Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN MESIN PENYERUT UNTUK PENGOLAHAN REMPAH JAMU TRADISIONAL DI TANJUNG DUREN GROGOL JAKARTA BARAT Sobron Lubis; Alifya P. A; Silvester. L; Alif.A.H. Emilza; Silvi Ariyanti
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.915 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19898

Abstract

Minuman kesehatan yang terbuat dari bahan rempah atau yang dikenal dengan Jamu, dapat meningkatkan stamina untuk menjaga kesehatan tubuh. Salah seorang pembuat jamu di daerah tanjung duren adalah Ibu Sri Lestari Rahayu beliau melakukan aktivutas membuat jamu dimasa pandemik. Usaha jamu yang dirintis semasa Covid 19 semakin meningkat permintaan dari konsumen, namun tidak semuanya dapat terpenuhi oleh karena proses pengolahannya masih dilakukan secara manual, terutamanya pada penyerutan bahan baku rempah-rempah. Berdasarkan hal tersebut maka kegiatan PKM ini dilakukan. Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan penggunaan mesin penyerut. Bahan rempa yang terdiri dari jahe, sereh, kunyit dan jeruk lemon dengan yang masing-masing berat 1 kg. Kemudian dilakukan penyerutan dengan menggunakan mesin serut dengan tenaga penggerak motor listrik. Dari hasil proses penyerutan diperoleh waktu proses lebih cepat yaitu 15 menit berbanding sebelumnya 120 menit. Mesin yang digunakan tidak menimbulkan suara yang bising dan getaran yang rendah sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitarnya ketika proses pengoperasian. Hasil serutan rempah-rempah sangat halus. Jumlah rempah-rempah yang diproduksi dapat ditingkatkan sehingga permintaan konsumen dapat dipenuhi. Disamping itu dengan penerapan mesin penyerut dapat mengurangi tenaga pekerja.
PENINGKATAN MUTU KULIT KUE MOCHI PRODUK PADA INDUSTRI PANGAN DI SUKABUMI Silvi Ariyanti; Popy Yuliarty
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol. 5 No. 3 (2015): Volume 5 No 3 Novemberi 2015
Publisher : Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Indusri Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.443 KB) | DOI: 10.25105/jti.v5i3.1519

Abstract

Adanya tantangan yang dihadapi industri Mochi di Sukabumi saat ini adalah persainganpasar Mochi yang terus berkembang dengan bertambahnya kompetitor baru yangmenawarkan mochi yang berasal dari Korea dan Jepang dengan kualitas dan rasa yanglebih baik dari produk Mochi Sukabumi. Berdasarkan survey awal dan interview yangtelah dilakukan pada dua industri Mochi yang terdapat di Sukabumi, kekurangan dariproduk Mochi tersebut adalah tekstur dari adonan yang kurang baik dan ukuran yangtidak seragam. Adapun Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan rancang bangunmesin pengaduk pada proses pengadukan adonan kulit Mochi sehingga dengan mesin inidapat memperbaiki tekstur dari kulit Mochi yaitu lebih lembut dan halus. Setelahdilakukan Implementasi dengan menggunakan mesin mengaduk adonan Mochi adonanmenjadi lebih baik dan kelelahan pekerja dalam proses pengadukan adonan kulit Mochidapat dihilangkan.
Optimasi Parameter 3D Printing Terhadap Kualitas Produk Bahan Acrylonitrile Butadiene Styrene Sobron Yamin Lubis; Abrar Riza; Alvian Hartanto Wijaya; Silvi Ariyanti
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2023.v17i1.006

Abstract

Sebelum produk dibuat dalam jumlah massal, maka terlebih dahulu dibuat protoype, pembuatan prototype cepat (rapid prototyping) dapat dilakukan dengan 3D printing. Adalah penting untuk menghasilkan kondisi permukaan yang baik yaitu nilai kekasaran permukaan yang kecil menunjukkan kondisi permukaan benda kerja adalah baik. Pada proses 3D printing terdapat tiga parameter proses yang mempengaruhi kondisi permukaan benda kerja tersebut yaitu kecepatan cetak, temperatur  dan tebal layer. Untuk menghasilkan nilai kekasaran permukaan yang baik maka harus dapat ditentukan kombinasi parameter proses 3D printing yang optimal. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan. Penelitian dilakukan dengan metode ekseperimental. Percobaan dilakukan menggunakan mesin 3D printing, dan bahan yang digunakan sebagai filamen adalah Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS). Model didesain menggunakan software fusion 360 berbentuk sebuah piston. Eksperimen ini dilakukan dengan variasi parameter proses yaitu kecepatan printing 60,70, dan 80 mm/s, temperatur 240,250 dan 260 oC, dan tebal layer 0,1, 0,2, dan 0,3 mm.Untuk setiap hasil proses 3D printing dilakukan pengukuran kekasaran permukaan menggunakan surface roughness test. Nilai yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan metode Taguchi. Hasil yang diperoleh yaitu kombinasi parameter proses 3D pada  kecepatan pencetakan 60mm/s, temperatur pencetakan 240 °C, dan tebal layer 0.1 mm.
STUDY PERBANDING BIAYA PEMESINAN PADA PROSES DRILLING MENGGUNAKAN PAHAT HSS DAN KARBIDA Sobron Lubis; Steven Darmawan; Alifya Putri Askolani; Silvi Ariyanti
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.308 KB)

Abstract

Pada proses pembuatan suatu produk, terdapat  beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, seperti perhitungan waktu pemesinan, umur pahat serta biaya produksi.  Waktu pemesinan memberi pengaruh terhadap perhitungan biaya pemesinan.Perbedaan parameter potong merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi waktu pemesinan serta tingkat kecepatan keausan mata pahat. Semakin mata pahat cepat mengalami keausan maka mata pahat tersebut akan mengalami penggantian sehingga biaya pada mata pahat akan semakin tinggi, dan juga mempengaruhi biaya produksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbanding biaya produksi pada proses drilling dengan menggunakan dua jenis mata pahat yaitu HSS dan Karbida. Penelitian dilakukan dengan melakukan variasi parameter pemotongan dan pengamatan keausan yang terjadi pada kedua mata pahat dan mengukur waktu pemotongan yang dicapai, kemudian melakukan perhitungan biaya produksi dengan menggunakan persamaan biaya permesinan.Dari hasil penelitian dapat dinyatakan bahwa perbedaan parameter pemotongan sangat mempengaruhi waktu pemesinan serta biaya produksi. Pada jenis pahat HSS 1 sampai HSS 3 waktu pemesinan yang didapat 114,17 menit dengan biaya produksi Rp. 844.900, 103,36 menit dengan biaya produksi Rp. 935.200, 95,87 menit dengan biaya produksi Rp. 1.033.900 dan pada jenis pahat karbida 1 sampai karbida 3 waktu pemesinan yang diperoleh 109,18 menit dengan biaya produksi Rp. 1.052.900, 93,33 menit dengan biaya produksi Rp. 1.105.000, 80,8 menit dengan biaya produksi Rp. 1.169.500.
PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA (ALAT PENGERING DAN VACUUM SEALER) BAGI PENGRAJIN BAWANG GORENG DI KOTA MATSUM MEDAN Sobron Lubis; Steven Darmawan; Silvi Ariyanti
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.22578

Abstract

Fried onions are a compliment that is almost always present in food, has a fragrant aroma and a savory but slightly bitter taste but many people like it. Therefore, many housewives make this fried onion business, but in general, the manufacturing process is still done traditionally starting from peeling the skin, slicing, frying, slicing, and wrapping. A housewife who is in this fried onion business, Herni Susanti has been doing this business since 2019 but still uses the manual method. In her daily life, the processing of fried onions involves mothers who are around the house. Because this business is still new and started with a business capital that is not that big, the problem that arises in increasing production capacity is processing time, especially in the case of drying fried onions which is still done conventionally by drying on paper. Besides that, the packaging used still uses plastic tied with rubber, so the products produced are not neat and the storage time is limited. The results of discussions with business owners/partners show that there is a great desire to increase production capacity by speeding up drying time, and neater and more attractive packaging in line with the increasing market demand. Based on this, this activity was carried out by providing appropriate technology training, namely onion slicing machines and vacuum sealers. Training is carried out in theory and practice in using tools and handing over tools to Partners. The results achieved were that the draining time for fried onions was shorter, namely 30 seconds, and fried onions which were stored in a vacuum-sealed plastic wrap so that fried onions could be stored longer. The use of a slicing machine can shorten the drying process of fried onions and a vacuum sealer machine can wrap deep-fried onions. vacuum and tight packaging. Training and application of appropriate technology provide significant benefits to partners in efforts to increase production capacity and shorten processing time. ABSTRAK: Bawang goreng merupakan pelengkap yang hampir selalu ada pada makanan, memiliki aroma yang harum dan cita rasa yang gurih namun sedikit pahit tetapi banyak disukai. Oleh karena itu, banyak para ibu-ibu membuat usaha bawang goreng ini, namun umumnya proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional mulai dari pengelupasan kulit, pengirisan, penggorengan, penirisan, dan pembungkusan. Seorang ibu rumah tangga yang menggeluti usaha bawang goreng ini yaitu Herni Susanti, sudah melakukan usaha ini sejak tahun 2019 namun masih menggunakan metode tradisional tersebut, dalam kesehariannya untuk pengolahan bawang goreng ini melibatkan ibu-ibu yang berada di sekitar perumahan. Karena usaha ini masih baru dan dimulai dengan modal usaha yang tidak begitu besar, maka persoalan yang muncul dalam meningkatkan kapasitas produksi adalah waktu proses, terutamanya dalam hal pengeringan bawang goreng yang masih dilakukan secara konvensional dengan mengeringkan di atas kertas. Di samping itu kemasan yang digunakan masih menggunakan plastik yang diikat dengan karet, sehingga waktu penyimpanan produk terbatas. Hasil diskusi dengan pemilik usaha /mitra bahwa terdapat keinginan untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan mempercepat waktu pengeringan, kemasan yang lebih rapi dan menarik. Berdasarkan hal tersebut kegiatan ini dilakukan dengan memberikan pelatihan teknologi tepat guna yaitu mesin peniris bawang dan vacuum sealer. Pelatihan dilakukan secara teori dan praktik penggunaan alat serta penyerahaan alat kepada Mitra. Hasil yang dicapai adalah waktu penirisan bawang goreng lebih singkat yaitu 30 detik dan bawang goreng yang disimpan dalam plastik pembungkus vacuum dalam keadaan tertutup rapat sehingga bawang goreng dapat disimpan lebih lama.Pelatihan dan penerapan teknologi tepat guna memberi manfaat yang berarti kepada mitra dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi dan mempersingkat waktu proses.
Penentuan Parameter Proses Laser Cutting Terhadap Kekasaran Permukaan Material Acrylyc Muhammad Sobron Yamin Lubis; Agasha Wiyoso; Harry Wibowo; Silvi Ariyanti
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 2 No 2 (2023): Agustus
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v2i2.43

Abstract

Cutting materials using a laser beam is one of the modern methods in machining processes to cut complex geometries in two dimensions using a laser beam. Laser cutting can be used in cutting acrylic materials. However, there are obstacles to producing good surface conditions. The use of appropriate process parameters dramatically affects the resulting surface roughness. Therefore, it is necessary to research to determine the parameters of the laser cutting process that are suitable for the surface conditions of the workpiece, which has a small surface roughness value. Three variations of process parameters were used, namely cutting speeds of 6, 8, and 10 (mm/s), laser focus points of 4,6,8 (mm), and gas pressures of 90, 100, and 110 (mm/s). The specimens that have been cut then measured the surface roughness using a surface test measuring tool. The measurement data is then analyzed using the Taguchi method. The results showed that the highest roughness value was found in the second experiment with a roughness value of 1.015 µm, and the lowest was in the seventh experiment with a roughness value of 0.225. To produce a small roughness value, the process parameters used are gas pressure 100 mm/s, cutting speed eight mm/s and focal point 8 mm/s, and the most dominant influence factor is the gas pressure parameter with a value of 7.494.
PELATIHAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA BAGI PEMBUAT JAMU TRADISIONAL DI KAWASAN TANJUNG DUREN JAKARTA BARAT Sobron Lubis; Alifya Askolani Putri; Silvester Lam; Silvi Ariyanti
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 2, No 2 (2023): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v2i2.6762

Abstract

Health drinks made from spices or known as Jamu, can increase stamina to maintain a healthy body. One of the herbal medicine makers in the Tanjung Duren area is Mrs. Sri Lestari Rahayu, she was active in making herbal medicine during the pandemic. The herbal medicine business that was initiated during Covid 19 is increasing demand from consumers day by day, but not all of these requests can be fulfilled because the processing process is still done manually, especially in the process of cutting raw materials for spices. Based on this, community service activities are carried out. This activity is carried out by providing training on the use of cutting machines and slicing machines. The spice ingredients consist of ginger, lemongrass, turmeric and lemon, each weighing 1 kg. shavings are carried out using a shaved machine with an electric motor drive. After the shaving process, the pulp is separated from the herbal extract using a slicing machine. From the results of the shaving process, it was obtained that the processing time was faster (15 minutes) than before (120 minutes). The results of the spice shavings are very fine. The amount of spices produced can be increased so that consumer demand can be met.
Analisis Pertumbuhan Keausan Pahat Pada Pembubutan Material Mild Steel Lubis, Muhammad Sobron Yamin; Riza, Abrar; Michel, John; Ariyanti, Silvi
IRA Jurnal Teknik Mesin dan Aplikasinya (IRAJTMA) Vol 2 No 3 (2023): Desember
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajtma.v2i3.72

Abstract

The study of wear on tool blades when cutting metal is important because it influences work results and production costs. Increasing metal hardness demands durability and strength of the chisel bit. Long periods of use and high speeds can cause wear, damage the chisel, and affect the quality of the results and production costs. This research uses a CNC lathe with a carbide cutting edge to cut mild steel. The cutting speed varies between 170 to 190 m/min with a cutting pass of 0.3 mm/revolution, a cutting depth of 0.7 mm, and a wear criterion of 0.3 mm. Turning was carried out for 2.5 minutes, then wear was observed using an optical electron microscope. The results show abrasive wear on the side of the chisel blade (flank wear) due to friction. A cutting speed of 190 m/min took 7:25 minutes, 180 m/min took 8:09 minutes, and 170 m/min took 8:36 minutes. This research proves that cutting speed influences wear rates, with wear primarily caused by abrasive friction.
Pelatihan Pembuatan Sovenir Berbahan Resin di SMK 10 Nopember Jakarta Ariyanti, Silvi; Farida, Farida; Prabowo, Herry Agung
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 2 No 1 (2024): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v2i1.109

Abstract

According to Permendiknas No. 19 of 2005, cultural arts and skills education is given in schools because it is unique, meaningful, and beneficial to the development needs of pupils, and lies in the provision of experience through expressive, creative, and appreciative activities. This statement suggests that learning cultural arts and skills not only focuses on mastering the teaching material but also on enhancing students' creativity by improving their craftsmanship skills. Strategies are needed to encourage students to be creative while learning cultural skills and arts because of the importance of creativity. Approaches, methods, and learning models are crucial in the art learning process at school. By using the right target approach, learning will become more meaningful as it brings us closer to the goal. The purpose of this community service activity is to enhance students' ability to create creative products as well as help them find business opportunities. The students of SMK 10 November Jakarta are the target audience of this community service program. This method of community service is training. The lecturers and students of the study program of Industrial Engineering of Mercu Buana University who have experience in hand craft making with resin materials act as instructors and sources in this activity.
Penggunaan Teknologi Tepat Guna Bagi Pengerajin Bawang Goreng di Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat Farida; Ariyanti, Silvi; Prabowo, Herry Agung; Husnur, Achmad
PASAI : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): December
Publisher : Yayasan Pendidikan Mitra Mandiri Aceh(YPMMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58477/pasai.v1i2.47

Abstract

MSME activities are one of the methods so that regional creative products can be recognized and open up business opportunities for business actors in the regions. One of the problems of MSMEs is in the management or managerial sector, especially the operations function in the production sector. The business of making fried onions in Palmerah District, West Jakarta, still uses manual methods in all of its production processes, so the problem that arises is how to increase sufficient production capacity with good quality. The problem that needs attention is that drying is still done manually on paper so it requires a long process, the packaging uses plastic and rubber so that it doesn't last long with an unattractive shape. On the other hand, business owners have a great desire to increase production capacity in line with the increasing market demand for fried shallots with better quality and packaging. Therefore, community service activities are carried out to help solve this problem through the application of appropriate technology in the form of oil slicing machines and vacuum sealer devices and providing training.
Co-Authors Abrar Riza Abrar Riza, Abrar Adhitian Adhitian Adhitian Adhitian Adianto Adianto Adika, Muhamad Zaki Agasha Wiyoso Alexander, Raylan Alif.A.H. Emilza Alifya Askolani Putri Alifya P. A Alifya Putri Askolani Alifya Putri Askolani Alifya Putri Askolani Alvian Hartanto Wijaya Andika, Fidiarta Andrian Andrian Andrian Andrian Anjasmara, Peggy Anthony Tanujaya Ardiansyah, M. Irsal Ary Gunaryono Asmirawati Ismail Atica Angelin Bazla, Salma Khaula Bonitasari Nurul Alfa Chandrasah Soekardi CITRA RAMADHANTI, LIFIA Didi Widya Utama Diputera H, Ayra Diputra, Ayra Fajar Aulia Kurniawan Farida Farida Farida FAUZI Fidiarta Andika Gerard T. Gunaryono, Ary Haerawati Idris, Haerawati Harry Wibowo Harry Wibowo Hasim, Lim Bryant Herry Agung Prabowo Heru Budi Kusuma Husnur, Achmad I Wayan Sukania Irsal, M. Irvan Yapto januar Ismail, Asmirawati Iveline Anne Marie Jesselyn Octavia Ken, Richard Keven Poul Keven Poul Kevin Timotius Kiki Arifin Kusuma , Heru Budi Kusuma, Heru Budi Lam, Silvester lamto widodo LIFIA CITRA RAMADHANTI Lina Gozali Lina Gozali Lithrone Laricha Salomon Lithrone Laricha Salomon Lubis, Muhammad Sobron Yamin Michel, John Mishbah Habibillah, Gibran Misnaniarti Misnaniarti Monika Tangel Muhammad Zulkarnain Muhammad Zulkarnain Nathaniel . Nofi Erni P.A, Alifya. Peggy Anjasmara Popy Yuliarty Puspita Dewi Widayat Putra, Rifqi Andika Putri A, Alifya Raharjo, Yoyok Muji Rama Dinara Rayland Rayland Resa Taruna Suhada Reynaldi Reynaldi Ricky Miharja Sadikin, Michael Silvester Lam Silvester. L Siti Rohana Nasution Sobron Lubis Sobron Lubis Sobron Lubis Sobron Lubis Sobron Y Lubis Sobron Yamin Lubis Steven Darmawan Steven Darmawan T. , Gerard Theodorus, Gerard Timotius, Kevin Umi Nurul Solikhah Utama, Didi Widya Wardani, Ni Luh Putu Agung Chandra Kusuma Widjaya, Alvian Hartanto Wijaya, Franky Wildan Yoga Pratama Wilson Kosasih Yamin Lubis, M. Sobron Zaskia Azhar Yasmin