p-Index From 2021 - 2026
7.923
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INFERENSI BISNIS: Jurnal Bisnis dan Manajemen Islam Islamic Ecomonics Journal el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam Episteme: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Ekono Insentif Shirkah: Journal of Economics and Business Nizham Journal of Islamic Studies Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH Jurnal Bimas Islam Bertuah : Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam Al-Sharf: Jurnal Ekonomi Islam EKSYA: Jurnal Ekonomi Syariah Jurnal Riset Manajemen dan Akuntansi (JURIMA) Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam Legal Protection for the Partnership Agreement Parties ADILLA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah International Journal of Community Service (IJCS) Journal of Student Research Digital Bisnis: Jurnal Publikasi Ilmu Manajemen Dan E-commerce Jurnal Publikasi Manajemen Informatika (JUPUMI) Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Riset Akuntansi Sammajiva: Jurnal Penelitian Bisnis dan Manajemen Jurnal Kajian Dan Penalaran Ilmu Manajemen Jurnal Riset dan Inovasi Manajemen Jurnal Nuansa: Publikasi Ilmu Manajemen dan Ekonomi Syariah Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen Akuntansi: Jurnal Riset Ilmu Akuntansi Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi dan Keuangan Syariah Maslahah: Jurnal Manajemen dan Ekonomi Syariah Menawan : Jurnal Riset dan Publikasi Ilmu Ekonomi JIMEB: Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi dan Bisnis Kajian Ekonomi dan Akuntansi Terapan Jurnal Inovasi Ekonomi Syariah dan Akuntansi Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman An-Nisbah: Jurnal Ekonomi Syariah Margin : Journal of Islamic Banking Al-masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Jurnal Bisnis, Ekonomi Syariah dan Pajak Al-Intaj : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pemberdayaan Masyarakat Muslim Miskin Melalui Qardul Hasan Eja Armaz Hardi
Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Vol 1 No 2 (2013): Adzkiya Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Meto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.09 KB)

Abstract

Kemiskinan masih menjadi isu penting di Indonesia, berbagai program dikeluarkan untuk mengurangi angka kemiskinan. Dari sekian banyak program yang dapat digunakan adalah qardhul hasan. Pemberdayaan masyarakat muslim miskin dilakukan oleh Baitul Maal (BM) Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Beringharjo Yogyakarta dengan program qardhul hasan unggulannya disebut Sahabat Ikhtiar Mandiri (SIM) yang memanfaatkan dana himpunan dari Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel-variabel yang diduga berpengaruh terhadap keberhasilan program SIM dalam meningkatkan pendapatan nasabah dan menganalisis perbedaan pendapatan dan sedekah nasabah SIM sebelum dan sesudah mengikuti program. Penelitian ini menggunakan empat variabel independen Jangka Waktu Program (JWP), Kualitas Pendampingan (KP), Lama Jam Kerja (LJK) dan Sedekah (SDKH), sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah Peningkatan Pendapatan (PD). Pada variabel independen KP, peneliti menggunakan tujuh parameter yaitu wawasan baru bagi nasabah,kesungguhan, keterbukaan pihak BM, mengingatkan, memotivasi kegiatan usaha nasabah, memecahkan masalah nasabah dan menciptakan usaha baru. Dari hasil analisis uji F menunjukkan bahwa keempat variabel independen dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen yaitu PD. Sedangkan hasil uji t menunjukkan bahwa variabel yang signifikan mempengaruhi peningkatan pendapatan nasabah SIM adalah varibel X3 (LJK). Sedangkan ketiga varibel lainnya JWP, KP dan SDKH tidak memiliki pengaruh terhadap PD. Satu dari variabel KP (X2) yang mempengaruhi PD yaitu Kualitas Pendampingan: Keterbukaan pihak BM terhadap nasabah. Dari hasil uji Paired Samples t Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pendapatan dan sedekah nasabah sebelum dan sesudah mengukuti program SIM dari baitul maal BMT Beringharjo Yogyakarta.
Filantropi Islam: Zakat Saham di Pasar Modal Syariah Indonesia Eja Armaz Hardi
Jurnal Bimas Islam Vol. 13 No. 1 (2020): Jurnal Bimas Islam 2020
Publisher : Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37302/jbi.v13i1.106

Abstract

Abstrak Perkembangan kajian filantropi Islam beberapa dekade terakhir telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perluasan implemetasi objek zakat. Objek harta kena zakat menjadi fokus diskusi oleh beberapa sarjana, lembaga sosial keagamaan, dan pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan zakat di Indonesia. Harta kekayaan perusahaan, zakat profesi, dan kepemilikan saham tidak luput menjadi objek harta kena zakat, hal ini didiskusikan dan diputuskan pada Muktamar ke-3 yang diselenggaran oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada tahun 2009 di Sumatera Barat, kemudian pada tahun 2017 gagasan tersebut direalisasikan dengan kesepakatan kerjasama antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Pasar Modal Syariah Indonesia Bursa Efek Indonesia (PMS-BEI) dalam program Sedekah dan Zakat Saham Nasabah (SAZADAH). Dalam realisasinya, program tersebut membebankan kewajiban zakat kepada akumulasi portofilio investor bukan pada kekayaan perusahaan. Disamping itu program tersebut melibatkan berbagai pihak yang menjadikan alur distribusi zakat menjadi kompleks. Oleh karena itu menarik untuk melihat hubungan relasi sosial di antara pelaku filantropis dalam program SAZADAH di PMS-BEI tersebut. Dengan menggunakan pendekatan teori relasi sosial, artikel ini berkesimpulan bahwa implentasi zakat saham di PMS-BEI merupakan relasi yang saling menguntung kedua belah pihak, walaupun pola relasi dalam program tersebut masuk dalam kategori mediated-engagement strategies dengan pola contributory dan brokering philanthropy. Abstract The development of Islamic philanthropic studies in the last few decades has contributed significantly to the expansion of zakat objects implementation. The object of property subject to zakat becomes the focus of discussion by several scholars, religious social institutions, and the government in accelerating the growth of zakat in Indonesia. Company property, professional zakat and share ownership are zakat property objects, this matter was discussed and decided at the 3rd Congress held by the Indonesian Ulama Council (MUI) in 2009 in West Sumatra, then in 2017 the idea realized by a cooperation agreement between the National Amil Zakat Agency (BAZNAS) and the Indonesian Sharia Capital Market Indonesian Stock Exchange (PMS-BEI) in the Customer's Stock Alms and Zakat program (SAZADAH). In its realization, the program imposes zakat obligations on the accumulation of investor portfolios rather than on the company's wealth. Besides that the program involved various parties who made the distribution channel of zakat complex. Therefore, it is interesting to see the relationship of social relations among philanthropic actors in the SAZADAH program on the PMS-BEI. Using a social relations theory approach, this article concludes that the implementation of zakat shares on the PMS-BEI is a mutually beneficial relationship for both parties, even though the pattern of relations in the program falls within the category of mediated-engagement strategies with contributory and philanthropic brokering pattern.
KAIDAH AL-MASYAQQAH TAJLIBU AT-TAISIR DALAM EKONOMI ISLAM.docx Eja Armaz Hardi
Nizham Jurnal Studi Keislaman Vol 6 No 02 (2018): Hukum Ekonomi Syariah
Publisher : Postgraduate State Islamic Institute (IAIN) Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.836 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang kaidah al-Mayaqqah Tajlibu at-Taisir dan kaitannya dengan aktifitas berekonomi sehari-hari khususnya pada ekonomi Islam. Kajian fiqh dengan berbagai macam kaidah di bawahnya menjadi salah satu elemen penting dalam kontruksi rancang bangun kegiatan muamalah Islam. Dari sekian banyak kaidah-kaidah tersebut al-Mayaqqah Tajlibu at-Taisir memberikan keluwesan yang singnifikan dalam bagi seorang muslim untuk menjalakan aktifitas sehari-hari, hal ini dikarena bahwa ditemukan dalil Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad SAW. Beberapa contoh dalil-dalil dari Al-Quran adalah; QS Al-Baqarah: 185/286; QS An-Nisa: 28; QS Al-Maidah: 6; QS Al-A’raf: 157; QS Al-Haj: 78; QS An-Nur: 61. Dengan memanfaat studi literatur artikel ini menemukan bahwa Kemudahan-kemudahan yang diberikan melalui kaidah ini mencakup berbagai aspek dalam kehidupan umat Islam seperti dalam hal melaksanakan ibadah maupun dalam hal muamalah sehari-hari seperti ekonomi keuangan, sosial kemasyarakatan maupun dalam konteks keorganisasian.Disamping itu juga implementasi dari kaidah ini adalah dalam rangka mendapat kemudahan dalam setiap kesulitan tentu memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga kaidah ini tidak dipersalah gunakan.
Urgensi Tawakal Dalam Ekonomi Islam Eja Armaz Hardi
AL-MASHARIF: JURNAL ILMU EKONOMI DAN KEISLAMAN Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Padngsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/masharif.v7i2.2184

Abstract

AbstractIn searching the origin of the word tawakal 38 times were repeated. 21 personal tawakal words, 11 mentioned that tawakal people are believers, 4 times the appeal for tawakal in general and 2 times the word is interpreted by delegation. Tawakal is one way to maintain good relations between the servant and Allah SWT. This vertical relationship must go hand in hand with the muamalah insaniyah relationship. In Islam, Muslims must uphold the values of trust in Allah. Because in every human activity is the result of efforts made and the intervention of Allah SWT. Then the mention of trusts 38 times. The concept of trust in the Koran is a personal activity of a servant to Allah. With many individuals trusting will form a community of faith. Meanwhile, in the context of Islamic economics, trustees will form a healthy, honest and clean market mechanism. Tawakal is also called upon to humans in general and tawakal can also be interpreted as a form of delegation of activities from one person to another.AbstrakPada penelurusan asal kata tawakal ditemui sebanyak 38 kali pengulangan. 21 kata tawakal yang bersifat personal, 11 disebutkan bahwa orang tawakal adalah orang yang beriman, 4 kali seruan untuk tawakal secara umum dan 2 kali kata tersebut dimaknai dengan delegasi. Tawakal merupakan satu dari cara untuk menjaga hubungan baik antara hamba dan Allah SWT. Hubungan vertikal ini harus beriringan dengan hubungan muamalah insaniyah. Dalam Islam, muslim harus menjunjung nilai-nilai tawakal kepada Allah. Karena dalam setiap aktifitas manusia merupakan hasil dari upaya yang dilakukan serta campur tangan Allah SWT. Kemudian penyebutan tawakal 38 kali. Konsep tawakal dalam al-Quran merupakan aktifitas personal seorang hamba kepada Allah. Dengan banyaknya individu bertawakal akan membentuk masyarakat beriman.Sedangkan dalam konteks ekonomi Islam pelaku tawakal akan membentuk mekanisme pasar yang sehat, jujur dan bersih. Tawakal juga diserukan kepada manusia secara umum dan tawakal dapat dimaknai juga sebagai bentuk delegasi kegiatan dari seseorang ke orang lain.
DAYA TAHAN BAITUL MAL WAT TAMWIL DALAM ARUS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Eja Armaz Hardi
Ekono Insentif Vol 14 No 2 (2020): Ekono Insentif
Publisher : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36787/jei.v14i2.218

Abstract

Abstrak - Artikel ini bertujuan untuk menganalisa ketahanan Baitul Mal wat Tamwil (BMT) di dalam arus revolusi industri 4.0 pada bidang financial technology (fintech). BMT merupakan salah satu Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Indonesia yang memiliki segmentasi konsumen spesifik yaitu masyarakat low-middle income dan tidak memiliki akses kepada perbankan (unbankable). BMT terbukti memiliki peran signifikan dalam membantu mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia dengan program pemberdayaan yang dimilikinya. Di saat bersamaan, proses manajemen yang berlaku pada BMT masih relatif berbelit dan panjang, seperti pendampingan pra-pembiayaan, proses pembiayaan dan pasca pembiayaan. Akan tetapi, satu dekade terakhir, perkembangan teknologi finansial (fintech) melakukan inovasi yang signifikan dalam bidang industri keuangan. Salah satu signifikansi dari inovasi fintech adalah mendistrupsi atau memotong jalur panjang administrasi yang berlaku selama di lembaga keuangan. Di samping itu ia juga menawarkan kecepatan, mobilitas dan akurasi proses transaksi keuangan masyarakat. Dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, artikel ini menemukan bahwa, walaupun fintech menawarkan inovasi yang distrubtif dalam transaksi keuangan saat ini, BMT cenderung akan tetap bertahan dengan distingsi dan segmentasi yang dimilikinya. Akan tetapi, resistensi tersebut menjadi berbeda ketika penduduk Indonesia yang berusia di atas 65 tahun saat ini disubstitusi oleh generasi milenial pada tahun 2035. Oleh karena itu, artikel ini merekomendasikan bahwa untuk menghindari penurunan peran dalam membantu masyarakat menengah ke bawah dalam hal finansial, BMT harus menyesuaikan diri dengan melakukan inovasi, integrasi, interkoneksi dengan perusahaan fintech. Abstract - This article aims to analyze the resilience of the Baitul Mal wat Tamwil (BMT) in the era of industrial revolution 4.0 in the field of financial technology (fin-tech). BMT is one of the Sharia Microfinance Institutions (LKMS) in Indonesia has specific consumer segmentation, namely low-middle income people and no access to banks (un-bankable). BMT has proven to have a significant role in helping to reduce poverty levels in Indonesia with its empowerment program. At the same time, the management processes that apply to BMTs are still relatively complicated and long, such as pre-financing assistance, financing processes and post-financing. However, in the last decade, the development of fin-tech has made significant innovations in the financial industry. One significance of fin-tech innovation is the distribution or cutting of the long administrative path that applies while at a financial institution. In addition, he also offers the speed, mobility and accuracy of the public financial transaction process. Using a qualitative descriptive analysis, this article finds that, although fin-tech offers constructive innovation in current financial transactions, BMTs will tend to survive with their distinction and segmentation. However, this resistance becomes different when the Indonesian population aged over 65 years would substituted by millennial generation in 2035. Therefore, this article recommends that in order to avoid reducing its role in helping the middle to lower financially, the BMT must adjust to innovation, integration, interconnection with fin-tech companies.
The Debt Status of Commercial Company under Gharimin Perspective Eja Armaz Hardi; Sirajul Arifin; Burhan Djamaluddin
Shirkah: Journal of Economics and Business Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.996 KB) | DOI: 10.22515/shirkah.v6i1.388

Abstract

Currently, commercial entity companies are not regarded yet as one of the groups that receive the zakat. This paper examines the debt status and its micro and macro-economic implications of corporations that experienced the debt shackled in the zakat system through analogy on personal gharim (person in the burden debt). The analysis presented here has been designed on a library research, an analogy method, as well as seen from a debt trap theory. This paper particularly argues that in the twist condition of enterprises to repay their debt, a commercial company may be entitled as the recipient of zakat on behalf of gharim (the fifth group who receives the zakat). It further argues that the loan of the commercial company has a larger impact than individual gharim. Synchronizing the entity companies as “syakhsun i’tibariyun” (the legal person) to the personal obligation to pay zakat is matched to be the reasons for their gharim’s status. The results of this paper contribute to expanding the recipient of zakat on behalf of gharim and enhance the insight of zakat distribution in Islamic philanthropy institutions.
ETIKA PRODUKSI ISLAMI: MASLAHAH DAN MAKSIMALISASI KEUNTUNGAN Eja Armaz Hardi
el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam Vol 8 No 1 (2020): el-Jizya : Jurnal Ekonomi Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.173 KB)

Abstract

This article explores the comparative concept of profit maximization and mas}lah}ah in the process of forming the final price in the production cycle. In conventional economics, profits can be formed through various market models faced by producers to achieve maximum profits. on the other hand, Islamic economics views that producer profits must contain Islamic values. This value is reflected in the production goals, which must contain mas}lah}ah and uphold the ethics and norms of consumers and producers. The ultimate goal of mas}lah}ah is a manifestation of maqasid sharia which is to achieve world happiness and the hereafter (fala<h}). In order to answer the anxiety above in the sections of this article discuss some topics related to profit maximization. In the first part of this article discussed the ethical issues of producers and their relation to religion. Then the theory of production, production goals, price theory, and profits, then all the discussion in this article will compare the Islamic perspective and conventional perspective in detail. At the end of this article see a review of Maqasid Sharia and mas}lah}ah of production. This article finds that production activities in the conventional and economic context of Islam must pass synergy in several aspects. In order to achieve the establishment of production theory, Islamic ethical values ​​must contribute to the maximization of profits in production activities. The concept of mas}lah}ah on the theory of Islamic production has values ​​which include: baraka; mas}lah}ah, and; fala<h}. Such values ​​must go hand in hand with conventional production theories.
PENGARUH AKUNTABILITAS DAN TRANSPARANSI PELAPORAN KEUANGAN TERHADAP KEPERCAYAAN MUZAKKI (STUDI KASUS PENGELOLAAN, FILANTROPI BADAN AMIL ZAKAT BMH KOTA JAMBI) Nuri Alam Siregar; Eja Armaz Hardi; Marissa Putriana
EKSYA : Jurnal Ekonomi Syariah Vol 4 No 1 (2023): JURNAL EKSYA: JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/eksya.v4i1.1130

Abstract

The research in this writing aims to discuss the effect of accountability and transparency of financial reporting on muzakki's trust in the Baitul Mal Hidayatulloh case study, in writing using quantitative research methods according to Sarmanu (2017) this method is to test the truth or falsity of a theory, to collect and analyze data by going through steps such as; observation, interviews, questionnaires and documentation. then the data collected is tested data. the results of this study indicate that; (1) the transparency of financial reports has a significant effect on the muzakki's trust in paying zakat in baitul maal Hidayatulloh. (2) accountability and transparency of financial reports together have an influence on the muzakki's trust in paying zakat in baitu maal hidayatullah. (3) financial openness a Social institutions are a must in this digital world, both in the form of print out laboratories or reports on the web and other digital media, because it creates strong confidence for benefactors that funds are properly managed.
MUSLIM YOUTH AND PHILANTROPHIC ACTIVISM Eja Armaz Hardi
Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman Vol 16 No 01 (2021)
Publisher : Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/epis.2021.16.01.15-29

Abstract

Since the last two decades, charity movements have been flourishing in Indonesian Islamic landscape. These organisations are involving not only state sponsored organizations, but also non-government associations and professional industries. This article exclusively discusses the youth-based charity movements in two important Islamic universities in Indonesia and tries to offer a new glance of youth charity movement as to which their movement relates to the issue of identity and social welfare. The article uses a qualitative method through a systematic literature review, in-depth interview, and observation to the activities of two youth-based charity movements at two state Islamic universities in Jambi and Surabaya. This paper further argues that the spirit of philanthropic movement does not only depend on economic wealth, but also on social solidarity, Islamic principle of economic distribution, and networks among the students that have been successfully translated into both social welfare activism and humanitarian activities.
PENGARUH PENGETAHUAN, RELIGIUSITAS, DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT MASYARAKAT MEMBAYAR ZAKAT DI BAZNAS KOTA JAMBI Putri Ayu Suryana Heri Suryanto; Eja Armaz Hardi; Lidya Anggraeni
Jurnal Publikasi Manajemen Informatika Vol 2 No 1 (2023): JANUARI : JURNAL PUBLIKASI MANAJEMEN INFORMATIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Trianandra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.381 KB) | DOI: 10.55606/jupumi.v2i1.691

Abstract

The problem that often arises in our society is to whom zakat should be given. More importantly, it is distributed directly by muzakki mustahiq, orphans, neighbors, and family. This study aims to determine the effect of knowledge, religion and belief partially and simultaneously on the public's interest in paying zakat in BAZNAS Jambi City. The type of research used is field research with a quantitative approach, where the method is accompanied by hypothesis testing. The population of this research is the people of Jambi City, while the sample of this research is 100 respondents using probability sampling technique, namely incidental sampling which is calculated by the Slovin formula. The data collection method used a questionnaire that was given directly to the respondents. Testing of the results of the questionnaire using validity and reliability tests. Analysis of research data using multiple linear regression analysis, t test, f test, R2 test, and classical assumption test. The results showed that knowledge had a partial effect on people's interests, religion had no partial effect on people's interests, trust had a partial effect on people's interests, and simultaneously or simultaneously, religiosity and belief had a significant effect on people's interest in paying zakat at BAZNAS. Jambi City.
Co-Authors , Agusriandi Adib, Ridwan Afrina, Leni AGRIZKY SATIVA CAHYANI Agusriandi Agusriandi, Agusriandi Ahmad Ismail Ahmad Syahrizal Ahmad Syukron Prasaja Alfiyanti, Ridha Amelia Novia Pitri Anggraeni, Lidya Arfan Arfan ARIF RAHMAN Arif Rahman Ramadhan As’Ad As’Ad As’ad Isma As’ad Isma Aulia maharani Aztyara Ismadharliani Bakri Bakri Beid Fitrianova Andriani Bintang Ferdian, M. Alief Burhan Djamaluddin Dea Fitria Defri Amanda Dessy Anggraini Dhea Kurnia Saputri Efni Anita Efni Anita Efni Anita Elsa Wirda Yanti Elsa Wirda Yanti Elyanti Rosmanidar Elyanti Rosmanidar, Elyanti Eri Nofriza Erik Erwin Saputra Siregar Fathuddin Abdi Fauzan Ramli Firman Syah Noor Firmansyah Noor Fredean Fahenzi Kholid G.W.I Awal Habibah G.W.I. Awal Habibah Gea Rosnani Saragih Gwi Awal Habibah Halimah Halimah Hendra Refi Ardiansyah Husnul Prandika Husnul Prandika Ibadi, Nur Inge Oktavianti Ismadharmaliani, Aztyara Jazali, Munawir Leni Afrina Lidya Anggraeni M. Farhan M. Maulana Hamzah M. Maulana Hamzah M. Zulfikri Febriansyah Masnidar Masnidar Maulana Hamzah Muhammad Khairul Murni Putri Pertiwi Silalahi Mustazila Mustazila Najuwanda. R Neneng Sudharyati Nofriza, Eri Nur Arafah Nur Arafah Nur Indah Wulan Andriani Nurfitri Martaliah Nuri Alam Siregar Nurilmi, Besse NURUL WULANDARI Puja Aprilia Putri Ayu Suryana Heri Suryanto Putriana, Marissa Rabiyatul Alawiyah Rafidah Rafidah Rahma, Sri Ramadhan, Argianov Risa Pauzia Rohana Rohana Safitri, Marliza Septia Pratama, Roby Sirajul Arifin Solichah Solichah Sugeng Santoso Suri Oktiana Syahril Ahmad Syahril Ahmad Syahril Ahmad Tiara Pitri Usdeldi, Usdeldi Wahyuni Amalia Putri Yunita Sari, Diah