Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The relationship between knowledge and adherence to insulin therapy in type 2 diabetes mellitus patients at the outpatient clinic of Budi Kemuliaan Hospital, Batam City Rachmayanti, Aprilya Sri; Hasan, Nahrul; Sammulia, Suci Fitriani; Haryani, Reny; Suhaera, Suhaera; Meilanda, Rastria; Sinaga, Asmina
Science Midwifery Vol 11 No 5 (2023): December
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i5.1382

Abstract

Diabetes mellitus is a prevalent degenerative disease in today's society. Indonesia, as one of the countries with the largest population, has experienced a significant increase in the global prevalence of type 2 diabetes mellitus. Approximately 20% of the Indonesian population uses insulin with or without oral antidiabetic drugs. It has been found that patient compliance in Indonesia does not meet the recommended glycemic targets. This non-compliance is attributed to patients' lack of knowledge and understanding about insulin and its use in therapy. This study aims to explore the relationship between knowledge and adherence to insulin therapy among type 2 diabetes mellitus patients in the outpatient clinic of Budi Kemuliaan Hospital, Batam City. A descriptive correlation method was employed, utilizing a prospective cross-sectional research design. The sample was selected using purposive sampling, resulting in a total of 60 patients who met the inclusion criteria. Data were collected through two questionnaires: a knowledge questionnaire and the Medication Adherence Scale (MMAS). Statistical analysis included frequency distribution tests and chi-square tests. The research findings revealed a significant relationship between knowledge and adherence to insulin therapy, with a Chi-Square test yielding a P-Value of 0.029, where P-Value α < 0.05. In conclusion, this study demonstrates a significant correlation between knowledge and adherence to insulin therapy among type 2 diabetes mellitus patients. It is recommended that healthcare providers at Budi Kemuliaan Hospital deliver accurate information to patients to enhance their knowledge and understanding of insulin use, as well as the potential complications associated with diabetes mellitus.
Pemanfaatan Kalsium dari Limbah Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) Sebagai Zat Aktif pada Sediaan Pasta Gigi: Utilization of Calcium From Waste Shell Green Shells (Perna viridis) as Active Ingredients on the Preparation of Toothern Paste Suhaera, Suhaera; Rachmayanti, Aprilya Sri; Sammulia, Suci Fitriani; Dewi, Shinta Sari; Haryani, Reny; Hasan, Nahrul; Haris, Restu Nur Hasanah; Annisa, Nabila
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7237

Abstract

Pasta gigi mengandung senyawa kimia, salah satunya adalah kalsium karbonat (CaCO3). Salah satu upaya untuk memperoleh bahan abrasif seperti kalsium karbonat (CaCO3) dalam pasta gigi adalah menggunakan bahan alami dari hewani. Cangkang kerang hijau diketahui memiliki unsur anorganik seperti kalsium karbonat (CaCO3) sebesar 95,69%. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan formula dan mengetahui stabilitas fisik sediaan pasta gigi dari cangkang kerang hijau (Perna viridis). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental. Pasta gigi dibuat dengan empat varian konsentrasi yaitu kontrol, 25%, 30% dan 35% dalam 100 gram. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah rendemen dari sampel tepung cangkang kerang hijau 90%. Hasil uji pH yang diperoleh 7. Bobot jenis optimum yang diperoleh 49,90 g/mL. Viskositas optimum yang diperoleh 100.000 cps. Daya sebar 50 gram optimum yang diperoleh 6,87 cm, 100 gram optimum 6,90 cm. Daya lekat optimum yang dihasilkan 4,35 detik. Stabilitas busa yang diperoleh 15 mm. hasil uji cycling test tidak terjadi perubahan warna dan pemisahan fase. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa evaluasi stabilitas fisik sediaan pasta gigi untuk organoleptis, homogenitas, pH, bobot jenis, viskositas, daya lekat, daya sebar, stabilitas busa dan uji cycling test untuk keempat formula sudah memenuhi persyaratan pasta gigi yang baik.
KENDALA RETENSI TERAPI ANTIRETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUD DR MOEWARDI (RSDM) SURAKARTA JAWA TENGAH Febriyanti, Eka; Sari, Diani Mega; Syahputra, Ghalib Syukrillah; Hasan, Nahrul; Amelia, Ayu; Meilanda, Rastria
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1365

Abstract

Terapi Antiretroviral (ARV) bertujuan untuk mengurangi risiko penularan HIV/AIDS, menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup Orang DenganHIV/AIDS (ODHA) dengan menurunkan jumlah viral load dan meningkatkan jumlah CD4. Kunci keberhasilan terapi ARV adalah mempertahankan retensi. Lost To Follow Up (LTFU) dan kegagalan pengobatan menjadi kendala bagi ODHA dalam mencapai keberhasilan pengobatan ARV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediktor hambatan mendapatkan retensi pengobatan ARV. Penelitian ini menggunakan rancangan case control dengan jumlah sampel 100 responden. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode chi-square. Hasil analisis bivariat, prediktor buruknya retensi berdasarkan persepsi pasien terhadap hambatan menjalani terapi ARV adalah kendala biaya transportasi (p=0.002; COR=8.34), kendala jarak perjalanan ke RSDM (p=0.002; COR=5.06), hambatan kesibukan lainnya (p=<0.001; COR=6,64), memiliki Pengawas Menelan Obat (p=0.003; COR=6.64), mengungkapkan status ODHA kepada orang lain (p=0.004; COR= 12.25), dan stigma (p=<0.001; COR= 12,3). Berdasarkan hasil uji multivariat persepsi pasien terhadap hambatan dalam menjalankan terapi ARV yang paling berdampak pada buruknya retensi terapi adalah mengungkapkan status ODHA kepada orang lain (AOR=13.1; p=0.042).
Efek Penambatan Senyawa Demetoksikurkumin Dan Bisdemetoksikurkumin Terhadap Protein LSD1 Nadia Sayyidadah Aulia; Muhamad Salman Fareza; Triyadi Hendra Wijaya; Nahrul Hasan; Putri Khaerani Cahyaningrum; Ari Wahyudi
Journal of Applied Science for Pharmaceuticals and Health Vol 2 No 1 (2025): Journal of Applied Science for Pharmaceuticals and Health (June)
Publisher : Centre of Applied Science for Pharmaceutical Science Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jasph.2025.2.1.16466

Abstract

Beta-talasemia merupakan penyakit genetik pada sintesis hemoglobin di dalam sel darah merah yang ditandai dengan menurunnya produksi β-globin. Senyawa kurkumin diketahui dapat meningkatkan kadar HbF pada sel K562. Senyawa demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin diketahui memiliki stabilitas dan bioavaibilitas yang lebih baik dari kurkumin. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi senyawa demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin pada protein LSD1 secara in silico. Penelitian eksperimental yang dilakukan terbagi dalam dua tahap. Pertama, validasi metode yang meliputi pengunduhan struktur LSD1 (PDB ID: 6KGP), preparasi struktur protein dengan menghilangkan molekul air dan memisahkan molekul protein dan ligan natif, penambatan kembali dengan Ligan natif menggunakan AutoDock Vina dan penghitungan nilai RMSD. Kedua, penambatan molekuler senyawa demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin dengan protein LSD1 menggunakan koordinat hasil validasi yang valid dan visualisasi penambatan dengan menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2020. Hasil validasi menunjukkan nilai RMSD yaitu 1,402 Å. Energi ikatan terendah untuk protein LSD1 yaitu -10,4 kkal/mol dan -10,2 kkal/mol untuk senyawa demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin. Residu asam amino pada LSD1 yang berperan pada pengikatan senyawa uji demetoksikurkumin yaitu Thr624; Val288 dan Arg316. Residu asam amino pada LSD1 yang berperan pada pengikatan senyawa uji demetoksikurkumin yaitu Thr624; Leu659; Val811; Arg316; Leu625; Tyr761 dan Trp751. Penelitian ini menunjukkan bahwa senyawa demetoksikurkumin menunjukkan hasil yang lebih baik dan interaksi yang lebih potensial pada protein LSD1 dibandingkan bisdemetoksikurkumin