Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Peningkatan Hasil Belajar IPA Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation di Sekolah Dasar Yonarlianto Tembang; Diah Harmawati; Julinda Priskila Rahajaan
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 3 No 2 (2019): Mei 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v3i2.17643

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada mata pelajaran IPA di SDN Wasur Merauke. Penelitian yang gunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jenis penelitian kolaborasi dan dilaksanakan sebanyak dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dan dilaksankan dalam 3 pertemuan. Subjek dalam penelitian terdiri dari 26 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data lembar observasi yang digunakan untuk mengetahui keterlaksanaan model pembelajaran dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA. Berdasarkan hasil penelitian ini, diperoleh hasil keterlaksanaan model pembelajaran mengalami peningkatan di setiap siklus I sebesar 66,0% dalam kategori cukup  menjadi 72,5% pada siklus II dalam kategori baik. . Sedangkan persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 64,4% dan pada siklus II persentase kentuntasan belajar siswa meningkat sebesar 80.7%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Wasur Merauke.
METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESEHATAN Since Lince Betaubun; Agus Kichi Hermansyah; Adi Sumarsono; Ratna Purwanty; Yonarlianto Tembang
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2018): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i1.843

Abstract

Abstrak: Banyaknya referensi hasil penelitian dapat dijadikan tolak ukur dan pengambilan alternatif baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini didasarkan bukan mencari alasan permasalahan dalam proses pembelajran tetapi memberikan salah satu solusi sebagai alternatif metode pembelajaran khususnya untuk meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa pada materi kesehatan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Tujuan spesifik dalam penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas IV SD Negeri 2, kabupaten Merauke yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan.Hasil penelitian ini adalah penggunaan metode Mind Mapping pada awalnya siswa masih enggan dan bingung dalam mengikutinya, akan tetapi selanjutnya siswa merasa senang dengan mengeluarkan imajinasi dalam bentuk gambar Mind Mapping. Berdasarkan data kuantitatif sebagai data yang memperkuat fakta lapangan, melalui observasi pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan acuan KKM Sekolah. Pada siklus I nilai di atas KKM sebesar 46% dan Nilai di bawah KKM sebesar 54 %. Sedangkan peningkatan pada siklus II nilai di bawah KKM 17% dan nilai di atas KKM 83%. Siklus dalam penelitian ini dihentikan dikarenakan sudah tercapainya peningkatan sesuai dengan indikator ketuntasan. Kesimpulan dari penelitian Metode Mind Mapping dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa karena siswa dapat melihat, mencontoh, mempraktekkan serta dapat memahami sendiri dari materi yang dijelaskan oleh guru. Metode Mind Mapping sesuai digunakan dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar karena melibatkan gambar yang berwarna-warni, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitasnya. Hasil belajar siswa menjadi meningkat karena daya kognitif siswa diasah dan dituliskan kembali dalam bentuk peta pikiran yang terstruktrur. Hal ini membuktikan bahwa sesuai dengan masanya siswa belajar akan bersifat menetap jika sambil melakukannya.Kata Kunci: Metode Mind Mapping, Sekolah Dasar.
Penggunaan Media Kartu Warna Kata untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas I SD Inpres Gudang Arang Merauke Agus Kichi Hermansyah; Yonarlianto Tembang; Ratna Purwanty
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 2 (2019): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i2.1468

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswakelas I SD dengan penggunaan media kartu warna. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas jeniskolaboratif yang dilaksanakan pada tiga siklus. Setiap siklusnya dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan,yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswakelas I SD Inpres Gudang Arang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 14 siswaperempuan. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, catatan lapangan, wawancara dan tes. Bentukanalisis data yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa adanya peningkatan padasetiap siklusnya. Hal ini dapatkan dilihat pada setiap siklusnya, siklus I keterampilan membaca siswa sebesar46,1% dengan jumlah siswa yang tuntas 12 siswa, pada siklus II meningkatkan menjadi 18 siswa denganpresentase sebesar 69,2%, dan pada siklus III keterampilan membaca siswa sebesar 84,6% dengan jumlahsiswa yang tuntas 26 siswa. Pada level ini keterampilan membaca siswa dengan lafal, intonasi dan membacamemahami meningkatkan hingga mencapai indikator yang telah ditentukan. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan siswa melalui penggunaan media kartu warna katadapat meningkat.Kata Kunci: Kartu Warna Kata, Kemampuan Membaca Permulaan , Bahasa Indonesia.
Analisis Kepuasan Orangtua dan Siswa terhadap Kualitas Layanan Pendidikan Dasar Fredy Fredy; Yonarlianto Tembang; Ratna Purwanty
Musamus Journal of Primary Education Vol 2 No 1 (2019): Musamus Journal of Primary Education
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v2i1.1874

Abstract

Analisis kualitas pelayanan pendidikan didasarkan pada tingkat kepuasan pengguna layanan pendidikan terhadap pelayanan yang diberikan oleh lembaga penyelenggara pendidikan yaitu sekolah. Melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui persepsi masyarakat, yaitu siswa dan orangtua siswa terhadap kualitas pelayanan pendidikan dasar di beberapa kabupaten di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan survey. Lokasi penelitian ini adalah tujuh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Tenggara yaitu kota Bau-bau, kabupaten Kolaka, kabupaten Kolaka Timur, kabupaten Konawe, kabupaten Muna, kabupaten Muna Barat dan kabupaten Wakatobi. Tingkat kepuasan siswa dan orangtua siswa terhadap pelayanan pendidikan ditetapkan melalui indeks kepuasan masyarakat (IKM). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pada masing-masing daerah yang dilihat dari indikator sebagai berikut: tangibles, reliability, competence, understanding the customer, communication, responsiveness, courtesy, security, dan access.
ANALISIS KUALITAS RANCANGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS GURU Markus Palobo; Yonarlianto Tembang
MAGISTRA Vol 6 No 2 (2019): Magistra: Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/magistra.v6i2.2062

Abstract

penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas proposal penelitian tindakan kelas yang disusun oleh guru-guru SMP negeri 2 Merauke. Metode penelitian menggunakan analisis dokumen terhadap proposal penelitian guru. Populasi penelitian adalah seluruh proposal penelitian guru di SMP Negeri 2 Merauke dan objek penelitian adalah 5 proposal penelitian guru matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa inggris, IPA dan IPS. Objek penelitian adalah hasil proposal penelitian hasil pekerjaan guru setelah diberikan pelatihan penyusunan proposal penelitian. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan ketepatan ataupun kesalahan dari setiap komponen proposal penelitian tindakan kelas guru. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) judul penelitian masih terdapat judul yang belum lengkap. (2) Sistematika proposal sudah tepat dan permasalahan pada tata letak tulisan. (3) Latar belakang masalah terlalu umum belum menguraikan permasalahan secara spesifik dan solusi permasalahan yang diberikan belum diberikan kajian hubungan antara masalah dan solusi. (4) kajian teori masih minim referensi dan belum ada pengkajian secara mendalam terhadap teori-teori yang dituliskan. (5) penelitian relevan hanya menyajikan hasil penelitian relevan dalam bentuk angka. (6) gambar kerangka pikir sudah tepat namun deskripsinya belum sesuai dengan gambar. dan (7) sistematika metodologi penelitian sudah sesuai dan lengkap, kekurangan pada bagian instrument penelitian dan indicator keberhasilan belum sesuai secara. Kata Kunci: Kualitas; Proposal; Penelitian
PELATIHAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ICT PADA GURU-GURU SD INPRES RAWA BIRU DISTRIK SOTA KABUPATEN MERAUKE Helga Chaolina Antonia Silubun; Yonarlianto Tembang
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 10: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v1i10.1616

Abstract

Proses pembelajaran akan menarik dan mudah dipahami jika guru dapat memanfaatkan media pembelajaran sebagai komunikasi yang baik, maka pemanfaatan Informatin and Comunication Teknology (ICT) salah satu media ampuh dalam menunjang proses pembelajaran sehingga akan mempermudah peserta didik dalam memahami materi-materi yang diberikan. Penggunaan media yang tepat maka materi-materipun dapat disampaikan dengan lebih mudah, cepat dan menarik sehingga akan terjadi komunikasi yang baik. Namun permasalahan yang terjadi pada daerah-daerah yang jauh dari pusat kota Merauke, belum semua guru memanfaatkan media ICT dalam perkerjaan mereka sehari-hari, maka tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan Pelatihan Pemanfaatan media berbasis ICT pada guru-guru SD Inpres Rawa Biru, sebagai bekal dalam mendukung kreatifitas guru dalam menyiapkan Bahan Ajar. Metode pelaksanaan pelatihan menggunakan metode ceramah, diskusi, simulasi, dan praktek.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Konsep Dasar IPS Bermuatan Karakter Lokal di Jurusan PGSD Salman Alparis Sormin; Yonarlianto Tembang; Muktamar Umakaapa; Cipto Duwi Priyono
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4320

Abstract

Bahan ajar menjadi bagian yang amat penting dari kegiatan belajar dan mengajar termasuk salah satunya adalah bahan ajar konsep dasar pendidikan IPS bermuatan kearifan lokal sebagai proses analisis kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah ataupun universitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk  mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar konsep dasar IPS di jurusan PGSD Universitas Musamus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualititatif dengan jenis pendekatan survei yang dilakukan pada bulan November-Desember 2022 di program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar Universitas Musamus kota Merauke. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 mahasiswa semester dua program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Musamus yang mengikuti mata kuliah konsep dasar IPS. Responden penelitian ini sebesar 43 orang yang dipilih secara acak. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian  menunjukan bahwa lebih dari 30% mahasiswa belum mampu berpartisipasi belajar  karena belum adanya bahan ajar yang dapat digunakan sebagai pegangan oleh mahasiswa PGSD universitas musamus yang bermuatan tentang  karakter lokal. Pembelajaran budaya lokal di Merauke masih dilakukan secara terpisah dengan pembelajaran tematik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat kebutuhan bahan ajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang bermuatan karakter lokal pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Konsep Dasar IPS Bermuatan Karakter Lokal di Jurusan PGSD Salman Alparis Sormin; Yonarlianto Tembang; Muktamar Umakaapa; Cipto Duwi Priyono
Jurnal Basicedu Vol 7, No 1 (2023): February
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4320

Abstract

Bahan ajar menjadi bagian yang amat penting dari kegiatan belajar dan mengajar termasuk salah satunya adalah bahan ajar konsep dasar pendidikan IPS bermuatan kearifan lokal sebagai proses analisis kebutuhan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah ataupun universitas. Penulisan artikel ini bertujuan untuk  mengetahui analisis kebutuhan bahan ajar konsep dasar IPS di jurusan PGSD Universitas Musamus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualititatif dengan jenis pendekatan survei yang dilakukan pada bulan November-Desember 2022 di program studi Pendidikan Guru Sekolah dasar Universitas Musamus kota Merauke. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 66 mahasiswa semester dua program studi pendidikan guru sekolah dasar Universitas Musamus yang mengikuti mata kuliah konsep dasar IPS. Responden penelitian ini sebesar 43 orang yang dipilih secara acak. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan angket. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrument lembar observasi dan kuesioner. Hasil penelitian  menunjukan bahwa lebih dari 30% mahasiswa belum mampu berpartisipasi belajar  karena belum adanya bahan ajar yang dapat digunakan sebagai pegangan oleh mahasiswa PGSD universitas musamus yang bermuatan tentang  karakter lokal. Pembelajaran budaya lokal di Merauke masih dilakukan secara terpisah dengan pembelajaran tematik. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat kebutuhan bahan ajar ilmu pengetahuan sosial (IPS) yang bermuatan karakter lokal pada jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
METODE MIND MAPPING UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS MENULIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KESEHATAN Since Lince Betaubun; Agus Kichi Hermansyah; Adi Sumarsono; Ratna Purwanty; Yonarlianto Tembang
Musamus Journal of Primary Education Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/musjpe.v1i1.843

Abstract

Abstrak: Banyaknya referensi hasil penelitian dapat dijadikan tolak ukur dan pengambilan alternatif baru dalam proses pembelajaran. Penelitian ini didasarkan bukan mencari alasan permasalahan dalam proses pembelajran tetapi memberikan salah satu solusi sebagai alternatif metode pembelajaran khususnya untuk meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa pada materi kesehatan mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Tujuan spesifik dalam penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas menulis dan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar kelas IV SD Negeri 2, kabupaten Merauke yang berjumlah 34 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan.Hasil penelitian ini adalah penggunaan metode Mind Mapping pada awalnya siswa masih enggan dan bingung dalam mengikutinya, akan tetapi selanjutnya siswa merasa senang dengan mengeluarkan imajinasi dalam bentuk gambar Mind Mapping. Berdasarkan data kuantitatif sebagai data yang memperkuat fakta lapangan, melalui observasi pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan berdasarkan acuan KKM Sekolah. Pada siklus I nilai di atas KKM sebesar 46% dan Nilai di bawah KKM sebesar 54 %. Sedangkan peningkatan pada siklus II nilai di bawah KKM 17% dan nilai di atas KKM 83%. Siklus dalam penelitian ini dihentikan dikarenakan sudah tercapainya peningkatan sesuai dengan indikator ketuntasan. Kesimpulan dari penelitian Metode Mind Mapping dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa karena siswa dapat melihat, mencontoh, mempraktekkan serta dapat memahami sendiri dari materi yang dijelaskan oleh guru. Metode Mind Mapping sesuai digunakan dalam pembelajaran siswa Sekolah Dasar karena melibatkan gambar yang berwarna-warni, serta melatih siswa dalam meningkatkan kreativitasnya. Hasil belajar siswa menjadi meningkat karena daya kognitif siswa diasah dan dituliskan kembali dalam bentuk peta pikiran yang terstruktrur. Hal ini membuktikan bahwa sesuai dengan masanya siswa belajar akan bersifat menetap jika sambil melakukannya.Kata Kunci: Metode Mind Mapping, Sekolah Dasar.
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Media LKPD untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas VII pada Mata Pelajaran IPA Julita; Puji Hartono; Ahmad Syarifuddin; Yonarlianto Tembang; Minuk Riyana; Retno Wuri Sulistyowati
Mimbar Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2023): January
Publisher : Undiksha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mpi.v4i1.55540

Abstract

Kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas 7 yang mengakibatkan semangat belajar mereka kurang optimal. Hal ini disebabkan oleh kesulitan guru dalam memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan tingkat keaktifan belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan media Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan McTaggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 7A di sebuah SMP di Provinsi Papua Selatan. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap tingkat keaktifan siswa selama pembelajaran, melibatkan guru mata pelajaran, dan seorang observer melalui platform Zoom Meeting. Hasil observasi digunakan untuk mengukur tingkat keaktifan siswa, dengan analisis perbandingan antara siklus I dan siklus II. Penerapan model pembelajaran project based learning berbantuan media LKPD terbukti efektif, menunjukkan peningkatan signifikan dari 25% keaktifan siswa pada siklus I menjadi sekitar 70% pada siklus II. Implikasi penelitian ini memberikan referensi bagi guru dan sekolah dalam meningkatkan metode pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa, yang berpotensi meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di masa depan.