Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Sufism and Politics in Modern Egypt: A Study of Azmiyyah Sufi Order in Alexandria Dzawafi, Agus Ali; Alif, Muhammad
Aqlania Vol. 15 No. 2 (2024): December
Publisher : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/aqlania.v15i2.12269

Abstract

The Azmiyyah Sufi Order, also known as the Azmiyyah Tariqa, has played a significant role in the spiritual and social landscape of Egypt, particularly during the Ottoman and modern periods. Emerging from the rich tapestry of Sufi traditions, the Azmiyyah Order is characterized by its unique practices, teachings, and its relationship with the socio-political dynamics of Egypt. This synthesis will explore the historical development, key figures, and contemporary relevance of the Azmiyyah Sufi Order in Egypt, drawing on a variety of scholarly sources. Throughout the Ottoman period, the Azmiyyah Order, like other Sufi orders, navigated the complex interplay between spirituality and politics. The political elite often sponsored Sufi rituals and gatherings as a means of consolidating power and countering the influence of more radical Islamist movements. This relationship between Sufism and the state was particularly evident during the 19th century, when Sufi orders, including the Azmiyyah, became involved in the socio-political fabric of Egypt, often aligning themselves with the ruling authorities to maintain their status and influence. The Azmiyyah Order's ability to adapt to changing political landscapes has been a key factor in its longevity and relevance.
Fintech Solusi Mengatasi Kesenjangan Akses Keuangan di Indonesia Nasution, Riandi Pathan; Alif, Muhammad
Socius: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Vol 2, No 11 (2025): June, 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, a country with abundant natural resources and a dynamic population, possesses great economic potential yet faces welfare leveling challenges, particularly access to financial services. Rural and vulnerable communities still have difficulty accessing formal financial institutions, impacting significantly on poverty, education, and economic opportunity. Advances in digital technologies, particularly Financial Technology (Fintech), offer innovative solutions to address these issues. This qualitative research, using the literature study method, analyzes the role of Fintech in addressing the financial access gap in Indonesia. The literature review includes scientific journals, official reports, and related regulatory documents. Fintech is proven to provide faster, more efficient, and more accessible access to financial services. However, the study also identified challenges faced, such as data security risks, incomprehensive regulation, low digital literacy, uneven technology infrastructure, potential for fraud, shortage of skilled human resources, and suboptimal integration with conventional financial systems. Therefore, the collaboration of government, industry, and society is required to maximize the potential of Fintech and minimize its risks, in order to achieve the leveling of economic well-being in Indonesia.
Upaya Peningkatan Wilayah Sehat, Asri dan Digital melalui Revitalisasi Lingkungan Berbasis Mural dan Teknologi Website Maulana, Moch. Nizar; Moch. Nizar; Kurniati, Ruri Fadhilah; Fatimah, Siti; Sholikhah, Zakiyatush; Arista Cahyani; Muzaki, Mohammad Ali; Firdaus, Muhammad Raflyh; Thoha, Mochammad Zulfikar Ali; Aisa, Riska Dewi; Alif, Muhammad
Nusantara Community Empowerment Review Vol. 3 No. 2 (2025): Nusantara Community Empowerment Review
Publisher : LPPM UNUSIDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55732/w0wrmz48

Abstract

Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kondisi ideal yang terbebas dari kotoran maupun polusi udara, serta mencerminkan kualitas hidup masyarakat. Inovasi teknologi di RT 52 RW 09 Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo diwujudkan melalui pengembangan website jimpitan dan website profil RT sebagai bentuk digitalisasi layanan dan informasi warga. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan lingkungan RT agar lebih asri dan sehat melalui media seni mural yang menghiasi area permukiman. Metode yang digunakan adalah Asset Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada penguatan potensi dan aset lokal sebagai dasar pemberdayaan warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan estetika lingkungan, kesadaran warga terhadap kebersihan, serta pemanfaatan teknologi digital yang mendukung keterbukaan informasi dan partisipasi warga. A clean and healthy environment is an ideal condition free from dirt and air pollution and reflects the quality of life of the community. Technological innovation in RT 52 RW 09 Kebonagung Village, Sukodono District, Sidoarjo Regency, is realized through the development of the jimpitan website and the RT profile website as a form of digitalization of citizen services and information. The purpose of this community service activity is to develop the RT environment to be more beautiful and healthier through mural art media that decorates residential areas. The method used is Asset Based Community Development (ABCD), which focuses on strengthening local potential and assets as a basis for citizen empowerment. The results of the activity show an increase in environmental aesthetics, citizen awareness of cleanliness, and the use of digital technology that supports information transparency and citizen participation.
Pengaruh Investasi Langsung Terhadap Percepatan Dan Pertumbuhan Perusahaan Bus Akap Dalam Mendukung Mobilitas Masyarakat Di Indonesia Alif, Muhammad
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 10.D (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia bisnis di Indonesia saat ini tidak terlepas dari adanya kebijakan pemerintah Indonesia yang tengah gencar membangun infrastruktur guna menghubungkan suatu daerah dan meningkatkan mobilitas masyarakat. Sektor bisnis transportasi darat yaitu bus turut mendorong tingginya mobilitas masyarakat dalam hal berpergian. Peluang adanya Foreign Direct Investment melalui investor baik asing maupun dalam negeri dapat mendorong dalam upaya percepatan dan pertumbuhan perusahaan bus Antar Kota Antar Provinsi di Indonesia. Dengan adanya Foreign Direct Investment dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian di Indonesia, seperti melatih pengembangan sumber daya manusia, membuka lowongan pekerjaan hingga memberikan peluang bisnis bagi mitra strategis perusahan orobus. Namun dalam membuka bisnis tersebut terdapat berbagai kebijakan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah yang wajib dipenuhi oleh investor sebelum nantinya memberikan perusahaan berbadan hukum dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat dalam keberlangsungan bisnis transportasi bus tersebut.
Dampak Positif Pola Asuh Orang Tua terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa MAN 1 Model Kota Bengkulu Karsella, Niken; Afrilia, Dika; Alif, Muhammad
ISTISYFA: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 1, No 3: Desember 2022
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/istisyfa.v1i3.2423

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa keluarga merupakan ruang yang utama dan efektif untuk menumbuhkan potensi kecerdasan spiritual anak. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang kecerdasan spiritualnya tinggi maka akan menjadi pribadi yang baik dan sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak positif pola asuh orang tua terhadap kecerdasan spiritual siswa di Man 1 Model Kota Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penulisan jurnal ini adalah penelitian kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian adalah 350 siswa, untuk sampel penelitian ini mengambil jumlah 150 sampel, dengan menggunakan teknik sampling kuota. Teknik pengumpulan datanya menggunakan angket dengan penilaian skala likert. Dengan demikian berdasarkan olah data dapat disimpulkan terdapat dampak positif antara pola asuh orang tua terhadap kecerdasan spiritual siswa di Man 1 Model Kota Bengkulu.
Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Ancaman Bencana Tsunami Berbasis Masyarakat di Nagari Salido Alif, Muhammad; Alhadi, Zikri
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 11 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i8.242

Abstract

Sumatera Barat merupakan daerah yang termasuk kedalam wilayah rawan bencana gempabumi karena Sumatera Barat berada di pantai barat pulau Sumatera yang secara tektonik berdekatan dengan zona subduksi (Subduction zone). Merujuk pada hasil penelitian Cahyati Damayanti, diketahui bahwa Energi yang dilepaskan dari Gempa Megathrust segmentasi Mentawai-Pagai pada tahun 2010 yang lalu baru hanya sepertiga dari energi Gempa yang ada pada segmentasi tersebut. Maka dibutuhkan monitoring dan kajian lebih lanjut. Karena jika energi Gempa yang dihasilkan kedepannya lebih besar maka Tsunami yang dapat terjadi juga lebih besar 3 kali lipatnya. Hal ini dibuktikan juga dengan simulasi Gempa Megathrust tahun 1314. Dari penelitian Cahyati Damayanti tersebut dapat dipahami apabila energi gempabumi yang dihasilkan pada segmentasi Mentawai lebih besar dari yang sudah dimodelkan, maka Tsunami yang berkemungkinan dapat terjadi lebih besar 3 kali lipat. Maka dampak akibat bencana Tsunami di Nagari Salido juga 3 Kali Lipat lebih besar dari sebelumnya. Upaya kesiapsiagaan Gempabumi dan Tsunami adalah pemenuhan hak masyarakat dalam bidang penanggulangan bencana. Hal ini diatur di dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Masyarakat memiliki hak-hak yang harus dijamin oleh Negara, hak informasi, hak katas perlindungan, peningkatan kemampuan, hak pengawasan, hak berperan serta, dan hak mendapatkan bantuan saat terjadi bencana. Masyarakat merupakan pelaku utama dalam penanggulangan bencana dan sekaligus korban bencana, masyarakat harus siap dan mumpuni pada batasan tertentu dalam menangani bencana sehingga dampak risiko bencana diharapkan tidak meningkat ke sekala yang lebih besar. Oleh karena itu upaya kesiapsiagaan seharusnya menjadi pilihan tindakan yang berbasis masyarakat.
Communication acts in traditional rituals of the Banjar community Batatamba Yuvita, Reni; Alif, Muhammad
LITE: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 21 No. 1 (2025): March
Publisher : Universitas Dian Nuswantoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/lite.v21i1.12412

Abstract

This research explains communication activities and how the symbolic meaning of bubur habang and bubur putih in the Batatamba Ritual in Banjar custom. The method used is qualitative with the type of communication ethnography research and symbolic interaction theory as an analytical tool to describe human interaction with the meaning of symbols in an object. Data collection is done by observation and interview. The data obtained were then analyzed through three stages, namely description, analysis, and interpretation. The results of this study show that the batatamba ritual is carried out at the pananamba's house and is attended by the pananamba, the patient, and the patient's family, the atmosphere when batatamba is performed is quite solemn and sacred. The batatamba process is sequentially described by communicative events. Communicative acts in batatamba describe the overall verbal and nonverbal communication and symbols. The symbol of bubur habang and bubur putih used in the batatamba ritual has a meaning as a form of request to spiritual entities not to disturb the lives of individuals or communities.
Langkah Preventif Terpadu: Penyuluhan dan Skrining Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Asam Urat di Desa Bahu Palawa Widyananda, Azizah; Rizqy, Muhammad Sulthan; Caesar, Muhammad Akbar; Tiana, Devina Ananda; Fathinah, Salma; Haryono, Nurul Ilma; Majida, Salwa Dwina; Aprianor, Dendi; Nugraha, Yudha; Rizaldi, M. Yusuf; Herianto, Restu; Alif, Muhammad; Nahan, Elmo Alfaliano; Gregorius, Ocratya; Purba, Abed Nego; Hanasia, Hanasia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17587

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi sehingga memerlukan perhatian serius. Promosi kesehatan seperti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis adalah bentuk upaya pencegahan untuk mengurangi beban penyakit dan pengobatan di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberikan pemahaman kepada warga Desa Bahu Palawa tentang pencegahan dan pengelolaan penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat serta melihat gambaran penyakit-penyakit ini di masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan melalui dua tahap yaitu (1) penyuluhan kesehatan yang terdiri dari pemaraparan materi oleh narasumber dan tanya jawab. (2) Pemeriksaan kesehatan gratis yang mencakup pengukuran tekanan darah, tes gula darah, dan tes asam urat pada 73 masyarakat yang hadir. Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa prevalensi hipertensi adalah 69,86 %, diabetes 23,28 % dan asam urat 43,84 %. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa, kegiatan ini berhasil menghimpun data penyakit hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat masyarakat Desa Bahu Palawa yang memberikan gambaran prevalensi dan distribusi penyakit di masyarakat. Harapan dari kegiatan ini yaitu masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan mereka sendiri, melakukan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan melakukan pengobatan sesegera mungkin sebelum menimbulkan komplikasi serius. Kata Kunci: Hipertensi, Diabetes Melitus, Asam Urat  ABSTRACT Non-communicable diseases such as hypertension, diabetes mellitus, and gout are health problems with high prevalence that require serious attention. Health promotion, such as counselling and free health checks, is a form of prevention that aims to reduce the burden of disease and treatment in the community. This community service activity aims to educate and provide understanding to Bahu Palawa Village residents about the prevention and management of hypertension, diabetes mellitus, and gout, as well as provide a picture of these diseases in the community. This activity was carried out through two stages: (1) health counselling, which involved a resource person presenting materials and conducting questions and answers. (2) free health check-up for 73 community members, which included a blood pressure measurement, blood sugar test, and uric acid test. The examination results revealed a prevalence of hypertension of 69.86%, diabetes of 23.28%, and gout of 43.84%. These results conclude that the activity successfully collected data on hypertension, diabetes mellitus, and gout in the Bahu Palawa Village community, providing an overview of the prevalence and distribution of diseases in the community. The goal of this activity is to increase community awareness of maintaining their own health, make changes to a healthier lifestyle, and carry out treatment as soon as possible before causing serious complications. Keywords: Hypertension, Diabetes Mellitus, Uric Acid
EVALUASI PROGRAM KERJA PEMBERDAYAAN ORMAS BADAN KESBANGPOL PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 Alif, Muhammad; Santosa, Damar Ulung Bintara
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 12 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12538015

Abstract

Pada era modern sekarang yang erat dengan teknologi menyebabkan seluruh negara yang ada di dunia harus beradaptasi dengan era baru yakni Era Society 5.0. Di mana era ini adalah era di mana teknologi hidup berdampingan dengan kehidupan sosial masyarakat. Era ini merupakan akibat dari semakin berkembangnya globalisasi di dunia. Namun, era ini menjadi ancaman bagi negara seperti Indonesia jika masyarakat Indonesia tidak bijak menggunakan teknologi yang dampaknya berbahaya bagi keutuhan negara. Kemudahan masuknya budaya dan ideologi asing menjadi ancaman bagi persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, Pemerintah sebagai bentuk antisipasi membentuk sebuah badan independen yang membidangi urusan ideologi, kesatuan, bangsa, dan politik yang disebut Badan Kesbangpol. Selanjutnya, Kesbangpol menjalankan perannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang telah dibentuk oleh pemerintah. Peran yang dijalankan berupa program-program kerja yang ditetapkan selama 1 tahun periode. Kesbangpol menjadi induk dari beberapa organisasi-organisasi kemasyarakatan dan lembaga swadaya masyarakat. Semua organ tersebut berada di bawah kendali Badan Kesbangpol. Badan Kesbangpol tersebar di seluruh wilayah di Indonesia baik di provinsi dan daerah.
Transformasi minyak jelantah: pelatihan pembuatan lilin aroma terapi dari minyak jelantah untuk pemberdayaan masyarakat Desa Bahu Palawa Purba, Abed Nego; Febrianti, Azizah Widyananda; Rizqy, Muhammad Sulthan; Akbar, Muhammad; Fathinah, Salma; Haryono, Nurul Ilma; Majida, Salwa Dwina; Aprianor, Dendi; Nugraha, Yudha; Rizaldi, M. Yusuf; Herianto, Restu; Alif, Muhammad; Nahan, Elmo Alfaliano; Gregorius, Ocratya; Hanasia, Hanasia
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30223

Abstract

Abstrak Minyak jelantah termasuk dalam kategori limbah rumah tangga yang sering dibuang tanpa pengelolaan yang tepat. Kebiasaan ini berpotensi mencemari sumber air tanah, kesuburan tanah sehingga berdampak pada lingkungan. Terbatasnya pemahaman yang dimiliki masyarakat terkait pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk bernilai jual menjadi tantangan utama dalam pengelolaan limbah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Bahu Palawa tentang kerusakan lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah secara sembarangan serta memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara mendaur ulang minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, sehingga dapat menciptakan peluang usaha. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah kelompok ibu rumah tangga yang berada di desa Bahu Palawa, dengan total peserta sekitar 20 orang. Pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi yaitu (1) penyuluhan terkait dampak negatif pembuangan minyak jelantah dan cara pengelolaan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. (2) Pelatihan, berupa demonstrasi bersama masyarakat cara pembuatan lilin dari minyak jelantah. Hasil dari kegiatan ini yaitu, masyarakat memiliki keterampilan dalam membuat lilin. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan keterampilan bagi masyarakat dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus mengurangi cemaran terhadap lingkungan.Kata kunci: aroma terapi; lilin; minyak jelantah AbstractUsed cooking oil falls into the category of household waste that is often disposed of without proper management. This habit has the potential to pollute groundwater sources, soil fertility and thus have an impact on the environment. The limited understanding of the community regarding the reuse of used cooking oil into valuable products is a major challenge in waste management. This community service activity aims to educate the Bahu Palawa Village community about environmental damage due to careless disposal of used cooking oil and provide training to the community on how to recycle used cooking oil into aromatherapy candles, so as to create business opportunities. The target partners in this activity were a group of housewives in Bahu Palawa village, with a total of 20 participants. The implementation of this activity is divided into two sessions, namely (1) counselling related to the negative impact of used cooking oil disposal and how to manage used cooking oil waste into aromatherapy candles. (2) Training, in the form of a demonstration with the community how to make candles from used cooking oil. The result of this activity is that the community has skills in making candles. This activity is expected to provide skills for the community in processing waste into economically valuable products while reducing pollution to the environment. Keywords: aroma therapy; candle; used cooking oil