Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Analisis Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Pendidikan Biologi melalui Kegiatan Praktikum Histologi Rina Astuti; Annur Indra Kusumadani
JURNAL RISET RUMPUN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : JURRIMIPA: Jurnal Riset Rumpun Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrimipa.v4i3.8040

Abstract

Histology practicum, as one of the compulsory practicum courses, offers a great opportunity to practice various aspects of science process skills through microscopic tissue observation activities, identification of cell and tissue structures, and analysis of tissue functions in organisms. This study aims to analyze the science process skills biology education students through histology practicum activities. This study uses a quantitative descriptive approach with a survey method to analyze the science process skills of biology education students through histology practicum activities. Data collection in this study used three main techniques, namely science process skills tests, direct observation, and analysis of practicum report documents. Furthermore, the data were analyzed descriptively quantitatively using descriptive statistics to describe the profile of students' science process skills. Analysis per aspect revealed that students had good skills in the aspects of observing (78.50%), classifying (76.33%), interpreting data (71.67%), applying concepts (73.25%), and communicating results (73.40%), which indicates that histology practicum is effective in developing basic science process skills. However, the aspects of formulating hypotheses (58.17%) and planning experiments (54.83%) were still in the sufficient category, indicating that students experienced difficulties in integrated science process skills that require higher-order thinking skills. The findings this study provide important implications for the development of more comprehensive histology practicum learning strategies, including the integration of inquiry approaches, the use of continuous formative assessment, the application of differentiated learning, and strengthening the connection between theory and practice to optimize the development of all aspects of science process skills of prospective biology teachers.  
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri Andini, Rizky Fitri; Prastiwi, Ikha; Astuti, Rina; Putri, Farisa Fabia
Jurnal Kesehatan Bhakti Husada Vol 11 No 2 (2025): JURNAL KESEHATAN BHAKTI HUSADA
Publisher : Jurnal Kesehatan Bhakti Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37848/jkb.v11i2.243

Abstract

Latar Belakang: Masalah yang sering dialami oleh remaja putri pada saat remaja adalah masalah disminorea atau nyeri pada saat mensturasi. Salah satu penyebab pencetus kejadian disminorea dikarenakan faktor psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMPN 3 Cibitung Bekasi Tahun 2024. Metode: metode penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri di SMPN 3 Cibitung dengan populasi sebanyak 34 siswa dengan teknik accidental sample. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariate dengan menggunakan uji statistik gamma. Hasil: Hasil penelitian dengan uji statistik gamma diperoleh nilai P-value = 0,002 atau nilai p<α yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian disminorea pada remaja putri di SMPN 3 Cibitung tahun 2024. Diharapkan para guru dapat bekerjasama dengan Puskesmas terdekat untuk memberikan penyuluhan ataupun pendidikan kesehatan terkait dismenorea dengan melibatkan keluarga Kata Kunci : Disminorea, Tingkat Kecemasan, Remaja
Pengembangan Keterampilan Budidaya Tanaman Hias Bagi Kelompok Wanita Tani Sebagai Upaya Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Santhyami, Santhyami; Agustina, Lina; Agustina, Putri; Astuti, Rina; Kusumadani, Annur Indra; Sari, Siti Kartika
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v6i1.531

Abstract

Ornamental plant cultivation can be widely beneficial in boosting community economic growth. The ornamental plant business is part of creative economic development and is one way to increase farmers' income towards better purchasing power. Ornamental plant cultivation is considered to have high economic potential, as it can be done on limited land with relatively small capital and a wide market. This community service activity aims to improve the skills and economic independence of members of the Berkah Tani 2 Women Farmers Group (KWT) through training and assistance in ornamental plant cultivation. The program will be implemented in May 2025 using a participatory approach (Participatory Rural Appraisal) that emphasizes active community involvement in every stage of the activity. The stages of this activity are activity preparation, activity implementation, and evaluation, where evaluation is conducted through interviews and observations after the activity is carried out. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge, as seen from their ability to explain the cultivation stages more accurately, an increase in skills, as shown by the success of most participants in practicing plant propagation and maintenance independently, and an increase in motivation, as seen from the members' initiative to increase the number of plants and start planning simple marketing. This activity is expected to become a model for sustainable horticulture-based community empowerment.
ANALISIS KETERAMPILAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI PADA PENGEMBANGAN PRAKTIKUM BIOLOGI SEKOLAH Agustina, Putri; Agustina, Lina; Astuti, Rina; Saputra, Alanindra
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i2.10151

Abstract

Practicum is an important component of Biology learning that plays a role in developing students' science process skills, conceptual understanding, and scientific attitudes. Therefore, prospective Biology teacher students need to be equipped with the ability to develop practicum-based learning. This study aims to analyze the skills of prospective Biology teacher students in developing Biology learning using the practicum method. This study used a descriptive approach, involving 30 students enrolled in the School Biology Practicum Development (PPBS) course in the 2024/2025 academic year. Data were obtained through an assessment of student portfolio documents, including practicum designs, teaching modules, practicum teaching materials, and practicum assessment instruments. Data were analyzed using descriptive percentage techniques. The results showed that the skills of prospective Biology teacher students in developing practicum-based learning were in the good category with an average achievement of 74.90%. In detail, the skills of compiling practicum designs were in the very good category (76.83%), while the skills of compiling teaching modules (75.00%), practicum teaching materials (74.50%), and practicum assessment instruments (73.50%) were in the good category. These results indicate that students have sufficient basic competencies for developing practicum-based learning, but strengthening is still needed in high-level thinking skills, the quality of teaching materials, and authentic assessment. ABSTRAK Praktikum merupakan komponen penting dalam pembelajaran Biologi yang berperan dalam mengembangkan keterampilan proses sains, pemahaman konseptual, serta sikap ilmiah peserta didik. Oleh karena itu, mahasiswa calon guru Biologi perlu dibekali kemampuan dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan pembelajaran Biologi dengan metode praktikum. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan subjek sebanyak 30 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pengembangan Praktikum Biologi Sekolah (PPBS) pada tahun ajaran 2024/2025. Data diperoleh melalui penilaian terhadap dokumen portofolio mahasiswa yang meliputi rancangan praktikum, modul ajar, bahan ajar praktikum, dan instrumen penilaian praktikum. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan mahasiswa calon guru Biologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum berada pada kategori baik dengan rata-rata capaian sebesar 74,90%. Secara rinci, keterampilan menyusun rancangan praktikum berada pada kategori sangat baik (76,83%), sedangkan keterampilan menyusun modul ajar (75,00%), bahan ajar praktikum (74,50%), dan instrumen penilaian praktikum (73,50%) berada pada kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kompetensi dasar yang cukup dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktikum, namun masih diperlukan penguatan pada aspek pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kualitas bahan ajar, dan penilaian autentik.    
Peran PKK dalam Membangkitkan Kepedulian Lingkungan Melalui Pemanfaatan Lahan Kosong untuk Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Astuti, Rina; Kamila, Nadya Shava; Mahatama, Duta Saksena
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 21, No 1 (2024): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wujud nyata dari kepedulian lingkungan di suatu daerah harus dapat dirasakan manfaatnya oleh warga di daerah tersebut. Peduli lingkungan di kampung pijilan makamhaji perlu di galakkanlagi dengan memanfaatkan lahan kosong di tepi sungai untuk menanam tanaman obat keluarga (Toga). Upaya meningkatkan kepedulian lingkungan merupakan salah satu dari sepuluh program pokok pkk yang harus di dukung dan terus di motivasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkatkan kepedulian warga masyarakat khususnya kaum perempuan yang tergabung dalam organisasi pkk dan untuk mengenalkan jenis-jenis tanaman herbal yang di gunakan untuk obat keluarga atau yang lebih di kenal dengan toga. Metode yang dilakukan melalui kegiatan rutin pkk yang berlangsung dua kali dalam sebulan meliputi sosialisasi terkait kepedulian lingkungan dan sosialisasi tentang mengenal tanaman obat lebih jauh kemudian dilanjutkan penanaman toga tetapi sebelumnya di siapkan lahan dan di beri arahan untuk membuat pot dari barang bekas yterlebih dahulu. Perawatan toga di lakukan oleh masing-masing dawis secara bergiliran. Hasil panen di olah dengan memberikan pelatihan hasil olahan tanaman toga dan mengemas produk dengan sangat menarik. Target luaran ini adalah munculnya atau meningkatnya sikap kepedulian lingkungan dan pemahaman terkait tanaman obat keluarga dengan maksimal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Kegiatan Penghijauan dalam Rangka Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di Gumukrejo Kedunglengkong Simo Boyolali Astuti, Rina
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 19, No 1 (2022): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topografi wilayah kecamatan simo merupakan daerah yang berupa dataran bergelombang dan berbuki dan  menjadi bagian anak pegunungan kendeng, salah satunya yaitu desa kedunglengkong. Lahan menjadi sumber  daya yang penting untuk kepentingan hidup masyarakat di simo terutama di desa kedunglengkong. Lahan yang  terbatas dan berada di daerah tandus maka pengelolaan lahan harus hati-hati dan sesuai dengan kemampuan  agar tidak mengurangi daya guna lahan dan mengurangi produktivitas lahan. Salah satu upaya yang harus  dilakukan untuk menjaga kemampuan lahan agar tetap terjaga dan terpelihara juga untuk membantu  menghindari kesalahan dalam tataguna lahan dan mengatasi masalah turunnya produktivias lahan adalah  dengan pengelolaan lahan yang tepat. Pengelolaan lahan yang baik demi menjaga keseimbangan lingkungan  ini diperlukan kesadaran dari masyarakat sehingga terbentuk karakter peduli lingkungan dan peduli lahan  dengan melakukan penghijauan di sekitar tempat tinggalnya masing-masing. Tujuan dari kegiatan ini adalah  1). Menumbuhkan karakter peduli lingkungan pada masyarakat dukuh gumukrejo desalengkong, 2). Melakukan  kegitan nyata dengan kegiatan penghijauan. Metode sosialisasi dan penyuluhan di awal perlu dilakakukan agar  masyarakat terbuka hati dan pikirannya terhadap masalah-masalah lingkungan sehingga tumbuh kepedulian  terhadap kelestarian lingkungan dan lahan. Metode kegiatan yang nyata dilakukan adalah dengan penanaman  kembali pohon sengon sebanyak 260 pohon dan beberapa tanaman buah-buahan pada lahan yang mulai tandus  dan lahan – lahan tidur yang tidak di manfaatkan. Target luaran dari kegiatan ini adalah masyarakat dukuh  gumukrejo desa kedung lengkong memiliki karakter peduli lingkungan.
Keterampilan Mahasiswa Calon Guru Biologi dalam Menerapkan Kurikulum Merdeka Berdasarkan Pengembangan Perangkat Pembelajaran Agustina, Putri; Astuti, Rina; Agustina, Lina
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 21, No 1 (2024): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Decree of the Minister of Education, Culture, Research and Technology of the Republic of Indonesia Number 56/M/2022 concerning Guidelines for Implementing Curriculum in the Context of Learning Recovery states that in order to recover learning loss that occurs in particular conditions, educational units need to develop a curriculum with The principle of diversification by the conditions of the educational unit, regional potential, and students, one of which is by implementing an independent curriculum. One of the characteristics of the independent curriculum that differentiates it from the previous curriculum is the development stage of learning tools. LPTK managers, including FKIP UMS, responded to this policy quickly. FKIP UMS, through the integrated learning laboratory, has begun implementing obligations for Biology student teacher candidates to develop independent curriculum learning tools in the 2021/2022 academic year. This research aims to analyze the abilities of prospective Biology teacher students in developing independent curriculum learning tools for the T.A. 2023/2024 microteaching course. The subjects of this research were P.S. P. Biology students at FKIP UMS who were taking microteaching courses in the even semester of F.Y. 2023/2024. Research parameters include students' abilities in developing teaching modules, student worksheets, and assessment instruments. Data analysis was carried out descriptively and qualitatively using percentage techniques. Based on the results of data analysis, in general, the ability of Biology teacher candidates at FKIP UMS to develop independent curriculum learning tools in the T.A. 2023/2024 microteaching course is in a suitable category with an average percentage of 69.4%. Let us look at the scores for each aspect. The average achievement of the student ability aspect in developing independent curriculum teaching modules is in the excellent category (74.3%). In comparison, the student ability aspect in developing independent curriculum assessment instruments is quite good (64.5%).
Pemanfaatan Barang Bekas Untuk Mendukung Program Go-Green Di MTS Muhammadiyah 10 Wedi Astuti, Rina; Sriwulan, Riska; Swastihayu, Revivalindra Anandari; Listyanto, Tito Gamas
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 20, No 1 (2023): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A school go-green program is really needed to support the school's efforts to become a green school and encourage environmentally friendly behavior for students' comfortable learning. The aim of this research is to describe the Go-Green program and the benefits obtained by MTs Muhammadiyah 10 Wedi students and the surrounding community. The method in this research is a qualitative descriptive analysis method. The results of implementing the Go-Green program by using gallons of drinking water to make various kinds of pots at MTs Muhammadiyah 10 Wedi and planting several plants in the pots. Students can use used goods around them. Cohesion and cooperation can also be improved with this program. There are many benefits that can be obtained from the Go-Green program, such as increasing environmental awareness, fostering creativity, and reducing plastic waste.