Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penyuluhan Kebiasaan Hidup Sehat Selama Masa Pandemi COVID-19 dan Pelatihan Pembuatan Sediaan untuk Mencuci Purwaniati Purwaniati; Denni Fransiska; Helena Marpaung; Emma Emawati; Kania Fajarwati
Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM UNIVERSITAS ISLAM KADIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2472.528 KB) | DOI: 10.32503/cendekia.v3i1.1583

Abstract

Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga kini. Hal ini “memaksa” seluruh masyarakat untuk menerapkan new normal dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dibawah air mengalir atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker di area publik dan social distancing, menjadi keharusan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya mengedukasi masyarakat berkenaan dengan new normal tersebut. Kegiatan ini juga ditujukan sebagai upaya peningkatan kemandirian masyarakat dalam pemenuhan produk untuk mencuci yang sangat diperlukan oleh setiap rumah tangga. Rangkaian kegiatan yang dilakukan pada bulan September-Oktober 2020 ini terdiri dari: sosialiasi, pretest, penyuluhan (edukasi) protokol kesehatan pandemi COVID-19, pelatihan pembuatan sediaan untuk mencuci, post-test dan penutupan. Pelatihan pembuatan sediaan untuk mencuci meliputi: pembuatan deterjen cair, pelembut pakaian dan sabun cuci tangan. Dengan pelatihan tersebut masyarakat secara individu atau berkelompok selanjutnya dapat memproduksi sendiri sediaan untuk mencuci untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Berdasarkan hasil pretest-post-test kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan masyarakat mitra. Masyarakat mitra juga sangat terbantu dan berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.
Identifikasi Minyak Kedelai yang Ditambahkan dalam Produk Minyak Zaitun dengan Metode Kromatografi Gas–Spektroskopi Massa Purwaniati - Purwaniati; Zuhroul Fauziatul Umri; Winasih Rachmawati
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.388 KB) | DOI: 10.24252/djps.v2i2.11486

Abstract

Buah zaitun dikenal sebagai tanaman rempah yang memiliki nilai jual yang tinggi di pasar dunia karena kandungan asam lemaknya yang bermanfaat untuk tubuh. Produk minyak zaitun dapat dikonsumsi secara langsung. Mahalnya harga minyak zaitun murni menyebabkan adanya adulterasi minyak zaitun dengan jenis minyak nabati lainnya, seperti minyak kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kemurnian minyak zaitun dan mengidentifikasi penambahan minyak kedelai pada produk minyak zaitun dipasaran. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan, meliputi preparasi sampel, ekstraksi buah zaitun dengan metode konvensional dan ekstraksi biji kedelai dengan sokletasi, serta analisis komponen minyak zaitun murni dan minyak zaitun yang dicampur dengan minyak kedelai dengan metode kromatografi gas – spektroskopi massa (KGSM). Hasil analisis persen susut pengeringan dan rendemen buah zaitun berturut-turut sebesar 2,14% dan 97,85%. Sedangkan persen susut pengeringan dan rendemen biji kedelai berturut-turut sebesar 0,79% dan 99,20%. Hasil analisis dengan metode KGSM menunjukan bahwa minyak zaitun dan minyak zaitun yang dicampur dengan minyak kedelai memberikan rasio asam linoleate/oleat (rasio l/o) yang berbeda. Minyak zaitun murni mempunyai kandungan asam linoleat yang jauh lebih kecil dibandingkan asam oleatnya (rasio l/o = 0,0703) sebaliknya, minyak kedelai mengandung asam linoleate yang jauh lebih besar daripada asam oleatnya (rasio l/o = 1,3029). Rasio l/o tersebut dapat digunakan untuk menilai kemurnian minyak zaitun. Dari tiga sampel produk minyak zaitun yang diuji, hanya 1 sampel yang memiliki rasio l/o seperti pada minyak zaitun murni.
Molecular Docking Study on COVID-19 Drug Activity of N-(2-phenylethyl)methanesulfonamide Derivatives as Main Protease Inhibitor Purwaniati - Purwaniati
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v3i1.13945

Abstract

The aim of this research is to find potential new compounds that are potential to be developed as COVID-19 drugs with a mechanism to inhibit the main protease (Mpro) enzyme from the COVID-19 virus. The method used molecular docking with the AutodockTools 1.5.6 program and continued with the prediction of pharmacokinetic profiles and toxicity with the help of the PreADMET application. Inhibition potential was assessed based on the binding energy value and the inhibition constant. Research showes that natural ligand (N-(2-phenyl-ethyl) methanesulfonamide), S1, S3, S7, and S9 were compounds that provide inhibitory activity against Mpro enzymes which were more potent than lopinavir as a comparison. The binding energy and inhibition constants of natural ligands, S1, S3, S7, and S9 are lower than comparative compounds, respectively -1.61 kcal/mol and 66.26 mM. ADMET prediction shows that these potential compounds still need improvement in terms of pharmacokinetics and toxicity.
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMANFAATAN HERBAL UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA SISWA SMP Suhardiman, Aris; Patonah; Marliani, Lia; Purwaniati; Maulana, Mamay
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.376

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan gangguan kesehatan yang lazim ditemukan di dalam masyarakat. Bakteri dan virus merupakan 2 kelompok mikroorganisme yang paling sering menjadi penyebab ISPA. Faktor imunitas yang rendah menjadi pendukung utama seseorang mudah terinfeksi ISPA ini. Musim kemarau dan polusi udara juga turut memperparah penyebaran ISPA. Batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, kesulitan bernafas merupakan gejala-gejala yang paling sering ditemukan pada penderita ISPA. ISPA dapat menular melalui berbagai media seperti: udara, air, makanan dan sentuhan pada benda yang terkontaminasi mikroba penyebab ISPA, menyebabkan ISPA sangat mudah menyebar luas. Upaya promotif dan preventif persebaran ISPA yang masiv diharapkan akan efektif mencegah penyebarluasan ISPA yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan tentu saja menurunkan angka kesakitan masyarakat. Disamping itu upaya kuratif pada kelompok yang sudah terinfeksi tentu juga harus dilakukan. Mitra yang dituju adalah kalangan remaja siswa SMP, hal ini disebabkan masih kurangnya mendapatkan edukasi dan informasi tentang ISPA. Metode dalam pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan edukasi, penyuluhan dan pengolahan herbal yang digunakan untuk mencegah ISPA. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi terkait aspek edukasi promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative, skrining ISPA dengan cara ceramah, diskusi dan sesi tanya jawab. Selain itu diberikan pelatihan pengolahan herbal untuk pencegahan ISPA. Kesimpulan siswa dan tenaga pengajar setelah diberikan edukasi dapat mengetahui, memahami serta ketrampilan dalam pengolahan herbal yang digunakan untuk ISPA.
In silico study of Sambiloto (Andrographis paniculata) compounds from GC-MS and LC-MS/MS as alpha-glucosidase and DPP-4 enzyme inhibitor Kusriani, Herni; Purwaniati, Purwaniati; Bintang, Muhamad Ilham
Pharmaciana Vol. 14 No. 3 (2024): Pharmaciana
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/pharmaciana.v14i3.26643

Abstract

Diabetes mellitus is a group of metabolic diseases characterized by hyperglycemia, impaired insulin secretion, and insulin action. To overcome this disease, some people treat it with natural ingredients. Sambiloto (Andrographis paniculata) is reported to have a wide range of pharmacological activities, one of which is anti-diabetic. Sambiloto showed activity in lowering blood glucose which has the potential as an antidiabetic. Computational methods, such as molecular docking, can increase the effectiveness and reduce the cost of searching for new active compounds. The purpose of this study was to determine the component compounds contained in the ethanol extract of Sambiloto and obtain the potential compounds to inhibit the alpha-glucosidase and DPP-4 enzymes as anti-diabetics with molecular docking method. Sambiloto leaves were macerated for 3 x 24 hours using ethanol 96% as a solvent and concentrated with an evaporator. Sambiloto extract was analyzed using LC-MS, and GC-MS. In-silico analysis includes geometry optimization and molecular docking methods. Preparation of the test ligands was carried out by the ChemBioDraw Ultra and ChemBio3D applications, then optimization by Gaussian 09 application. The crystal structures of the target proteins used were those with PDB ID 5NN8 for alpha-glucosidase and 2QOE for DPP-4. Molecular docking was performed using Autodock 4.2.3 application. From analysis with LC- MS/MS and GC-MS methods, 18 compounds were identified. Molecular docking was performed on the identified compounds. The results of molecular docking showed that the compound S17 (11-(P- Bromoanilino)-5H-Dibenzo [B,E] [1,4] Diazepine), S1 (andrographolide) and S2 (andrographanin) have the potential to inhibit the activity of alpha-glucosidase enzyme; on the other hand S17 (11-(P-Bromoanilino)-5H-Dibenzo [B,E][1,4]Diazepine) and S5 (andrographolactone) have the potential to inhibit the activity of DPP-4 enzyme. These compounds have the potential to inhibit alpha- glucosidase and DPP-4 enzymes which act as antidiabetics.
Edukasi Kesehatan dan Pemanfaatan Herbal untuk Pencegahan dan Pengelolaan Hipertensi di Kabupaten Bandung Patonah Patonah; Aris Suhardiman; Lia Marliani; Purwaniati Purwaniati; Mamay M Sobandi; Jajang Japar Sodik
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2128

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada edukasi kesehatan dan pemanfaatan herbal untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi di Kabupaten Bandung. Program ini dirancang untuk mengatasi tingginya prevalensi hipertensi melalui pendekatan promotif dan preventif. Kegiatan edukasi meliputi seminar kesehatan interaktif, demonstrasi praktis penggunaan herbal, serta skrining kesehatan yang mencakup pengukuran tekanan darah, glukosa, kolesterol, dan asam urat. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat, di mana persentase peserta dengan pemahaman memadai tentang hipertensi meningkat dari 19% menjadi 72%. Selain itu, peserta mulai menerapkan perilaku hidup sehat, seperti mengurangi konsumsi garam dan meningkatkan aktivitas fisik. Pengenalan herbal seperti jahe, kunyit, dan seledri memberikan alternatif strategi pengendalian tekanan darah yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan ilmu pengetahuan modern. Inisiatif ini menunjukkan efektivitas intervensi berbasis komunitas secara holistik dalam meningkatkan hasil kesehatan masyarakat dan pentingnya program edukasi kesehatan yang berkelanjutan. Health Education and Herbal Utilization for Hypertension Prevention and Management in Bandung Regency This community service program focused on health education and herbal utilization for the prevention and management of hypertension in Bandung Regency. The program was designed to address the high prevalence of hypertension through promotive and preventive approaches. Activities included interactive health seminars, practical demonstrations on herbal utilization, and health screenings for blood pressure, glucose, cholesterol, and uric acid levels. The results showed a significant improvement in community knowledge, with the percentage of participants with adequate understanding of hypertension increasing from 19% to 72%. Additionally, participants adopted healthier behaviors, such as reducing salt intake and increasing physical activity. The introduction of herbal remedies, including ginger, turmeric, and celery, offered alternative strategies for blood pressure control, integrating local wisdom with modern science. This initiative demonstrated the effectiveness of holistic community-based interventions in improving public health outcomes and underscored the importance of sustainable health education programs.
Inovasi Pengolahan Tanaman TOGA Jahe menjadi Minuman Granul Fungsional Bernilai Kesehatan dan Ekonomi Lestari, Kharina Septi; Asnawi, Aiyi; Purwaniati, Purwaniati; Pahlevi, Muhamad Reza; Aligita, Widhya; Kosasih, Kosasih
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v7i1.1240

Abstract

RW 09 Cipadung Kidul Panyileukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kelompok warga yang telah memiliki Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), namun pemanfaatannya masih terbatas untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jahe sebagai komoditas utama TOGA belum dikembangkan menjadi produk bernilai tambah karena keterbatasan pengetahuan, keterampilan teknis, serta pemahaman mengenai aspek higienitas, pengemasan, dan potensi ekonomi produk herbal. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan TOGA melalui pengolahan jahe menjadi minuman granul fungsional yang praktis dan memiliki nilai jual. Metode pelaksanaan mencakup edukasi mengenai manfaat jahe dan keamanan pangan, pelatihan teknis pembuatan minuman granul jahe secara higienis, serta pendampingan dalam proses pengemasan dan penyimpanan produk. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test, post-test, dan observasi langsung terhadap peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi minuman granul jahe, tersedianya produk contoh siap saji, serta tersusunnya modul panduan pembuatan produk. Selain itu, kegiatan ini juga dipublikasikan melalui berbagai media dan difasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap inovasi yang dihasilkan. Melalui program ini, diharapkan kesehatan masyarakat dapat meningkat sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Potensi Farmakologi Tanaman Kratom (Mitragyna speciosa Korth.): Review Wulan Maulani Suryanti; Purwaniati Purwaniati; Entris Sutrisno
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 1 (2026): Januari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i1.34965

Abstract

Indonesia sebagai negara tropis memiliki keragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman kratom (Mitragyna speciosa Korth.) yang dikenal memiliki aktivitas farmakologis potensial. Studi ini bertujuan untuk meninjau aktivitas farmakologis kratom melalui kajian literatur deskriptif dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan mencari artikel-artikel yang memuat informasi tentang aktivitas farmakologi kratom. Hasil kajian menunjukkan bahwa kratom memiliki beragam aktivitas farmakologis, antara lain antinosiseptif, antikanker, antimikroba, antidiabetes (penghambatan α-glukosidase), analgesik, ansiolitik, antiinflamasi, dan antidepresan. Senyawa utama dalam kratom, seperti mitraginin dan 7-hidroksimitraginin, memiliki peran penting dalam aktivitas terapeutiknya. Namun, meskipun demikian, bukti ilmiah yang ada masih terbatas, terutama dalam hal evaluasi preklinis dan klinis yang terstandarisasi. Penggunaan kratom juga masih menimbulkan kekhawatiran terkait potensi ketergantungan dan efek psikoaktif yang berisiko. Kesimpulannya, kratom memiliki potensi besar sebagai terapi alternatif, namun penggunaan kratom harus disertai dengan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi keamanan jangka panjang, dosis yang optimal, dan regulasi yang tepat.
Integrated LC-HRMS Metabolite Profiling and Multitarget Molecular Docking of Ginggiang (Leea aequata L.) Constituents Against Antidiabetic Targets Purwaniati, Purwaniati; Susanti, Emy
Sciences of Pharmacy Volume 5 Issue 3 (2026)
Publisher : ETFLIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58920/sciphar0503688

Abstract

Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a metabolic disorder with complex pathophysiological pathways involving multiple physiological factors. Therefore, multitarget therapy has become one of the most rational therapeutic approaches for the management of T2DM. Ginggiang (Leea aequata L.) is a medicinal plant reported to contain various bioactive compounds with potential antidiabetic activity. This study aimed to explore the multitarget antidiabetic potential of the ethanolic extract of Ginggiang leaves through liquid chromatography–high-resolution mass spectrometry (LC-HRMS) analysis followed by molecular docking studies. LC-HRMS analysis was performed to identify compounds in the extract, while molecular docking studies were conducted to evaluate potential interactions between the identified compounds and multiple antidiabetic targets. The concentrated extract obtained by maceration using 96% ethanol was analyzed using LC-HRMS. The annotated compounds were subsequently used as test ligands in molecular docking studies. Molecular docking was performed using AutoDock 4.2.3 against α-glucosidase (PDB ID: 5NN8), SGLT2 transporter protein (PDB ID: 8HEZ), and DPP-4 enzyme (PDB ID: 5T4B). LC-HRMS analysis successfully annotated 31 compounds in the ethanolic extract of Ginggiang leaves. Molecular docking results suggested that catechin gallate and 2-amino-1,3,4-octadecanetriol exhibited favorable docking scores against all three target proteins and may be considered potential multitarget antidiabetic compounds. Several other compounds also showed favorable interactions with one or more targets. The results indicate that Ginggiang leaf ethanol extract may serve as a potential source of bioactive compounds for antidiabetic drug discovery. Nevertheless, further studies, including molecular dynamics simulations and experimental validation, are required to confirm these findings.