Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pengelolaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII Di SMP Negeri 1 Gaung Kecamatan Gaung Kabupaten Indragiri Hilir Hawa, Nur; Ali Murtopo; Nur Komariah
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Pengelolaaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Pada Kurikulum Merdeka Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VII di SMP Negeri 1 Gaung Kuala Lahang serta faktor pendukung dan penghambat, jenis penelitian kualitatif deskriptif, metode pengumpulan data yaitu obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan penyajian data dan penarikan kesimpulan, sedangkan Teknik keabsahan data menggunakan data triangulasi. Hasil penelitian ini adalah: pertama, menunjukkan bahwa pengelolaan proyek P5 dilakukan dengan tiga tahap yaitu: tahap perencanaan, dilakukan asesmen awal untuk mengetahui kesiapan dan potensi peserta didik serta menetapkan strategi pelaksanaan proyek. Tahap pelaksanaan difokuskan pada keterlibatan aktif peserta didik melalui kegiatan berbasis proyek, didukung asesmen formatif serta pendekatan kolaboratif, observatif, dan eksperimental. tahap evaluasi dilakukan melalui asesmen sumatif yang menilai hasil dari segi produk, proses, dan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila yang berkembang, dengan strategi evaluasi yang reflektif dan menyeluruh. Secara keseluruhan, pengelolaan proyek P5 dalam pembelajaran IPA tidak hanya mendukung kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat karakter peserta didik sesuai dimensi Profil Pelajar Pancasila, serta menjadi praktik baik dalam penerapan Kurikulum Merdeka secara kontekstual dan bermakna. Kedua, faktor pendukung yaitu: komitmen seluruh warga sekolah, sarana dan prasarana, dan keterlibatan aktif peserta didik. Faktor penghambat yaitu: perbedaan pemahaman antar guru dan keterbatasan waktu akibat padatnya jadwal.
Strategi Kebijakan Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Animo Masyarakat Di MTS Nailus Sa’adah Dusun Sumber Harapan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Krida, Darma; Asmariani; Ali Murtopo
Jurnal Pelita Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam meningkatkan animo masyarakat di MTs Nailus Sa’adah Dusun Sumber Harapan Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahap, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepala madrasah telah menerapkan strategi yang terencana dan terstruktur, meliputi analisis kebutuhan, sosialisasi ke sekolah-sekolah, menjalin kerja sama internal dan eksternal, menyelenggarakan pelatihan peningkatan kualitas guru, serta melibatkan guru dalam pengambilan keputusan. Strategi ini dilaksanakan dengan fokus pada peningkatan prestasi siswa, motivasi belajar, dan layanan pendidikan yang lebih baik. Evaluasi strategi dilakukan melalui peninjauan faktor internal dan eksternal, pengukuran capaian prestasi, dan tindakan korektif. Strategi yang digunakan bersifat agresif, yaitu proaktif mendobrak hambatan untuk mencapai target madrasah. (2) Faktor pendukung meliputi dukungan guru, staf, orang tua, tokoh masyarakat, serta budaya kerja positif di madrasah. Komitmen pengembangan profesional guru dan partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan. Namun, masih terdapat hambatan seperti resistensi terhadap perubahan, kondisi ekonomi masyarakat yang relatif rendah, serta kesadaran pendidikan yang belum merata sehingga sebagian orang tua masih menganggap pendidikan cukup hingga tingkat dasar.