Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Focus Group Discussion tentang Manfaat dan Tantangan Pembelajaran Bahasa Inggris dengan Model Blended Learning di MTs NW Tangar Lingsar Arfah, Hajriana; Jaelani, Selamet Riadi; Prasetyaningrum, Ari; Zamzam, Ahmad; Putera, Lalu Jaswadi; Sugianto, Riris; Amrullah, Amrullah; Udin, Udin; Muhaimi, Lalu
DARMADIKSANI Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i1.3665

Abstract

Kemampuan komunikasi, khususnya penguasaan bahasa Inggris, sangat penting dalam menghadapi globalisasi dan mendukung pelayanan lintas budaya. Di era teknologi dan informasi yang begitu pesat saat ini, para guru menghadapi tantangan rendahnya keterampilan bahasa Inggris siswa di pedesaan. Oleh karena itu, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk menggali informasi terkait efektifitas dan manfaat, serta tantangan penerapan pembelajaran Bahasa Inggris melalui metode blended learning di MTs NW Tangar Lingsar. Metode ini menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka, yang memberikan fleksibilitas dan akses ke berbagai sumber belajar. Program ini terdiri dari 16 sesi dengan evaluasi di tengah dan akhir pembelajaran untuk mengukur peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri siswa. Hasilnya menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi peserta sebesar 12.40 poin, dengan peningkatan partisipasi dalam pembelajaran daring dan tatap muka. Tantangan yang dihadapi termasuk kendala waktu dan akses teknologi. Namun, koordinasi yang baik antara tim PKM dan pihak sekolah memungkinkan program berjalan lancar. Program ini berhasil meningkatkan motivasi dan kemampuan bahasa Inggris peserta, dan metode blended learning terbukti efektif dalam mendukung pembelajaran era revolusi industri 4.0. Rekomendasi mencakup keberlanjutan program dengan fokus keterampilan membaca dan menulis, serta pelatihan ToT bagi pengajar Bahasa Inggris di MTs NW Tangar Lingsar. Meskipun terdapat tantangan dalam akses teknologi dan kesiapan guru, blended learning menawarkan fleksibilitas dan personalisasi yang meningkatkan keterlibatan siswa dan pengembangan keterampilan teknologi, yang penting di era digital ini.
Strategi Percepatan Literasi Kritis dalam Bahasa Inggris pada Santriwati MTs Mu'allimat NWDI Pancor Melalui Kemitraan Perguruan Tinggi, Badan Otonom, dan Madrasah Zamzam, Ahmad; Junaidi, Ahmad; Putera, Lalu Jaswadi; Elmiana, Dewi Satria; Safitri, Lia; Rizqiani, Annisa Isdiana; Arfah, Hajriana; Ramli, Muh.; Udin, Udin; Lail, Husnul
DARMADIKSANI Vol 4 No 2 (2024): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i2.5356

Abstract

Literasi kiritis merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan akademik dan interaksi sosial pada era globalisasi informasi dan komunikasi dewasa ini. Melalui aktivitas literasi kiritis dengan bahan ajar yang di sekitar peserta didik, bapak/ibu guru dapat merancang pengalaman belajar (learning experiences) yang interaktif lintas mata pelajaran. Sebagai salah satu kata kunci dari rumusan tujuan Pendidikan Nasional, kritis dan kreatif dapat diwujudkan melalui lintas mata pelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Dengan melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam English Speaking Club, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, guru pembina asrama santri, dan beberapa orang santri, kesempatan belajar (learning opportunity) yang lebih luas dapat diciptakan untuk memfasilitasi kesuksesan pemerolehan bahasa Inggris seiring dengan perkembangan literasi santri di MTs Mu’allimat NWDI Pancor. Pendekatan pengabdian ini dilaksanakan melalui workshop. Kegiatan workshop ini diselenggarakan secara bauran (blended) minimal 32 jam. Target luaran wajib pengabdian ini adalah artikel yang dipublikasikan pada jurnal nasional (accepted), publikasi di sosial media. Adapun luaran tambahan, yakni naskah program dan surat pernyataan pemaanfaatan produk oleh pihak pengelaola asrama santriwati MTs Mu’allimat NWDI Pancor dalam hal pengembangan budaya asrama dalam percepatan literasi kritis sebagai kegiatan santri di luar jam sekolah.
The Effects Of Cognitive-Emotional Dialectics On L2 Development To Increase Speaking For Efl Learners Hidayati, Nurul; Wati, Laila; Nazri, M. Adib; Arfah, Hajriana
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.13815

Abstract

Penelitian ini menguji dampak dialektika kognitif-emosional terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris bagi pembelajar bahasa, dengan fokus pada pembelajar bahasa Inggris tingkat pemula di Royal Training Center di Lombok Timur. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang mengungkapkan bahwa ekspresi emosional berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi dan berbicara. Meskipun sebagian besar responden menunjukkan tanggapan positif, analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami perspektif mereka yang memberikan tanggapan negatif. Studi ini menekankan pentingnya memasukkan emosi ke dalam pengajaran bahasa untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi pelajar EFL dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan kemahiran berbicara. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya mengatasi faktor kognitif dan emosional dalam pembelajaran bahasa untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris.
LINKING STUDENTS’ THINKING STYLES WITH LANGUAGE LEARNING STRATEGIES Mulia, Lalu Ferryawan Wahyu; Usuluddin, Usuluddin; Arfah, Hajriana; Prasetyaningrum, Ari
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.33722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya berpikir siswa dalam belajar Bahasa Inggris dan metode pembelajaran yang digunakan oleh guru. Penelitian ini dilakukan di SMPN 01 Sakra Barat. Subjek dari penelitian ini adalah 25 siswa kelas delapan dan seorang guru Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menikmati pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah. Mereka merasa bahwa pelajaran tersebut menarik dan tidak membosankan. Penelitian ini juga menyoroti beberapa strategi yang diterapkan oleh guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, seperti memahami karakteristik dan gaya belajar siswa, mengenali gaya berpikir mereka, melakukan pemanasan sebelum pelajaran dimulai, menggunakan metode dan lokasi pembelajaran yang bervariasi, memberikan apresiasi terhadap partisipasi siswa, dan menghindari menyalahkan siswa ketika mereka membuat kesalahan saat mencoba belajar.
Investigation of English Proficiency in Rural Students at SMK Pariwisata Aiq Bual in The School Year 2025/2026 Hikmah; Fikni, Zahratul; Arfah, Hajriana; Wati, Laila
Journal of Classroom Action Research Vol. 7 No. 4 (2025): November
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v7i4.13210

Abstract

Abstract: This study aimed to investigate the level of English proficiency and the factor hat influence of the tenth-grade students from SMK Pariwisata Aiq Bual, located in a rural area. The research used a qualitative approach with classroom observation, interviews, and English tests to collect data on students’ abilities in vocabulary, graThis study employed a qualitative case study approach to investigate the English proficiency profile of tenth-grade students at SMK Pariwisata Aiq Bual, a rural vocational school in Central Lombok. Data were collected through classroom observations, interviews, and English proficiency tests to gain a holistic understanding of students’ abilities in vocabulary, grammar, reading, and speaking. The findings revealed that most students demonstrated average proficiency in vocabulary and grammar, good reading skills, and weaknesses in speaking performance due to limited exposure, low confidence, and minimal opportunities for real communication. The study identified several key factors influencing students’ English proficiency, including psychological aspects (motivation and anxiety), environmental limitations (lack of English exposure and learning resources), and instructional practices that remain grammar-focused rather than communicative. Despite these challenges, students showed high motivation and positive attitudes toward learning English, especially in relation to their future tourism careers. The study recommends implementing communicative and contextualized teaching approaches, increasing authentic language exposure, and enhancing teacher professional development to strengthen students’ overall English proficiency and confidence in using the language in real-life contexts.mmar, reading, and speaking. The results showed that most students fell into the Average category for vocabulary and grammar, while their reading skills were mostly Good. Speaking was the most challenging skill for some students, though their confidence and participation in class were generally high. Students tried to improve their English through practice in and outside the classroom, memorizing vocabulary, and interacting with tourists or native speakers. This study suggests that students are motivated and have a positive attitude toward learning English, but they need structured support to improve vocabulary, grammar, and speaking skills.