Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Penanganan Kegawatdaruratan oleh Masyarakat menggunakan Pendekatan Social-cognitive Preparation Model Salasa, Sehabudin; Darmansyah, Dhika; Andriyani, Septian; Amalia, Linda; Putri, Suci Tuty
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22099

Abstract

ABSTRAK  Pelayanan kegawatdaruratan pra-Rumah Sakit bertumpu pada kualitas penolong pertama sebagai orang yang merekognisi dan melakukan intervensi pada korban pertama kali. Masyarakat secara umum berpotensi menjadi penolong pertama dimanapun jika terjadi kasus kegawatdaruratan. olehkarena itu masyarakat secara umum perlu memiliki kemampuan yang baik dalam pertolongan kegawatdarurata. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam penanganan kegawatdaruratan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu menggunakan pendekatan Social cognitive preparation model, sedangkan pemberian materinya dilakukan dengan metode demonstrasi, diskusi, dan simulasi terhadap 30 peserta. Hasil menunjukan bahwa peserta memiliki keesadaran diri yang tinggi ditunjukan dengan nilai rata-rata nilai refleksi diri mencapai 78,07 kemudian pasca pelatihan menunjukan kualitas resusitasi jantung paru yang tinggi dinilai dengan indicator, Kedalaman CPR, Kecepatan CPR dan Full Chest Recoil, dengan rentang 82,75 %- 93.10% dari keseluruhan peserta. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pelatihan terhadap individu yang memiliki kesadaran akan kebutuhan kemampuan apa yang ingin dipelajari jauh memberikan dampak. Kata Kunci: Cardiopulmonal Resuscitation, Social Cognitive Model, Relawan, Kegawatdaruratan, Pelatihan Masyarakat.  ABSTRACT Pre-hospital emergency services rely on the quality of first responders, who recognize and intervene firsthand with victims. The general public has the potential to be first responders anywhere in the event of an emergency. Therefore, the general public needs to have strong emergency response skills. The goal of this activity was to improve the community's ability to handle emergencies. The method used in this activity was the Social Cognitive Preparation Model approach, while material was delivered through demonstrations, discussions, and simulations with 30 participants. Results showed that participants had high self-awareness, as evidenced by an average self-reflection score of 78.07. Post-training demonstrated high levels of cardiopulmonary resuscitation quality, as assessed by indicators such as CPR Depth, CPR Rate, and Full Chest Recoil, with a range of 82.75% to 93.10% of all participants. From these results, it can be concluded that providing training to individuals who are aware of the skills they need to learn has a significant impact. Keywords: Cardiopulmonary Resuscitation, Social Cognitive Model, Volunteers, Emergency, Community Training.
Pemberian ASI Segera pada Bayi Baru Lahir Amalia, Linda
Kesmas Vol. 3, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN dengan penyebab utama kematian adalah penyakit infeksi saluran nafas dan diare yang dapat dicegah. Pencegahan dilakukan antara lain dengan pemberian ASI secara benar, termasuk inisiasi pemberian ASI dalam 30 menit pertama setelah lahir. Pemberian ASI segera dapat mempertahankan kadar hormon prolaktin dan mencegah pemberian makanan pralakteal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran dan determinan pemberian ASI segera pada bayi baru lahir di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Cianjur tahun 2007. Desain penelitian adalah potong lintang. Pengumpulan Sampel 92 orang ibu post partum yang melahirkan di RSUD Kabupaten Cianjur yang dipilih dengan cara convenience sampling. Pemberian ASI segera pada bayi baru lahir (30%) rendah. Pada analisis multivariat ditemukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan pemberian ASI segera pada bayi baru lahir adalah perilaku penolong persalinan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk meningkatkan pengetahuan manfaat kolostrum dan pemberian susu segera, mendorong penolong persalinan memfasilitasi pemberian Asi segera dan menyempurnakan tata laksana rumah sakit yang mendukung pemberian ASI segera. Infant Mortality Rate in Indonesia is the highest in ASEAN with Acute Respiratory Tract Infection and diarrhea as major causes of death. One mean of prevention is by providing breastmilk appropriately including immediate breastfeeding within the first 30 minutes after birth. Immediate breastfeeding could help maintain prolactin hormone level and prevent prelacteal feeding. This study aims ait describing the situation and determinants of immediate breastfeeding among newborn infants in Cianjur District General Hospital in 2007. Design of the study was cross-sectional and 92 subjects (post-partum mothers) were selected through convenience sampling method. The study found that the rate of immediate breastfeeding was quite low (30%). Multivariate analysis shows that the most dominant factor related to immediate breastfeeding practice was the practice of birth attendant. It is suggested to improve knowledge about benefits of colostrum and immediate breastfeeding, support birth attendant to facilitate immediate breastfeeding practice and improve hospital management system related to immediate breastfeeding practice.
Influencing Factors on Nurses' Hand Washing Compliance Amalia, Linda; Sumartini, Sri; Sasmito, Priyo; Yulianingsih, Nengsih; Sutresna, Nina
International Journal of Public Health Excellence (IJPHE) Vol. 4 No. 1 (2024): June-December
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55299/ijphe.v4i1.1002

Abstract

Poor hand washing of nurses and unhealthy hospital environments contribute to the occurrence of nosocomial infections. Nurses who do not wash their hands before and after the procedure can become an intermediary for infection in patients at the service site or hospital and spread various multi-resistant organisms. This research aims to identify nurses' hand washing compliance and related factors. A descriptive correlation design was conducted in a hospital in West Java. Data on nurse characteristics and hand washing compliance were taken using a five moments test questionnaire cross-sectionally among nurses using the total sampling method and analyzed univariately and bivariately using descriptive analysis and the chi square test. A total of 67 nurses were involved in this research, the majority of respondents were aged 25-35 years (43/64.2%), women (42/62.7%), had a bachelor's degree (36/53.8%), had worked less than 5 years (42/62.7%) , lack of knowledge (35/52.2%), and have a positive attitude (38/56.7%), generally do not comply with hand washing protocols (34/50.7%). The nurse's age is related to hand washing compliance (p 0.002 < α 0.05), while gender (p 0.242), education (p 0.534), length of work (p 0.874), knowledge (p 0.907), and attitude (p 0.397) have α value > 0.05. Nurses' hand washing compliance is still less than the target. Age is related to nurses' compliance in implementing hand hygiene. Meanwhile, gender, education, length of work, knowledge and attitudes are not related to nurse compliance. Efforts are needed to increase nurses' knowledge to increase nurses' compliance in washing hands.
Asyik Belajar Akuntansi untuk Mengelola Keuangan Milenial di Era Baru Bersama Anak Panti Asuhan Ar Ridho Tingkat Smp dan Smk Khairunnisa, Nadya; Ramadan, Delia; Rahmawati, Dina; Amalia, Linda
Prosiding Dedikasi: Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): PROSIDING DEDIKASI MARET
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi anak panti sebagai bekal pengetahuan agar bisa mengelola keuangan lebih baik dan mampu mengontrol pengeluaran keuangan dengan membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang hanya keinginan. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Ar-ridho Depok. Sasaran dari program pengabdian ini adalah tingkat SMP dan SMK sebanyak 25 (dua puluh lima) orang. Pelaksanaan dilakukan secara tatap muka (on the spot training) yang diawali dengan dilakukan observasi dan koordinasi dengan pengurus yayasan terkait dengan ketersediaan tempat, kesiapan anak panti asuhan serta pengurusan perizinan secara administratif dengan pengurus yayasan. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan PKM adalah sosialisasi dengan teknik penyuluhan dalam bentuk ceramah atau memaparkan materi menggunakan microsoft powerpoint berupa teori dan video animasi yang berkaitan dengan akuntansi dalam mengelola keuangan, serta di akhir penyampaian terdapat tanya jawab. Hasil pengabdian kepada siswa-siswi menjadi menambah pengetahuan, wawasan dan kreatifitas siswa-siswi SMP dan SMK. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan antusias, dibuktikan dengan komunikatif nya mereka selama kegiatan berlangsung serta bermanfaat bagi siswa-siswi. Kata Kunci: Pengelolaan Keuangan; Siswa Siswi SMP dan SMK; Pengabdian Kepada Masyarakat
Potential Of Butterfly Pea Flower (Clitoria Ternatea) Extract As An Antidiabetic Agent: Literature Review Lestari, Puput Legia; Ariyanto, Muhammad Wahyu; Nadhiroh, Wafda Safanah; Sulastri, Afianti; Somantri, Budi; Amalia, Linda
An-Najat Vol. 3 No. 4 (2025): November: An-Najat : Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v3i4.2535

Abstract

Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to insulin deficiency or insulin resistance. The global prevalence of diabetes mellitus continues to increase, posing a significant health and economic burden to society. Conventional pharmacological treatments that are currently available often cause unwanted side effects, so alternative therapies that are safer and more effective are needed. This study aims to collect and analyze data related to the effectiveness of flower extract as an antidiabetic agent in reducing blood glucose levels and preventing complications associated with diabetes. The potential of Clitoria ternatea as an antidiabetic agent was explored through a systematic literature review. Article searches were conducted using scientific databases such as Google Scholar, ScienceDirect, and Mendeley with the keywords "Clitoria ternatea AND diabetes AND blood glucose". The inclusion criteria applied included experimental studies conducted on diabetic samples, interventions with bay flower extract administration, and publications within the last 5 years (2021-2025). From a total of 1,858 articles identified, by applying the PRISMA-ScR method, eight articles were obtained that met the inclusion criteria. The results of the analysis showed that flower extract was effective in reducing blood glucose levels in both diabetes-induced experimental animals and diabetic patients. This antidiabetic effect is thought to be due to the flavonoids and other bioactive compounds in butterfly pea flower that act as α-amylase enzyme inhibitors, antioxidants, and anti-inflammatories. These findings indicate the potential of Clitoria ternatea as a promising therapeutic alternative in the management of diabetes mellitus.
Pengaruh Pemberian Telur Ayam dan Buah Jeruk Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Remaja Dengan Anemia Dhea Hamidah; Linda Amalia; Asih Purwandari Wahyoe Puspita
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2025): Maret : Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i1.5008

Abstract

Anemia is a condition when hemoglobin levels are below normal, disrupting the oxygen supply to body tissues. This study aims to determine the effect of chicken egg and citrus fruit consumption on hemoglobin levels in adolescent girls with mild to moderate anemia at SMAN Darmaraja in 2025. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental design and a one-group pretest-posttest design. A total of 30 adolescent girls who had hemoglobin levels between 8–11.9 g/dL were divided into treatment and control groups. The intervention was in the form of giving boiled chicken eggs and citrus fruit for six consecutive days. The results of the Wilcoxon test showed a significant increase in hemoglobin levels in the treatment group, while the control group did not experience significant changes. The Mann-Whitney test also showed a significant difference between the two groups after treatment. These results prove that consumption of chicken eggs and citrus fruit has a positive effect on increasing hemoglobin levels. The protein, iron, and vitamin content in both ingredients play an important role in improving hemoglobin levels. The implications of this study indicate that this simple food combination can be an alternative non-pharmacological nutritional therapy for adolescent girls with anemia..
Pengaruh Konsumsi Buah Pepaya Terhadap Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil dengan Risiko Anemia Gefira Aulia Nazwa; Linda Amalia; Asih Purwandari Wahyoe Puspita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44877

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi tubuh yang memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) kurang dari kebutuhan  Anemia pada kehamilan adalah kondisi ibu hamil dengan kadar Hb < 11 g/dl pada trimester I dan III atau < 10,5 g/dl pada trimester II. Penyebab anemia bersifat multifaktorial. Anemia dapat disebabkan oleh faktor perilaku, lingkungan, genetik, penyakit infeksi, maupun pelayanan Kesehatan.  Adapun dampak yang akan terjadi pada ibu jika ibu kekurangan kadar hemoglobin yaitu ibu dapat mengalami perdaraham bahkan akan menyebabkan kematian kepada ibu dan bayi Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk  meningkatkan kadar hemoglobin salah satunya yaitu mengubah kebiasaan pola makan dengan menambahkan konsumsi yang memudahkan absorbsi besi seperti menambahkan vitamin C yang dapat meningkatkan kadar hemoglobin . Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsumsi buah pepaya terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil anemia, Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yakni quasy eksperimen dan rancangan one-group Preetest dan Posttest. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Sukawarna, dengan 30 sample ibu hamil.Hasil analisa data menggunakan uji statistik Independent samples T-test didapatkan hasil nilai  ρ  = <0.001 dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) dapat dikatakan bahwa ρ value < α  maka dapat di simpulkan bahwa pemberian buah pepaya selama lima hari terbukti meningkatkan kadar Hemoglobin secara signifikan pada ibu hamil dengan risiko anemia.
Hubungan Antara Iron Deficiency Anemia dan Tingkat Depresi Pada Remaja Putri Qurani Yuniar Rhamadhany; Linda Amalia; Upik Rahmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44977

Abstract

Anemia defisiensi besi (IDA) merupakan salah satu masalah gizi yang umum terjadi pada remaja putri dan dapat berdampak pada gangguan suasana hati, termasuk depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara anemia defisiensi besi dengan tingkat depresi pada remaja putri di SMPN 2 Cimenyan, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan melibatkan 78 responden yang dipilih secara purposive sampling. Status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin <12 g/dL dan tingkat depresi diukur menggunakan kuesioner PHQ-9. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher's Exact. Hasil menunjukkan bahwa 51,3% responden mengalami anemia dan sebagian besar dari mereka mengalami depresi ringan (52,5%) dan sedang (30%). Tidak ada remaja anemia yang berada dalam kondisi normal. Selain itu, kelompok non-anemia juga menunjukkan adanya depresi, termasuk depresi sangat berat (2,6%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status anemia dan tingkat depresi (p = 0,030). Temuan ini menunjukkan bahwa anemia defisiensi besi dapat berkontribusi terhadap gangguan suasana hati pada remaja putri, sehingga penting dilakukan skrining gizi dan kesehatan mental secara rutin. Kata Kunci: Anemia defisiensi besi, depresi, remaja putri, status gizi, kesehatan mental
Pengaruh Perawatan Metode Kanguru terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur di Ruang NICU RSUD dr. Haryoto Lumajang: The Effect of Kangoroo Mother Care on Reducing Down Score of Premature Babies in the NICU of dr. Haryoto Lumajang Regional Hospital Amalia, Linda; Sulistyono, R. Endro; Rahmat, Nafolion Nur; Kusyairi, Achmad
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.218

Abstract

Pendahuluan: Kelahiran prematur masih menjadi tantangan serius dalam kesehatan bayi, baik di Indonesia maupun di berbagai negara lainnya. Masalah pernapasan merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada bayi prematur. Organ tubuh bayi prematur umumnya belum berfungsi dengan optimal sehingga mereka kesulitan beradaptasi dengan lingkungan diluar Rahim, terutama pada organ pernafasan yang dapat diukur dengan Down Score.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Perawatan Metode Kanguru Terhadap Penurunan Down Score Bayi Prematur Di Ruang NICU Rsud Dr. Haryoto Lumajang. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan pra-eksperimen dengan pendekatan One Group Pretest Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah Bayi prematur usia gestasi 28-36 minggu di Ruang NICU   sebanyak 34 sampel. Tehnik sampling menggunakan accidental sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan data rekam medis pasien, untuk analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Mei – 25 Juni 2025. Hasil: Penelitian menunjukan potensi efektifitas perawatan metode kanguru dalam menurunkan down score dengan nilai Z sebesar -4.901, terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara Down Score pretest - postest dengan nilai p = 0.00 < 0.05. Kesimpulan: Perawatan metode kanguru efektif menurunkan down score bayi prematur terpasang oksigenisasi di Ruang NICU.  
Effect of Morning Walking on the Hemoglobin Levels of Adolescents with Anemia Elma Nurfu’adina Sukarman; Linda Amalia; Afianti Sulastri
ACTIVE: Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/active.v13i2.24343

Abstract

Anemia is a global health problem that affects the physical fitness, cognitive function, and academic performance of adolescents. In Indonesia, the prevalence of anemia in adolescents is still relatively high. One of the factors contributing to this condition is the lack of physical activity that could potentially support the increase of hemoglobin levels. This study aims to observe if there is a significant effect of morning walking activity on the hemoglobin levels of adolescents with anemia at Al-Amanah Cileunyi Junior High School. This study used quantitative methods with a quasi-experimental approach and a one-group pre-test and post-test design. A sample of 30 people was selected using a purposive sampling technique from a population of 57 students in class VIII based on inclusion and exclusion criteria. Interventions in the form of morning walking activities were held twice a week for three weeks. Measurement of hemoglobin levels was collected before and after the intervention using the EasyTouch GCHb digital device. Data analysis used the Wilcoxon signed-rank test and the Mann-Whitney U test. There was a significant increase in hemoglobin levels after the intervention (P < 0.05), and there was a significant difference between male and female. Morning walking has a positive effect on increasing the hemoglobin level of adolescents with anemia. It is recommended that this activity be implemented as a promotive and preventive strategy in the school environment.