Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PENAMBAHAN GARDU DISTRIBUSI SISIPAN TERHADAP KEMAMPUAN HANTAR ARUS (KHA) JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20 KV DI KECAMATAN TAYAN Herkulanus Hengki; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.63023

Abstract

Persoalan kekurangan pasokan daya listrik merupakan salah satu persoalan yang sampai sekarang belum dapat sepenuhnya teratasi. Sehingga dibutuhkan sistem pendistribusian tenaga listrik yang mempunyai keandalan tinggi. Akan tetapi, sering terjadi permasalahan yang timbul pada pendistribusian ketenagalistrikan. Salah satunya adalah pembebanan transformator distribusi yang sudah melebihi kapasitas atau dapat dikatakan transformator beban lebih (overload), transformator dikatakan overload apabila kapasitas pembebanannya melebihi 80% . Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui besar jatuh tegangan pada  Penyulang Keraton dengan standar yang diijinkan oleh SPLN T6.001  Tahun 2013. yaitu tegangan standar sistem 20 kV maksimum sebesar 22 kV (+10%) dan minimum sebesar 18 kV (-10%). Penelitian ini menggunakan metode Newton-Rhapson dengan aplikasi MATLAB. Berdasarkan hasil simulasi aliran daya pada 4 skenario, sebelum dipasang trasformator sisipan, jatuh tegangan tidak lebih dari 3%. Skenario 1 dan skenario 2 didapatkan nilai jatuh tegangan diantara 1%-3%. Skenario. Skenario 3 memiliki nilai jatuh tegangan yang paling besar di antara tanpa sisip trafo, skenario 1, skenario 2 dan skenario 3 yaitu sebesar 11,5651%. Jika nilai jatuh tegangan semakin besar maka nilai tegangan pada bus mengalami penurunan setelah dipasang transformator sisipan. Hasil perhitungan persentase pembebanan terdapat 9 bus yang melebihi standar batas yang telah ditentukan yakni 80%. Meningkatnya jatuh tegangan pada saluran disebabkan oleh beberapa hal salah satunya yaitu jarak antara GI ke transformator distribusi. Jika Semakin jauh jarak saluran pada penyulang maka akan semakin panjang kabel penghantar yang digunakan maka akan semakin besar jatuh tegangan yang terjadi pada saluran. Kabel penghantar yang digunakan juga akan mempengaruhi jatuh tegangan. Apabila gardu distribusi jaraknya jauh dari GI dan menggunakan kabel penghantar yang  kecil, maka nilai  jatuh tegangan yang terjadi pada saluran tersebut akan semakin besar.
Perkiraan Konsumsi Energi Listrik Di Kabupaten Sekadau Dengan Menggunakan Metode Gabungan Edi Kurniawan; M. Iqbal Arsyad; Zainal Abidin
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.45771

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi suatu daerah mempengaruhi tingkat konsumsi energi listrik. PLN sebagai penyedia energi listrik selalu memantau peningkatan konsumsi energi listrik setiap tahunnya. Salah satu hal yang penting adalah peramalan konsumsi energi listrik (forecasting). Peramalan konsumsi energi listrik bertujuan untuk mendapatkan gambaran kebutuhan energi listrik di masa yang akan datang dengan acuan data masa lampau. Penelitian ini menerapkan metode gabungan menggunakan model analitis, ekonometri dan kecenderungan dengan pendekatan sektoral (rumah tangga, bisnis, umum dan industri). Hasil peramalan konsumsi energi listrik didapatkan jumlah pelanggan pada tahun 2025 sebesar 53.224 dengan rata-rata pertumbuhan sektor rumah tangga  6,08%, sektor bisnis 6,42%, sektor umum 15,75%, dan sektor industri 11,31% disetiap tahunnya. Daya tersambung pada tahun 2025 sebesar 59.725.099 VA, dengan rata-rata  pertumbuhan pada sektor rumah tangga 7,40%, sektor bisnis 8,29 %, sektor umum 15,75% dan sektor industri 11,89% pada setiap tahunnya. Energi terjual pada tahun 2025 sebesar 80.447.777 kWh, dengan rata-rata pertumbuhan pada sektor rumah tangga 6,58%, sektor bisnis 10,02%, sektor umum 2,17%, dan sektor industri 5,72 % setiap tahunnya. Total produksi energi listrik pada tahun 2025 sebesar 106.978.427 kWh, dengan rata-rata peningkatan 8,75% disetiap tahunnya. Dan untuk beban puncak pada tahun 2025 sebesar 16.370 KW dengan rata-rata peningkatan 8,75% setiap tahunnya.
Analisa Kebutuhan dan Konservasi Energy Listrik Pada Museum Provinsi Kalimantan Barat - Fadliyansyah; Junaidi -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 2: Juli 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i2.35506

Abstract

Gedung Museum Provinsi Kalimantan Barat menggunakan sumber energi listrik yang disuplai oleh PT. PLN (Persero) sebesar 147.000 VA (147 kVA). Hampir 79,28% beban yang terpasang merupakan sistem tata udara (Air Conditioning), selebihnya digunakan untuk penerangan dan beban – beban lain. Total beban maksimum (beban terpasang) Museum Provinsi Kalimantan Barat sebesar 99.965 Watt atau 99,965 kW setara dengan 117,606 kVA (asumsi faktor daya sebesar 0,85), sehingga persentase pembebanan baru mencapai 80%. Jika cadangan ditetapkan 20%, maka kapasitas yang terpasang adalah  sebesar 141,127 kVA, daya yang tersedia oleh PT. PLN (Persero) adalah sebesar 147 kVA dengan pembatas arus 3 x 225 Ampere. Berdasarkan hasil perhitungan IKE listrik per satuan luas kotor (gross), maka IKE Museum Provinsi Kalimantan Barat sebesar 91,93 kWh/m2/tahun. Angka tersebut masih berada dibawah batas standar ASEAN-USAID tahun 1992, dimana untuk klasifikasi perkantoran (komersil) yaitu sebesar 240 kWh/m2/tahun. Berdasarkan pedoman PERMEN ESDM RI No. 13 Tahun 2012, Intensitas Konsumsi Energi area ber-AC gedung Museum Provinsi Kalimantan Barat yang memasuki kriteria Boros terjadi pada gedung Tata Usaha sebesar 24,15 kWh/m2/bulan dan gedung Pameran Temporal 21,41 kWh/m2/bulan. Intensitas Konsumsi Energi Listrik pada area non-AC gedung Museum Provinsi Kalimantan Barat tertinggi dengan kriteria Cukup Efisien adalah gedung Toilet Umum dan Pos Satpam sebesar 6,63 kWh/m2/bulan. Peluang penghematan energi sistem penerangan dapat diperoleh dengan cara melakukan penggantian lampu konvesional dengan lampu LED (Light Emitting Diode). Air Conditioning pada Museum Provinsi Kalimantan Barat terdiri dari 18 unit AC inverter dan 22 unit AC konvensional, sebagian besar sistem tata udara masih menggunakan Air Conditioning konvesional sehingga penghematan pada sistem tata udara tersebut dapat diperoleh dengan mengganti Air Conditioning konvensional ke teknologi inverter dan dengan menggeser jam nyala AC (Air Conditioning) selama satu jam, sedangkan peluang penghematan energi peralatan komputer dan beban lain-lain dapat dilakukan dengan mengganti peralatan yang hemat energi.
Analisis Penggunaan Bentonit Gypsum Dan Garam Sebagai Zat Aditif Untuk Soil Treatment Pada Sistem Pentanahan Menggunakan Elektroda Batang Tri Juniardi; Rudy Gianto; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48521

Abstract

Proteksi sistem tenaga listrik dan peralatan listrik tidak akan pernah lepas dari sistem pentanahan (grounding), sistem pentanahan sangat diperlukan untuk menjadi jalur pelepasan arus gangguan kedalam tanah agar tidak merusak peralatan listrik. Kebutuhan akan sistem perntanahan yang baik sangat diperlukan dan hal yang menjadi parameter utamanya adalah nilai resistansi pentanahan, dimana semakin rendah nilai resistansi pentanahan makan akan lebih optimal melindungi peralatan listrik. Upaya menurunkan resistansi pentanahan telah banyak dilakukan satu diantaranya dengan melakukan soil treatment menggunakan zat aditif untuk mengkondisikan tanah agar terus lembab karena kemampuannya dalam menyerap air. Bentonit, gypsum dan garam menjadi zat aditif yang sering digunakan namun belum ada yang mencoba menggunakan ketiga zat aditif tadi dengan harapan kelebihan masing-masing dapat dimaksimalkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penambahan bentonit, gypsum dan garam untuk menurunkan resistansi pentanahan pada tanah gambut serta menemukan komposisi campuran paling efektif dari ketiga zat aditif tersebut dalam menurunkan resistansi pentanahan. Nilai resistansi pentanahan awal sebelum penggunaan zat aditif sebesar 50,9 Ω. Penggunaan 30% bentonit - 30% gypsum - 10% garam menjadi campuran paling efektif dengan resistansi yang didapat sebesar 9,09 Ω dan presentase laju penurunannya mencapai 82,14%. Kemampuan zat aditif untuk menurunkan resistansi pentanahan sangat tergantung pada waktu dan kandungan air, karena zat aditif perlu waktu untuk dapat diserap oleh tanah disekitar elektroda pentanahan dan perlu waktu untuk menyerap air agar menjaga kelembaban tanah.
PENYELESAIAN ECONOMIC DISPATCH MENGGUNAKAN FIREFLY ALGORITHM - Fatkurohman; Hardiansyah -; M. Iqbal Arsyad
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42608

Abstract

Penelitian ini dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah economic dispatch menggunakan metode firefly algorithm, metode firefly algorithm ini dilakukan berdasarkan prinsip kunang-kunang yang memiliki intensitas cahaya yang lebih terang yang digunakan untuk menyelesaikan masalah economic dispatch . Firefly Algorithm terdiri dari sejumlah kunang-kunang dan berbagai macam tingkat kecerahan cahaya. Pada penyelesaian Economic dispacth ini jumlah kunang-kunang akan merepresentasikan jumlah pembangkit yang ada pada suatu sistem, sedangkan tingkat kecerahannya merepresentasikan fungsi biaya pembangkitan. Pada setiap iterasi akan dipilih fungsi fitness terbaik sebagai G bes. Dalam representasi Firefly Algorithm, metode Firefly Algorithm menemukan nilai-nilai optimum daya  yang dibangkitkan secara optimal sebagai  acuan untuk  biaya bahan bakar ($/h) terendah, untuk menguji metode Firefly Algorithm ini, diuji dengan dengan standart sistem IEEE,Salah satu dari pada hasil pengujian yaitu untuk pengujian pada sistem 3 unit generator dengan rugi rugi transmisi hasil biaya bahan bakar terendah pada uji beban 125 MW sebesar 1711.8584 ($/h) dengan rugi-rugi transmisi sebesar 2.2577 MW, pada uji beban 225 MW didapat hasil biaya bahan bakar terendah sebesar 2769.6882 ($/h) dengan rugi-rugi transmisi sebesar 5.8121 MW, pada uji beban 375 MW didapat hasil biaya bahan bakar terendah sebesar 4506.7997 ($/h) dengan rugi-rugi transmisi sebesar 16.7196 MW. Sedangkan pada pengujian tanpa rugi-rugi transmisi hasil biaya bahan bakar terendah pada uji beban 125 MW sebesar 1689.7811 ($/h), pada uji beban 225 MW didapat hasil biaya bahan bakar terendah sebesar 2699.0115 ($/h), pada uji beban 375 MW didapat hasil biaya bahan bakar terendah sebesar 4288.2098 ($/h). Dengan demikian biaya pembangkitan dapat dihemat sekirannya kapasitas pembangkitan dapat dioptimalkan atau dioperasikan sesuai dengan hasil perhitungan operasi ekonomis. Dalam hal ini metode Firefly algorithm merupakan salah satu metode yang dapat dipergunakan dalam masalah economic dispatch karena telah berhasil menyelesaikan pencapaian harga optimum untuk hasil biaya bahan bakar ekonomis pembangkitan dengan tingkat keakuratan dari hasil yang didapat secara optimal.
Desain Perencanaan Instalasi Listrik di Gedung Operasi dan Bersalin Rumah Sakit Umum Daerah dr. Agoesdjam Ketapang M. Sutrisno; M. Iqbal Arsyad; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 1: Januari 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i1.44514

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah dr.Agoesdjam Ketapang sedang merencanakan pembangunan gedung baru yaitu gedung operasi dan bersalin. Gedung operasi dan bersalin rumah sakit umum daerah dr. Agoesdjam Ketapang direncanakan dengan luas bangunan 2032 m2  yang terdiri dari  dua lantai. Agar terciptanya pelayanan yang baik, nyaman, tenang dan keamanan keselamatan jiwa manusia, perencanaan instalasi listrik pada bangunan rumah sakit ini harus sesuai dengan  Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu  berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik dan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 tentang persyaratan teknis bangunan dan prasarana rumah sakit. Penelitian pada perencanaan instalasi gedung ini menggunakan metode studi studi literatur dan metode diskriptif analitik. Dalam perencanaan gedung operasi dan bersalin rumah sakit umum daerah dr. Agoesdjam Ketapang ini ada melakukan beberapa perhitungan untuk mencari kebutuhan iluminasi penerangan, kapasitas AC (Air Conditioner), besar pengaman, luas penampang, beban total, dan jatuh tegangan serta membuat line diagram. Berdasarkan hasil perhitungan dan Analisa jumlah lampu yang akan digunakan adalah 433 buah lampu dan 41 buah Air Conditioner dengan total keseluruhan beban yang dibutuhkan di gedung operasi dan bersalin rumah sakit umum daerah dr.Agoesdjam Ketapang adalah 54,475 kW. 
STUDY OF ELECTRICAL INSTALLATION PLANNING AT THE GENERAL HOSPITAL IN BENGKAYANG DISTRICT Prabasa, Restu; Arsyad, M. Iqbal; Pontia W, F. Trias
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 1, No 1: June 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v1i1.69798

Abstract

The Regional General Hospital of Bengkayang Regency is planning the construction of a new building. The Bengkayang Regency General Hospital building will be planned to total 2 buildings, namely the Central Medical building and the IRNA building, where the Central Medical building has 4 floors with an area of 8024.62 m2 and the IRNA building has 3 floors with an area of 5945.55 m2 and several rooms to be built include: INFECTIOUS, IGD, Obstetric Installation, ICU, ICCU, HCU, Operating Room, and IRNA Room. To build the Regional General Hospital of Bengkayang Regency, it is necessary to plan electrical installations which are part of the initial stage of work. In planning this electrical installation, the need for electrical energy to serve the load must be in accordance with the Indonesian National Standard which refers to the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2016 concerning technical requirements for hospital buildings and infrastructure and the General Regulation of Electrical Installations (PUIL) 2011. Research on the planning of this installation uses literature study methods and discriminatory analytics. At the planning stage, several calculations were carried out, namely calculating the need for lighting illumination, air conditioning capacity, conducting cross-sectional area, safety current rating, as well as making line diagrams and calculating cost budget details (RAB). Based on calculations and analysis, the amount of power to meet all electricity load needs is 624322 Watt and the total cost of all work is Rp. 5,623,488,000.00.
STUDY OF HYBRID ELECTRICAL SYSTEM PLANNING IN THE RESEARCH AND COMMUNITY SERVICE INSTITUTE BUILDING Muzakkir, Chaerul; Fitriah, Fitriah; Arsyad, M. Iqbal
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 1, No 2: October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v1i2.70516

Abstract

This research plans a hybrid system in the LPPKM Untan building, comparing the energy and economic aspects of PLN and PLTS using monocrystal type solar panels with a capacity of 320 Wp, and finding the total needs and capacity of solar panels, batteries, SCC, inverters, and ATS. In the LPPKM building with an installed electrical power capacity of 23 kVA with a hybrid system will compare PLN and PLTS energy by 50% and 30% of the maximum daily power of 11.5 kW. Energy and economic analysis found that the most efficient PLTS energy cost to use, meeting and even exceeding the daily and monthly use of electric power in the LPPKM building is PLTS with a capacity of 50% (10,857.28 kWp / year) with cost savings of Rp. 15,486,877 kWp / year with a very high LCC value compared to using a capacity of 30% of the maximum power even though the LCC is low. The feasibility of investment made by the 50% capacity PLTS shows an NPV value of Rp. 28,394,341, -. PI = 1.16 and DPP value of 17 years. Indicating that the construction of PLTS in LPPKM is feasible by using a PLTS capacity of 50%.
STUDY OF ELECTRICAL INSTALLATION PLANNING AT PRATAMA JAGOI BABANG HOSPITAL Dian, Mardiana; Pontia W, F. Trias; Arsyad, M. Iqbal
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 1, No 2: October 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v1i2.69984

Abstract

Planning for Jagoi Babang Pratama Hospital is a Regional General Hospital owned by the Government which is located in Jagoi Babang District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. Jagoi Babang Primary Hospital has a total land area of 10,275 m2. The Study of Electrical Installation Planning at Pratama Jagoi Babang Hospital will be carried out in Building C, which at the time this research was appointed, development planning was being carried out and the location of Building C was on the 1st floor. The construction of this hospital is very dependent on electrical installations, especially lighting and air conditioning installations to support the needs of hospital staff and patients. For the smooth running of hospital activities, calculations are needed to design correct and proper electrical installations, according to the Indonesian National Standard based on General Electrical Installation Requirements (PUIL) of 2011 and Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 24 of 2016 concerning technical requirements for hospital buildings and infrastructure which is stated in article 23. In planning the electrical installation of Pratama Jagoi Babang Hospital, researchers made several calculations, namely lighting illumination, air conditioning capacity, safety size, cross-sectional area, total load, and voltage drop. Based on the results of calculations and analysis of the number of lamps counted, 470 lamps were obtained with the type of DL LED 14 Watt, DL LED 18 Watt, TL LED 18 Watt. Then the total load required is 8168 Watt = 8.168 kW while for planning Air Conditioners with a total load required is 140.633 kW with a total of 35 Air Conditioners.
EVALUASI KEANDALAN JARINGAN TEGANGAN MENENGAH 20 KV PENYULANG IMBON DI PT.PLN (PERSERO) ULP KOTA Candra, Devika; Gianto, Rudy; Arsyad, M. Iqbal
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57134

Abstract

Salah satu aspek yang sangat penting dalam pendistribusian energi listrik adalah keandalan sistem. Untuk mengetahui keandalan suatu penyulang maka ditetapkan indeks keandalan yaitu besaran untuk membandingkan penampilan suatu sistem distribusi. Indeks-indeks keandalan yang sering dipakai dalam suatu distribusi adalah SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI dan ASUI. Tujuan dari penelitian ini adalah fokus untuk mencari nilai Waktu Rata-Rata Menuju Kegagalan (MTTF), Waktu Rata-Rata Menuju Perbaikan (MTTR), Waktu Antara Kegagalan Sistem (MTBF), dan memperoleh informasi tingat keandalan di jaringan tegangan menengah. Objek lokasi penelitian ini adalah Jaringan Tegangan Menengah Penyulang Imbon di PT.PLN (persero) ULP Kota. Perhitungan pada penyulang Imbon ini dilakukan selama 2 tahun yaitu pada tahun 2020 dan 2021. Hasil evaluasi keandalan terhadap jaringan tegangan menenngah penyulang Imbon di PT.PLN (persero) ULP Kota berdasarkan nilai indek keandalan SAIFI, SAIDI, CAIDI, ASAI dan ASUI. Pada tahun 2020 indek keandalan SAIFI = 1,75 kali/tahun, SAIDI = 0,703 jam/tahun, CAIDI = 0,402 jam/pelanggan, ASAI = 99,998 %, ASUI = 0,008 %. Sedangkan untuk tahun 2021 nilai indeks keandalan SAIFI = 1,83 kali/tahun, SAIDI = 0,187 jam/tahun, CAIDI = 0,102 jam/pelanggan, ASAI = 99,992 %, ASUI = 0,008 %. Berdasarkan hasil perhitugan yang didapat dinyatakan bahwa nilai SAIFI, SAIDI, CAIDI untuk tahun 2020 dan 2021 dibawah target SPLN 68-2 : 1998 dan SPLN IEEE 1366-1998.