Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

THE POTENTIAL OF THE AGRICULTURAL AND NON-AGRICULTURAL SECTORS FOR ECONOMIC GROWTH REGION IN BEKASI CITY Beatrice, Beatrice; Setiawan, Johan; Anggraeni, Dian; Sariyoga, Setiawan
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol. 18 No. 2 (2024): Agribusiness Journal
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aj.v18i2.41934

Abstract

This study aims to analyze the sectoral dynamics in the Bekasi City economy, focusing on the relative contribution of the agricultural and non-agricultural sectors to regional economic growth. Through a quantitative approach, using Location Quotient and Shift-Share analysis, this study identifies the shift in economic structure from the primary sector towards the secondary and tertiary sectors. The results show that the non-agricultural sector, especially trade and services, is increasingly dominant in driving the economic growth of Bekasi City. This finding indicates the importance of economic diversification and increasing the competitiveness of leading sectors in supporting sustainable development in Bekasi City. This research provides implications for the formulation of more effective regional economic development policies.
Analisis Preferensi Konsumen dalam Memilih Kedai Kopi di Kecamatan Tanjung Priok Jakarta Utara Dewi, Arina Kartika; Anggraeni, Dian; Sariyoga, Setiawan
Journal of Economics and Economic Education Vol. 1 No. 2 (2024): Journal of Economic and Economic Education
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jeee.v1i2.917

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menjamurnya usaha kedai kopi di Kabupaten Tanjung Priok. Persaingan saat ini semakin kuat dan ketat. Sehingga para pemilik usaha kedai kopi harus memiliki strategi yang kuat untuk menghadapi persaingan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemilik usaha adalah dengan mengetahui preferensi konsumen dalam memilih kedai kopi. Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah atribut apa saja yang membentuk preferensi konsumen dalam memilih kedai kopi di Kabupaten Tanjung Priok Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis preferensi konsumen dalam memilih kedai kopi di Kabupaten Tanjung Priok. Populasi dalam penelitian ini adalah setiap orang yang pernah berkunjung ke kedai kopi di Kabupaten Tanjung Priok, sedangkan sampel sebanyak 75 responden, dengan menggunakan metode Accidental sampling, jenis data yang digunakan adalah data primer, metode pengumpulan data kuesioner kepada konsumen yang berkunjung ke kedai kopi di Kabupaten Tanjung Priok. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Faktor. Berdasarkan teknik analisis faktor dengan menggunakan 6 atribut, hasil penelitian ini menghasilkan faktor-faktor penting bagi konsumen dalam memilih kedai kopi di Kabupaten Tanjung Priok yaitu: Pada faktor I yaitu Penampilan Kafe dan Produk memiliki nilai varians sebesar (41,222%) dimana nilai varians tersebut merupakan yang terbesar diantara faktor lainnya, Pada faktor II yaitu Fasilitas memiliki nilai varians sebesar (17,853%) dimana nilai varians kedua merupakan yang terbesar, Pada faktor III yaitu Harga memiliki nilai varians sebesar (10,027%) dimana nilai varians ketiga merupakan yang terbesar, Pada faktor IV yaitu Lokasi memiliki nilai varians sebesar (8,110%), dimana nilai varians keempat merupakan yang terkecil dibandingkan dengan faktor lainnya.
Peningkatan Kesejahteraan Mansyarakat Melalui Kegiatan Pembinaan UMKM Makanan Ringan Di Wilayah Tangerang Silaswara, Diana; Parameswari, Rinintha; Kusnawan, Agus; Anggraeni, Dian; Ginny, Puti Lenggo
Abdi Dharma Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.719 KB) | DOI: 10.31253/ad.v1i2.702

Abstract

This activity is hold to Maximize and motivate the society of Tangerang city businessman of MSME. However the development is used to give solution of capital, marketing, product design and legality and motivation. The purpose of this training is to improve MSME Management Management, which is expected to increase its business in marketing products and using E-Commerce optimally.In this training, the on the spot method to the business field is used, the method of observation, discussion, and experience of the trainer and condition now days. The method of discussion and question and answer, as well as the provision of materials and practices for improving business planning management marketing management management (E- Commerce). Several participants were also asked to explain the results of their business plans. The hope is that the results of the evaluation of 30 training participants generally show an increase in knowledge and understanding after being given Marketing and E-commerce materials to improve the management of MSME management in Tangerang City
Nilai Tambah Pengolahan Jamur Tiram Menjadi Jamur Crispy: Studi Kasus CV. Khaira Buana Mas Silfi Safinah; Sumantri Tresna Ari; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa Vol 7, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jipt.v7i2.36691

Abstract

Jamur tiram memiliki keunggulan karena mudah dibudidayakan dan diminati sebagai sumber protein alternatif. Namun, komoditas ini bersifat mudah rusak sehingga memerlukan pengolahan pascapanen untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai jual. Produk olahan seperti jamur krispi menjadi salah satu inovasi untuk menciptakan nilai tambah. Kabupaten Kulon Progo memiliki potensi besar dalam produksi jamur tiram yang mendorong tumbuhnya agroindustri lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) proses pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi, (2) nilai tambah yang dihasilkan, dan (3) pendapatan dari kegiatan pengolahan. Penelitian dilaksanakan di CV Khaira Buana Mas pada bulan Oktober 2024 hingga April 2025 dengan menggunakan metode deskriptif melalui survei dan studi kasus. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis nilai tambah dengan metode Hayami, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan dilakukan secara semi-modern dengan pendekatan industri rumah tangga. Nilai tambah yang dihasilkan sebesar Rp 96.212 per kilogram dengan rasio 48%, yang menunjukkan bahwa usaha pengolahan jamur tiram menjadi jamur krispi termasuk dalam kategori usaha bernilai tambah tinggi. Oyster mushrooms have the advantage of being easy to cultivate and are in demand as an alternative protein source. However, this commodity is highly perishable and requires post-harvest processing to extend shelf life and increase market value. Processed products such as crispy mushrooms serve as an innovative solution to create added value. Kulon Progo Regency has great potential for oyster mushroom production, which has encouraged the growth of local agro-industries. This study aims to analyze (1) the processing of oyster mushrooms into crispy mushrooms, (2) the added value generated, and (3) the income from processing activities. The research was conducted at CV Khaira Buana Mas from October 2024 to April 2025 using a descriptive approach through surveys and a case study. The analysis included descriptive analysis, value-added analysis using the Hayami method, and income analysis. The results showed that processing was carried out semi-modernly using a home-industry approach. The added value generated amounted to IDR 96,212 per kilogram with a ratio of 48%, indicating that the oyster mushroom processing business falls into the high value-added category.
POTENSI DAN PERGESERAN PADA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI BANTEN Kevin Chandra Dio; Aris Supriyo Wibowo; Dian Anggraeni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i2.23891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi sektor pertanian dalam struktur ekonomi Provinsi Banten serta mengkaji prospek pertumbuhannya berdasarkan pergeseran struktural yang terjadi selama periode 2015–2024. Sektor pertanian memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan, menyediakan lapangan kerja, dan mendorong pembangunan berbasis potensi lokal. Namun, transformasi struktural yang terus berlangsung seiring pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi peranan sektor ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan apakah sektor pertanian berfungsi sebagai sektor basis atau non-basis, serta analisis Shift-Share untuk menilai dinamika perubahan dan kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010 selama periode 2015–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sebagian besar wilayah Provinsi Banten, sektor pertanian diklasifikasikan sebagai sektor non-basis, yang mengindikasikan kontribusi relatif lebih kecil terhadap perekonomian daerah dibandingkan rata-rata nasional. Meskipun demikian, analisis shift-share menunjukkan bahwa di beberapa wilayah, sektor pertanian tetap menunjukkan pertumbuhan positif, yang mengindikasikan adanya potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Oleh karena itu, meskipun mengalami pergeseran, sektor pertanian tetap memiliki arti strategis dan perlu didukung melalui kebijakan pembangunan yang menekankan keunggulan lokal dan keberlanjutan,
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM Bolu Pisang Ibu Onih Alya Assyifa Fajrin; Dian Anggraeni; Sulaeni Sulaeni; Yeni Budiawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 13, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v13i1.22676

Abstract

Pengendalian persediaan merupakan aspek krusial dalam operasional usaha, terutama yang menggunakan bahan baku mudah rusak (perishable raw materials) seperti produk pertanian. UMKM Bolu Pisang Ibu Onih menggunakan bahan baku pisang ambon lumut yang mudah busuk, dan dalam operasionalnya, UMKM ini pernah mengalami kerugian akibat persediaan yang berlebih dan membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah persediaan dan frekuensi pemesanan bahan baku pisang ambon lumut yang optimal untuk meminimalisir kerugian dan meningkatkan efisiensi usaha. Metode yang digunakan adalah model Economic Order Quantity (EOQ) yang dimodifikasi untuk produk mudah rusak (EOQ Perishable), disertai dengan perhitungan Safety Stock (SS), berdasarkan data operasional selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan model EOQ, jumlah persediaan optimal adalah 371 kg per pemesanan, frekuensi pemesanan sebanyak 91 kali per tahun, dan jumlah persediaan pengaman (Safety Stock) yang dibutuhkan adalah 285 kg. Penerapan model EOQ ini terbukti dapat menurunkan total biaya persediaan sebesar Rp 3.761.468.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU EMPING MELINJO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) Fariq F Anwar; Suherna; Dian Anggraeni; Yeni Budiawati
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 16 No 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v16i1.6415

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana Perusahaan X mengelola persediaan bahan baku melinjo serta mengevaluasi efisiensi metode Economic Order Quantity (EOQ) dibandingkan dengan praktik pengelolaan persediaan tradisional. Pengendalian persediaan yang tepat diperlukan agar kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi secara optimal sekaligus meminimalkan biaya persediaan yang timbul selama kegiatan produksi. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu menentukan kebijakan persediaan secara lebih efisien sesuai kebutuhan perusahaan. Penelitian ini dilakukan dari April hingga Mei 2026 di Perusahaan X dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara, survei, dan tinjauan dokumen. Berdasarkan analisis EOQ yang dilakukan untuk tahun 2025, jumlah pesanan optimal untuk bahan baku melinjo adalah 13.415 kilogram per pesanan, dengan frekuensi empat pesanan setiap tahun. Selain itu, perusahaan perlu menyimpan persediaan pengaman sebesar 1.742 kilogram dan menetapkan titik pemesanan ulang pada 2.294 kilogram. Analisis lain menunjukkan bahwa biaya persediaan secara keseluruhan berdasarkan metode EOQ mencapai Rp 2.856.546 pada tahun 2025. Temuan ini menunjukkan bahwa metode EOQ merupakan pilihan yang lebih efisien dalam mengelola persediaan dibanding metode tradisional yang saat ini diterapkan oleh Perusahaan X.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM Bolu Pisang Ibu Onih Alya Assyifa Fajrin; Dian Anggraeni; Sulaeni Sulaeni
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.22617

Abstract

Inventory control is a crucial aspect of business operations, especially those that use perishable raw materials such as agricultural products. UMKM Bolu Pisang Ibu Onih uses ambon lumut banana as raw materials, which are prone to spoilage. In its operations, this MSME has experienced losses due to excess inventory and spoilage. This study aims to determine the optimal amount of inventory and frequency of ordering ambon lumut banana to minimize losses and improve business efficiency. The method used is a modified Economic Order Quantity (EOQ) model for perishable products (EOQ Perishable), accompanied by Safety Stock (SS) calculations, based on operational data for one year. The results of the study show that with the application of the EOQ model, the optimal inventory quantity is 371 kg per order, the ordering frequency is 91 times per year, and the required safety stock is 285 kg. The application of the EOQ model has been proven to reduce total inventory costs by IDR 3,761,468.