Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BUAH LUWINGAN (Ficus hispida L.f) SEBAGAI ANTIDIABETES PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Wiratma, Dicky Yuswardi; Yudhistira, Yudhistira; Marpaung, Jon Kenedy
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan tentang tumbuhan obat merupakan budaya bangsa yang diwariskan secara turun temurun. Obat tradisional dalam bahan kimia alam mengandung senyawa-senyawa yang dikenal dengan metabolit sekunder. Senyawa-senyawa metabolit sekunder tersebut memiliki khasiat yang berbeda-beda, sehingga mendorong pentingnya penggalian sumber obat-obat tradisional dari bahan alam salah satunya dari tanaman Luwingan (Ficus hispida L.f). Tujuan: Untuk mengetahui apakah buah Luwingan (Ficus hispida L.f) memiliki aktivitas serta berapa konsentrasi yang efektif sebagai antidiabetes. Metode: Buah luwingan akan diekstraksi dengan menggunakan pelarut etanol. Menggunakan metode eksperimental dengan desain penelitian purposive sampling. Tikus di induksi aloksn dengan dosis 150mg kg/BB secara intraperitoneal. Sampel darah diukur dengan strip tes darah gluco Dr dan hasil kadar glukosa darah dianalisis dengan one way ANOVA. Hasil: Hasil uji pemberian ekstrak etanol buah luwingan (Ficus hispida L.f) memiliki aktivitas antidiabetes pada tikus putih jantan galur wistar yang di induksi aloksan dengan variasi konsentrasi 20% dapat menurunkan KGD 240,8 mg/dL, 40% menurunkan KGD 246 mg/dL dan 60% menurunkan KGD 248,4 mg/dL. Simpulan: Ekstrak etanol buah luwingan dapat menjadi alternatif terapi karena efektivitasnya dalam menurunkan kadar gula darah. Konsentrasi 60% memiliki aktivitas penurunan kadar glukosa darah yang paling baik jika dibandingkan dengan 3 konsentrasi yang di uji. Ekstrak etanol buah luwingan ini memiliki efektivitas yang mendekati glibenklamid sebagai kontrol positif.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob) TERHADAP Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Marpaung, Jon Kenedy; Suharyanisa, Suharyanisa; Simbolon, Lampita Putri
Jurnal Farmanesia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmanesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit infeksi menjadi kelompok penyakit yang terjadi karena infeksi virus, infeksi bakteri, dan infeksi parasit. Infeksi ini dapat merugikan berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan dan ekonomi baik secara individu dan nasional. Daun Kirinyuh digunakan sebagai obat luka, demam, bantuk, dan menghentikan pendarahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus dengan berbagai konsentrasi. Hasil: Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas pada bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis pada 5 konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Berdasarkan data hasil uji statistik Kruskal-Wallis daun Kirinyuh konsentrasi 25% pada penghambatan pertumbuhan Staphylococcus epidermidis didapati hasil 9,467 dan pada penghambatan pertumbuhan Staphylococcus aureus didapati hasil 8,003. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Kirinyuh dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi terbaik sebesar 25%.