Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBUATAN FORMULASI SEDERHANA INSEKTISIDA BOTANI BERBAHAN KACANG BABI (Tephrosia vogelii) DAN SIRIH HUTAN (Piper aduncum) UNTUK MENCEGAH HAMA PADA TANAMAN SAYURAN Eka Candra Lina; Arneti Arneti; Novri Nelly; Angga Ferdiyansyah
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol. 2 No. 4.a (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.a.318

Abstract

Petani sangat mengandalkan insektisida sintetik dalam upaya pengendalian hama. Penggunaan insektisida sintetik yang tidak bijaksana dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan musnahnya mikro organisme tanah, matinya musuh alami, dan matinya organisme bukan sasaran lainnya. Selain itu dampak negatif residu pestisida pada produk pertanian dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia yang mengkonsumsi produk yang terkontaminasi residu pestisida. Pengendalian hama alternatif yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan dalam proses budidaya tanaman, diantaranya adalah insektisida botani. Upaya mengurangi ketergantungan petani terhadap insektisida sintetik dapat dilakukan dengan menjadikan petani sebagai produsen insektisida dan bukan hanya sebagai konsumen. Insektisida botani dari bahan tumbuhan yang ada di sekitar tempat bercocok tanam dapat digunakan sebagai tindakan pencegahan (preventif) dari serangan hama. Piper aduncum atau yang disebut sirih hutan dan Tephrosia vogelii atau disebut kacang babi banyak ditemukan di lahan pertanian produktif Alahan Panjang, Sumatera Barat. Campuran dua jenis bahan ini dengan perbandingan 2:1 diketahui dapat mengendalikan hama dari golongan Lepidoptera yang menyerang sayuran. Sosialisasi penggunaan di tingkat petani, latihan penyiapan bahan tanaman dan pembuatan larutan semprot dengan konsentrasi 5%, perlu dilakukan agar pengendalian hama efektif dan efisien. Manfaat kegiatan ini dapat membantu petani dalam mengendalikan serangan hama pada tanaman budidaya, mengurangi penggunaan insektisida sintetik, menghemat biaya produksi dan secara tidak langsung meningkatkan pendapatan petani.
Ability of commercial Beauveria bassiana to suppress the brown planthopper attack by inducing resistance into different rice variety ANTONI LISWANDI; MY SYAHRAWATI; HASMIANDY HAMID; ARNETI ARNETI; JAMES RINALDI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 24 No. 12 (2023)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d241232

Abstract

Abstract. Liswandi A, Syahrawati M, Hamid H, Arneti, Rinaldi J. 2023. Ability of commercial Beauveria bassiana to suppress the brown planthopper attack by inducing resistance into different rice variety. Biodiversitas 24: 6704-6710. Beauveria bassiana (Bb) is one of the biological agents for controlling the Brown Planthopper (BPH), Nilaparvata lugens, which is generally applied directly to BPH. Nowadays, it is also used to induce resistance in rice plants; this ability has never been tested on commercial B. bassiana. The research aimed to study the effect of different rice varieties and induced resistance of commercial Bb on BPH and rice plants. The study used a Factorial Completely Randomized Design (FCRD). The first factor was the difference in rice varieties (IR 42, Cisokan, Batang Piaman), and the second factor was the soaking of the seeds and roots by commercial Bb (with commercial Bb, without commercial Bb). The results showed no interaction between rice variety and commercial Bb against BPH and rice plants. Commercial Bb reduced the attack intensity of BPH (13.31%); meanwhile, different rice varieties influenced BPH mortality, colonization, and plant growth. The Cisokan variety was better at suppressing the BPH population (45%) and suitable for colonization by commercial Bb. The IR 42 variety was more responsive than other varieties in accepting the presence of commercial Bb (16%). 
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN STUNTING PADA BALITA KOTA PAYAKUMBUH Fitrina Bachtar; Yosi Sefrina; Lili Dariani; Arneti Arneti
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2903

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan nasional yang perlu mendapatkan perhatian serius. Tahun 2021persentase balita stunting 24,4%. Angka ini menunjukkan tidak tercapainya target tahun 2021 yaitu21,1%. Data Propinsi Sumatera Barat berdasarkan SSGI tahun 2019 adalah 27,47%, dan tahun 202123.3%. Prevalensi stunting di Sumatera Barat masih berada diatas standar yang ditetapkan WHO yaitu<20 % dan Angka stunting Payakumbuh adalah 20%. Tujuan penelitian untuk menganalisis determinankejadian stunting berdasarkan faktor intervensi gizi spesifik di Kota Payakumbuh. Jenis penelitian iniadalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control yang dilakukan di kota payakumbuhpada bulan juli s.d november 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SSGI yang diberikankepada subjek penelitian anak dan ibu yang memiliki anak usia 12-59 bulan yang berjumlah 80 orang,diambil dengan dengan metode systematic random sampling. Data dianalisis secara komputerisasi dandisajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan pengujian statistik chisquare. dengan derajat α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan faktor determinan stunting belum terlaksanasecara maksimal dan tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap risiko kejadian stunting padabalita di Kota Payakumbuh tahun 2022. Diharapkan pemerintah kota Payakumbuh dapat menidaklanjutirekomendasi hasil penelitian sebagai bahan analisis implementasi kebijakan dan memfasilitasi penelitianberkelanjutan sesuai road map penelitianKata Kunci: Faktor, determinan, stunting