Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penurunan Depresi Pada Difabel Akibat Kecelakaan Melalui Pelatihan Ketrampilan Regulasi Emosi rini setyowati; Nisa Rachmah Nur Anganthi; Setia Asyanti
Jurnal Psikologi Vol 43, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.875 KB) | DOI: 10.22146/jpsi.11332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pelatihan ketrampilan regulasi emosi dalam menurunkan depresi pada difabel akibat kecelakaan. Peneliti menggunakan desain nonrandomized control group pretest-posttest dengan responden sebanyak 12 difabel dewasa awal akibat kecelakaan yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Beck Depression Inventory (BDI) digunakan untuk mengukur tingkat depresi sebelum, setelah perlakuan dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif dengan uji statistik nonparametrik Mann-Whitney U, diketahui terdapat perbedaan penurunan depresi pada kelompok eksperimen yang diberi pelatihan dibandingkan dengan kelompok kontrol, dan Wilcoxon T, diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara skor depresi sebelum dan setelah pelatihan pada kelompok eksperimen. Data kualitatif juga mendukung analisis kuantitatif, bahwa ketrampilan regulasi emosi pada subjek eksperimen meningkat setelah mengikuti pelatihan. Disimpulkan bahwa pelatihan ketrampilan regulasi emosi terbukti efektif dalam menurunkan depresi pada difabel akibat kecelakaan. Oleh karena itu, diperlukan wadah bagi difabel akibat kecelakaan untuk saling berbagi dan mengekspresikan emosi.
Waktu Luang Remaja: Kajian Fenomenologis Eny Purwandari; Rini Lestari; Usmi Karyani; Setia Asyanti
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Sosial Ekonomi dan Psikologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.178 KB)

Abstract

Kegiatan dan aktifitas rutin yang dilakukan seseorang seakan mengarah pada kegiatan yang mekanis. Oleh karena itu banyak orang berharap mempunyai waktu luang dengan harapan sebagai release time, free time. Waktu luang menjadi berharga bagi seseorang, termasuk pada remaja. Usia dengan ciri utama pencarian identitas diri. Fenomena waktu luang remaja menjadi kajian yang penting untuk diketahui. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif fenomenologis. Sebanyak 2004 orang usia remaja awal terlibat di dalam pengisian angket terbuka. Data dianalisis secara konten dengan pemberian koding. Hasil menunjukkan bahwa waktu luang remaja didominasi oleh bentuk kegiatan kesenangan yang cenderung tidak produktif (35,9%). Namun kegiatan olah raga cukup menjadi pilihan remaja dalam mengisi waktu luang (29,2%), menyusul kegiatan kesenangan yang produktif. Kegiatan ekstrakurikuler sekolah sama sekali tidak menjadi pengisi waktu luang, termasuk kegiatan kemasyarakatan, keagamaan, dan seni. Berdasarkan fenomena ini akan menjadi rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti baik oleh pemegang kebijakan, sekolah, keluarga, maupun kelompok-kelompok komunitas yang anggotanya didominasi remaja.
Optimalisasi Perawatan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Berbasis Komunitas Adita Lintang Kharisma Putri; Sri Lestari; Setia Asyanti; Sepi Indriati; Mir'atun Hasanah
Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 4 (2022): Oktober - Desember
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.593 KB) | DOI: 10.33860/pjpm.v3i4.1280

Abstract

Treatment of people with mental disorders (ODGJ) is one of the problems in Village C in realizing the Mental Health Alert Village. Lack of family understanding about the care of ODGJ makes the family tend to have a negative attitude towards ODGJ. This activity aims to obtain an overview of the efforts to cure ODGJ, and the obstacles experienced, as well as to design and implement an intervention program to increase the knowledge and skills of families in caring for ODGJ. This activity aims to obtain an overview of the efforts to cure ODGJ, and the obstacles experienced, as well as to design and implement an intervention program to increase the knowledge and skills of families in caring for ODGJ. Data collection techniques used are observation, interviews, and focus group interview. The intervention methods used are advocacy and psychoeducation. The data obtained were analyzed by the Wilcoxon test. From psychoeducation activities, it is known that there is an increase in the participants’s knowledge, understanding, and skills. as indicated by the change in the scale score from 37.25 to 39.25. The family shows behavioral changes in providing care and treatment for ODGJ. Through advocacy activities, it is possible to create a Mental Health Post which will provide services every month to ODGJ families. ABSTRAK Perawatan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) menjadi salah satu permasalahan Desa C dalam mewujudkan Desa Siaga Sehat Jiwa. Pemahaman keluarga yang minim mengenai perawatan ODGJ membuat keluarga cenderung bersikap negatif terhadap ODGJ. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai upaya meyembuhkan ODGJ, dan hambatan yang dialami, serta merancang dan melaksanakan program intervensi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam merawat ODGJ. Kegiatan ini melibatkan 18 orang yang terdiri dari keluarga yang merawat ODGJ, serta masyarakat dan pemerintah desa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan FGI. Metode intervensi yang digunakan yaitu advokasi dan psikoedukasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Wilcoxon. Dari kegiatan psikoedukasi diketahui bahwa ada peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan pada peserta yang ditunjukkan pada perubahan skor skala dari 37,25 menjadi 39,25. Keluarga menunjukkan perubahan perilaku dalam memberikan perawatan dan pengobatan bagi ODGJ. Melalui kegiatan advokasi dapat terwujud Posyandu Jiwa yang akan memberikan layanan setiap bulan pada keluarga ODGJ.
RELAKSASI PERNAFASAN DENGAN ZIKIR UNTUK MENGURANGI KECEMASAN MAHASISWA Aulia Syifa; Mufidatul Khairiyah; Setia Asyanti
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol11.iss1.art1

Abstract

Breathing relaxation with zikir is one way to give physical and psychological calm to humans.The purpose of this study was to know the effect of breathing relaxation with zikir on decreasing student anxiety. The hypothesis of this study is that there is a significant decrease in anxiety before and after intervention. This research is an experimental study with one group pretest posttest design. Data collection uses the Anxiety Scale. Data analysis used the Wilcoxon technique with the help of the SPSS 15.0 statistical program. The results of the study show that the value of Z count = -2,345 with p = 0,019 (p<0,05). So it can be concluded that there is a significant decrease in anxiety before and after intervention. Based on these results, then breathing relaxation with zikir is able to be one of the solutions to reduce student anxiety.
Psikoedukasi Sebagai Prevensi Perilaku Seksual Pranikah Remaja Putra Yang Tinggal Di Panti Asuhan Yuliana Susanti; Setia Asyanti
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol14.iss1.art2

Abstract

Teenagers living in orphanages have limited parental assistance during their sexual development, putting them at risk of premarital sexual behavior. Psychoeducation, which involves providing information and training skills, has been widely known as a psychological intervention but has not been widely used to address sexual behavioural problems in adolescents. The purpose of this study is to find out if interventions in the form of psychoeducation can reduce premarital sexual behavior in young men living in orphanages. The research method uses quasi-experimentation with one group pretest-posttes design. Research subjects numbered 6 people selected using purposive sampling with the criteria of adolescents aged 15-19 years, living in the orphanage X Boyolali, conducting premarital sexual behavior. The research instruments used a scale of sexual behavior with data analysis using the Wilcoxon test. The results of this study showed that psychoeducation is effective for lowering premarital sexual behavior in adolescents
Psychoeducation on emotional management in students of SMA Muhammadiyah X Surakarta City Fathia Adzka Amalia; Lintang Leonita Salsabila; Dhevi Rizky Rhomadona; Jihan Aprillia Hayyunnisa Azzahra; Rosyita Intan Khoirunnisa; Mirdian Tri Hardani; Setia Asyanti
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 3 (2023): August 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i3.10639

Abstract

The problem that occurred at SMA Muhammadiyah X Surakarta City based on guidance and counseling (BK) data, namely poor emotional management. Supportive observations and interviews, including mentioning nicknames of friends you don't like; mocking each other; not accepting criticism or suggestions from others; as well as unstable mood. Poor emotional management is caused by students not knowing how to manage emotions. The purpose of this psychoeducation is to provide an understanding of the importance of emotional management and training in skills to manage emotions well. The interventions used in psychoeducation are butterfly hug practices and positive affirmations, as well as breathing relaxation practices. To determine the progress of students' understanding of emotional management material, a scale of emotional management knowledge before and after psychoeducation is given. As a result, students' understanding of emotional management has improved. Students come to know there are 2 kinds of emotions (positive and negative), and relaxation is one way to manage emotions. Based on the results of psychoeducation and findings in the field, providing psychoeducation with butterfly hug practices and positive affirmations, as well as breathing relaxation practices can help improve students' knowledge and ability to manage their emotions.
Pendampingan Penyusunan Struktur Organisasi Poskestren di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta Mutalazimah, Mutalazimah; Puspitasari, Dyah Intan; Zulaekah, Siti; Pristianto, Arif; Purwanti, Okti Sri; Asyanti, Setia; Da’i, Muhammad; Suharto, Toto; Faqihuddin, Faqihuddin; Anindya, Vani
Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (Pamas) Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (PAMAS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM Universitas Respati Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/pamas.v8i2.3189

Abstract

Perubahan bentuk fasilitas pelayanan kesehatan di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta dari Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menjadi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sesuai Permenkes RI Nomor 1 Tahun 2013 pada September 2022 lalu membawa berbagai konsekuensi, diantaranya adalah perubahan struktur organisasi dan tata kelolanya. Dalam Permenkes Nomor 1 Tahun 2013 mengenai Pedoman Penyelenggaraan dan Pembinaan Poskestren, juga diatur mengenai bentuk dari struktur organisasi dan tata kelola (SOTK) Poskestren. Kegiatan PkM ini bertujuan melakukan pendampingan kepada pengelola Poskestren PPM MBS Yogyakarta dalam menyesuaikan dan merevitalisasi struktur organisasi yang bermula dari UKS menjadi struktur organisasi sesuai aturan Kemenkes RI. Kegiatan dilakukan melalui workshop berupa pemaparan materi mengenai peran manajemen bagi optimalisasi mutu pelayanan kesehatan di pesantren; SOTK Poskestren sebagai dasar pengembangan pengelolaan fasilitas pelayanan kesehatan; SOTK UKS PPM MBS Yogyakarta (existing condition) sebelum menjadi Poskestren; mekanisme penyusunan SOTK dan deskripsi tugas Poskestren PPM MBS Yogyakarta. Selanjutnya dari kegiatan workshop ditindaklanjuti dengan diskusi dan pendampingan identifikasi jabatan yang disesuaikan kebutuhan poskestren, penyusunan struktur organisasi, penyusunan kualifikasi pejabat pada setiap bagian jabatan, dan penyusunan deskripsi tugas pejabat pada setiap bagian jabatan pada struktur organisasi yang telah terbentuk. Dengan adanya penyesuaian struktur organisasi poskestren yang dilengkapi dengan kualifikasi dan deskripsi tugas pejabat ini, diharapkan pengelolaan Poskestren PPM MBS Yogyakarta semakin optimal, sehingga pelayanan kesehatan pada para santri menjadi semakin lebih baik.Kata Kunci : struktur organisasi, deskripsi tugas, poskestren
Peran Optimisme, Kebersyukuran, dan Harapan terhadap Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Muhammadiyah Surakarta Salsabila, Alifia Rahma; Asyanti, Setia
Jurnal Online Psikogenesis Vol 11 No 2 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v11i2.2862

Abstract

Some final year students often have difficulty completing their studies, which ultimately results in feelings of dissatisfaction and unhappiness. This shows that psychological well-being has not been achieved. This research aims to test whether optimism, gratitude, hope have a simultaneous role in the psychological well-being of final year students. This research used a quantitative approach involving 216 students at Muhammadiyah University of Surakarta who were working on their thesis and aged between 21-23 years. This research used an optimism scale (α = 0.813), a gratitude scale (α = 0.788), a hope scale (α = 0.850), a psychological well-being scale (α = 0.894) which were distributed via Google form. The analysis in this study used multiple linear regression using SPSS statistics 21.0. The results show that the role of optimism, gratitude and hope together on the psychological well-being of final year students is 73%. Hope has the largest contribution, namely 46.1%, followed by optimism, namely 22%. Thus, to improve the psychological well-being of final year students, universities need to carry out activities that increase hope and optimism in final year students.
PENINGKATKAN KONTROL SOSIAL MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA Rostanti, Siti Rohma; Asyanti, Setia; Fristy, Adelita
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v8i1.5997

Abstract

Memiliki karakteristik rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal baru dan sedang berada dalam proses mencari identitas diri, menjadikan  remaja sebagai golongan yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Apalagi jika hidup di lingkungan yang memiliki kontrol sosial yang rendah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kontrol sosial dari masyarakat sehingga mampu mencegah perilaku penyalahgunaan narkoba. Adapun metode pelaksanaannya adalah: 1) melakukan advokasi program pencegahan penyalahgunaan narkoba (P3N), 2) pembentukan Tim Kegiatan Masyarakat (TKM) dan 3) Psikoedukasi. Kontrol sosial yang awalnya minim menjadi meningkat melalui tahapan: (1) adanya kesadaran masyarakat bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba telah terjadi dan warga menyepakati perlunya program pencegahan penyalahgunaan narkoba, (2) adanya kegiatan siskamling di masyarakat yang dimonitor oleh TKM, (3) terjadi peningkatan secara signifikan pengetahuan pencegahan penyalahgunaan narkoba. (4) peran orangtua mengingatkan anak-anaknya yang bermain di luar rumah meningkat. Meskipun dampak nyata kontrol sosial belum dirasakan, namun keresahan warga menurun seiring adanya siskamling dan menurunnya jumlah remaja yang bermain di luar rumah pada malam hari. Kegiatan siskamling sebagai salah satu bentuk kontrol sosial perlu dilanjutkan.
The Association between Mental Health Literacy and Perception of Community Stigma with Help-Seeking Behavior among Final Year University Students Mardliyyah, Khonsa'; Asyanti, Setia
Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) 2022: Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseth.2670

Abstract

The responsibilities and demands of senior students during their final year of study before becoming a graduate lead to anxiety, stress, and even depression. This situation makes senior students need the help of others to overcome their problems. The purpose of this research is to examine the relationship between mental health literacy and perception of community stigma with the help-seeking behavior of senior students. The research design used is a correlational quantitative method. The research subjects are 218 senior students at Muhammadiyah University Surakarta. The sampling technique used is incidental sampling. Data were collected using mental health literacy scales, perception of community stigma scales, and help-seeking behavior scales. Data analysis techniques used multiple linear regression tests with SPSS 25 for Windows. The results showed that mental health literacy and perception of community stigma together significantly influenced helpseeking behavior (F = 10.623, p < 0.05). Mental health literacy significantly and positively influenced help-seeking behavior (t = 2.030, p < 0.05), while perception of community stigma significantly and negatively influenced help-seeking behavior (t = -3.833, p < 0.05). The contribution of mental health literacy and perception of community stigma to help-seeking behavior was R² = 0.09 (9%).