya 60% peserta yang mengenal layanan telemedicine, dan setelah edukasi meningkat menjadi 92%. Selain itu, pemahaman tentang aplikasi kesehatan digital meningkat dari 68% menjadi 84%, dan minat menggunakan layanan kesehatan berbasis digital naik dari 64% menjadi 80%. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah edukasi (p-value 0,007 < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan digital dapat meningkatkan literasi digital masyarakat serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan. Meningkatnya kesadaran ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam mengakses layanan medis secara efisienKata kunci: Edukasi kesehatan; digital kesehatan;media social;promosi kesehatan
Edukasi Kesehatan tentang Penggunaan Antibiotik secara Bijak pada Masyarakat Car Free Day Jakarta Christian, Yulius Evan; Gunawan, Untung; Laurensia; Chaineyla, Florencia; Alwi, Felisca Emmalyn; Susanto, Sharon
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i1.3050

Abstract

The misuse of antibiotics remains a public health concern and contributes to the risk of antimicrobial resistance. To raise public awareness and knowledge about appropriate antibiotic use, an educational activity was conducted during the Car Free Day event in the Sudirman area of Jakarta. The education was delivered through direct counseling using leaflet media to participants aged 15 years and above. A total of 38 individuals took part in the activity and completed questionnaires before and after the session. The results showed an increase in the average knowledge score from 51.7 to 71.4. Statistical analysis using a paired t-test indicated a significant difference (p < 0.05), suggesting that the education had a positive impact on participants’ understanding. Furthermore, it was found that some members of the public still consume antibiotics without a doctor’s prescription. This activity demonstrates that public-space educational approaches can serve as a strategic effort to improve community understanding of rational antibiotic use.
EDUKASI KEPATUHAN PENGGUNAAN SUSPENSI ANTIBIOTIK DI KALANGAN MASYARAKAT: MENCEGAH RESISTENSI BAKTERI SEJAK DINI Christian, Yulius Evan
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.6076

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tepat sangat penting untuk mencegah resistensi bakteri, yang kini menjadi ancaman global. Di Indonesia, suspensi kering adalah bentuk antibiotik yang sering digunakan, tetapi harus dicampur dengan air dan diberikan sesuai dosisnya. Ketidaktepatan dapat menyebabkan bakteri kebal sehingga memperumit pengobatan infeksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan suspensi antibiotik yang benar, dengan fokus pada ibu-ibu anggota PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) di Kampung Indah Lestari. Metode pengabdian yang diterapkan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, dan evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Materi sosialisasi mencakup penjelasan tentang antibiotik, manfaatnya, potensi risiko resistensi, serta pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi antibiotik secara tepat dosis dan durasi. Sosialisasi ini menggunakan media pendukung seperti leaflet dan poster yang menampilkan informasi yang jelas mengenai penggunaan suspensi antibiotik secara bijak​. Hasil kegiatan diuji menggunakan t-test dan diperoleh hasil p-value 0,042 < 0,05 sehingga disimpulkan terjadi perbedaan bermakna. Hasil uji ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan pemahaman peserta antara sebelum dan sesudah adanya kegiatan, dan masyarakat menjadi paham terkait dengan materi sosialisasi dan kegiatan yang diberikan.
Education and Workshop: Safe Perfume to Reduce Side Effects on Skin and Respiratory Health Christian, Yulius Evan; Magdalena, Marisa; Suri, Anastasia Dini; S, Zefanya Meribeth
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2025): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v9i2.7251

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya bahan kimia dalam parfum non-BPOM dapat meningkatkan risiko iritasi kulit, gangguan saluran pernapasan, dan efek jangka panjang lainnya. Kegiatan edukasi dan workshop bertajuk “Parfum Aman Mengurangi Risiko Efek Samping terhadap Kesehatan Kulit dan Saluran Pernapasan” yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memilih serta membuat parfum aman. Kegiatan ini dilaksanakan di RPTRA Sutra Indah 3, Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan diikuti oleh 21 peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga. Metode yang digunakan mencakup pre-test, sesi edukatif interaktif, praktik pembuatan parfum, diakhiri dengan post-test dan survei kepuasan peserta. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 42,86% peserta memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang, 57,14% cukup, dan hanya 4,76% dalam kategori baik. Setelah pelaksanaan kegiatan, hasil post-test menunjukkan peningkatan: 80,95% peserta berada dalam kategori baik dan19,05% dalam kategori cukup. Tidak ada peserta yang berada dalam kategori kurang. Uji normalitas dan homogenitas data menunjukkan p > 0,05, yang menandakan data valid untuk analisis parametrik. Hasil uji T berpasangan menunjukkan nilai p < 0,05, yang berarti terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik, terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata dari 46,67 menjadi 79,5. Survei kepuasan menunjukkan bahwa kegiatan diterima dengan sangat baik oleh peserta, dengan 74,29% menyatakan sangat puas dan 25,71% menyatakan puas. Respons positif ditunjukkan melalui komentar peserta yang merasa mendapatkan pengetahuan baru serta ketertarikan untuk menjadikan keterampilan ini sebagai peluang usaha. Pendekatan berbasis praktik langsung, materi yang komunikatif, dan pelibatan peserta secara aktif terbukti efektif. Program ini berpotensi untuk direplikasi pada wilayah lain guna meningkatkan literasi masyarakat terhadap keamanan produk rumah tangga.