Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengenalan Komunitas Mikroalga untuk Penguatan Literasi Kebaharian pada Siswa SMA Negeri 1 Sekotong Lombok Barat Japa, Lalu; Karnan; Ahmad Raksun; Didik Santoso; Gito Hadiprayitno; Safarianti Manisa; Syafro’ Khuluq Jam’iyyah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13115

Abstract

Kawasan Ekosistem Essensial (KEE) Bagek Kembar, Sekotong Lombok Barat, meliputi daratan dan perairan pesisir sangat penting artinya bagi masyarakat sekaligus paling besar menanggung beban akibat berbagai aktivitas di dalamnya. Aktivitas masyarakat di sekitar KEE Bagek Kembar, meliputi kegiatan pertanian, peternakan, perikanan, ekploitasi sumber daya alam dan jasa lingkungan. Menyadari pentingnya pelestarian sumber daya pesisir dan laut, maka diperlukan upaya nyata dalam pengendalian dampak negetif yang terjadi akibat berbagai aktivitas yang terjadi di dalamnya. Komunitas fitoplankton (mikroalga) seringkali digunakan sebagai tolok ukur kesehatan lingkungan perairan. Salah satu upaya pengendalian dimaksud di atas adalah melalui jalur pendidikan formal di sekolah yaitu penanaman cinta bahari sejak dini agar sumber daya kebaharian dapat dilestarikan dan pemanfaatannya bisa berkelanjutan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) Memperkenalkan komunitas mikroalga sekaligus meningkatkan literasi kebaharian pada siswa kelas alam SMAN 1 Sekotong, sebagai salah satu sekolah yang berada di wilayah KEE Bagek Kembar Desa Cendi Manik, Sekotong, Lombok Barat. Siswa kelas alam SMAN 1 Sekotong dilibatkan secara aktif dalam pembelajaran klasikal dan diskusi terkait materi tentang komunitas mikroalga dalam upaya peningkatan pengetahuan dan penguatan literasi kebaharian mereka. Kegiatan pengabdian ini diharapkan juga dapat menjadi penguatan dan pengayaan pengetahuan terhadap materi mata pelajaran biologi khususnya. Pengetahuan tentang komunitas mikroalga selanjutkan dapat memperkaya literasi kebaharian siswa kelas alam SMAN 1 Sekotong Lombok Barat. Dalam jangka panjang, kegiatan pengabdian ini diharapakan bisa menghasilkan suatu model pembelajaran terintegrasi guna meningkatkan literasi kebaharian siswa dimana pengetahuan kebaharian dimasukkan sebagai bagian dari bahan yang diajarkan (silabus) dalam pembelajaran materi biologi di sekolah, khususnya SMAN 1 Sekotong Lombok Barat.
Analisis Keterampilan Proses Sains yang Dikembangkan Guru dalam LKPD Di SMP Negeri Kota Mataram Suci Mukaddimatul Jannah; Ahmad Raksun; Gito Hadi Prayitno
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Januari-Juni 2019
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keterampilan proses sains dalam LKPD yang dibuat oleh guru SMP Negeri di Kota Mataram dan mengidentifikasi jenis-jenis keterampilan proses sains yang dikembangkan dalam LKPD yang dibuat oleh guru SMP Negeri di Kota Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah guru IPA kelas VII SMP Negeri Kota Mataram. Sampel penelitian ini adalah LKPD praktikum peserta didik kelas VII semester ganjil yang disusun oleh guru SMPN 1 Mataram, SMPN 2 Mataram, SMPN 3 Mataram, SMPN 7 Mataram, SMPN 10 Mataram, dan SMPN 21 Mataram. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengambil LKPD buatan guru IPA SMP Negeri di Kota Mataram yang dilakukan secara langsung kepada guru yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang disusun oleh guru IPA SMP Negeri Mataram sudah memuat hal-hal yang berkaitan dengan keterampilan proses sains ditinjau dari persentase rata-rata hasil analisis keterampilan proses sains yang dikembangkan guru dalam LKPD yaitu 72% dengan kategori tinggi untuk SMPN 1 Mataram, 81% dengan kategoris anagat tinggi untuk SMPN 2 Mataram, 78% dengan kategori tinggi untuk SMPN 7 Mataram dan SMPN 10 Mataram, 86% dengan kategori sangat tinggi untuk SMPN 3 Mataram, dan 75% dengan kategori tinggi untuk SMPN 21 Mataram.
Sosialisasi Stunting Dan Pencegahan Di Desa Taman Baru Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Merta, I Wayan; Ahmad Raksun; I Wayan Mudiarsa Darmanika
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.14560

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kondisi ini ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya, serta dapat memengaruhi perkembangan otak dan kesehatan anak secara keseluruhan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan masyarakat, permasalahan yang ada di desa Taman Baru kecamatan Sekotong termasuk desa stunting. Dengan demikian perlu dilakukan sosialisasi, agar masyarakat desa khususnya para ibu muda, ibu hamil ataupun yang memiliki bayi/balita paham akan pentingnya pemenuhan asupan gizi untuk mencegah stunting. Selain asupan gizi, masih ada faktor lain yang menjadi penyebab stunting yaitu terkait dengan sanitasi. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini yaitu dengan memberikan penyuluhan dengan menjelaskan stunting dan pencegahannya, akibat penderita sunting, dan pentingnya menjaga sanitasi lingkungan. Kesimpulannya adalah pelaksanaan pengabdian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stunting, akibat stunting, faktor penyebab dan pencegahan stunting. Stunting merupakan masalah serius yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup anak, serta memiliki implikasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Penanganan stunting memerlukan upaya bersama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Dengan upaya pencegahan dan penanganan yang tepat, stunting dapat dicegah dan diatasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.