Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PENGARUH WOBBLE BOARD DAN CALF RAISE EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN STABILITAS ANKLE PADA PEMAIN BINTANG FUTSAL ACADEMY KARAWANG: Differences In The Influence Of Wobble Board And Calf Raise Exercise On Increasing Ankle Stability In Bintang Futsal Academy Karawang Players Amal, Muhammad Niltal; Fariz , Achmad; Halimah , Nurul; Pradita , Angria
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 10 No. 2 (2024): JIKep | Juni 2024
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v10i2.1911

Abstract

Pendahuluan: Ankle merupakan bagian penting dalam aktivitas olahrag futsal, ankle menjadi tumpuan setiap pemain melakukan gerakan, jika terjadi cedera ankle dan menyebabkan gangguan stabilitas ankle maka dapat mempengaruhi performa pemain saat melakukan olahraga futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh Wobble Board dan Calf Raise Exercise terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain Bintang Futsal Academy Karawang. Metode : Metode penelitian menggunakan quasi eksperimental dengan membandingkan dua kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan 1 diberikan Wobble Board dan kelompok perlakuan 2 diberikan Calf Raise Exercise dilakukan di Bintang Futsal Academy Karawang. Responden dalam penelitian ini adalah 20 responden dengan menggunakan teknik berupa purposive sampling kemudian dibagi ke dalam dua kelompok berbeda. Alat ukur penelittian yang digunakan yaitu Standing Stork Test. Uji Analisa data akhir menggunakan Uji Shapiro Wilk dan Lavene’s Test dengan menggunakan program aplikasi SPSS versi 23. Periode waktu penelitian dilakukan selama 4 minggu pada bulan Juli hingga Agustus 2023. Hasil : Hasil penelitian ini dengan uji paired sampel T-tes pada kedua kelompok, pada kelompok 1 didapatkan perubahan nilai mean pre-test yaitu 22,50 ± 7,906 menjadi 48,00 ± 8,563 pada saat post-test, nilai p=0,000 (p<0,05). Sedangkan pada kelompok 2 didapatkan perubahan nilai mean pre-test yaitu 21,50 ± 8,182 menjadi 34,00 ± 7,746 pada saat post- test, nilai p=0,000 (p<0,05). Pada hasil uji Independent T-test yang menunjukkan nilai p=0,001<0,05 yang berarti bahwa terdapat perbedaan efektifitas pada kedua kelompok terhadap peningkatan stabilitas ankle pada pemain Bintang Futsal Academy Karawang Kesimpulan: Latihan dengan metode Wobble Board lebih efektif daripada Calf Raise Exercise dalam peningkatan stabilitas ankle pada pemain Bintang Futsal Academy Karawang.
Ankle strategy exercise dapat meningkatkan keseimbangan dinamis lansia di kelurahan Menteng kecamatan Jekan Raya kota Palangka Raya Endaryanto, Agung Hadi; Hermawan, Candra; Sartoyo, Sartoyo; Halimah, Nurul
Jurnal Sport Science Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um057v13i2p57-64

Abstract

Ankle Strategy Exercise merupakan sebuah intervensi latihan berupa gerakan yang terkontrol dan bersifat berpusat pada pergelangan kaki sehingga otot postural tubuh  akan aktifkan secara optimal. Gangguan keseimbangan pada lansia adalah suatu keadaan yang dimana sorang lansia tidak mampu lagi untuk mempertahankan posisi tubuhnya  dalam posisi tegak  jika keseimbangan postural lansia tidak terkontrol secara baik maka akan mengakibatkan gangguan keseimbangan dan resiko jatuh yang tinggi. Ankle Strategy Exercise diharapkan dapat berefek untuk peningkatan keseimbangan pada tubuh lansia dengan cara meningkatkan kekuatan anggota gerak bawah secara aktif dan tepat. Penelitian ini menggunakan One group pre dan post test design dengan jumlah sampel 30 orang responden berusia 60-70 tahun, terdiri atas jeis kelamin  laki-laki sebanyak 10 orang dan jenis kelamin perempuan sebanyak 20 orang. Pemberian latihan dengan dosis repetisi 10 hitungan sebanyak 5 kali ( 1 set ) sebanyak 3 set , waktu 5 menit, tiap set istirahat 1 menit dan frekuensi 3X seminggu selama 1 bulan., latihan ini menggunakan alat ukur keseimbangan yang bernama  Timed Up and Go Test.. Hasil uji t berpasangan menunjukkan signifikansi = 0,000 < 0,05 maka terlihat adanya pengaruh pemberian latihan ankle Strategy Exercise terhadap keseimbangan pada lansia di Kelurahan Menteng Kecamatan Jekanraya Kota Palangka Raya, sedangkan rata-rata yang dihasilkan setelah melaksanakan latihan adalah adalah 25,83 < 32,80 sehingga dari nilai yang didapat tersebut dapat diartikan adanya perbedaan tingkat keseimbangan sebelum dan setelah diberikan latihan.
Pengaruh Penilaian Formatif Berbasis Quizizz terhadap Hasil Belajar Siswa Halimah, Nurul; Nofitri, Fifi; Fitria, Yanti
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4571

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil penilain formatif yang tergambar dari hasil belajar siswa. Untuk itu diperlukan alat penilaian yang berdampak terhadap hasil belajar siswa, salah satunya Quizizz. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan apakah hasil belajar siswa dipengaruhi oleh alat penilaian Quizizz. Metodologi eksperimental dan post-test only control design digunakan dalam penyelidikan ini. Siswa  kelas VI dari SDN 33 di Kalumbuk berpartisipasi dalam pembelajaran, 15 di kelompok kontrol dan 15 di kelompok eksperimen. Analisis data yang digunakan meliputi analisis tes hasil belajar, tes normalisasi dan tes hipotesis. Uji-t digunakan untuk menguji hipotesis, sering disebut sebagai uji-t sampel independen. Temuan mengungkapkan rata-rata skor penilaian formatif kelas eksperimen menggunakan Quizizz lebih tinggi yaitu 84,40, dibandingkan dengan rata-rata skor penilaian formatif kelas kontrol dengan tes tertulis yaitu 73,13. Hasil uji-t digunakan untuk menghitung Sig. 0,000 < 0,05 dan t-score 6,737 > t-tabel 2,048. Kesimpulannya, hasil tes tertulis dan tes formatif di Quizizz terdapat perbedaan. Hasilnya, terdapat pengaruh antara penilaian formatif menggunakan media Quizizz terhadap hasil belajar siswa SD kelas VI.
Hubungan Modal Sosial Dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor Halimah, Nurul; Budhiana, Johan; Sanjaya, Waqid
JURNAL WACANA KESEHATAN Vol 9, No 2 (2024): Desember
Publisher : AKPER Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52822/jwk.v9i2.661

Abstract

Indonesia merupakan negara rentan bencana, contohnya ialah bencana tanah longsor karena di sebabkan oleh keadaan geografis, dibutuhkan untuk mengetahui hubungan modal sosial atas kesiapan masyarakat untuk mengenali bencana tanah longsor pada diskusi jangka Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi. Kesiapsiagaan kalau kita merupakan unsur penting dalam kegiatan pra pencegahan. Modal sosial yang mempunyai sifat organisasi sosial contohnya norma, jaringan peserta keyakinan sebagaimana fasilitasi perilaku serta kerjasama bagi keuntungan bersama. Desain penelitian menerapkan korelasional yang mengimplementasikan cross sectional. Populasinya di sini merupakan seluruh masyarakat pada Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi dan sampelnya yakni 373 responden lewat teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan melalui teknik kuisioner dan analisa data yang diterapkan ialah somers’D. Dominan responden mempunyai modal sosial dengan kategori tinggi serta kesiapsiagaan kategori ini hampir siap di mana nilai p valuenya yakni 0,000 artinya tidak lebih dari 0,05 di mana ada hubungan antara modal sosial dan kesiapsiagaan. Kesimpulannya yakni ada hubungan modal sosial dengan kesiapsiagaan untuk menangani bencana tanah longsor di Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung kabupaten Sukabumi. Disarankan kepada Desa Cijangkar Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi untuk melaksanakan Pendidikan informasi serta pelatihan supaya masyarakat lebih siaga serta paham untuk menghadapi bencana tanah longsor.
EVALUASI CAKUPAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS DAN LOW BACK PAIN DI RUMAH SAKIT JAJARAN KESEHATAN ANGKATAN DARAT TAHUN 2024 Agung Kurniawan, Kartika; Efendi, Arief; Halimah, Nurul
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.37862

Abstract

Layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di1 Indonesia mencakup berbagai jenis perawatan untuk penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan kanker. Pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia yang dikelola oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat. Program JKN bertujuan untuk memberikan akses kesehatan universal bagi seluruh warga Indonesia, namun masih menghadapi tantangan seperti defisit anggaran dan ketimpangan distribusi tenaga medis. Osteoarthritis (OA) dan Low Back Pain (LBP) adalah dua kondisi kesehatan yang memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup individu dan beban sistem kesehatan. Layanan JKN di Indonesia mencakup osteoartritis dan nyeri pinggang melalui pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, termasuk pengobatan sesuai kebutuhan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif evaluatif yang menganalisis fenomena yang terjadi secara alami di lapangan. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk.II seluruh Indonesia pada bulan Januari hingga bulan Maret 2024. Data yang diamati adalah data berupa jumlah kunjungan pasien dalam 3 bulan dengan prosedur pengumpulan data menggunakan data sekunder dengan beberapa tahap yaitu melihat dari data rekam medis, Laporan manajemen rumah sakit, dan dokumen BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 99% pasien OA dan LBP di Rumah Sakit Jajaran Kesehatan Angkatan Darat (RS JKA) terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, sementara hanya 1% adalah pasien umum. Hal ini menunjukkan JKN telah memberikan cakupan yang cukup baik terhadap pasien OA dan LBP di rumah sakit jajaran kesehatan Angkatan Darat (RS AD).
Effect of Combination of Kinesio Tapping and Stretching Exercise on Changes in Flexibility in Low Back Pain Patients Sumpena, Fajar; Halimah, Nurul; Pradita, Angria; Fariz, Achmad
COMPETITOR: Jurnal Pendidikan Kepelatihan Olahraga Vol 16, No 3 (2024): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/cjpko.v16i3.65484

Abstract

Low back pain includes various types of pain such as nociceptive, neuropathic, and neoplastic, which are often interrelated. The various elements that make up the lumbar spine, such as soft tissues, vertebrae, zygapophyseal and sacroiliac joints, intervertebral discs, and neurovascular structures, can experience different stresses. Each of these elements, either individually or together, can contribute to the onset of low back pain. This study aims to determine the effect of a combination of Kinesio tapping and stretching exercises on changes in flexibility in patients with low back pain at Koesnadi Bondowoso Hospital. This research is quasi-experimental with a one-group pretest-posttest design. This study was conducted at Koesnadi Bondowoso Hospital from June to July 2024. The study population was all patients with low back pain with decreased flexibility at Koesnadi Bondowoso Hospital. The study sample was patients with low back pain with decreased flexibility at Koesnadi Bondowoso Hospital who met the inclusion and exclusion criteria totaling 32 samples. Primary data were collected through direct interviews followed by examination. Data analysis using the Wilcoxon test. Based on the results of the analysis, it is known that there is an effect of Kinesio Tapping and Stretching Exercise on Changes in Flexibility in Low Back Pain Patients at Koesnadi Bondowoso Hospital. Based on the results of the study, it is recommended for further researchers to conduct research with a larger sample.
Pengaruh Neuro Senso Motorik Terhadap Kemampuan Motorik Anak Umur 1-3 Tahun pada Pasien Development Delay di Surabaya: The Effect of Neuro Senso Motoric on the Motor Skills of 1-3 Year Old Children in Development Delay Patients in Surabaya Saputra, Indra Kurniari Anggi Hari; Halimah, Nurul; Sartoyo, Sartoyo; Fariz, Achmad
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1908

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Anak usia 1-3 tahun merupakan periode perkembangan yang sangat penting dalam kehidupan seorang anak. Pada rentang usia ini, anak sedang aktif mengembangkan berbagai kemampuan motoriknya, baik yang berhubungan dengan gerakan kasar maupun gerakan halus. Kemampuan motorik anak pada usia ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk faktor neurosensorik yang melibatkan interaksi antara sistem saraf dan sensorik dalam mengatur gerakan tubuh. Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, inervensi fisioterapi berupa neuro senso motorik diharapkan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan motorik anak usia 1-3 tahun. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh neuro senso motorik terhadap kemampuan motorik anak umur 1-3 tahun pada pasien development delay di Surabaya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan desain penelitian mengacu pada one group pretest-posttes. Penelitian ini dilaksanakan di Surabaya pada Juni sampai Agustus 2024, yang diawali dengan pengumpulan sampel, pemeriksaan variabel pasca intervensi hingga penyusunan laporan. Populasi merupakan pasien dengan keterlambatan motorik dengan umur 1-3 tahun pada pasien development delay di surabaya. Populasi yang akan di teliti 15 pasien yang home visit. Sampel merupakan keseluruhan populasi pasien dengan keterlambatan motorik di surabaya. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat. Hasil: Ada pengaruh neuro senso motorik terhadap kemampuan motorik anak umur 1-3 Tahun pada pasien development delay di Surabaya; diperoleh skala kemampuan motorik sebesar 5,47 (lebih kecil lebih baik) pada penderita development delay sebelum neuro senso motorik; diperoleh skala kemampuan motorik sebesar 3,07 (lebih kecil lebih baik) pada penderita development delay sesudah neuro senso motorik; serta terdapat perbaikan nilai kemampuan motorik sebesar 2,40 pada penderita development delay sebelum dan sesudah pemberian neuro senso motorik. ABSTRACT Background: Children aged 1-3 years are a very important developmental period in a child's life. In this age range, children are actively developing various motor abilities, both those related to gross and fine movements. Children's motor abilities at this age are influenced by various factors, including neurosensory factors that involve the interaction between the nervous and sensory systems in regulating body movements. With the right and consistent approach, physiotherapy intervention in the form of neuro senso motor is expected to provide significant benefits for the motor development of children aged 1-3 years. Objective: To determine the effect of neuro senso motor on the motor skills of children aged 1-3 years in development delay patients in Surabaya. Method: This study is a pre-experimental study with a research design referring to one group pretest-posttes. This study was conducted in Surabaya from June to August 2024, which began with sample collection, post-intervention variable examination to report preparation. The population is patients with motor delays aged 1-3 years in development delay patients in Surabaya. The population to be studied is 15 patients who are home visiting. The sample is the entire population of patients with motor delays in Surabaya. The data analysis used is univariate and bivariate analysis. Results: There is an effect of neuro senso motor on the motor skills of children aged 1-3 years in development delay patients in Surabaya; obtained a motor ability scale of 5.47 (smaller is better) in patients with development delay before neuro senso motor; obtained a motor ability scale of 3.07 (smaller is better) in patients with development delay after neuro senso motor; and there is an improvement in motor ability scores by 2.40 in patients with development delay before and after neuro senso motor administration.
Pengaruh Kombinasi Short Wave Diathermy (SWD) dan Pasif Stretching Piriformis Terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien dengan Piriformis Syndrome di RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong: Effect of Combination of Short Wave Diathermy (SWD) and Passive Stretching Piriformis on Pain Reduction in Patients with Piriformis Syndrome at Bhayangkara Hospital Pusdik Sabhara Porong Jatmiko, Rizki Priyo; Fariz, Achmad; Halimah, Nurul; Hargiani, Fransisca Xaveria
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.1916

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sindrom Piriformis adalah bagian dari nyeri punggung bawah dan linu panggul sekunder akibat terjebaknya saraf skiatik pada otot piriformis oleh tingkat skiatik yang lebih besar. Sampai saat ini angka kejadian piriformis belum diketahui secara pasti, namun prevalensi piriformis syndrome bervariasi antara rentang usia 20-60 tahun, namun penelitian terbaru menunjukkan adanya pergeseran timbulnya piriformis syndrome pada rentang usia 30-40 tahun yang ditandai dengan rasa nyeri pada pinggang, punggung bagian bawah hingga bokong dan paha yang terjadi karena pemendekan atau spasme pada M. piriformis sehingga menghasilkan penekanan pada saraf sciatic. Skiatika menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi Short Wave Diathermy (SWD) dan pasif stretching piriformis terhadap skor nyeri pada pasien Ischialgia di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimental dengan desain penelitian yang mengacu pada one group pretest-posttest. Peneliti memberikan pre-test nyeri kepada sampel yang akan diberi perlakuan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan berupa Short Wave Diathermy (SWD) dan pasif tretching piriformis. Setelah selesai melakukan perlakuan, peneliti memberikan post-test nyeri. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Jawa Timur di Poliklinik Rehabilitasi Medik, pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2024 yang diawali dengan pengambilan sampel sampai dengan pemeriksaan variabel pasca intervensi, dengan jumlah populasi sebanyak 30 orang, dan sampel sebanyak 25 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai nyeri pretest sebesar 7,08±1,412 dan post test sebesar 3,20±1,616. Hal ini menunjukkan adanya penurunan nyeri yang signifikan pada penderita Ischialgia. Hasil uji paired t-test didapatkan nilai p = 0,000<0,05. Hal ini berarti ada pengaruh kombinasi Short Wave Diathermy (SWD) dan pasif stretching piriformis terhadap nyeri pada penderita. ABSTRACT Background: Piriformis Syndrome is part of Low back pain and secondary Sciatica due to the trapping of the sciatic nerve in the piriformis muscle by a greater level of sciatic. Until now, the incidence of piriformis is unclear, but the prevalence of piriformis syndrome varies between the age range of 20-60 years, but recent research shows a shift in the onset of piriformis syndrome in the age range of 30-40 years which is characterized by pain in the waist, lower back to buttocks and thighs that occurs due to shortening or spasm in M. piriformis so that it produces compression of the sciatic nerve. Sciatica causes great pain. Objective: This study aims to determine the effect of a combination of Short Wave Diathermy (SWD) and passive stretching piriformis on pain scores in Ischialgia patients at Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong Hospital. Method: This study is a quasi-experimental study with a research design that refers to one group pretest-posttest. Researchers gave a pain pre-test to the sample to be treated. Then the researchers conducted treatment in the form of Short Wave Diathermy (SWD) and passive piriformis tretching. After completing the treatment, the researcher gave a pain post-test. This study was conducted at Bhayangkara Pusdik Sabhara Hospital in Porong, East Java at the Medical Rehabilitation Polyclinic, from June to October 2024, starting with sampling until the examination of post-intervention variables, with a population of 30 people, and a sample of 25 people. Results: The results showed a pretest pain value of 7.08 ± 1.412 and a post test of 3.20 ± 1.616. This shows a significant decrease in pain in patients with Ischialgia. The results of the paired t-test test obtained a value of p = 0.000 <0.05. This means that there is an effect of a combination of Short Wave Diathermy (SWD) and passive stretching piriformis on pain in patients.
EFEK TENS DAN WILLIAM FLEXION TERHADAP FUNGSIONAL DAN NYERI PADA PASIEN MYOGENIC LOW BACK PAIN Maharani, Louise gabriella Kurnia; Halimah, Nurul; Sartoyo, Sartoyo; Fariz, Achmad
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.8987

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang disebabkan oleh ketegangan atau stres pada otot punggung, tendon, dan ligamen. Nyeri ini biasanya muncul saat melakukan aktivitas sehari-hari yang berlebihan. Nyeri punggung bawah perlu mendapat perhatian karena dapat menjadi masalah seperti hilangnya waktu kerja, penurunan produktivitas kerja. Myogenic low back pain dapat diatasi dengan kombinasi TENS dan William Flexion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kombinasi Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan william flexion terhadap peningkatan fungsional dan penurunan nyeri pada pasien nyeri punggung bawah miogenik. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimental. Dengan desain penelitian mengacu pada satu kelompok pretest-posttest. Peneliti memberikan pre-test fungsional dengan Oswetry Disability Index (ODI) dan nyeri dengan VAS pada pasien Myogenic low back pain kepada sampel yang akan diberikan perlakuan. Kemudian peneliti melakukan perlakuan berupa T ENS dan William Flexion. Setelah selesai perlakuan, peneliti memberikan post-test fungsional dengan ODI dan nyeri dengan VAS pasien nyeri pinggang miogenik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya. Populasi Penelitian adalah 105 pasien nyeri pinggang miogenik di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya yang datang ke Instalasi Rehabilitasi Medik. Sampel merupakan bagian populasi pasien nyeri pinggang miogenik di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya sebanyak 20 pasien. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan fungsional dan penurunan nyeri setelah dilakukan pemberian intervensi berupa Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan william flexion. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan william flexion terhadap peningkatan fungsional dan penurunan nyeri pada pasien Myogenic low back pain di Rumah Sakit Gotong Royong Surabaya.
PENGARUH KOMBINASI SQUAT EXERCISE DAN PLANK EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN LINGKAR PINGGANG DAN PAHA PADA SISWA SMAK BHAKTI LUHUR MALANG Malik, Yuliana Motu; Pradita, Angria; Halimah, Nurul; Fao, Yohanes Deu
Kieraha Medical Journal Vol 6, No 2 (2024): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v6i2.9021

Abstract

Lingkar paha dan pinggang merupakan indikator penting dalam menilai kesehatan remaja karena berkaitan dengan risiko obesitas, penyakit kardiovaskular, dan kondisi metabolik. Lingkar pinggang yang besar menunjukkan penumpukan lemak visceral, yang berisiko tinggi terhadap diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Pada remaja, obesitas sering ditandai dengan lingkar pinggang yang tinggi, menunjukkan akumulasi lemak abdominal yang berbahaya. Pemantauan lingkar paha dan pinggang membantu mengidentifikasi pola pertumbuhan yang membutuhkan intervensi, serta mencerminkan gaya hidup dan kebiasaan makan. Aktivitas fisik dan pola makan seimbang sangat penting dalam menjaga kesehatan. Selain itu, ukuran lingkar paha dan pinggang dapat mempengaruhi kesehatan mental remaja terkait harga diri dan tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi squat exercise dan plank exercise terhadap perubahan lingkar pinggang dan lingkar paha pada siswa SMAK Bhakti Luhur Malang. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimental dengan desain penelitian mengacu pada one group pretest-posttest. Sampel penelitian satu kelompok perlakuan dengan pemberian kombinasi plank exercise dan squat exercise untuk kelompok perlakuan. Pengukuran lingkar pinggang dan paha diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, peneliti memberikan post-test pengukuranlingkar pinggang dan paha. Populasi Penelitan adalah siswa kelas X di SMAK Bhakti Luhur Malang sebanyak 60 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas X di SMAK Bhakti Luhur Malang sebanyak 20 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan analisis diketahui terdapat pengaruh kombinasi squat exercise dan plank exercise terhadap perubahan lingkar pinggang dan lingkar paha pada siswa SMAK Bhakti Luhur Malang.
Co-Authors Achmad Fariz Achmad Fariz Achmad Fariz Achmad, Fariz Agata Sukha Kartika Agung Hadi Endaryanto Agung Hadi Endaryanto Agung Hadi Endaryanto Agus Purnomo Rijal Kurniawan Agustiani S, Ani Ahyuni Ainun, Nurul Alvina Rahmawati Amal, Muhammad Niltal Andy Setyawan Anggi Kurniawati Angrita Pradita Ani Agustiani S Apriana Rahayuningsih Arie Wicaksono Arie Wicaksono Arief Efendi Arief Efendi, Arief Arifiyanto, Ahmad Syarwani Arintika, Andis Puspita Asiyah Binti Supri Astuti Asriyanah, Asriyanah Atmojo Budi Prasetyo, Tri Bagus Abdul Rozaq Budhiana, Johan Candra Hermawan Candra, Kristian Ady Christian, Gideon May Dayanara Elsa Amedika Desyandri Desyandri Devi Ayu Trisnaningrum Dio Putra Mahardhika Duwi Ana Tiara Tiara Elok Ghina Fadhilah Emi Aprilyanti Fao, Yohanes Deu Faris, Achmad Fariz , Achmad Fariz, Achmad Fau, Yohanes Fauziah, Rahmah Ghinha Febriantama, Mohammad Dhany Fitria, Yanti Fitriania, Fitriani Fransisa Xaferia Hargiani Fransisca Xaferia Hargiani Fransisca Xaveria Hargiani Geby Sarawati Geby Sarawati Harnoko Hadiyanto Hamdi Hamdi Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransisca Xaveria Hargiani, Fransisca Xavier Indrati Indrati Irdamurni Jamilatus Sholeha Jatmiko, Rizki Priyo Johana Prity Karini Wahyuningrum, Esti Kartika Agung Kurniawan Kasimbara, Rachma Putri Kastalani, Kabid Kurniawan, Kartika Agung Kurniawati Kurniawati kusuma, fitria ary L. Lisnawati Laurentius Gigih Hari Utomo Maharani, Louise gabriella Kurnia Malik, Yuliana Motu Margareta, Lorensia Dodin Moh Mujibus Sauqi Mokhtar Jamil Mufarokha, Hanim Mursidah Mursidah, Mursidah Nada, Faricha Qotrun Natalia, Christovani Eva Nofitri, Fifi Novistianasari, Florida Nugraha, Dani Maulana Nur Aini Pradipta, Angria Pradita, Angria Prasetiyo, Bagus Dadang Prasetyo, Samuel Prasetyo, Samuel Vincentius Dani Prity, Johana Provisa Redy Fernando Rachma Putri Kasimbara Rachma Putri Kasimbara Retno Widaningrum Rianingtyas, Valensia Risa Puspita Sari Rizky Pratama Putra Rochadi Kristiningrum, Rochadi Ronaldo Patti Pelohy, Riko Rulyana, Nindi Rusdinal Sahrul, Sahrul Sanjaya, Waqid Sanjoyo, Mas Nugroho Dudi Saputra, Indra Kurniari Anggi Hari Sari, Wulan IR Sartoyo Satria Aji Dewantara Setiawan Edi Kriswanto Sumpena, Fajar Tirtha Ayu Paramitha, Tirtha Ayu Tri Atmojo Budi Prasetyo Tristia Nurul Hasanah Vincentia Kristanti Vivin Aini Zahroh Usmawanti Wahyu Oni Kurniawan Wahyu Tejakusuma, Wahyu Wahyu, Ardhiles Wardoyo, Pospo Wardoyo, Puspo Widyaningtyas, Erlina Windy Arief Wicaksana Winingsih, Suwarni Wiwik Yuliati Yohanes Deo Fau Yosep Ruslim Yuda Kristiawan Yuliati, Wiwik