Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Living Islamic Law in Indigenous Communities in Indonesia: Integration of Fiqh in the Tradition of Mu’amalah of the Muslim Community of Banjar Mustofa, Imam; Sauqi, Muhammad; Ambarwati, Diana; Yahya, Alwi
Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Sharia Faculty of State Islamic University of Prof. K.H. Saifuddin Zuhri, Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mnh.v19i2.14792

Abstract

The interaction between Islamic law and local wisdom among the Muslim community of Banjar in South Kalimantan reflects the significant dynamics of living Islamic law within the framework of legal pluralism in Indonesia. The mu‘amalah practices developed in this community are not limited to the application of normative fiqh alone, but are brought to life through cultural expressions and oral traditions, such as barelaan, tukar jual, jual lah seadanya, and bawa ja dulu, which serve a dual role as ṣīghat al-‘aqd and as social devices for upholding the principles of voluntariness, openness, honesty, and justice. This study aims to trace the forms, meanings, and mechanisms of integrating the principles of fiqh mu‘āmalah into the customary order, as well as to assess its contribution to the discourse on living law and maqāṣid al-sharī‘ah. A qualitative approach within a phenomenological framework is used. Research data were collected through participatory observation in traditional markets, interviews with local scholars, customary leaders, and traders. The results reveal that local scholars play a strategic role as mediators who interpret and adapt customary practices to align with the principles of Sharia. This process gives rise to a living legal system that is deeply rooted in social legitimacy and endowed with moral authority recognized by the community. From a theoretical perspective, this study broadens the understanding of legal pluralism through a model of reciprocal interaction between Islamic customary law, fiqh mu‘āmalah, and positive law, while enriching the discourse on maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in the dimension of ḥifẓ al-māl, which is preventing loss and fostering blessings through social practices based on community trust and ethics.
Pelatihan Pemasaran Produk Perikanan Inovatif dan Berkelanjutan bagi Kelompok Pembudidaya Sahity Mulya di Desa Banyakan Kabupaten Kediri Ambarwati, Diana; Munawaroh, Nuril Aulia; Srikalimah, Srikalimah
Community : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): November: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Studi Ekonomi Modern

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/9zmkbm69

Abstract

Kegiatan pelatihan manajemen pemasaran produk perikanan di Desa Banyakan, Kabupaten Kediri dilakukan untuk mengatasi permasalahan minimnya pengetahuan pengolahan dan riset pasar produk turunan ikan lele pada kelompok pembudidaya Sahity Mulya. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas peserta dalam strategi pemasaran inovatif dan berkelanjutan, termasuk pemanfaatan media sosial dan marketplace agar produk perikanan memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap manajemen pemasaran dan kemampuan menciptakan produk olahan bernilai tambah dengan brand Sahity, ditandai dengan antusiasme tinggi dan pemanfaatan digital marketing yang efektif. Untuk pengembangan selanjutnya, disarankan pemateri memperluas pelatihan ke kelompok pembudidaya lain dengan penambahan sesi praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan dengan menekankan peningkatan kapasitas dan keberlanjutan usaha pembudidaya.
Financial Technology in Islamic Finance: Conceptual Foundations, Opportunities and Challenges Ambarwati, Diana; Astri Yusniarti
Jurnal Internasional Ekonomi Islam Vol 7 No 02 (2025): International Journal of Islamic Economics
Publisher : The Postgraduate of Institut Agama Islam Negeri Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ijie.v7i02.11844

Abstract

Introduction: Almost every aspect of life can be addressed through technology, including the business and financial sectors. Financial technology (fintech) has emerged as a transformative innovation in Indonesia, presenting both opportunities and challenges. Sharia-based fintech, in particular, has attracted attention for its efforts to align financial innovation with Islamic principles. Objective: This article aims to outline the conceptions, opportunities, and challenges of fintech in the Indonesian context, with a particular focus on sharia fintech Method: A descriptive method is used. The descriptive approach is used to systematically describe facts, characteristics, and relationships within the fintech ecosystem without manipulating variables. Data are obtained from literature reviews, official regulations, and reports from relevant authorities, including Bank Indonesia, OJK, and DSN-MUI. Result: The Development of fintech in Indonesia presents a significant opportunity to encourage technology-based businesses, but also poses serious management challenges. Islamic fintech has received regulatory support from Bank Indonesia, DSN-MUI, and OJK to strengthen financial inclusion and smooth payment systems. However, obstacles such as DPS access, the length of the licensing process, and minimum capital requirements remain the primary barriers. Therefore, collaboration among all stakeholders is necessary to create a healthy and sustainable ecosystem for Islamic fintech.  Implication: The Development of Sharia fintech in Indonesia has the potential to strengthen financial inclusion and technology-based financial services. However, overcoming regulatory and economic challenges is essential to ensure the sustainability and growth of the sharia fintech ecosystem.
The Influence of Brand Image, Brand Awareness, and Brand Trust on Purchase Decisions Moderated by Social Media Use at CV Produksi Median Percetakan Al-Amin, Muhammad Surya Duta; Ambarwati, Diana; Aulia Munawaroh, Nuril
JURNAL MANAJEMEN MOTIVASI Vol 22 No 1 (2026): Jurnal Manajemen Motivasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jmm.v22i1.8779

Abstract

This study examines the influence of brand image, brand awareness, and brand trust on purchase decisions, with social media use as a moderating variable in the printing industry. The research aims to analyze the direct and moderating effects of these variables on consumers of CV Produksi Median Percetakan. A quantitative approach with causal associative design was applied using SEM-PLS and SmartPLS 4.0 on 96 respondents selected through purposive sampling. The results show that brand awareness and brand trust significantly influence purchase decisions, while brand image and social media moderation are not significant. The findings highlight the importance of trust and awareness in strengthening consumer purchasing decisions.
Pemanfaatan Modal Sosial Dalam Upaya Meningkatkan Kemandirian Mantan Tenaga Kerja Indonesia Di Kabupaten Lampung Timur Ambarwati, Diana
Jurnal Penelitian Vol 13, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN
Publisher : LP2M IAIN kUDUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jp.v13i1.4191

Abstract

Artikel ini akan memfouskan pada bagaimana modal sosial yakni trust, norms, network, reciprocity dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemandirian mantan Tenaga Kerja Indonesia di Pasar Rintisan TKI Lampung Timur, dengan melakukan field research dan menggunakan pendekatan sosiologis.Menjadi mandiri secara ekonomi adalah mimpi setiap mantan TKI di Lampung Timur. Modal sosial yang dimiliki cukup untuk mnghantarkan pada kemandirian mantan TKI secara ekonomi. Modal sosial yang telah dimiliki mantan TKI di Lampung Timur meliputi (1) kepercayaan (trust). Kepercayaan yang tinggi (hight trust) akan menghasilkan kemauan dan keberanian untuk bekerjasama. (2) Norm (tatanan/pranata sosial yang berlaku). Norma yang disepakati bersama menjadikan setiap orang bertindak atass dasar kesepakatan dan tujuan bersama dari komunitas mantan TKI yang sedang membangun kemandirian ekonomi. (3) Network (jaringan antar anggota), jejaring yang kuat menjadikan para mantan TKI cepat mendapatkan informasi baik berkaitan dengan pemasok, peluang pasar, dan peluang usaha baru, serta peluang mendapatkan pendidikan pelatihan bekerjasama dengan pihak luar. (4) Reciprocity (hubungan timbal-balik) inilah yang kemudian menjadikan anggota pasar Labuhan Ratu sebagai sesama mantan TKI yang senasib sepenanggungan untuk saling membantu, saling menguatkan dan saling memotivasi untuk mencapai kemandirian. Untuk melihat seberapa besar modal sosial memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemandirian mantan TKI. Secara garis besar modal sosial memberikan pengaruh positif bagi peningkatan kemandirian TKI di Labuhan Ratu Lampung Timur.