Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

INTERRELASI SPASIAL BENTUKLAHAN DENGAN VEGETASI PADA LERENG TENGGARA VULKAN CIREMAI: TINJAUAN STUDI BIOGEOMORFOLOGI Arif Ashari; Baiq Ahda Razula Apriyeni; Deni Permana; Nor Rohmad Safarudin
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 14, No 2 (2016): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v14i2.13816

Abstract

AbstrakVulkan Ciremai merupakan vulkan soliter pada zona utara Jawa Barat. Sebagai vulkan strato aktif, Vulkan Ciremai memiliki kondisi geomorfologi yang kompleks. Pengaruh iklim tropis basah dengan curah hujan tahunan tinggi menghasilkan kekayaan biodiversitas vulkan ini, khususnya jenis vegetasi. Dalam dinamika lingkungan fisik, terdapat hubungan timbal balik antara bentuklahan dengan vegetasi dimana karakteristik bentuklahan mempengaruhi distribusi spasial dan kondisi vegetasi, sebaliknya vegetasi juga mempengaruhi perkembangan bentuklahan. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan: (1) pengaruh faktor geomorfologis terhadap distribusi vegetasi, (2) pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi, pada lereng tenggara Vulkan Ciremai, dengan tinjauan biogeomorfologi khususnya pada tema ecological topology dan ecological memory. Data dikumpulkan melalui interpretasi citra penginderaan jauh, observasi, serta studi pustaka. Faktor geomorfologis berupa bentuklahan dan proses geomorfologi diketahui berpengaruh terhadap distribusi dan karakteristik vegetasi yang ditunjukkan oleh zonasi vegetasi yang linier terhadap bentuklahan. Pengaruh vegetasi terhadap proses geomorfologi terutama nampak pada variasi kemampuan vegetasi dalam mengendalikan laju erosi dan gerakan massa. Kata kunci: Biogeomorfologi, bentuklahan, vegetasi, Vulkan Ciremai
KONSERVASI BUKIT KARST SEBAGAI TINDAKAN MITIGASI KEKERINGAN DI DAERAH TANGKAPAN HUJAN SUB SISTEM GEOHIDROLOGI BRIBIN-BARON-SEROPAN KARST GUNUNGSEWU Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 10, No 1 (2012): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.035 KB) | DOI: 10.21831/gm.v10i1.3599

Abstract

Karst selama ini dipandang sebagai kawasan yang gersang, berbatu, dan selalu menghadapi permasalahan kesulitan sumberdaya air (Haryono, 2001). Potensi sumberdaya air di kawasan karst ini sebenarnya cukup baik yang dipengauhi oleh input curah hujan yang besar, batugamping yang telah terkarstifikasi, serta morfologi perbukitan karst. Permasalahan selama ini adalah kesulitan akses sumberdaya air, yang sedikit banyak telah teratasi dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi kerekayasaan untuk mengakses sumberdaya air tersebut.Permasalahan yang paling mengancam adalah bencana kekeringan, yaitu ketika kuantitas sumberdaya air menurun akibat berkurangnya input sumberdaya air dari hujan. Untuk menghadapi kekeringan pada saat kemarau panjang salah satu tindakan yang dapat diupayakan adalah menahan sumberdaya air selama mungkin di kawsan karst, yang secara alami dapat dilakukan dengan memanfaatkan fungsi penyimpanan air bukit karst.Bukit karst memiliki peran yang sangat besar dalam siklus hidrologi di kawasan karst. Input sumberdaya air dari curah hujan di kawasan karst sebagian besar akan masuk ke retakan-retakan (epikarst) yang terdapat di permukaan kemudian tersimpan dalam rongga-rongga hasil pelarutan. Bukit karst umumnya mampu menyimpan air tiga hingga empat bulan setelah berakhirnya musim penghujan, yaitu dengan mengeluarkan air secara perlahan-lahan ke sistem sungai bawah tanah. Dengan adanya fungsi tersebut, bukit karst harus dilindungi untuk menghadapi kekeringan pada musim kemarau. Tindakan konservasi yang dapat dilakukan antara lain menjaga dan mengelola bukit karst sesuai peruntukannya dengan mengacu pada tipe kawasan karst mengatur pertambangan batugamping, rehabilitasi lahan bekas tambang, mengelola zona epikarst dan ponor/luweng, serta melakukan pemberdayaan masyarakat kawasan karst.KataKunci: Kawasan Karst, Konservasi, Bukit Karst, Kekeringan
GEOMORPHOLOGY OF THE SOUTHERN FLANK OF MERAPI VOLCANO IN RELATION TO THE POTENTIAL HAZARDS AND NATURAL RESOURCES: A REVIEW Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 2 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1496.005 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i2.19556

Abstract

Gunung Merapi di Jawa Tengah merupakan salah satu vulkan yang paling aktif di Indonesia. Erupsi terakhir terjadi pada tahun 2010 yang menyebabkan banyak kerugian berupa korban jiwa maupun harta benda. Dalam upaya mengurangi risiko bencana, informasi mengenai persebaran bahaya dan sumberdaya perlu untuk disediakan untuk memperkirakan tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat dalam mengahadapi bencana. Tulisan ini bertujuan untuk (1) menganalisis kondisi geomorfologi, (2) mengetahui pengaruh dari faktor geomorfologis terhadap potensi bahaya dan sumberdaya alam; pada kawasan rawan bencana II dan III di lereng selatan Vulkan Merapi. Lereng selatan Vulkan Merapi memiliki kondisi geomorfologis yang sangat kompleks, yang terdiri dari beberapa bentuklahan serta variasi relief, batuan, struktur, dan proses geomorfologi yang berlangsung saat ini. Persebaran bahaya dan sumberdaya terpengaruh oleh faktor geomorfologis. Perbedaan bentuklahan dan relief berpengaruh terhadap jenis bahaya. Jenis sumberdaya alam antara lain berupa sumberdaya lahan, air, hayati, dan mineral. Distribusi sumberdaya tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi geomorfologis.
KAJIAN GEOMORFOLOGI KOMPLEKS GUA SEPLAWAN KAWASAN KARST JONGGRANGAN Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 1 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.709 KB) | DOI: 10.21831/gm.v11i1.3568

Abstract

This research aims to study the geomorphology of Seplawan cave in Karst region Jonggrangan. This includes : (1) the type of cave and landform around the cave, (2) the type of cave tunnel, and (3) the existence of speleothem and speleogen in the cave. The geomorphologic study of caves provides useful information to demonstrate a track record of karst development as well as to guide the development of cave tourism. The method employed in this research is a geomorphologic survey by focusing on morphology and morfogenesa. The data was collected through observation, documentation, and literary study. The data analysis was performed using descriptive-morphologic and spatial analysis. The findings show that seplawan cave belongs to the category of pit cave, formed by the widening of the ponor hole in the doline base. The tunnel in the cave have different forms namely, passage eliptical, rectangular passage, canyon, and joint passage. Speleothem in the form of stalactites, stalagmites, and drappery is found near the mouth of the cave. Moreover, the speleogen in the form of a notch solution, solution pocket, pothole, scallops, and Karren anastomoses is found in all parts of the cave.Keywords: karst geomorphology, karst caves, speleothem, speleogen
POLA LORONG GUA DAN SPELEOGENESIS PADA SISTEM PERGUAAN GESING-JLAMPRONG-SINDEN KARST GUNUNGSEWU Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 11, No 2 (2013): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/gm.v11i2.3452

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada sistem perguaan Gesing-Jlamprong-Sinden yangberada di kawasan Karst Gunungsewu, Kabupaten Gunungkidul dengan tujuan untuk: (1)mengetahui pola lorong dan kenampakan speleogen-speleothem dalam gua, (2)mengetahui faktor-faktor yang mengendalikan speleogenesis, (3) merekonstruksi prosesperkembangan gua. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Data dikumpulkandengan cara observasi, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam observasi dilakukanpengamatan dan pengukuran variabel lorong gua. Analisis dilakukan secara deskriptifdengan memperhatikan aspek-aspek geomorfologi, didukung dengan penalaran sebabakibat. Hasil penelitian menunjukkan Gua Gesing-Jlamprong-Sinden memiliki lorongutama tunggal dengan tipe lorong rectangular, eliptical, cayon, initial canyon, dan jointpassage. Kenampakan dalam gua didominasi oleh speleogen. Karakteristik lorong dankenampakan dalam gua tidak terlepas dari pengaruh faktor pengontrol speleogenesis,antara lain struktur geologi, topografi, litologi, dan hidrologi. Perkembangan Gua GesingJlamprong-Sinden dapat dirangkum dalam tiga tahap sejak akhir pleistosen masingmasing ditandai oleh pengangkatan disertai pembentukan kekar batugamping,perkembangan lorong oleh aliran freatik, serta perkembangan teras gua dan runtuhanlangit-langit gua.Kata kunci: speleogenesis, gua karst, lorong gua, perkembangan gua
GEOMORFOLOGI LERENG BARATDAYA GUNUNGAPI MERAPI KAITANNYA DENGAN UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN DAN KEBENCANAAN Sriadi Setyawati; Arif Ashari
Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian Vol 15, No 1 (2017): Geo Media: Majalah Ilmiah dan Informasi Kegeografian
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1242.739 KB) | DOI: 10.21831/gm.v15i1.16235

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan pada wilayah lereng baratdaya Gunungapi Merapi dengan tujuan: (1) menganalisis kondisi geomorfologi dengan teknik survei geomorfologikal analitikal, (2) mengembangkan model pengelolaan lingkungan dan kebencanaan berdasakan informasi geomorfologis. Metode yang digunakan adalah eksploratif-survei, dengan pendekatan keruangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wilayah lereng baratdaya Gunungapi Merapi. Sampel diambil dengan teknik purposif sampling pada setiap satuan morfologi. Analisis menggunakan cara deskriptif kualitatif dilandasi aspek dan konsep dasar geomorfologi. Analisis ini didukung dengan analisis pengharkatan untuk menilai potensi sumberdaya alam pada masing-masing satuan bentuklahan. Hasil penelitian: (1) geomorfologi lereng baratdaya Gunungapi Merapi terdiri dari berbagai bentuklahan yang memiliki perbedaan relief, batuan, stuktur, dan proses geomorfologi. Perbedaan tersebut mempengaruhi variasi potensi sumberdaya dan jenis bahaya. (2) pengelolaan lingkungan dan kebencanaan dilakukan dengan identifikasi potensi sumberdaya berdasarkan kondisi geomorfologis dan bentuk pengelolaan yang dapat dilakukan, serta mengidentifikasi jenis bahaya pada setiap bentuklahan dan melakukan penataan ruang berbasis mitigasi bencana. Kata kunci: Geomorfologi, Merapi, Pengelolaan Lingkungan, Pengelolaan Kebencanaan
A STUDY ON THE HAZARD OF ERUPTION AND LANDSLIDE IN INTERVOLCANIC BASIN OF MERAPI-MERBABU CENTRAL JAVA Nurhadi Nurhadi; Arif Ashari; Suparmini Suparmini
Jurnal Penelitian Saintek Vol 20, No 1: April 2015
Publisher : Institute of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.756 KB) | DOI: 10.21831/jps.v20i1.5606

Abstract

This study aimed to: (1) assess the eruption and landslide hazard, and (2) create a map of the spatial distribution of hazard in intervolcanic basin of the Merapi-Merbabu, Central Java Province. The method employs in this research was exploratory surveys, with regional complex approach. The population in this study were all landscape phenomena between intervolcanic basin of Merapi-Merbabu, located in parts of sub-district Sawangan, Magelang District, and sub-district Selo, Boyolali District. Sample was determined by observation of purposive sampling technique that at each terrain unit. Data collecting was carried out with observation, interpretation of remote sensing imagery, literature review, and documentation. The analysis used GIS analysis, scoring analysis, supported by descriptive analysis. The results showed the hazard of volcanic eruption varies between moderate to high. Moderate hazard exist in the area of Merbabu Volcano, while high hazard exist in the area of Merapi Volcano. High hazard mainly affected by high level of distance from active crater of Merapi Volcano and slope. The landslide hazard varies between very low to moderate. Very low and low hazard exist in the area of Merapi Volcano, while moderate hazard exist in the area of Merbabu Volcano. Moderate hazard mainly affected by high level of slope, soil texture, soil depth, and vegetation density.
THE ESTIMATION OF FLOOD-AFFECTED AREA IN THE DOWNSTREAM OF CODE RIVER, YOGYAKARTA, INDONESIA Suhadi Purwantara; Arif Ashari; Dyah Respati Suryo Sumunar; Nurul Khotimah
JURNAL GEOGRAFI Vol 14, No 2 (2022): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v14i2.34651

Abstract

The rapid development of settlements and sediment deposition has increasingly narrowed the drainage in the Code River. This condition causes floods and wider distribution of the affected areas. This research aims to estimate the maximum amount of rain, predict the probability of flood, and predict flood-prone areas in the Code River. Data were collected by observation, remote sensing image interpretations, literature studies, and documentation. Data analysis was performed using Log Pearson Type III for design rainfall analysis, Weibull formula for flood probability analysis, and rational method for planning maximum discharge analysis. Flood modeling is carried out by the iteration method. The results show: (1) the maximum amount of rain based on the calculated design rainfall with a return period of 5 to 40 years is R5 = 106.83 mm, R10 = 116.67 mm, R20 = 127.30 mm, R40 = 134.25 mm, (2) the probability of flood that is predicted from the maximum discharge caused by the design rainfall at each return period is Q5 = 82.45 m3/sec, Q10 = 89.42 m3/sec, Q20 = 96.95 m3/sec, Q40 = 101.86 m3/sec. (3) Inundation of the flood target area in the 5-year return period covers an area of 0.4456 km2, the 10-year return period covers 0.5209 km2, the 20-year return period covers 0.6023 km2, the 40-year return period covers 0.6555 km2. This paper presents information on the potential for a flood at various return periods to increase preparedness and reduce risks due to flood disasters.Keywords: Disaster, Floods, Estimated Flood-Affected Areas, Code River, Yogyakarta
Opak-Progo watershed’s potential for geography experiential learning Mukminan Mukminan; Arif Ashari; Suhadi Purwantara; Dyah Respati Suryo Sumunar
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 29, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v29i12024p78-94

Abstract

The implementation of learning innovation is crucial for 21st-century education, particularly for Generation Z and Alpha students. Additionally, experimental learning (EL) is highly beneficial for learning geography, especially on the topic of geography research. This study evaluates the potential of the Opak and Progo Watersheds as a geography laboratory. This research was conducted with a spatial approach. Data were collected by observation, literature study, interpretation of remote sensing imagery, and documentation. The garnered data were analyzed by matching, scoring, and statistical analysis. A descriptive analysis was performed to support these analyses. The results show that the Opak and Progo watersheds have the potential for learning geography. This potential is inseparable from its heterogeneity of geological, geomorphological, meteorological, and hydrological conditions. The upstream area presents more potential because it has more complex conditions, indicated by the significant difference between the upstream and downstream areas in each watershed, as well as the variation between the four sample locations covering the two watersheds. In sum, this study offers novel insights into the potential of the area for natural laboratories for geography studies, especially the laboratories based on watersheds. This study also provides alternative information regarding watershed areas as a geography learning resource.
Pemetaan Minat dan Bakat Menggunakan Metode RIASEC Pendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN 9 Bandarlampung Kurniawan, Rahmat; Pastina, Henggis; Mahendra, I Putu; Ashari, Arif; Saputra, M. Yogi; Yanti, Demi Dama; Nirwanto, Nirwanto; Krisnawati, Linda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 9 (2023): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i9.417

Abstract

SMAN 9 Bandarlampung merupakan salah satu sekolah unggulan di kota Bandarlampung yang menerapatkan Kurikulum Merdeka. Penentuan minat dan bakat siswa adalah bagian penting sebagai pendukung keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka tingkat SMA. Pada proses penerapan kurikulum Merdeka sekolah membutuhkan suatu pendekatan untuk memetakan minat dan bakat siswa, salah satu metode yang sederhana dan efektif yang dapat digunakan adalah metode RIASEC. Metode ini merupakan tes untuk memetakan minat dan bakat siswa kedalam 6 klasifikasi yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional. Hasil analisis RIASEC pada siswa kelas X A menunjukan 28% siswa memiliki karakter Social, 15% siswa berkarater Realistic, 18% berkarakter Investigatif, dan masing-masing 12% untuk siswa yang memiliki karakter Artistic, Enterprising, dan Conventional. Tingkat kepuasan siswa mencapai 100% dan tingkat kesesuain hasil RIASEC dengan karakter profesi yang direkomendasikan mencapai 97% dari 32 siswa yang mengikuti test. Saran tidak lanjut terkait kegiatan PkM ini adalah merancang sistem digital metode RIASEC agar dapat diaplikasikan lebih luas untuk seluruh siswa-siswi SMA dalam mendukung implementasi kurikulum Merdeka.
Co-Authors Abdullah, Nurul Hakimah Che Abdussalam, Moch Adika Bisma Dwi, Febriano Agung, Ahmad Anggraria Agung, Ahmad Anggraria Jaya Agustin, Lanita Agustina, Naela Ulya Ahmad, Rizal Aji, Abdul Alrando, Raja Aksana Alsadila, Kalista Amalia Fadila Rosa Aminuyati Andika Setiawan, Andika Angelina, Glory Anggoro , Rahma Wangga Dwi Anggraini , Adelfia Sylvi Anggraini, Vianti Rista Anton Cesar Saputra Apriliani, Ester Aurell S, Nasheka Rajwaa Ayuwulanda, Aditya Azzahra, Raihana Bagas Syarifudin Baiq Ahda Razula Apriyeni Bambang Saeful Hadi Bambang Saeful Hadi Bambang Syaeful Hadi Brotowiranti, Rayung W. Brotowiranti, Rayung Wulan Ciptati Clara, Cindy Moyna Demi Dama Yanti Deni Permana Dessy Laresti, Rahayu Dwi Prasetya , Adhi Dyah Respati Suryo Sumunar Edi Widodo Ervin, Muhamad Fauziyya, Riri Fazila, Safia Fitriana, Kamlia Nur Fitriya, Marsela Nur Fuad, Fatihin Nabiha Mohd Zekeri Ghifari, M Alvien Ghifari, M. Alvien Ginting, Arfa Sari Goreta Habeahan, Angelina Habibie , Luqmanul Hakim Hadi, Bambang S. Hartoyo, Mufid Rizki Hawa Purnama Celala Ary Cane Herlina, Idra Hervina Nur Awanda I Putu Mahendra Indarto Indarto Jamaludin, Syarif Kharisma Kharisma Kharisma, Kharisma Krisnawati, Linda Luqmanul Hakim Mario, Frisel Mariyam Mariyam Meilita, Dwi Muhammad A.I. , Wardoyo Muhammad Asrori Indra Wardoyo Muhammad M.F. , Pratama Muhammad Yogi Saputra Mukminan Nirwanto Nirwanto, Nirwanto Nisa Yulianti Suprahman Nor Rohmad Safarudin Nugraha, Septa Putri Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurhadi Nurul Khotimah Olivia, Raisya A. Olivia, Raisya Arzety Pane, Esteria Christina Pastina, Henggis Pratama , Yoga Anjas Putranto, Reyhan Puji Putri , Agustin Hermaria Rahmat Kurniawan Razali, Muhammad Syafiq Refsya Azanti Putri Reswari, Az-Zahra A. Reswari, Az-Zahra Ardhana Rosa, Amalia Fadila Salma, Greace Nanda Putri Saputra, M. Yogi Saragih, Desi Sarmoko Sarmoko Savira, Adelia Veni Sholu Ratih Sihombing, Lisen Sihombing, Zoel Fresly Simamora, Benget Backtiar Sinaga, Hanzel Nomensen Siregar, Nonny Cristine Sitanggang , Sopan E. Solly Aryza Sriadi Setyawati Sriadi Setyowati Sriadi Setyowati Sudarmanto, Irwan Suhadi Purwantara Sukrasno Sukrasno Suparmini Suparmini Suparmini Suparmini Suparmini Suparmini Syarif Jamaludin Wardoyo, Muhammad Asrori Indra Windasari, Liska Winni Nur Auli Yoga Anjas Pratama Yuangwidi, Kinanthi Purbaning Zahra, Miralda Zekeri, Fatihin Nabiha Mohd