Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : GRADIEN

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Betaglukan Dari Saccharomyces Cerevisiae Andriani, Yosie
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 3, No 1 (2007): (Januari 2007)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.26 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas antioksidan ekstrak betaglukan dari Saccharomyces cerevisiae padahewan coba tikus putih jantan galur Sparaque Dawley, dewasa, sehat dan memiliki aktivitas normal dengan bobotbadan antara 150-300 gram, Ekstrak betaglukan dari Saccharomyces cerevisiae isolate ragi tape dan ragi roti. Reagen Kit untuk analisis kolesterol diperoleh dari RandoxTM dan aktivitas antioksidan dilakukan dengan uji tiobarbiturat (TBA). Sebanyak 15 ekor tikus dikelompokkan menjadi 5, masing-masing terdiri dari 3 ekor. Kelompok A (non kolesterol) mengkonsumsi pakan standar, kelompok B (hiperkolesterolemia) mengkonsumsi pakan kolesterol danPTU, kelompok C dan D mengkonsumsi pakan kolesterol dan di cekok dengan betaglukan dari Saccharomycescerecisiae asal ragi roti dan ragi tape, dan kelompok E mengkonsumsi betaglukan standar. Pada awal percobaan tikus diadaptasi dengan pakan standar (20g/ekor/hari) dan minum air secara adlibitum sampai mencapai bobot antara 200- 300 g (relatif homogen). Pengambilan darah dilakukan pada akhir masa adaptasi (base line) yaitu pada hari ke-0, dan masa perlakuan yaitu pada hari ke-7, 14, 21, dan 28 guna analisis kolesterol darah, dan kadar lipid peroksida darah tikus putih. Setelah masa perlakuan dilanjutkan dengan wash out selama satu minggu. Setelah itu dilakukanpengukuran kadar kolesterol dan lipid peroksida darah tikus. Pemberian ekstrak betalukan dari Saccharomycescerevisiae isolat ragi roti, ragi tape dan beta glukan standar dengan dosis 1 mg/kgBB/hari mampu menekan kadarkolesterol darah tikus, serta mampu mencegah tingginya kadar lipid peroksida darah tikus. Hal ini mengindikasikanadanya aktivitas antioksidan dari ekstrak betaglukan yang digunakan.   
Pengaruh Ekstrak Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) Terhadap Bobot Badan Kelinci Yang Diberi Pakan Berlemak Andriani, Yosie
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 1, No 2 (2005): (Juli 2005)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.284 KB)

Abstract

Telah diteliti pengaruh ekstrak daun Jati Belanda (Guazuma Ulmifolia Lamk.) terhadap bobot badan (BB) hewan coba kelinci lokal jantan yang diberi pakan berlemak. Kelinci dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan masing-masing 5 ekor : Perlakuan kontrol (80 g/kgBB/hari), perlakuan ekstrak air (1 g/kgBB/hari), perlakuan ekstrak etanol (1g/kgBB/hari), perlakuan fraksi aktif steroid (0,15 g/kgBB/hari, setara dengan dosis1g/kgBB/hari). Perlakuan dilakukan selama 7 minggu, 3 minggu pertama dengan pakan yang mengandungkolesterol 0,25% saja tanpa lemak, 4 minggu terakhir selanjutnya kelinci diberi pakan berlemak yangmengandung kolesterol 0,25% dan minyak kelapa 5%. Bobot badan kelinci perlakuan kontrol relatif lebih rendahdibandingkan dengan ketiga perlakuan ekstrak, ini berhubungan dengan jumlah konsumsi kelompok perlakuanketiga ekstrak yang 3,9 % lebih besar dibandingkan kontrol yang hanya mengkonsumsi lemak saja. Hal inimengindikasikan ekstrak daun Jati Belanda tidak mampu menekan pertambahan bobot badan kelinci.