Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perceived social support as a mediator between coping and stress in first-year students during the COVID-19 Pandemic Rahmanto, Septian Wahyu; Nuryanti, Lusi; Asyanti, Setia
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 26 No. 2 (2024): AUGUST 2024
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/psikologi.v26i2.3574

Abstract

The COVID-19 pandemic has impacted the education sector and caused stress for first-year students who have to adapt to a period of continence in higher education. Students can deal with stress using coping methods, but the coping mechanisms they choose may not always reduce stress. Coping strategies are not the only way to deal with stress; perceived social support also contribute to students’ stress levels. This study aims to determine the role of perceived social support as a mediator between coping and stress in first-year students during the COVID-19 pandemic. Using the cluster random sampling technique , 437 first-year students were selected, comprising 111 men and 326 women, as participants. The instruments for data collection were DASS-21, Brief COPE-28, and ISEL-16. The data were analyzed using the Sobel test technique. The indirect effect results show that perceived social support is a mediator between problem-focused coping (PFC) with stress (p < 0.001; β = -0.027), emotion-focused coping (EFC) with stress (p < 0.001; β = -0.020), and avoidant coping (AVC) with stress (p < 0.001; β = 0.035). Perceived social support has a full mediation effect on the relationship between PFC and stress, the relationship between EFC and stress, and a partial mediation effect on the relationship between AVC and stress. PFC and EFC will not be able to play a significant role in reducing stress levels if there is no perception of social support. This study provides findings that when first-year students use AVC, the environment needs to provide positive social support. Therefore, the role of AVC is reduced and stress levels are reduced. The findings of the mediating role of perceived social support are beneficial because they provide empirical evidence for theoretical and practical implications. Keyword: Stress, coping, perceived social support, COVID-19 Pandemic, isel-16
Pengetahuan dan Sikap Siswa Penyintas Covid-19 mengenai Pola Makan Sehat untuk Mencegah Long Covid Syndrome di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman, Yogyakarta Mutalazimah, Mutalazimah; Puspitasari, Dyah Intan; Zulaekah, Siti; Pristianto, Arif; Asyanti, Setia
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v8i2.1599

Abstract

Sampai pada Bulan Februari 2022 sebanyak 155 siswa di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sleman Yogyakarta terpapar COVID-19. Tidak sedikit siswa penyintas COVID-19 tersebut mengalami long COVID syndrome, yakni dampak-dampak penyakit yang masih dirasakan dalam jangka panjang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran, kegelisahan bahkan stress, yang dapat berdampak pada pola makan dan status gizi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pengetahuan dan sikap siswa penyintas COVID-19 terkait pola makan sehat dan status gizi untuk mencegah dampak dari long COVID syndrome. Penelitian observasional cross-sectional ini dilakukan pada 102 siswa penyintas COVID-19 di MBS Sleman Yogyakarta. Data pengetahuan dan sikap mengenai pola makan sehat diambil menggunakan kuesioner, dan data status gizi diambil menggunakan pengukuran antropometri dengan indeks BB/TB dengan menghitung indeks massa tubuh (IMT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan santri mengenai pola makan sehat dalam pencegahan dampak jangka panjang COVID-19, dengan kategori baik sebesar 72,94%. Sementara itu sikap dengan kategori baik sebesar 88,82%. Status gizi responden dengan kategori normal sebesar 66,7% dan kategori tidak normal 33,3%. Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan sikap mengenai pola makan sehat dengan status gizi, dengan nilai p masing-masing 0,328 dan 0,515. Masih ditemukannya siswa dengan pengetahuan dan sikap yang kurang, serta status gizi yang tidak normal, memerlukan upaya berkesinambungan dalam kegiatan edukasi mengenai pola makan sehat untuk pencegahan long COVID syndrome dan berbagai masalah gizi pada usia remaja.
Peran Persepsi Stigma Masyarakat Dan Literasi Kesehatan Mental Terhadap Perilaku Mencari Bantuan Pada Mahasiswa Baru Safitri, Elsa; Asyanti, Setia
JURNAL PSIKOLOGI Vol 21, No 1 (2025): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v21i1.21066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran persepsi stigma masyarakat dan literasi kesehatan mental secara simultan dan parsial terhadap perilaku mencari bantuan mahasiswa baru. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta yang berjumlah 6.563 mahasiswa. Responden penelitian ini berjumlah 223 orang yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel insidental. Proses pengumpulan data menggunakan  alat ukur yaitu skala persepsi stigma masyarakat, skala literasi kesehatan mental dan skala perilaku mencari bantuan. Selanjutnya, dilakukan analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan adanya peranan secara simultan variable persepsi stigma masyarakat dan literasi kesehatan mental terhadap perilaku mencari bantuan dengan nilai F = 4,992, nilai signifikansi sebesar 0,008 dan R2 = 4,3%. Selain itu, peran masing-masing variable secara berturut turut yakni variabel persepsi stigma masyarakat dan literasi kesehatan mental terhadap  perilaku mencari bantuan adalah sebesar  2,5 % dan 1,8%.  Dengan demikian, masih ada 95,7% variable lain yang lebih berperan dalam menentukan perilaku mencari bantuan pada mahasiswa baru. Untuk penelitian selanjutnya perlu dicari variable-variabel lain yang lebih berperan terhadap perilaku mencari bantuan. Kata kunci: Literasi Kesehatan Mental, Perilaku Mencari Bantuan, Persepsi terhadap Gangguan Mental.
Development of Audiovisual Media for Reproductive Health Education for Parents of Adolescents Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah; Inayati, Nurul Latifatul; Asyanti, Setia; Umaroh, Ayu Khoirotul; Livia, Wardhatul; Laili, Ramadani Nur; Trijaya, Trijaya; Dewanti, Ririn Cahya; Kusumawati, Yuli; Arifah, Izzatul
Kesmas Vol. 20, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parents are the primary source of information for adolescents, but many parents lack an understanding of health materials. For knowledge to be increased, health media, one of which is audiovisual media, are desirable. This study aimed to develop audiovisual media on adolescents’ reproductive health. Media development utilized the analyze, design, develop, implement, and evaluate (ADDIE) model. The respondents in this study were parents of adolescents aged 10–14 years, comprising 10 parents in the small group evaluation, 20 in the field evaluation, and 10 in the implementation stage. The effectiveness of the media was tested through pretests and posttests. Using a questionnaire tested for validity and reliability, the data were collected. The effectiveness of the media was analyzed using N-gain. The results revealed that the seven audiovisual media were suitable for use. At the implementation stage, the N-gain value was 0.55, indicating that the video effectively increased parents’ knowledge of reproductive health. Developing audiovisual media on reproductive health is effective for parents. To ensure parents truly grasp reproductive health information, health institutions should consider creating interactive audiovisual resources. This format would make the material more accessible and comprehensible.
Waktu Luang Remaja: Kajian Fenomenologis Purwandari, Eny; Lestari, Rini; Karyani, Usmi; Asyanti, Setia
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan dan aktifitas rutin yang dilakukan seseorang seakan mengarah pada kegiatan yang mekanis. Oleh karena itu banyak orang berharap mempunyai waktu luang dengan harapan sebagai release time, free time. Waktu luang menjadi berharga bagi seseorang, termasuk pada remaja. Usia dengan ciri utama pencarian identitas diri. Fenomena waktu luang remaja menjadi kajian yang penting untuk diketahui. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologis. Sebanyak 2004 orang usia remaja awal terlibat di dalam pengisian angket terbuka. Data dianalisis secara konten dengan pemberian koding. Hasil menunjukkan bahwa waktu luang remaja didominasi oleh bentuk kegiatan kesenangan yang cenderung tidak produktif (35,9%). Namun kegiatan olah raga cukup menjadi pilihan remaja dalam mengisi waktu luang (29,2%), menyusul kegiatan kesenangan yang produktif. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah sama sekali tidak menjadi pengisi waktu luang, termasuk kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, dan seni. Berdasarkan fenomena ini akan menjadi rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti baik oleh pemegang kebijakan, sekolah, keluarga, maupun kelompok-kelompok komunitas yang anggotanya didominasi remaja.
Program Wadah Jiwa untuk Menurunkan Stigma Negatif terhadap ODGJ Putra, Fadlih Asyfara; Hertinjung, Wisnu Sri; Asyanti, Setia; Indiati, Sepi; Hasanah, Mir'atun
Abdi Psikonomi Vol 3, No 3 (2022): Oktober 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/psikonomi.vi.745

Abstract

Stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi salah satu permasalahan Desa C dalam mewujudkan Desa Siaga Sehat Jiwa. Pengetahuan warga dan keluarga penderita yang minim mengenai ODGJ membuat keluarga dan warga memperlakukan ODGJ secara negatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran stigma yang terjadi, serta merancang intervensi intuk meningkatkan pengetahuan dan program yang mewadahi antara ODGJ dengan warga. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa C, ODGJ, keluarga penderita, serta masyarakat Desa C. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan focus group interview (FGI). Metode intervensi yang digunakan yaitu advokasi, psikoedukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji student test. Kegiatan advokasi mewujudkan program Wadah Jiwa yakni berisikan psikoedukasi terkait ODGJ, termasuk stigma negatif terhadap OGDJ dan advokasi untuk dukungan keberlangsungan program dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat. Hasil Intervensi melalui wadah Jiwa Berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang stigma negative terhadap ODGJ dan terwujud kegiatan yang mengakomodasi interaksi antara warga dengan ODGJ.
Psychological Well- Being of Healthcare Workers During The COVID-19 Pandemic Elisadevi, Novi; Kasturi, Taufik; Asyanti, Setia; Sulastri, Teraika Sri
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i2.1620

Abstract

The purpose of this study was to determine the description of the psychological well-being of health workers during the co-19 pandemic, and to find out the factors that can influence it. The informants in this study totaled 6 people. Informants were selected based on the 42-item Ryff psychological well-being scale score that had previously been distributed in advance, and could reach 96 health worker respondents. Of the 96 respondents, 6 subjects were selected based on their level of psychological well-being, namely 3 subjects with high psychological well-being, and 3 subjects with low psychological well-being. The research was conducted using a qualitative method with a phenomenological approach. Interviews were conducted using an interview guide prepared by the researcher. Data analysis was conducted using interpretative phenomenological analysis. From the results of the analysis, it was found that the psychological well-being of health workers during the Covid-19 pandemic can be influenced by the social support received, the way the subject overcomes the problems faced, and the gratitude he has for his life.
The Effectiveness of Mentoring Program towards Sunnah Worship Rituals of Muslim Students from Faculty of Psychology, UMS Idris, Siti Rabiatul Adawiyah; Cahayani, Arindiar Kusuma; Asyanti, Setia
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2019: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.1339

Abstract

Globalization makes the world seem to have no boundaries anymore, brings big changes for Indonesian youth, namely global values that are incompatible with the superior values of the Indonesian people. scientifically qualified, but also has superior character and away from deviant behaviors that are not following the values of Islam. This research aimed to see whether the mentoring program was effective in increasing the sunnah worship rituals for students. The method used was a pre-experimental design with a pre-test-post-test one group design. The sampling technique used in this study was purposive sampling, by determining certain criteria that had been determined by researchers. The subjects were 48 female students from the Faculty of Psychology, Muhammdiyah Surakarta University. The results of this study stated that the mentoring program was not effective to improve the psychology rituals of female students. However, these results need to be interpreted carefully. There are some factors which likely to cause this condition: 1) mentoring activities that have not been optimal, both regarding the material, delivery methods and the role of the mentor. 2) behavioral change targets, namely ritual worship, 3) other outside variables that are influential but not yet controlled.
PENINGKATKAN KONTROL SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Rostanti, Siti Rohma; Asyanti, Setia; Fristy, Adelita
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v8i1.5997

Abstract

Memiliki karakteristik rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru dan sedang berada dalam proses mencari identitas diri, menjadikan  remaja sebagai golongan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Apalagi jika hidup di lingkungan yang memiliki kontrol sosial yang rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol sosial dari masyarakat sehingga mampu mencegah perilaku penyalahgunaan narkoba. Adapun metode pelaksanaannya adalah: 1) melakukan advokasi program pencegahan penyalahgunaan narkoba (P3N), 2) pembentukan Tim Kegiatan Masyarakat (TKM) dan 3) Psikoedukasi. Kontrol sosial yang awalnya minim menjadi meningkat melalui tahapan: (1) adanya kesadaran masyarakat bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba telah terjadi dan warga menyepakati perlunya program pencegahan penyalahgunaan narkoba, (2) adanya kegiatan siskamling di masyarakat yang dimonitor oleh TKM, (3) terjadi peningkatan secara signifikan pengetahuan pencegahan penyalahgunaan narkoba. (4) peran orangtua mengingatkan anak-anaknya yang bermain di luar rumah meningkat. Meskipun dampak nyata kontrol sosial belum dirasakan, namun keresahan warga menurun seiring adanya siskamling dan menurunnya jumlah remaja yang bermain di luar rumah pada malam hari. Kegiatan siskamling sebagai salah satu bentuk kontrol sosial perlu dilanjutkan.