Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Analisis Jumlah Perahu Tempel Motor Dan Nelayan Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Di Sumatera Selatan Laksmi Utpalasari, Rih; Riya Liuhartana; Indah Anggraini Yusanti; Sofian, Sofian; Setiawan, Marisa Ramadhani
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/xra3wz23

Abstract

Potensi perikanan tangkap laut belum dimanfaatkan secara optimal di Sumatera Selatan. Nelayan sebagai tenaga kerja usia produktif di wilayah pesisir merupakan subjek pengelolaan sumber daya perairan setempat selain perahu motor tempel yang merupakan salah satu elemen utama dalam meningkatkan produktivitas nelayan. Penelitian menggunakan data deret waktu, yaitu jumlah perahu motor tempel, nelayan, dan ikan yang ditangkap selama  tahun 2013 dan 2022. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui  jumlah perahu motor tempel dan nelayan dalam mempengaruhi jumlah ikan yang ditangkap. Metode kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam analisis data. R2 = 0,032 menunjukkan bahwa jumlah perahu motor tempel dan nelayan memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap jumlah ikan yang ditangkap. Nilai signifikansi F adalah 0,891 > 0,05, yang menunjukkan bahwa produksi ikan tidak dipengaruhi oleh jumlah perahu motor tempel dan nelayan. Jumlah perahu motor tempel dan nelayan tidak secara independen mempengaruhi hasil tangkapan ikan, berdasarkan nilai signifikansi t sebesar 0,976 > 0,05 dan 0,677 > 0,05. Jumlah nelayan dan perahu motor tempel tidak berpengaruh terhadap produksi dikarenakan musim penangkapan ikan, cuaca, peraturan pemerintah, dan karakteristik tradisional nelayan serta secara teknis belum  menggunakan teknologi penangkapan modern.   The potential of marine capture fisheries has not been optimally utilized in South Sumatra. Fishermen as productive age workers in coastal areas are the subject of local water resource management in addition to outboard motor boats which are one of the main elements in increasing fishermen's productivity. The study uses time series data, namely the number of outboard motor boats, fishermen, and fish caught during 2013 and 2022. The purpose of the study was to find out the number of outboard motorboats and fishermen in influencing the number of fish caught. Qualitative and quantitative methods are used in data analysis. R2 = 0.032 indicates that the number of outboard motor boats and fishermen has a very small influence on the number of fish caught. The significance value of F was 0.891 > 0.05, which indicates that fish production was not affected by the number of outboard motor boats and fishermen. The number of outboard motorboats and fishermen did not independently affect the fish catch, based on the significance values of t of 0.976 > 0.05 and 0.677 > 0.05. The number of fishermen and outboard motorboats has no effect on production due to fishing seasons, weather, government regulations, and traditional characteristics of fishermen and technically do not use modern fishing technology.
TINGKAT KEBERHASILAN PEMIJAHAN IKAN KAPIAT (Puntius schwanenfeldi Blkr) DENGAN INJEKSI HORMON BERBEDA Wiwien Febrian; Santi Mayasari; Catur Setiowibowo; Sofian Sofian
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 1 No 1 (2020): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Oktober 2020
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fish reproduction information of tinfoil barb (Puntius schwanenfeldi) in captivity is little known, therefore, it is necessary to have a basic study on the spawning of fish with hormonal stimulation. The purpose of this study was to evaluate the combination of ovaprim and spawnprim hormones on the reproductive performance of tinfoil barb (P. schwanenfeldi). The doses of hormones tested for fish spawning were 0.5 ml / kg of ovaprim and 1 ml / kg of spawnprim. The results showed that the combination hormonal stimulation between ovaprim and spawnprim showed a good response, namely spawning occurred in all tested broodstock. The highest fecundity was 106,524 with a gonad weight of 44 grams. Meanwhile, the highest somatic gonad index (GSI) value of kapiat was 14.37%).
Kinerja Pertumbuhan Dan Tingkat Kecerahan Warna Ikan Mas Koki (Carassius auratus) dengan Pemberian Tepung Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) Sofian sofian; Desta Putri Rani; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Perikanan Darat dan Pesisir (JPDP) April 2022
Publisher : LPPM Universitas Bina Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung kulit buah naga dalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan dan kecerahan warna ikan mas koki (Carassius auratus). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diujikan yaitu penambahan tepung kulit buah naga dalam pakan dengan dosis berbeda, yaitu P0 = Pakan komersil tanpa penambahan tepung kulit buah naga, P1 = Pakan komersil dengan penambahan 0,5 gram tepung kulit buah naga, P2 = Pakan komersil dengan penambahan 1 gram tepung kulit buah naga. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Pakan diberikan sekenyangnya dengan ferkuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu pukul 08.00 dan 16.00 WIB. Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, kelangsungan hidup dan kecerahan warna serta parameter kualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung kulit buah naga dalam pakan pada dosis satu gram perkilogram pakan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuha panjang mutlak dan kecerahan warna tertinggi bila dibandingankan dengan perlakuan lainnya yaitu sebesar 1,15 gram, 0,36 cm dan 23,89. Parameter kualitas air selama pemeliharaan masih berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan mas koki.