Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Sebagai Salah Satu Upaya Pengembangan Kemampuan Berwirausaha Pada Alumni Pendidikan Biologi FKIP Unram Muhammad Liwa Ilhamdi; Gito Hadiprayitno; Ahmad Raksun; I Gde Mertha
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 3 (2022): Juli - September
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.382 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i3.2166

Abstract

Salah satu peluang usaha yang prospek dikembangkan adalah budidaya jamur tiram karena peluang pasar di Lombok masih luas sekaligus merupakan ilmu mikrobiologi terapan yang dipelajari di kampus. Peluang ini perlu dimanfaatkan dengan baik oleh alumni Pendidikan Biologi FKIP Unram. Karena itu dilakukan kegiatan pengabdian sebagai bentuk upaya untuk memaksimalkan peluang tersebut. Pengabdian dilakukan dalam bentuk pelatihan budidaya jamur tiram dengan tujuan memberikan ketrampilan dalam melakukan kegiatan budidaya jamur tiram sebagai upaya meningkatkan keterapilan berwirausaha. Kegiatan pengabdian ini dilakasanakan dengan metode pelatihan, dan praktek. Pelatihan budidaya jamur dilakukan melalui penyampaian materi prospek pengembangan budidaya jamur, pembuatan bibit F0 dan pembuatan baglog jamur. Kegiatan praktek dilaksanakan dengan mitra yaitu KPM Berugaq Organik Narmada. Pendampingan dilakukan untuk memastikan budidaya jamur yang dilakukan dapat mengalami pertumbuhan dengan baik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta antusias mengikuti pelatihan dan praktek dengan banyaknya pertanyaan yang disampaikan kepada pelatih terkait dengan budidaya jamur tiram. Para alumni mampu membuat bibit jamur F0, F1, F2, membuat baglog dan memiliki ketrampilan budidaya jamur untuk mengembangkan kemampuan berwirausaha. Serangkaian kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah berlangsung dapat dengan kesimpulan sebagai berikut : semua peserta yang terdiri dari alumni pendidikan biologi FKIP Unram sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan memberikan respon positif selama kegiatan berlangsung. Tim Pengabdian memaparkan dan memberikan pelatihan cara mengembangkan jamur tiram Para peserta pelatihan dan peserta aktif menanyakan hal-hal yang belum jelas dari materi pelatihan . Setelah pelatihan dan melihat pengembangan jamur tiram di tempat pelatihan, semua peserta sangat termotivasi mengembangkan jamur tiram di tempat mereka tinggal maupun tempat bertugas di sekolah-sekolah.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pencegahan Stunting Di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Ahmad Raksun; Roni Irawan; Rizky Ambar Saputri; Figiana Dita Lestari; Maissy Parwati; Rauhil Inayati; Dewa Nyoman Aditya Permana; Lidiawati; Yoga Julian Darmawansyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 4 (2022): Oktober-Desember 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.105 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i4.2376

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena memiliki dampak yang besar terhadap kualitas sumberdaya manusia pada masa kini dan masa yang akan datang. Stunting merupakan luaran status gizi apabila seseorag anak memiliki tinggi atau panjang badan kurang dari -2.0 stndar deviasi dibandingkan dengan rerata poulasi. Pemerintah Negara Republik Indonesia telah meluncurkan program Rencana Aksi Nasional Penanganan stunting pada tingkat nasional dan daerah terutama penanganan stunting ditingkat desa. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman serta peran serta masyarakat dalam program pencegahan dan deteksi dini stunting pada balita yang diharapkan secara langsung dapat memotivasi masyarakat untuk ikut serta memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan pada anaknya sehingga pertumbuhan dan perkembangannya dapat optimal. Bentuk kegiatan pemberdayaan yang dilakukan adalah penyuluhan penceghanstunting dengan menghadirkan narasumber dari DP3AKBdanPuskesmasJerowaru untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat guna mengajak masyarakat melakukan gerakan pencegahan stunting sejak dini. Selain itu dilakukan juga pengolahan makanan bergizi seimbang menggunakan pangan lokal yaitu rumput laut dan ikan serta penyuluhan tentang stunting pada ibu hamil dan menyusui di setiap posyandu oleh kelompok mahasiswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan keterlibatan masyarakat ini maka diharapkan menjadi langkah awal dalam pencegahan terjadinya stunting dan menurunkan prosentase stunting di Indonesia khususnya di Desa Seriwe Kecamatan Jerowaru.
Peningkatan Minat Belajar Biologi Siswa Kelas X Melalui Pendekatan Kuis Dengan Reward di SMAN 8 Mataram Ahmad Raksun; Aulia Maulidina; Siti Nur Isnaini Hidayati; Shofia Fatma Utami
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i1.3380

Abstract

Salah satu masalah yang sering kita temukan di sekolah khususnya pada mata pelajaran biologi adalah rendahnya minat belajar peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik dengan menggunakan pendekatan pembelajaran kuis dengan reward. Dalam pelaksanaan pendekatan pembelajaran kuis dengan reward ini, setiap peserat didik diberikan kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pendidik, kemudian diakhir kegiatan pembelajaran peserta didik diberikan soal untuk melihat perbandingan hasil belajar peserta didik yang diberikan pendekatan pembelajaran kuis dengan peserta didik yang diberikan pendekatan pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran kuis dengan reward pada pembelajaran biologi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam poses pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.
Penyuluhan Pola Hidup Sehat Melalui Praktek Pengamatan Mikroskop Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Mataram I Wayan Merta; AA. Sukarso; Dewa Ayu Citra Rasmi; I Putu Artayasa; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 2 (2023): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i2.3764

Abstract

Pola hidup sehat sangat berpengaruh terhadap kesehatan diri seseorang. Berprilaku hidup sehat dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyakit pada diri seseorang. Menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan merupakan salah satu cara dalam mencegah timbulnya penyakit. Lingkungan yang bersih akan menjauhkan seseorang terhadap kemungkinan terjangkiti penyakit tertentu. Untuk itulah kita senantiasa menjaga dan memelihara lingkungan agar tetap bersih. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga dan memelihara kebersihan lingkungan perlu ditanaman pada setiap diri manusia sejak dini. Kesadaran yang telah tertanam akan menjadi kebiasaan baik dan pada akhirnya akan menjadi kebutuhan diri. Dengan demikian orang selalu berupaya melakukannya tanpa harus diperintah oleh orang lain. Untuk menanamkan sikap tersebut telah dilakukan kegiatan penyuluhan dengan tujuan memberi informasi tentang cara-cara pengelolaan lingkungan sekitar agar tidak menjadi sumber masalah yang merugikan kesehatan diri dan lingkungan, menginformasikan penyakit-penyakit yang muncul akibat kondisi lingkungan hidup yang buruk dan kotor, dan menginformasikan tentang hal-hal yang harus dilakukan untuk menghindari timbulnya penyakit kondisi lingkungan buruk. Kegiatan ini dilakukan terhadap anak-anak siswa kelas 4 SDN 10 Mataram dengan menggunakan metode diskusi, tanya jawab dan praktek pengamatan air kotor sumber penyakit dengan menggunakan mikroskop. Dari hasil kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa peserta telah menunjukkan keyakinannya bahwa pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkunagan adalah penting untuk kesehatan. Keyakinan dan kesadaran akan membawa imbas bagi kehidupan sehat mereka di lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Dari kesimpulan tersebut disarankan bahwa untuk mengajarkan sesuatu bagi anak perlu kiranya dilakukan dengan cara-cara yang menunjukkan sesuatu yang nyata dapat dilihat dan dirasakan anak sehingga mereka menjadi cepat paham dan sadar terhadap apa yang mereka hadapi dalam kehidupannya sehari-hari.
IMPLEMENTASI BIOFERMENTASI “EFFECTIVE MICROORGANISM” DALAM PENGOLAHAN SAMPAH PERTANIAN DAN PETERNAKAN UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN TANAMAN Lalu Japa; Ahmad Raksun; Karnan Karnan; Didik Santoso
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.533 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v1i1.501

Abstract

Sebagian besar masyarakat RT 05 Kuburjaran, Dusun Bunsambang Desa Sukarara berkativitas sebagai petani sekaligus sebagai peternak (terutama adalah peternak sapi).  Sistem pemeliharaan ternak sapi adalah dikandangkan di lokasi rumah masing-masing. Oleh karena itu, produksi limbah kotoran sapi menumpuk di setiap lahan perumahan masing-masing warga, sehingga lingkungan sekitar rumah terkena imbas limpahan kotoran sapi. Selama ini belum pernah ada upaya penanganannya kecuali dibuang di sekitar pekarangan rumah kemudian dibakar dimusim kemarau, hanya sebagian kecil masyarakat yang memanfaatkannya untuk pupuk. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim pengabdian memberikan pengetahuan dan pelatihan singkat tentang pengolahan limbah kotoran sapi menjadi bokashi. Bokashi adalah bahan organik yang telah difermentasikan oleh aktivator bakteri pengurai yang terkemas dalam EM4. Produk bokashi yang dihasilkan dapat secara langsung dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman pertanian. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan masyarakat RT 05 Kuburjaran Dusun Bunsambang Sukarara Jonggat Lombok Tengah dengan bekal pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan limbah kotoran sapi menjadi bokashi, tidak hanya dapat memelihara kebersihan dan kesehatan lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka tetapi juga dapat secara terus menerus memproduksi dan menggunakan bokashi sebagai pupuk sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produksi pertaniannya mereka.
PENDAMPINGAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI BOKASHI UNTUK MENINGKATKAN HASIL PANEN TANAMAN Ahmad Raksun; Putu Artayasa; Karnan Karnan
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.706 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v1i2.871

Abstract

Mitra kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah anggota Kelompok Tani Saling Tulung yang terletak Di Desa Mertak Tombok Kecamatan Peraya Kabupaten Lombok Tengah. Anggota Kelompok Tani Saling Tulung Memiliki usaha sampingan yaitu beternak itik, kambing dan sapi. Kegiatan peternakan menghasikan sampah kotoran ternak yang dibuang ke sungai. Pembuangan kotoran ternak ke sungai berdampak negatif yaitu dapat menyebabkan tercemarnya air sungai dan air tanah yang pada akhirnya dapat mencemari air sumur masyarakat sekitar. Dalam upaya membantu masyarakat memecahkan masalah tersebut maka dilakukan pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk: (1) melakukan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Saling Tulung dalam melakukan pengolahan  kotoran itik, kambing dan kotoran sapi menjadi bokashi. (2) melakukan pendampingan kepada anggota Kelompok Tani Saling Tulung dalam melakukan pemupukan tanaman menggunakan bokashi untuk meningkatkan hasil panen tanaman. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah: (1) anggota Kelompok Tani Saling Tulung memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknik pengolahan sampah organik khususnya kotoran sapi, kotoran itik dan kotoran kambing  menjadi bokhasi, (2) anggota Kelompok Tani Saling Tulung memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang teknik pemupukan tanaman menggunakan bokashi, (3) Anggota Kelompok Tani Saling Tulung memiliki respons yang baik terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, mereka berkeinginan untuk moncoba memanfaatkan sampah peternakan terutama kotoran ternak yang ada disekitarnya sebagai bahan baku pembuatan bokashi.
POLA KONSUMSI SEHAT DENGAN MEMPERHATIKAN ZAT ADITIF DAN NILAI GIZI BAHAN MAKANAN PADA IBU-IBU DAN REMAJA PUTRI WARGA RT 05 KUBURJARAN LAUK SUKARARA LOMBOK TENGAH Lalu Japa; Ahmad Raksun; Dewa Ayu Citra Rasmi
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2019): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.028 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i1.993

Abstract

Dampak berkembang pesatnya teknologi dan industri diberbagai bidang, tidak terkecuali teknologi transportasi dan produksi industri bahan makanan telah merambah sampai kepelosok desa. Khusus mengenai bahan makan kemasan teruma cemilan anak-anak, masyarakat pedesaan tidak tahu banyak tentang komposisi dan kandungan nilai gizinya. Mereka menerimanya secara utuh tanpa pertimbangan apapun. Terlebih dengan kesibukan dengan berbagai aktivitas harian di sawah, ladang dan sebagainya, mereka cendrung tidak pedulikan anak-anak mereka belanja makan cemilan seadanya. Tidak terkecuali warga masyarakat RT 05 Kuburjaran Lauk Dusun Bunsambang Desa Sukarara Lombok Tengah juga mengalami kedaan tersebut. Anak-anak usia keemasan (2-5 tahun) belanja dan mengkonsusmsi cemilan kemasan produksi industri menjadi pemandangan sehari-hari di lingkungan RT 05 Kuburjaran Lauk Sukarara Lombok Tengah. Keadaan ini telah membuat prihatin sejak lama dan lebih memprihatinkan lagi karena nasihat langsung perseorangan tidak pernah membawa perubahan. Pembelajaran dan nasihat melalui kegiatan formal yang terencana dapat menyadarkan mereka, warga masyarakat RT 05 Kuburjaran Lauk Sukarara Lombok Tengah akan perlunya menjaga pola konsumsi sehat dan memperhatikan zat aditif dan nilai gizi bahan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Dalam kegiatan yang dimaksud tim pengabdian kepada masyarakat akan memperkenalkan berbagai makanan kemasan sekaligus menjelaskan jenis zat aditif dan nilai gizinya melalui metode ceramah dan demonstrasi. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mentranfer pengetahuan kepada masyarakat sasaran tentang cara mengenal bahan makanan kemasan berikut komposisi dan nilai gizinya.
PENINGKATAN GIZI KELUARGA MELALUI PROGRAM GERAKAN MEMASYARAKATKAN MAKAN IKAN (GEMARIKAN) DI DUSUN BALE KUWU DESA GUNUNGSARI Mahrus Mahrus; Lalu Zulkifli; Dewa Ayu Citra Rasmi; Syahruddin AR; Ahmad Raksun
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.195 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v3i1.1631

Abstract

Prevalensi angka anak-anak Indonesia yang mengalami gizi buruk masih tinggi, yakni mencapai 5,7% dan gizi kurang 13,9%, serta masalah stunting (anak pendek) pada anak balita (bawah lima tahun) masih tinggi yaitu sebesar 37,2%. Penyuluhan Gemarikan di Dusun Bale Kuwu Desa Gunungsari merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan gizi pada anak-anak sejak dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah ceramah dan diskusi. Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini berjumlah 20 orang ibu-ibu rumah tangga. Materi ceramah difokuskan pada khasiat mengonsumsi ikan untuk kesehatan. Peranserta ibu-ibu rumah tangga sangat dibutuhkan untuk memberikan gizi yang cukup kepada anak-anaknya dan mensosialisasikan Gemarikan kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sehat dan berkualitas di masa depan. Tanggapan ibu-ibu rumah tangga sebagai kelompok sasaran adalah sangat positif. Mereka sangat senang menerima materi pengabdian semacam ini meskipun pernah mendapatkan informasi ini melalui televisi. Berdasarkan hasil yang diperoleh pada kegiatan pengabdian ini, anggota tim menyarankan semua pihak terkait untuk melakukan penelitian dan pemberdayaan masyarakat tentang Gemarikan. Saran ini didasarkan pada konsumsi ikan memiliki kontribusi tinggi dalam ketahanan gizi nasional, dan mengkonsumsi ikan menjadi budaya masyarakat.
Sosialisasi Berbagai Jenis Kumbang Indah Sebagai Materi Pengayaan Biologi Di SMAN 1 Narmada Ilhamdi, Mohammad Liwa; Agil Al Idrus; Didik Santoso; Ahmad Raksun; Lalu Zulkifli
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12810

Abstract

Pembelajaran materi pengayaan yang kontekstual di sekolah belum dilakukan karena tidak ada buku materi pembelajaran kontekstual yang menyajikan dari hasil penelitian. Faktor ini yang menjadi permasalahan utama mitra dan tawaran penyelesaiannya adalah dengan mensosialisasikan materi pengayaan keanekaragaman hayati khususnya kumbang indah yang ada di sekitar sekolah. Taman Wisata Alam Suranadi Pulau Lombok dekat lokasi dengan sekolah mitra. Pembelajaran berbasis lingkungan sekitar atau CTL (Contextual Teaching and Learning) siswa dapat melihat secara nyata, mengalami sendiri materi pelajaran yang ada di sekitar lingkungannya sehingga sangat menyenangkan. selanjutnya dengan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibelajarkan dengan buku kontekstual yang berisi materi pelajaran yang ada di sekitar siswa. Hasil belajar siswa di SMAN sekitar Taman Wisata Alam Suranadi masih di bawah standar KKM 75. Metode kegiatan ini adalah sosialisasi, pembelajaran dan pendampingan. Tujuan dari kegiatan ini untuk mensosialisasikan berbagai jenis kumbang indah sebagai materi pengayaan keanekaragaman hayati di SMAN 1 Narmada. Setelah selesainya pelaksanaan kegiatan ini juga akan dilaksanakan pendampingan pembelajaran yang dilakukan guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis lingkungan. Hasil pengabdian sebagai berikut 1) telah dilakukan sosialisasi berbagai jenis kumbang indah indah sebagai materi pengayaan keanekaragaman hayati di SMAN 1 Narmada 2) peserta kegiatan pengabdian 100% mengikuti, menanggapi dan memahami materi sosialisasi. Kesimpulan sosialisasi berbagai jenis kumbang indah sebagai materi pengayaan keanekaragaman hayati di SMAN 1 Narmada dalam kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan baik dengan antusiasme peserta kegiatan yang tinggi. Sosialisasi, Kumbang indah, Narmada, Pulau Lombok.
Penyuluhan Pencegahan Stunting Di Desa Lenek Duren Kabupaten Lombok Timur I Wayan Merta; Ahmad Raksun; M. Khaerul Anwar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12972

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 2 tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, serta dapat memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan anak secara keseluruhan. Permasalahan yang ada di Desa Lenek Duren adalah desa ini termasuk satu dari dua yang termasuk desa stunting di Kecamatan Lenek. Bahkan sampai mendapat rambu kuning dari pemeriksaan yang dilakukan oleh Puskesmas Lenek. Solusinya perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat desa khususnya para ibu muda, ibu hamil ataupun yang memiliki bayi/balita paham akan pentingnya pemenuhan asupan gizi untuk mencegah stunting. Selain asupan gizi, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab stunting yaitu terkait dengan sanitasi. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dengan menjelaskan terkait dengan pencegahan terjadinya stunting, akibat penderita sunting, dan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Kesimpulannya adalah pelaksanaan pengabdian memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, akibat stunting, faktor penyebab dan pencegahan stunting. Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak, serta memiliki implikasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penanganan stunting memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat, stunting dapat dicegah dan diatasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.