Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Teewan Journal Solutions

Program Pelaksanaan Manajemen Pengelolaan Sampah Di Daerah Wisata Kota Sabang Tahun 2023 Muhammad Teguh Ramadhan; Zubir; Fajriansyah; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/1248yb52

Abstract

Partisipasi masyarakat merupakan salah satu faktor keberhasilan program kesehatan lingkungan, dan peningkatan jumlah sampah di masyarakat dapat menimbulkan ancaman bagi manusia dan lingkungan.  Semua pihak harus diikutsertakan, namun ini adalah pilihan yang baik. Menyadari potensi untuk mengubah sampah menjadi produk dan layanan kreatif sebagai bagian dari pengelolaan sampah yang baik. Salah satu cara untuk mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan adalah dengan menerapkan prinsip 3R: kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seperti apa pengelolaan sampah di kawasan wisata Kota Sabang pada tahun 2023. Jenis penelitian ini menggunakan metode observasional dengan desain penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data utama adalah dengan melakukan wawancara kepada pegawai Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Percantik (DLHK) Kota Sabang, dan menggunakan metode total sampling sehingga diperoleh jumlah responden sebanyak-banyaknya 77 orang. Pengujian yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk mengetahui seperti apa pengelolaan sampah di kawasan wisata Kota Sabang pada tahun 2023. Dari hasil penelusuran, tingkat timbulan sampah sebesar 61,0% tidak memenuhi syarat, tingkat pemisahan sampah 100% tidak memenuhi syarat, dan tingkat pengumpulan sampah sebesar 97%. Wisatawan kota Sabang 4% memenuhi syarat, pengangkutan sampah 100% memenuhi syarat, pembuangan sampah 66,2% memenuhi syarat, pembuangan sampah 100% memenuhi syarat, unsur pengelolaan sampah 98,7% tidak memenuhi syarat daerah. 2023.   Kata kunci : Manajemen Pengelolaan Sampah, Wisata Sabang
Pemanfaatan Media Sosial Untuk Penanganan Stunting di Puskesmas Kota Banda Aceh Novida; Halizasia, Gadis; Riansyah, ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/xfj2cg32

Abstract

Latar Belakang: Paparan media sosial merupakan sumber pengetahuan penting untuk menghindari malnutrisi. Media sosial juga efektif meningkatkan perilaku pencegahan stunting pada balita. Kota banda aceh merupakan salah satu kota smart city yang memiliki misi mewujudkan ekosistem perkotaan yang maju dengan sarana dan prasarana publik yang berkualitas dan terintegrasi dengan masyarakat yang sehat, toleran serta memiliki rasa kebersamaan yang kuat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media sosial apa saja yang dimiliki, paling sering digunakan, bagaimana proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan serta hambatan-hambatan apa saja yang didapati oleh petugas kesehatan dalam memberikan promosi kesehatan tantang penanganan stunting menggunakan media sosial milik puskesmas di kota Banda Aceh. Metode Penelitian: Dalam penelitian ini jenis penelitiannya yaitu kualitatif dengan pendekatan yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi Observasi,Wawancara dan Dokumentasi. Hasil: Jenis media sosial yang paling sering digunakan oleh pihak puskesmas untuk promosi kesehatan yaitu instagram, facebook dan whatsapp karena mudah untuk diakses oleh masyarakat. Bentuk realisasi puskesmas dalam melakukan planning (perencanaan) yaitu dengan adanya akun media sosial yang digunakan untuk melakukan promosi kesehatan meskipun belum secara maksimal dipergunakan untuk. Bentuk Organizing (pengorganisasian) yang dilakukan oleh pihak puskesmas yaitu menetapkan satu orang admin untuk diberikan tanggung jawab lebih mengelola media sosial. Bentuk Actuating (pelaksanaan) yang dilakukan oleh admin adalah berupa postingan-postingan yang di post di laman akun media sosial.  Bentuk Controlling (pengawasan) media sosial dilakukan langsung pihak puskesmas oleh kepala puskesmas. Kesimpulan: Puskesmas Kota Banda Aceh sudah mengupayakan melakukan promosi kesehatan menggunakan media sosial.   Kata kunci: Promosi Kesehatan, Media Sosial, Stunting, Sistem Manajemen  
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Brand Image Rumah Sakit Umum Sakinah Lhoksemawe, Aceh Riansyah, Ferdi; Taufik; Saputra, Irwan; Halizasia, Gadis
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 1 (2023): ,
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/b3mkm751

Abstract

sasaran pasar rumah sakit umum sakinah pada pengguna jasa pelayanannya itu adalah masyarakat luas yang diupayakan dan harus dipenuhi untuk mendapatkan pasar sasaran yang diinginkan. posisi produk harus dijaga dengan melihat pada potensi dalam pasar produk yang kompetitif harus dipertahankan sehingga menggenjot segmen pasar. rumah sakit umum sakinah juga mengharapkan agar masyarakat luas merasa puas dengan pelayanan yang diberikan sehingga konsumen memiliki persepsi masyarakat akan pelayanan yang diberikan. persepsi tersebut akan membentuk suatu brand image. brand image rumah sakit yang positif akan memberikan dampak positif dalam persepsi konsumen yang akan membantu kegiatan pemasaran rumah sakit. tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap brand image rumah sakit umum sakinah lhokseumawe pada pasien rawat inap. metode: penelitian ini dilakukan dengan menggunakan penelitian kuantitaif dengan pendekatan cross sectional dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat untuk menggambarkan sebaran dan proporsi, serta bivariat menggunakan chi square dan menggunakan analisis multivariate dengan regensi liner. hasil: penelitian ini menemukan adanya pengaruh kualitas pelayanan terhadap brand image rumah sakit faktor realibitas (reliability) p value = 0,001 dan or = 21,875, daya tanggap (responsiveness) p value = 0,005 dan or = 14,5, jaminan (assurance) p value = 0,000 dan or = 50,143, empati (empathy) p value = 0,001 dan or = 21,875, bukti fisik (tangibles) p value = 0,000 or = 29,25. faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap brand image rumah sakit umum sakinah lhokseumawe pada pasien rawat inap berdasarkan faktor kualitas pelayanan yaitu jaminan dengan p value = 0,006 dan or = 29,837 artinya brand image yang dijalankan rumah sakit umum sakinah lhokseumawe dengan berfokus pada faktor jaminan pada kualitas pelayanan akan 29,837 kali mempengaruhi pertimbangan pasien dalam memilih untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan rawat inap. kata kunci : kualitas pelayanan, brand image
Pengaruh Simulasi Bantuan Hidup Dasar Terhdap Pengetahuan dan Keterampilan Anggota PMR tingkat SMA di Banda Aceh Mastura, Mirda; Saputra, Mahruri; Malem, Rehmaita; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 3 (2024): Juni
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/fmw7c024

Abstract

Henti jantung / cardiac arrest merupakan keadaan yang ditandai dengan berhentinya fungsi jantung secara tiba–tiba pada seseorang akibat aktivitas kelistrikan jantung berhenti, hal ini disertai henti nafas, sehingga korban sangat terbatas untuk memberikan aliran darah dan oksigen yang memadai ke otak dan otot akhirnya menyebabkan kematian mendadak. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan tingkat pengetahuan dan keterampilan sebelum  dan sesudah Simulasi Bantuan Hidup Dasar dilakukan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Pre-eksperimental. Penelitian ini dilakukan di SMAN 3 Banda Aceh, pada tanggal 04 mei 2024 dengan total sampel diambil dari seluruh populasi yang berjumlah 30 orang. Adapun instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan lembar observasi untuk mengukur tingkat keterampilan. Hasil uji penelitian menggunakan uji wilcoxon didapatkan pada pengetahuan dan keterampilan tingkat kemaknaan (0.05) dengan nilai p yang diperoleh sebesar (0.000). Karena nilai (p) lebih kecil dari nilai (a) maka H1 diterima. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada pengaruh simulasi bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan dan keterampilan dengan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh simulasi bantuan hidup dasar terhadap pengetahuan dan keterampilan anggota PMR tingkat SMA di Banda Aceh. Diharapkan anggota PMR dapat melakukan tindakan BHD pada saat terjadi kejadian gawat darurat henti jantung.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Peningkatan Kepatuhan Pengobatan Dan Pencegahan Tbc Pada Anak Di UPTD Puskesmas Langkahan Nazari, Nuri; Lestari, Jayanti Ridha; Fajarina, Mira; Riansyah, Ferdi; Maulida, Maulida
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/tdncx403

Abstract

Penyakit Tuberkulosis  telah dikenal lebih dari satu abad yang lalu yakni sejak ditemukannya kuman penyebab Tuberkulosis oleh Robert Koch tahun 1882. WHO pada tahun 1993 mengatakan bahwa Tb sebagai suatu poblema kesehatan masyarakat yang sangat penting dan serius di seluruh dunia serta merupakan penyakit yang menyebabkan kedaruratan global (Global Emergency), karena satu dari tiga pendudujk dunia diperkirakan telah teinfeksi dengan Mycobacterium tuberkulosis (disebut juga Basil Tahan Asam=BTA) sebagai kuman penyebab TB yang dibuktikan dengan pemeriksaan Mantouxtes. Secara geografis kasus TBC terbanyak di Southeast Asia (45,6%), Afrika (23,3%) dan Western Pacific (17,8%), dan yang terkecil di Eastern Mediterranean (8,1%), The Americas (2,9%) dan Eropa (2,2%).Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantatif, dengan merumuskan hipotesis yang selanjutnya dilakukan pengujian statistik untuk menerima atau menolak hipotesis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan pengobatan pada pasien tuberculosis. Berdasarkan tabel diatas tentang dukungan instrumental menunjukkan bahwa dukungan instrumental kurang (10%) pada pasien yang tidak patuh lebih rendah dibandingkan dengan dukungan instrumental baik (57,1%) . Berdasarkan uji statistik, nilai p-value pada dukungan instrumental adalah 0,001 yang berarti memiliki hubungan yang bermakna antara dukungan instrumental dengan kepatuhan pengobatan tuberculosis.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Pada Anak Usia 1-2 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Kopelma Darussalam Mauliza, Riska; Fitria , Fitria; Riza , Nelva; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 1 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v57dse74

Abstract

In Indonesia , there are still many health problems , especially in the field of complete basic immunization, which should be prevented by providing complete basic immunization. If this infectious disease is not immediately prevented by giving complete basic immunizations to children, it will cause pain, disability, and even death to the sufferer. The purpose of the study is to find out the factors related to the provision of complete basic immunization at the age of 1-2 years in the working area of the Kopelma Darussalam Health Center . The research method is a Cross Sectional approach . The population in this study is all mothers who have children aged 1-2 years in the Kopelma Darussalam Health Center Working Area, which totals 217 people. Sampling in this study used a stratified random sampling technique of 68 respondents. This research has been carried out from July 10 to August 31, 2024 by distributing questionnaires. Data processing is carried out using SPSS. The results of this study were analyzed using univariate and bivariate analysis .The results of univariate analysis showed that the majority of children in the 1-year category were 45 children (66.2%), that the majority of maternal education in the primary education category was 41 mothers (60.3%), the majority of mothers in the non-working category were 59 mothers (86.8%), the majority of children with incomplete basic immunization were 45 children (66.2%), the results of the bivariate analysis showed the results of the P-value value 0.000 (<0.05) This shows that there is a relationship between maternal knowledge and the administration of basic immunization in children, a P-value of 0.013 (<0.05) was obtained, this means that there is a relationship between family support and the provision of basic immunization to children. It is recommended to mothers to increase their knowledge about health by providing complete basic immunizations to children.
Hubungan Self Esteem Ibu Dengan Status Gizi Anak Stunting Di Desa Lumut Dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah Arami, Melia Ayu; Saputra, Mahruri; Malem, Rehmaita; Riansyah, Ferdi
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ncytvn96

Abstract

Stunting merupakan sebuah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan, yang mengakibatkan tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya sebagai akibat dari masalah gizi kronis yaitu kekurangan asupan gizi yang memadai dalam jangka waktu yang lama.Berdasarkan pada buku (Alligood, 2017) menjelaskan bahwa konsep diri/harga diri (self esteem) akan berpengaruh untuk ibu mencapai perannya menjadi seorang ibu. Jika ibu telah mencapai perannya menjadi seorang ibu, anak yang di rawatnya akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara Self Esteem Ibu dengan Status Gizi Anak Stunting di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, pada tanggal 04 Juni 2024 dengan total sampel diambil dari seluruh populasi yang berjumlah 39 orang. Adapun instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur self esteem dan timbangan berat badan untuk mengukur status gizi. Hasil uji penelitian menggunakan uji chi square didapatkan pada self esteem dan status gizi (0.05) dengan nilai p yang diperoleh sebesar (0.000). Karena nilai (p) lebih kecil dari nilai (a) maka H1 diterima. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada hubungan antara self esteem Ibu dengan status gizi anak dengan nilai p value 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara self esteem Ibu dengan status gizi anak stunting di Desa Lumut dan Desa Reje Payung Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah.  
Keberlangsungan Dukungan Keluarga Dengan Peningkatan Pengobatan Tbc Di Uptd Puskesmas Langkahan Riansyah, Ferdi; Ramadana, Vintary Sari; Farida, Elly Kartika; Fajriansyah, Fajriansyah
Teewan Journal Solutions Vol. 2 No. 3 (2025): September
Publisher : Teewan Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bs688302

Abstract

Tuberculosis disease has been known more than a century ago, since the discovery of the germ that causes Tuberculosis by Robert Koch in 1882. However, Tuberculosis (TB) is still a health problem worldwide and is the leading cause of death caused by infectious diseases. WHO in 1993 said that TB is a very important and serious public health poblema around the world and is a disease that causes a global emergency, because one in three people in the world is estimated to have been infected with Mycobacterium tuberculosis (also called Acid-Resistant Bacillus = BTA) as the germ that causes TB as evidenced by the Mantouxtes examination. Geographically, the most TB cases are in Southeast Asia (45.6%), Africa (23.3%) and Western Pacific (17.8%), and the smallest in the Eastern Mediterranean (8.1%), The Americas (2.9%) and Europe (2.2%). This study uses a quantitative approach, by formulating a hypothesis which is then carried out statistical testing to accept or reject the hypothesis. This study aims to determine the relationship between family support and treatment adherence in tuberculosis patients. Based on the table above on instrumental support, it shows that less instrumental support (10%) in non-compliant patients is lower than good instrumental support (57.1%). Based on statistical tests, the p-value of instrumental support is 0.001 which means there is a meaningful relationship between instrumental support and tuberculosis treatment adherence.