Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Pemberdayaan Pokdakan Sekar Wangi: Pengolahan Limbah Ikan Nila Menjadi LaStik Hamka, Muhammad Subhan; Nafsiyah, Ikromatun; Rahmadiah, Triayu; Sofian, Sofian; Lestari, Siti
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/a0m7re86

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan Sekar Wangi di Desa Kayu Manis, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong menghadapi permasalahan penjualan ikan nila yang masih terbatas pada ikan segar dengan nilai ekonomi rendah dan fluktuatif, serta pemanfaatan limbah tulang dan kepala ikan yang belum optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengolah limbah ikan nila menjadi produk stik ikan bernilai ekonomi tinggi yang diberi nama LaStik. Metode pelaksanaan meliputi survei dan analisis kebutuhan, pelatihan teknik pengolahan dengan demonstrasi cara dan praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada dimensi pengetahuan sebesar 71,6% dengan N-Gain 0,706 kategori tinggi dan dimensi keterampilan sebesar 29,2% dengan N-Gain 0,376 kategori sedang. Tingkat kepuasan peserta mencapai 79,2% persen dengan kategori puas. Dari 18 peserta pelatihan, 80% berhasil membuat produk LaStik dengan standar kualitas yang baik. Program ini berhasil meningkatkan nilai tambah hasil budidaya ikan nila dan membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok pembudidaya.
The Sosialisasi Penerapan Akuakultur Dengan Pendekatan Eksositem (ADPE) di SMA Negeri 1 Lempuing Kabupaten Ogan Komering Ilir Sofian, Sofian; Yusanti, Indah Anggraini; Jaya, Fitra Mulia; Liuhartana, Riya; Utpalasari, Rih Laksmi; Perwitasari, Lia; Sundoko, Ahmad; Indra, M.; Hidayat, Wahid
Communio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): COMMUNIO: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Literasi Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community empowerment activities are carried out at SMA Negeri 1 Lempuing, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province on the basis of ecosystem-based aquaculture area management which is an integrated effort between all policy stakeholders and business actors by using the ecosystem approach as a basis for increasing productivity and sustainable and efficient cultivation activities. This PKM activity is expected to have a positive impact in increasing community understanding in implementing aquaculture with an ecosystem approach. The aim of this PKM activity is to provide education and practice regarding the application of Ecosystem Approach to Aquaculture (EAA). This community empowerment activity is carried out using the public lecture method and interactive classes with a predetermined theme. The results of the PKM implementation will be evaluated regarding students' understanding of the material presented in the form of achievement of achievement indicators and benchmarks. Based on the results of the community empowerment implementation, participants were able to understand the basic thinking, definition and basic principles of EAA. Then the participants were also able to understand the detailed explanation of the principles of implementing EAA
GROWTH AND SURVIVAL RATE OF DOMESTICATED JIELABU FISH (Betta dennisyongi Tan, 2013) REARED WITH DIFFERENT STOCKING DENSITIES Saputra, Fazril; Zulfadhli, Zulfadhli; Nasution, Muhammad Arif; Syarif, Ahmad Fahrul; Maftuch, Maftuch; Abdan, Mu'amar; Utami, Diah Ayu Satyari; Sofian, Sofian
Jurnal Riset Akuakultur Vol 20, No 3 (2025): September (2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.20.3.2025.307-317

Abstract

Betta dennisyongi, locally known as Jielabu fish, is an endemic ornamental species originating from southwest Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. The fish currently faces increasing exploitation and habitat degradation which raise conservation concerns and emphasize the need for domestication efforts. This study aimed to determine an appropriate stocking density for the early culture of B. dennisyongi. The research was conducted from October to December 2023 using a completely randomized design with four stocking densities (1, 2, 3, and 4 fish L⁻¹) with three replications. Juvenile fish collected from the wild were acclimated and reared for 60 days in 10-L aquaria. Biological parameters measured included survival, specific growth rate, length gain, weight gain, feed conversion ratio, and feed efficiency, while water quality was monitored periodically. Stocking density significantly affected survival rate and growth (p < 0.05) of B. dennisyongi, with the lowest density (1 fish L⁻¹) producing the most favorable performance, while densities of 3–4 fish L⁻¹ resulted in reduced outcomes. Feed conversion ratio and feed efficiency did not differ significantly among treatments (p > 0.05). All measured water quality parameters remained within acceptable ranges for Betta fish culture. Overall, the study indicates that lower stocking densities support better biological responses, and that 1 fish L⁻¹ is the most suitable for cultivation, while 2 fish L⁻¹ may serve as an acceptable alternative for practical application. These findings provide a foundation for developing effective domestication protocols and support conservation-oriented aquaculture of this vulnerable endemic species. Betta dennisyongi, yang dikenal secara lokal sebagai ikan Jielabu, merupakan spesies ikan hias endemik dari wilayah barat daya Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia. Peningkatan pemanfaatan dan degradasi habitatnya telah menimbulkan kekhawatiran dalam kegiatan konservasi dan menekankan perlunya upaya domestikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan padat tebar yang sesuai untuk pemeliharaan awal B. dennisyongi. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2023 menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat padat tebar (1, 2, 3, dan 4 ekor L⁻¹) masing-masing dengan tiga ulangan. Benih ikan yang dikumpulkan dari alam diaklimatisasi dan dipelihara selama 60 hari dalam akuarium berkapasitas 10 L. Parameter biologis yang diukur meliputi kelangsungan hidup, laju pertumbuhan spesifik, pertambahan panjang, pertambahan bobot, rasio konversi pakan, dan efisiensi pakan, sedangkan kualitas air dipantau secara berkala. Padat tebar berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan (p < 0.05) B. dennisyongi, di mana padat tebar terendah (1 ekor L⁻¹) memberikan performa terbaik, sedangkan padat tebar 3–4 ekor L⁻¹ menghasilkan performa yang lebih rendah. Rasio konversi pakan dan efisiensi pakan tidak berbeda nyata antarperlakuan (p > 0.05). Seluruh parameter kualitas air berada dalam kisaran yang sesuai untuk budidaya Betta fish. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa padat tebar rendah mendukung respons biologis yang lebih baik, dan 1 ekor L⁻¹ merupakan padat tebar yang paling sesuai, sementara 2 ekor L⁻¹ masih dapat diaplikasikan. Temuan ini menjadi dasar bagi pengembangan protokol domestikasi yang efektif dan mendukung budidaya yang berorientasi pada konservasi bagi spesies endemik rentan ini.
TINGKAT KEBERHASILAN PEMIJAHAN IKAN KAPIAT (Puntius schwanenfeldi Blkr) DENGAN INJEKSI HORMON BERBEDA Wiwien Febrian; Santi Mayasari; Catur Setiowibowo; Sofian Sofian
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish reproduction information of tinfoil barb (Puntius schwanenfeldi) in captivity is little known, therefore, it is necessary to have a basic study on the spawning of fish with hormonal stimulation. The purpose of this study was to evaluate the combination of ovaprim and spawnprim hormones on the reproductive performance of tinfoil barb (P. schwanenfeldi). The doses of hormones tested for fish spawning were 0.5 ml / kg of ovaprim and 1 ml / kg of spawnprim. The results showed that the combination hormonal stimulation between ovaprim and spawnprim showed a good response, namely spawning occurred in all tested broodstock. The highest fecundity was 106,524 with a gonad weight of 44 grams. Meanwhile, the highest somatic gonad index (GSI) value of kapiat was 14.37%).
Kinerja Pertumbuhan Dan Tingkat Kecerahan Warna Ikan Mas Koki (Carassius auratus) dengan Pemberian Tepung Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sofian sofian; Desta Putri Rani; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung kulit buah naga dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan dan kecerahan warna ikan mas koki (Carassius auratus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu penambahan tepung kulit buah naga dalam pakan dengan dosis berbeda, yaitu P0 = Pakan komersil tanpa penambahan tepung kulit buah naga, P1 = Pakan komersil dengan penambahan 0,5 gram tepung kulit buah naga, P2 = Pakan komersil dengan penambahan 1 gram tepung kulit buah naga. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Pakan diberikan sekenyangnya dengan ferkuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu pukul 08.00 dan 16.00 WIB. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup dan kecerahan warna serta parameter kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit buah naga dalam pakan pada dosis satu gram perkilogram pakan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuha panjang mutlak dan kecerahan warna tertinggi bila dibandingankan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 1,15 gram, 0,36 cm dan 23,89. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan mas koki.
Peningkatan Kinerja Pertumbuhan Ikan Belida (Chitala sp) dengan Penambahan Suplemen Antioksidan Astaxanthin pada Pakan dengan Dosis yang Berbeda Nadia Jely Monica; Enika Rustya Melani2; Rico; Sofian; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ff81fc70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi astaxanthin terhadap tingkat stres, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup ikan belida (Chitala sp.) pada tahap awal domestikasi di lingkungan budidaya. Ikan belida merupakan spesies endemik Sumatera Selatan yang terancam punah akibat eksploitasi berlebih dan degradasi habitat. Riset dilakukan di kolam percobaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas PGRI Palembang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dosis astaxanthin (0, 100, dan 200 mg/kg pakan) serta tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup (TKH), pertumbuhan panjang mutlak (PPM), pertumbuhan bobot mutlak (PBM), Efisiensi pakan, konversi pakan (FCR) dan glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelangsungan hidup tertinggi pada perlakuan P3 (93,33%), pertumbuhan panjang mutlak pada perlakuan P3 (5,18 cm), pertumbuhan bobot mutlak pada perlakuan P3 (15,44 9), efisiensi pakan pada perlakuan P3 (34,33 %), pada konversi pakan pada perlakuan P1 (4,49), dan glukossa darah pada P1 (119,67mg/dL). Kesimpulan penelitian adalah penambahan astaxanthin berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, efisiensi pakan, konversi pakan, dan glukosa darah. Tetapi pada pertumbuhan panjang mutlak menunjukkan bahwa penambahan astaxanthin pada tidak bepengaruh nyata.
Analisis Kualitas Air Danau Mas Harun Bastari di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, Indonesia Humairani, Humairani; Sofian, Sofian; Mulyani, Rahma; Yusanti, Indah Anggraini; Rahmadiah, Triayu; Nafsiyah, Ikromatun; Lestari, Siti; Hamka, Muhammad Subhan
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v11i1.330

Abstract

Lake Mas Harun Bastari is one of the important tourism lakes in Bengkulu Province with strategic ecological and economic functions. Increasing tourism and agricultural activities around the lake have the potential to affect water quality through the input of organic matter and nutrients. This study aimed to analyze the water quality status of Lake Mas Harun Bastari based on physical and chemical water parameters, as well as to identify indications of eutrophication and potential pollution sources. The study was conducted from January to February 2026 at six observation stations distributed across the northern, southern, eastern, and western parts of the lake. Sampling points were determined using a purposive sampling method based on environmental characteristics and anthropogenic activities surrounding the waters, such as tourism areas, agricultural land, and water inlet and outlet zones. Water sampling was carried out using the grab sampling method in accordance with SNI 6989.57:2008 concerning surface water sampling methods. The parameters analyzed included temperature, Total Dissolved Solids (TDS), pH, Dissolved Oxygen (DO), phosphate (PO₄-P), ammonia (NH₃), Chemical Oxygen Demand (COD), and nitrate (NO₃⁻). Data were analyzed descriptively and compared with the Class II water quality standards based on Government Regulation No. 22 of 2021. The results showed that water temperature ranged from 26.3–26.8°C, TDS 20–58 mg/L, pH 6.39–6.85, DO 5.7–6.4 mg/L, phosphate